
HAPPY READING
####
Saat ini di Eropa Utara. Oslo, Norwegia
Lucas Sebastian Halt seorang CEO dari Perusahaan keuangan raksasa di dunia yang juga merupakan seorang Dokter Spesial yang memiliki puluhan rumah sakit di belahan Eropa dan beberapa rumah sakit di Asia, Lucas juga memiliki saham yang sangat besar di Perusahan ternama di Singapura. pria berhati dingin namun berparas tampan, seorang CEO yang sangat di takuti karna kekuasaannya yang mutlak atas keuangan dunia. pria yang menyimpan rahasia besar di masa lalunya. rahasia yang tidak di ketahui oleh siapa pun, bahkan putranya sendiri Kyle Sander Halt. kecuali Bryan Van De Rick, pria berdarah Belanda namun berkebangsaan Norwegia. pria yang memiliki sifat yang sama dengan Lucas Sebastian Halt, pria yang menjadi tangan kanan sekaligus sahabat masa kuliah Lucas di Belanda.
Siang ini Lucas janji makan siang bersama dengan putranya. putra yang lahir dari pernikahannya dengan wanita berdarah campuran Norwegia dan Prancis, Nichole Jolanka Cyrille. Putri dari pemilik Hotel berbintang di Norwegia dan Prancis dari Pengusaha ternama Abercio Jonathan Cyrille. namun meninggal saat Kyle baru berumur satu tahun.
****
"Bryan vær så snill å håndtere alle møter i ettermiddag. Jeg har noe med Kyle å gjøre!!" ( Bryan tolong handle semua meeting siang ini aku ada keperluan dengan Kyle ). ucap Lucas datar. Lucas memang selalu bersikap tanpa ekspresi, biarpun itu dengan sahabatnya sendiri. lain cerita saat dia sedang marah, aura membunuh akan langsung keluar dari dirinya tanpa menunggu waktu.
Bryan menatap Lucas dengan tatapan heran. selama ini ia tidak pernah melihat bos sekaligus sahabatnya itu melalaikan atau melimpahkan tugasnya pada Bryan kalau bukan karna suatu hal yang sangat mendesak.
Bryan hanya mengangguk. walaupun dirinya tidak suka ikut campur dalam masalah sahabat sekaligus bosnya itu, namun di dalam hatinya Bryan merasa penasaran hal apa yang membuat sahabatnya itu sampai menghendle semua meeting siang ini. padahal itu meeting yang sangat penting, dimana meeting itu membahas kelangsungan project 'Hospital Development Planning' di Singapura. tempat yang sudah lama ingin di datangi oleh Lucas, tempat dimana kisah dan rahasia itu di mulai.
Lucas bersiap-siap untuk bertemu dengan putranya. ia memantapkan hatinya membuka rahasia terkelam dari masa lalunya, rahasia yang selama ini ia tutup dengan rapat. Lucas terpaksa melakukan itu demi mencari dan menemukan apa yang seharusnya ia lakukan sejak dulu.
Bryan menekan sambungan intercomnya. meminta supir dan bodyguard untuk bersiap-siap.
"Nei,, jeg vil gå alene!!" ( jangan,, aku ingin pergi sendiri!!" ) seru Lucas dengan cepat saat ia melihat Bryan menekan sambungan intercom. dirinya tidak ingin rahasia terburuknya di ketahui banyak orang karna itu akan membuka tabir gelapnya keseluruh penjuru dunia. Bryan langsung membatalkan perintahnya pada bodyguard Lucas untuk tidak mengikuti Lucas atas perintah atasannya itu.
Lucas keluar dari kantor dan perusahaannya lewat jalur rahasia yang sengaja ia buat jika suatu saat ia butuh privasi seperti sekarang.
****
Lucas sampai ditempat tujuannya. Restoran yang memiliki ruang privasi dengan keamanan tingkat tinggi.
"Hei pappa,, det er så sjelden å be om å spise ute!!" ( hai ayah,, tumben sekali ngajak makan di luar!! ) sapa kyle dengan gamblang. Kyle sangat akrab dengan orangtuanya, namun tidak untuk temu janji di luar.
