
Happy Reading...
####
Setelah 5 bulan berlalu sejak duel antara Syani dan Sisil, terjadi perubahan besar antara Syani dan teman-teman sekelasnya di sekolah.
Syani yang berubah menjadi sangat pendiam sejak kematian Benni, kembali membuka dirinya namun tidak tentang keluarga, Syani masih menutup semua kisah dan cerita tentang keluarganya. Syani tidak akan mudah berbagi cerita tentang keluarga. tidak sama saat pertama kali ia kenal dengan Adibah, Syani langsung terbuka padanya tanpa embel-embel air mata.
Sedangkan Sisil belum berubah sedikitpun. ia masih seperti dirinya yang dulu. kasar dan sombong serta sok berkuasa, walaupun sudah di buat KO oleh Syani. sifat arrogantnya Sisil masih tetap nomor satu.
****
Hari ini Syani bangun sedikit pagi, tidak seperti hari biasanya yang selalu bangun saat suara Adzan subuh berkumandang. ia bangun dengan perasaan yang amat sangat bahagia. ia bertemu dengan orang yang paling di rindukannya. mereka saling melepas rindu dan bersenda gurau bersama keluarga besarnya. walaupun pertemuannya bukan di alam nyata, ia tetap merasa bahagia. Syani bangun dari ranjang nya yang empuk dengan rona bahagia, ia berjalan menuju ke arah kamar mandi sambil bersenandung ria.
Setelah selesai dan keluar dari kamar mandi, Syani memilih memakai style yang santai celana jeans hitam dan kaos putih polos . kemudian Syani mengambil mungkena dan menjalankan kewajibannya.
Selesai sholat Syani mengambil dan memakai hoodie serta sneakers bermotif army yang berwarna hijau. Syani juga tidak lupa memolesi bibir seksinya dengan lips gloss berwarna bibir.
Tok...tok...tok...
Pintu kamar Syani diketuk lalu muncul kepala Nadia dibalik pintu.
"Boleh gue masuk??" tanya Nadia dengan nada yang sedikit ragu-ragu. Nadia sudah lima bulan tinggal bersama Syani, tapi perasaan canggung dan rasa mindernya belum bisa ia hilangkan.
"Masuk aja..." jawab Syani cepat sambil menarik koper polo berwarna biru yang telah ia packing dua hari yang lalu.
Nadia masuk dengan penampilan yang bikin Syani kaget.
"Astaga Nadia...." celetuk Syani begitu ia melihat penampilan Nadia.
"Kenapa,, ngak cocok ya??" tanya Nadia tidak percaya diri.
" Your style is a mess..." imbuh Syani cuek tanpa melihat Nadia yang sudah minder dengan perkataannya. kemudian Syani mendekati lemari pakaian dan membukanya. ia mengeluarkan beberapa setel pakaian yang sudah dilipat rapi di dalam lemari pakaiannya.
"Mana koper yang gue pinjamin kemaren??" tanya Syani dengan mata lasernya. walaupun Syani sudah membuka dirinya dan bergaul dengan teman-teman di sekolah, namun cara menatap seseorang dengan tajam belum bisa ia hilangkan.
Nadia yang belum terbiasa dengan tatapan Syani yang tajam walaupun sudah lima bulan tinggal bersama tetap membuatnya bergidik ngeri. ia kemudian keluar mengambil koper milik Syani yang ia pinjam.
Syani menyambar koper yang di pegang Nadia lalu membukanya. ia kaget saat melihat isi koper Nadia. karna tak ada satupun yang pantas ia pakai untuk study tour selama 8 hari ke Bandung.
Syani mengeluarkan semua atasan yang telah di packing oleh Nadia dan menggantinya dengan atasan serta beberapa celana jeans milik Syani. Nadia hanya bisa melihat tindakan Syani yang membuatnya semakin minder.
"Sorry...gue terpaksa ngelakuinnya, karna gue ngak mau gaya berpakaian lo jadi bahan candaan anak-anak di sekolah nanti. gue ngak ngelarang lo pake semua itu dimanapun,, tapi ada satu tempat yang sangat tidak cocok dengan semua gaya berpakaian lo, yaitu hutan!!" celetuk Syani membuat Nadia tertunduk malu.
"Maaf...habis gue ngak punya yang laen.." ujar Nadia tersenyum getir. Nadia dengan menahan malu terpaksa mengganti bajunya dengan kaos biru navy berlengan panjang milik Syani dan bawahan kulot serta slip on abu-abu miliknya sendiri.
Setelah Syani kembali memastikan barang bawaanya seperti alat yang selalu ia bawa agar tidak ketinggalan karna kejahatan selalu ada dimana-mana dan Syani juga tidak lupa memastikan keamanan rumahnya.
Syani dan Nadia keluar dari rumah sambil menunggu taksi yang sudah di pesan oleh Syani. karna tidak mungkin Syani membawa mobil atau motor kesekolah sekarang.
5 menit kemudian taksi pesanan Syani datang. " Maaf saya terlambat.." ujar supir taksi minta maaf sambil membuka bagasi.
