
ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin juga. maaf kalau diriku meminta banyak....😇😇
###
"Cette femme doit avoir été surprise par son arrivée cette fois." ( wanita itu pasti kaget dengan kedatangannya kali ini.)
"Invité inattendu.." ( tamu tak terduga..)
****
Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang oleh Syani setelah pulang dari Mall.
"Aarrrgghhhh....... kenapa omongan mereka keinget terus sih..." teriak Syani uring-uringan di kamar sambil menggaruk kepalanya dan membuat rambutnya yang panjang menjadi berantakan.
"Kenapa gue jadi kepikiran sama mereka, siapa mereka, apa hubungannya sama gue..." dengan susah payah Syani berusaha memejamkan matanya, namun matanya tak kunjung mengantuk karna belum terlalu malam dan belum waktunya dia tidur.
Akhirnya Syani memilih mengganti bajunya dan memakai helm kemudian keluar untuk mencari udara segar dan membeli sesuatu.
Yang menjadi tujuan Syani malam ini adalah toko-toko yang menjual peralatan olahraga.
Setelah Syani menemukan toko yang dicarinya, Syani langsung masuk dan melihat berbagai macam peralatan alat olahraga yang bisa dijadikan senjata disaat terdesak.
Pilihan Syani akhirnya jatuh pada dua Double stick yang berbeda jenis. Satunya Double Stick biasa dan yang satu lagi sudah dimodifikasi menjadi pisau Double Stick. Kemudian membawanya ke Kasir.
Kasir yang melihat benda yang jadi pilihan Syani sangat kaget dan memancarkan kecurigaan diwajahnya.
"calm down, I'm not a villain. this is for my sporting needs at home!!" ujar Syani yang menyadari kalau dirinya dicurigai oleh kasir toko tersebut.
Kasir yang mengerti ucapan Syani hanya tersenyum tanpa menghilangkan kecurigaannya sedikitpun. Syani tidak ambil pusing, dia membayar belanjaannya kemudian keluar dari toko itu.
Setelah pergi dari toko. Syani pulang melewati jalan yang berbeda saat dia keluar dari rumah. entah kenapa perasaannya tidak enak dan membimbingnya untuk melewati jalan yang selama ini dihindarinya dalam keadaan apapun.
Tiba-tiba dari kejauhan Syani melihat Mobil yang sangat dikenalnya berhenti dijalan yang sangat sepi dan jarang dilewati.
" Ayah..." batin Syani kemudian Syani menghentikan motornya, dia membuka helmnya supaya bisa melihat denga jelas wajah Ayahnya yang berada didalam mobil.
__ADS_1
"Kenapa mobil Ayah bisa berhenti disitu.." gumam Syani heran. Syani yang sangat merindukan Ayahnya hanya bisa melihat dan tersenyum dari kejauhan. Senyuman Syani terhenti seketika saat 3 orang Pria dewasa melangkah dari depan mobil ke arah pintu pengemudi.
"Pembegalan....."batin Syani.
Mereka membawa senjata api rakitan, Pedang dan Parang, tiba-tiba dari belakang dua orang lagi Pria dewasa muncul sambil memukul kaca bagian belakang mobil dengan Palu berkali-kali hingga hancur.
Teriakan penuh ketakutan terdengar dari dalam mobil Ayahnya siapa lagi kalau bukan Dennisa Arta Wijaya, adiknya.
"Ya allah....ternyata mereka berlima." ujar Syani lirih sambil mendengarkan ketakutan adiknya. Syani tidak bisa hanya diam menonton, dengan cepat dia memasang kembali helmnya dan menggantung kedua Double Stick yang Syani beli keleher.
Kemudian Syani menyalakan motornya dan mengemudikannya dengan kecepatan tinggi, dia mengarahkan motornya pada pembegal yang memegang pistol rakitan dengan cepat Syani menendang pistol rakitan itu hingga pistol rakitan itu melambung dan terjatuh kearah semak-semak.
Pembegal itu kaget. karna kedatang Syani yang tidak disangka-sangka. dia kehilangan senjatanya karna Syani.
Syani turun dari motor dan menggeser pelindung wajah helmnya ke atas. kemudian mengambil kedua Double Stick yang baru dibelinya di leher. Syani memainkan Double Sticknya dan langsung mengayunkanya kearah pembegal yang memegang pedang
Triing...trring...triinng... Double Sticknya yang berbahan besi saling beradu dengan pedang pembegal yang tidak mau jatuh..