__ADS_1
" Det er noe pappa vil formidle." ( Ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan.) ujar Lucas dengan ekpresi wajah yang serius. "Men senere etter at vi spiste lunsj!!" ( tapi nanti setelah kita makan siang!!) sambungannya lagi.
Kyle hanya diam memperhatikan ekspresi wajah ayahnya yang kelihatan gugup sambil menikmati hidangan yang sudah di sajikan.
Mereka menikmati makanannya dalam diam walau di dalam hati mereka masing-masing merasa was-was dengan apa yang akan Kyle dengar dan tanggapan seperti apa yang akan Lucas terima.
Setelah satu jam menunggu, akhirnya Lucas menceritakan prilaku bejatnya pada Kyle. menceritakan semua perbuatannya pada seorang gadis yang menjadi sekretarisnya, saat dirinya mengambil alih sebuah Perusahaan. gadis Asia berwajah cantik dan bertubuh seksi yang bernama Rosalia Amanda. biarpun dia tidak memakai pakaian minim atau pakaian yang mengundang hasrat, keindahan dan keseksian tubuhnya tetap terpancar dan berhasil membuatnya jatuh cinta untuk kedua kali yang memaksanya melakukan sesuatu agar tidak kehilangan gadis itu, yaitu menanam embrio miliknya pada rahim gadis Asia tersebut, setelah ia tertidur karna pengarus bius yang Lucas masukan secara diam-diam ke dalam minuman sekretarisnya. Lucas mengakui kalau dirinya menanam embrio itu beberapa kali untuk antisipasi jika percobaan pertamanya gagal dan ia melakukan semuanya di rumah sakit miliknya dengan bantuan sahabatnya Bryan.
Kyle menggeleng kaget, ia tidak menyangka kalau Ayah yang selama ini di hormatinya mampu melakukan hal segila itu untuk mendapatkan apa yang di inginkannya.
"så pappa forrådt moren min hele tiden?? (jadi ayah selama ini mengkhianati ibuku??) ucap Kyle dengan nada tinggi dan menuduh.
" Nei, Kyle ... det skjedde etter fire år av din mors død!!" ( Tidak, Kyle ... itu terjadi setelah empat tahun kematian ibumu ). sanggah Lucas dengan cepat. ia tidak mau putra yang selama ini menjadi anak kebanggaannya salah paham dan berbalik membencinya.
" så hva skjedde med den kvinnen?" ( lalu,, apa yang terjadi pada wanita itu??) tanya Kyle dengan intonasi yang mulai stabil.
"Hun gikk bort fra pappa to uker gravid..." (dia pergi dari ayah dalam keadaan hamil dua minggu...) jawab Lucas dengan lirih
Kyle berdiri dari duduknya lalu melangkah ke arah pintu, namun Lucas menahannya dengan cepat. ia tidak mau Kyle pergi sebelum semuanya selesai.
" Kyle,, lytt først til pappa. hvis han fortsatt er i live, er han nå seksten år gammel, og jeg ber om din hjelp til å lete etter ham. han er tross alt din fars barn og han er også din søster. pappa be om din hjelp til å lete etter det..." (Kyle,, dengarkan ayah dulu. kalau dia masih hidup, umurnya sekarang sudah enam belas tahun dan ayah minta tolong padamu untuk mencarinya. bagaimanapun juga dia adalah anak ayah dan dia juga adikmu. ayah minta bantuanmu untuk mencarinya...) pinta Lucas dengan nada memelas sambil terus menggenggam tangan Kyle.
Kyle merasa sangat kecewa, namun ia juga tidak berdaya. ayahnya melakukan itu karna tidak ingin kehilangan wanita yang dicintainya, namun tetap lepas dari genggamannya setelah apa yang dia perbuat.
Kyle tidak bisa membayangkan entah bagaimana nasib wanita yang bernama Rosalia sekarang. hamil tanpa mengetahui siapa ayah dari bayi yang sedang di kandungannya, membesarkan anaknya tanpa perlindungan seorang laki-laki. entah bagaimana nasib anak itu sekarang. dia dan wanita itu tidak bersalah, ayah nyalah yang bersalah namun wanita itu yang menerima akibatnya.