"Ngak papa kok mas.." jawab Syani dan Nadia kompak.
Setelah barang bawaan mereka di masukan ke bagasi, sang supir mengemudikan taksinya dengan cepat dan hati-hati.
****
Syani dan Nadia turun dari taksi begitu mereka sampai di depan gerbang sekolah. saat memasuki gerbang, 9 Bus Pariwisata sudah berjejer di lapangan. 3 Bus untuk IPS, 5 untuk IPA dan 1 Bus lagi untuk guru dan keluarganya.
"Ceehh...." Sisil berdecih sambil melengos saat bertemu pandang dengan mata Syani. dalam hati ia sangat marah dan dendam padanya.
"Dasar sok kecakepan..."batin Sisil. "gue pasti balas perbuatan lo lebih dari yang lo berikan ke gue... gue bakal buat lo menyesal seumur hidup!!" geram Sisil marah dengan aura negatif yang keluar dari hatinya.
Syani yang memiliki kepekaan sangat tinggi merasakan aura negatif yang dikeluarkan oleh Sisil. namun ia hanya tersenyum sinis saat merasakannya.
Saat jarum jam menunjukkan pukul 08.30 pagi, murid -murid yang mengikuti study tour mulai menaiki bus yang sudah di peruntukkan bagi jurusan dan kelas masing-masing. dan mereka duduk berdasarkan nomor absen. kecuali Sisil, ia lebih memilih bersama para sahabatnya naik mobil minivan Toyota all new Alphard milik keluarganya, dari pada berbaur dengan orang-orang miskin apa lagi bau keringat dan berisik. Sisil jga tidak mengemudi sendiri, melainkan membawa serta dua orang supir pribadinya.
Syani dan Kia duduk saling berdekatan. Syani yang mulai membuka diri dan Kia yang masih belum tau harus bersikap seperti apa pada Syani. mereka menjadi teman perjalanan yang sangat klop.
__ADS_1
Bus Pariwisata memulai perjalanannya dengan Bismillah...setelah semua bangku bus terisi penuh.
Anak-anak mulai melakukan kegiatan untuk mengiringi perjalanan mereka. di kelas Syani, tidak banyak yang memikiki bakat bermusik. hanya Bobby dan Sabiq yang lihai memetik senar gitar..
Saat Bobby dan Sabiq unjuk kebolehan dengan gitarnya....
"Bob... gue request lagu lily bisa ngak.." celetuk Kia tiba-tiba. Seisi bus mendadak heboh medengar permintaan Kia yang jarang mereka dengar.
Bobby menyanggupi permintaan Kia. mereka kembali piawai memainkankan gitarnya tanpa kesalahan sedikitpun.
Sedangkan Syani yang asik dengan dunianya sendiri sambil mendengarkan lagu lily dari alan walker di headphone, tidak mengetahui kalau bus mereka sangatlah berisik.... dan mereka juga mendengarkan lagu yang sama. tanpa sadar Syani mulai menyanyikan lagu lily dari gumaman hingga akhirnya benar-benar bernyanyi dengan keras..
Follow everywhere I go
Top over the mountains or valley low
Give you everything you've been dreaming of
Just let me in, ooh
Everything you wantin' gonna be the magic story you've been told
And you'll be safe under my control
Just let me in, ooh
Just let me in, ooh
She knew she was hypnotized
And walking on cold thin ice
Then it broke, and she awoke again
Then she ran faster than
Start screaming, is there someone out there?
Please help me
Behind her, she can hear it say
Follow everywhere I go
Top over the mountains or valley low
Give you everything you've been dreaming of
Just let me in, ooh
Everything you wantin' gonna be the magic story you've been told
And you'll be safe under my control
Just let me in, ooh
Just let me in, ooh
Ooh, ooh, ooh, ooh
Ooh, ooh, ooh, ooh
(Ooh, ooh, ooh, ooh)
Everything you wantin' gonna be the magic story you've been told
(Ooh, ooh, ooh, ooh)
And you'll be safe under my control
__ADS_1
Just let me in, ooh
Follow everywhere I go
Top over the mountains or valley low
Give you everything you've been dreaming of
Just let me in, ooh
Then she ran faster than
Start screaming, is there someone out there?
Please help me
Just let me in, ooh
Kia yang duduk di sebelah Syani kaget mendengar suara Syani. ia belum pernah sekalipun mendengar Syani bernyanyi begitupun dengan anak-anak di dalam bus, mereka semua kaget tidak menyangka kalau suara Syani seindah itu saat bernyanyi. sampai-sampai anak-anak yang duduk di bangku depan yang tadinya biang keributan membuatnya diam seketika dan fokus mendengar suara nyanyian Syani yang sangay merdu
"Apa ya,, yang ngak bisa di lakukan olehnya... gue jadi penasaran??" gumam Kia sambil menatap Syani yang masih asik bernyanyi, namun cepat-cepat ia alihkan takut ketangkap basah, kan malu.. kalau ketahuan.
