
Happy Reading....
####
Syani kaget dengan kedatangan Kompol Endriko, orang yang paling tidak ingin ia lihat seumur hidupnya yang tiba-tiba saja muncul dengan baju seragam kebanggaannya dan beberapa orang yang menjadi bawahannya. begitupun dengan Kompol Endriko yang juga kaget saat melihat Syani, orang yang diketahuinya sudah pindah ke Jakarta untuk melupakan masa lalunya sekarang malah ada di depannya dan berhadapan (lagi) dengan masalah.
"Kenapa kamu ada disini, Bukannya kamu pindah ke Jakarta?" tanyanya heran saat melihat Syani ada di lokasi pencariannya.
"Saya datang dalam rangka study tour dan mereka adalah teman satu sekolah saya." jawab Syani dingin sambil menunjuk kearah Rika dan Sabiq yang datang bersamanya serta Kia, serta sahabat Sisil yang menyusul dengan Kompol Endriko bersama buk Anita. Sisil hanya tersenyum kecut saat Syani menyebutnya sebagai teman. sedangkan ia datang ke Bandung untuk balas dendam padanya.
Sabiq yang menyadari perubahan raut wajah Sisil kemudian mendekatinya dan membesarkan hatinya agar Sisil bisa berdamai dan melepaskan dendam yang tidak beralasan.
"Aku yakin kamu pasti bisa mengatasi dendam yang tak beralasan itu asalkan kamu mau untuk berubah dan kembali seperti Sisilku yang dulu." ucap Sabiq dengan lembut sambil membelai rambut Sisil penuh kasih.
Sisil yang merasa di motivasi membuatnya yakin kalau iya pasti bisa dan mampu untuk kembali menjadi dirinya yang dulu. Sisil kemudian mendekati Syani secara perlahan dan berbicara dari hati ke hati.
"Syani...gue minta maaf." Ucap Sisil dengan wajah tertunduk ke bawah sambil mengulurkan tangannya.
Syani yang notabene bukan pendendam hanya tersenyum tipis melihat Sisil yang biasanya garang seperti singa betina sekarang malah imut seperti kucing persia.
"Udah gue maafin." jawab Syani singkat sambil menerima uluran tangan Sisil. kemudian Syani memeluk Sisil. "jangan pernah kirim penjahat lagi ok. kasihan mereka yang tidak bersalah." bisik Syani di telingan Sisil dan berhasil membuatnya kaget setengah mati. sedangkan Syani hanya terkekeh melihat reaksi dari keterkejutan Sisil.
"Om,,,om kenal sama Syani?" tanya Kia yang sudah menunggu Kompol Endriko sendirian. ia penasaran dengan Kompol Endriko yang langsung mengenali Syani saat mereka sampai di lokasi mobil yang berhasil dilacak.
"Om memang kenal dengannya, tapi itu bukan sesuatu yang bisa om ceritakan dengan kamu. yang jelas Syani itu anak yang baik dan juga bertanggung jawab. om senang kamu berteman dengannya. okay sweetie??" tutur Kompol Endriko memberi penjelasan pada Kia. kemudian Kompol Endriko kembali pada bawahannya yang akan menginterogasi Syani sebagai saksi. ia khawatir bawahannya akan membentak Syani karna Kompol Endriko sangat yakin Syani tidak akan menjawab satupun pertanyaan yang akan dilontarkan bawahannya.
Kia hanya diam, ia tidak berekspresi sedikitpun. Kia hanya bisa menatap punggung pamannya yang sekarang ada di depan Syani.
****
Siang ini Syani bersama dengan sahabat barunya berkumpul di sebuah cafe untuk mengerjakan tugas bersama, membuat laporan dari program study tour mereka. dan ini untuk yang pertama kalinya mereka berkumpul diluar setelah menjadi sahabat. itupun setelah peristiwa menghilangnya Sisil dan pertemuan yang tidak terduga antara Syani dengan Kompol Endriko yang ternyata adalah paman dari Kia.
"Oya guys... gue bikin video dokumenter tentang program study tour kita, gue ngerekam semua kegiatan kita saat di luar." tutur Lusi memecah keheningan, karna para sahabat barunya terlalu fokus dalam membuat laporan.
"Video dokumenter??" seru Nadia masih sedikit canggung
"Iya video dokumenter, jadi gue ngak capek-capek lagi bolak-balik buku cari bahan untuk buat laporan." jelas Lusi dengan bangga.
" wow ... you're great, I just don't think about making documentaries." celetuk Tya sambil menutup buku yang membuat kepalanya mumet.
"Tapi hasilnya kurang jelas." sahut Lusi agak kecewa.
"Coba gue lihat!" seru Sabiq yang sudah kembali pada cinta masa kecilnya. Sabiq tidak hanya pintar dalam pelajaran, tapi dia juga hebat dalam memperbaiki perangkat lunak.