"Mereka memiliki skill!!" batin Syani. Syani mendadak gugup. dia takut dua orang yang disayanginya terluka. masalahnya dia belum seratus persen sembuh total.
"Lama tidak ketemu!!" ucap salah satunya, kemudian mereka menyerang pembegal.
Syani ternyata mendapatkan bantuan tak terduga dari orang yang pernah dihajarnya dulu, mereka adalah Remon, Bimo, Zaki dan Hendri.
Syani tersenyum...dia tak takut lagi kalau adiknya akan terluka.
Akhirnya lawan seimbang lima lawan lima. ternyata pembegal yang memegang pistol rakitan tadi memiliki senjata yang lain.
Mereka saling Membantu dan saling menyerang pembegal. Syani tidak membiarkan dirinya terluka dan dipukul. Syani mengayunkan Double Stick yang berbahan Kayu mengantam dahi lawannya hingga dia limbung.
Syani semakin gencar melawannya. sampai akhirnya pembegal itu kabur menyelamatkan diri mereka.
"Kemanapun lo pergi, kayaknya selalu diiringi pertarungan ya!!" Oceh Remon sambil menepuk bahu Syani. Syani yang merasa kaget langsung menepisnya.
"Gue juga melihat lo waktu diserang geng motor. gue sedang berjalan kaki, tapi gue langsung bersembunyi pas mendengar suara motor yang berombongan. maaf karna gue gak bantui lo." ucap Remon sambil mengulurkan tangannya untuk meminta maaf.
__ADS_1
Teman-teman Remon kaget mendengar penuturan Remon yang seperti pecundang, kemudian mereka memakluminya karna dia sendirian.
"Tidak apa-apa dan terimakasi atas bantuannya sekarang... tapi gue tetap gak suka disentuh!" ucap Syani. tiba -tiba Syani menutup pelindung helmnya dengan cepat , karna Ayah dan adiknya keluar dari mobil, Dennisa yang masih takut hanya berdiri dibelakang Ayahnya.
"Kenapa lo?" tanya Remon heran. Syani hanya diam dia tidak menjawab pertanyaan Remon.
" Terimakasih atas pertolongannya...kalau tidak ada kalian, entah apa yang akan terjadi pada kami." ucap Ayahnya yang sudah berdiri didepan Syani dan menyalaminya.
Syani pergi setelah menyalami Ayahnya, dengan perasaan yang sangat bahagia bisa melihat wajahnya.
"Kak Syani..." gumam Dennisa.
"Apa...?"tanya Ayahnya yang mendengar gumaman Dennisa walaupun tidak jelas.
"Ayah itu kak Syani!" ujarnya lagi sambil menunjuk kearah Syani yang sudah menjauh.
"Itu bukan dia. dia tidak akan menolong kita, malah akan senang jika kita mati dibunuh oleh begal." ujar Ayahnya kasar.
Remon dan teman-temannya sangat kaget saat mendengar perkataan Ayahnya Syani yang sangat kasar.
"Jadi karna ini dia menutup wajahnya." gumam Remon yang mengetahui jawaban dari pertanyaannya tadi.
"Kalau saya jadi orang yang anda bilang tadi, saya gak bakal nolongin anda. saya malah senang kalau anda dibunuh." ucap Remon sinis. "orang yang telah menolong anda tadi adalah orang yang barusan disebut namanya oleh putri anda." ujar Remon kemudian pergi bersama teman-temannya dan meninggalkan Ayah dan anak yang hanya diam membisu.
****
Sesampainya dirumah Syani langsung meletakkan Double Sticknya diatas ranjang. Syani turun kemudian dia jongkok di lantai. Syani menjulurkan tangannya ke bawah ranjang sambil menarik sebuah kotak yang terbuat dari kayu.
Syani mengeluarkan isi kotak kayu tersebut dan membersihkannya dengan hati-hati. dia memperhatikan semua senjata untuk bertarung yang dikumpulkannya selama beberapa bulan ini tanpa sepengetahuan Benni.
"Apa sudah saatnya aku menggunakan ini,,, aku akan melakukan apa pun untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi!!!"
......
Maaf atas typonya...tetap baca ya...😅😅
__ADS_1