Bobby dan Sabiq mengiringi suara Syani dengan permainan gitar mereka hingga lagu itu berakhir dan berganti dengan lagu yang lain. suara Syani benar-benar berhasil menghipnotis seisi bus. (kecuali supir busnya. authornya takut bisa-bisa mereka kecelakaan, kan bahaya kalau supirnya ikutan terhipnotis dengan nyanyian Syani.)
Tiba-tiba suara Syani melambat yang tadi keras dan jelas saat bernyanyi, semakin lama semakin pelan dan akhirnya berubah dengan suara nafas yang teratur. Syani ketiduran begitupun dengan Kia dan sebagian anak-anak lain di bus juga ikut ketiduran. bagi mereka yang tidak bisa memejamkan mata lebih memilih bemain ponsel dan ada juga yang memilih bergosip.
Sedangkan Sisil yang berada di minivannya berpikir keras, bagaimana cara dia akan membalas perbuatan Syani yang membuatnya malu juga kesakitan.
"Lagi mikirin apasih???" celetuk Milla dengan tiba-tiba dan itu berhasil mengagetkan Sisil yang konsentrasi memikirkan cara untuk membalaskan dendamnya pada Syani.
"Balas dendam!!" jawab Sisil pendek sambil memejamkan matanya
"Balas dendam??" tanya Milla dengan kening yang mengkerut. " Ooo... balas dendam sama siapa Sil??" tanya Milla dengan wajah polos
"Balas dendam sama lo." jawab Sisil kesal. di antara mereka berempat Milla memang dikenal lemot dan juga pecicilan. jadi harus punya kesabaran yang eksta kalau berhadapan dengan Milla.
Tya yang sedari tadi memperhatikan tingkah Sisil hanya geleng-geleng kepala. Sisil sahabatnya yang selama empat bulan ini rehat dari sekolah karna cidera patah tulang dan terpaksa home schooling agar tidak ketinggalan pelajaran. ia baru seminggu ini kembali ke sekolah.
"Ternyata Sisil belum bisa melupakan kekalahnnya." batin Tya. "Seandainya mereka dulu tidak putus gara-gara dia, pasti Sisil tidak akan seperti ini. padahal mereka sudah pacaran dari SMP." ingatan Tya yang kembali menerawang kemasa dimana Sisil yang merupakan seorang gadis yang baik berubah menjadi gadis yang arrogant hanya karna cinta di masa kecilnya berakhir.
"Fiuhhh... " Tya menghembuskan nafasnya dengan pelan melihat tingkah kedua temannya itu.
"Kok ke gue Sil,, bukannya ke bule nyamar. harusnya lo balas dendam ke bule nyamar, bukan ke gue!!" imbuh Milla yang dalam pikirannya ia merasa benar kali ini.
"Lain kali kalau lo udah tau jawabannya, jangan tanya lagi. karna gue capek kalau ngomong sama lo...Ok!!" Sahut Sisil kemudian menutup telinganya dengan headphone yang sedari tadi ia gantung di leher. karna sudah tidak tahan mendengar ocehan Milla tanpa henti yang selalu kudet dan lemot jika di ajak berunding.
Rika yang sudah tertidur pulas sejak dari sekolah tidak tau apapun. karna Rika yang mabuk kendaraan jika perjalanan jauh terpaksa membuatnya minum obat anti mabuk.
Tya melepaskan headphone dari telinga Sisil karna sudah tidak tahan dengan kebiasaan Sisil yang sekalu membunyikan giginya saat sedang berpikir.
"Apa yang mau lo lakuin?" tanya Tya langsung ke inti masalah sambil menatap mata Sisil dengan tajam
"Gue mau dia menderita. merasakan sakit lebih dari yang gue rasakan!" jawab Sisil dengan sinis. " Dia akan mendapatkan balasannya....tunggu saja!!" seringai Sisil
****
Bus Pariwisata sampai di penginapan yang mereka tuju setelah 5 jam perjalanan. semuanya turun dan masuk ke kamar yang telah di tentukan.
Syani, Kia, Nadia dan lusi serta tiga murid cewek lainnya menempati satu kamar bersama. mereka mulai mengeluarkan beberapa barang yang mereka butuhkan, sebelum mereka tidur untuk beristirahat.
Syani tidur paling akhir, karna dia harus pergi untuk menyembunyikan senjatanya di suatu tempat di luar penginapan.
Syani yang notabene orang Bandung, tidak membuatnya buta arah. apa lagi setelah ia di usir dan di tinggal oleh Benni pindah ke Jakarta semasa ia masib hidup. Syani merasa bebas bisa pergi kemana pun dan kapanpun. sama seperti sekarang, ia pergi keluar tanpa di ketahui siapapun. karna ia takut perjalanannya keluar akan berbuntut panjang dengan senjata yang selalu ia bawa di dalam tas.
Syani menunggu ojol cukup jauh dari penginapannya sambil menyandang tas yang penuh dengan senjata. ia langsung meninggalkan area penginapan begitu ojol pesanannya datang menuju tempat dimana Benni menghembuskan nafas terakhirnya.
.....
Maaf typo...🙏🙏
__ADS_1