Kyle tidak bisa menerima kata 'adik' begitu saja, namun ia bisa merasakan penderitaan anak itu. tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua yang lengkap. kalaupun ada yang bisa menerima wanita itu sebagai istrinya pasti tidak dengan adiknya. adik??, ya adik. Kyle akan menerima adiknya dengan tangan terbuka dan akan melindunginya apapun yang terjadi. dirinya akan mencari dimanapun adiknya itu berada. karna di dunia ini tidak ada satupun pria yang bisa menerima anak yang tidak tau siapa ayahnya dan menganggapnya seperti anak kandung sendiri.
Kyle menepis tangan ayahnya lalu,, "Ok. Jeg vil se etter henne, men hun er søsteren min. men beklager, forvent aldri mer enn dette. Jeg kan fremdeles ikke godta det min far gjorde!!!" ( baiklah. aku akan mencarinya, bagaimanapun dia adalah adikku. tapi maaf,, jangan pernah berharap lebih dari ini. aku tetap tidak bisa menerima perbuatan yang ayah lakukan!!! ) tutur Kyle sinis. kemudian pergi meninggalkan Lucas yang diam mematung di ruangan itu.
Lucas merasa haru sekaligus sedih karna Kyle belum bisa memaafkannya walaupun Kyle bisa menerima keberadaan adiknya yang tidak ia ketahui wajahnya.
__ADS_1
****
Syani tertidur di pangkuan Rayan setelah puas menagisi nasibnya yang miris. untunglah Rayan datang di waktu yang tepat, datang di saat dirinya butuh sandaran.
Rayan membelai kepala Syani dengan lembut. menyentuh wajahnya dengan kasih sayang. umurnya memang baru delapan belas tahun, tapi jangan pernah meragukan sikapnya yang dewasa seperti layaknya pria yang sudah siap mengarungi bahtera rumah tangga. karna Rayan bukanlah pria yang hanya tau menghabiskan uang orang tuanya.
Rayan yang terkenal dengan sikapnya yang kasar dan arogan ternyata diam-diam memiliki usaha yang sangat maju dan tanpa di ketahui orang-orang terdekatnya.
Kaki Rayan yang di jadikan bantalan oleh Syani mulai terasa kaku dan kesemutan.
Hoaahhhh.... Syani menguap,, ia terbangun dari tidurnya karna merasakan gegelisahan dari Rayan.
"Maaf gue ketiduran,, lo pasti capek!!" ujar Syani cuek tanpa dosa sedikitpun. ia kembali menjadi dirinya yang biasa, kepribadiannya yang sangat disukai oleh Rayan.
"Tidur aja lagi..." ucap Rayan sambil merebahkan kepala Syani di pangkuannya.
Syani menatap wajah Rayan dari bawah. wajah laki-laki yang menjadi kekasihnya namun jarang ia angkat panggilan dari Rayan tiap kali laki-laki itu menghubunginya.
Rayan yang merasa di tatap oleh Syani menatapnya balik, kemudian menundukkan kepalanya mendekati wajah Syani yang terus menatapnya dengan intens. semakin lama wajah mereka semakin dekat dan beradu pandang begitupun dengan bibir mereka yang sudah bersatu. Rayan melumat bibir Syani dengan lembut dan Syanipun hanya diam menerimanya dengan mata terpejam.
EHEMMMMM......
Syani kaget, lalu mendorong tubuh Rayan dan bangun dari pangkuannya. Syani yang merasa tertangkap seolah-olah sedang berbuat mesum membuat mukanya merah. Syani memalingkan wajahnya dari Rayan dan sahabatnya.
"Dasar BUCIN...." ejek semua sahabatnya sambil tertawa ngakak melihat muka Syani yang merah begitupun dengan Rayan.
Rayan yang tidak tahan melihat muka Syani yang merah, timbul sifat jahilnya. dengan cepat Rayan mengeluarkan ponselnya lalu memfoto Syani dengan warna merah di kedua pipinya yang putih dan itu membuatnya semakin lucu.
Syani tertawa dengan bahagia. walaupun ia sudah bisa melupakan kesedihannya, namun sisa-sisa dari kesedihan itu masih terlihat jelas di kedua matanya yang bengkak. sahabat Syani mengetahuinya namun mereka memilih diam karna tidak bisa berhuat apa-apa. mereka keluar dari perpus dan sekolah itu saling berangkulan mesra.
.........
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya ya!!! 😉😉