Sabiq mulai memutar video yang di buat oleh Lusi. sepuluh menit pertama hasil dari gambar dan suaranya sangat jelas tapi dimenit ke lima belas suaranya mulai kacau. suara Lusi dan suara orang yang ada dibelakang Lusi saling bertabrakan.
Bist du sicher, dass er es kann? ( apa kamu yakin dia bisa?)
zweifle nie an seiner Fähigkeit. ( jangan pernah meragukan kemampuannya.)
__ADS_1
Ich möchte nur nicht, dass black enttäuscht wird. Denken Sie daran, dass er einer seiner Vertrauten ist. Lassen Sie also nichts schief gehen. oder wir können alle verletzt werden!! (aku hanya tidak mau membuat black kecewa, ingat dia adalah salah satu orang kepercayaannya jadi jangan sampai ada yang salah atau kita semua bisa celaka!! ).
Syani yang dari tadi fokus membuat laporan mendadak ekspresinya berubah. orang lain mungkin tidak bisa mendengar dengan jelas perkataan mereka yang saling bertabrakan. tapi Syani tidak, ia sangat jelas bisa membedakan suara dan perkataan mereka.
"BLACK???" seru Syani tanpa sadar. Semua sahabat Syani memandanginya dengan heran. lalu kembali melakukan kegiatannya
Ich habe die Ergebnisse seiner Arbeit gesehen. Er ist ein wirklich großartiger Hacker. ( aku sudah melihat hasil pekerjaannya. dia peretas yang sangat hebat.)
Wann wird die Mission ausgeführt? ( jadi kapan misi akan dilakukan?)
bald ist alles fertig.( tidak lama lagi semuanya selesai.)
"Ok,, bagian menit ke lima belas gue edit..!" ujar Sabiq yang akan mengedit video dokumenter milik Lusi.
"SABIQ...STOP!!" seru Syani dengan keras. saking kerasnya semua pengunjung yang ada di cafe melirik ke arah Syani begitupun dengan sahabat Syani.
"warum es immer so endet!" ( kenapa selalu berakhir seperti ini! ) ucap Syani kesal dan tanpa sadar ia berbahasa Jerman. para sahabatnya kaget, mereka tidak tau kalau Syani bisa berbahasa yang tidak mereka mengerti.
"Lo kenapa?" tanya Sabiq heran, yang lainpun ikut mengangguk minta penjelasan.
"Sabiq,, tolong share video itu ke ponsel gue!" pinta Syani tanpa mempedulikan pertanyaan Sabiq.
"Lo kenapa??" tanya Sabiq lagi
"Gue ngak kenapa-kenapa." jawab Syani bohong dengan wajah yang mulai memerah menahan amarah yang tidak akan pernah pudar untuk kata 'black' kata yang tidak akan pernah membuat suasana hatinya menjadi baik.
Sahabat Syani hanya bisa melihat perubahan warna dan ekspresi wajah Syani yang belum pernah mereka lihat sejak Syani bersekolah di sekolah mereka.
Tiba-tiba seseorang menyebut nama Syani dengan keras dari arah pintu masuk cafe, hingga membuat Syani dan semua sahabatnya melihat ke arah suara. Syani kaget begitu ia mengetahui siapa yang menyebut namanya.
"Dibah.." gumam Syani kemudian tersenyum bahagia saat melihat sahabat yang paling dirindukannya itu.
Adibah yang masih berdiri di pintu masuk cafe langsung berlari mengejar Syani dan memeluknya dengan erat sambil menangis. sedangkan sahabat Syani yang lain hanya diam memperhatikannya dengan seksama. tidak selang berapa lama dari arah luar masuk Faiz dan juga Ello. mereka pun saling berpelukan melepas rindu pada sahabat mereka yang sudah lama tidak mereka lihat sejak sahabatnya pindah ke Jakarta.
"Bulle apa kabar lo trus kapan lo nyampe sini?" tanya Faiz sambil menatap Syani penuh kerinduan.
"Gue udah empat hari disini, dan yang jelas gue sehat dong!!" jawab Syani. "emangnya lo,, sejak gue tinggal lo semakin ramping." ejek Syani saat melihat Faiz yang sedikit kurusan.
"Kan gara-gara rindu sama lo, lo ngak kangen sama gue?" tanyanya sambil menggoda Syani.
"Makan nih rindu..." jawab Syani sambil meninju perutnya Faiz.
Ello dan Adibah hanya tertawa dan bahagia melihat Syani yang kembali seperti dulu, sedangkan Sahabat Syani yang dari Jakarta hanya melongo melihat interaksi mereka yang begitu akrab.
"Tenaga lo masih seperti yang dulu ya, bahkan lebih keras dari yang sebelumnya." tutur Faiz yang mengakui kalau ilmu beladiri Syani sangat jauh di atasnya.
"Oya hampir lupa,,, kenalin mereka adalah sahabat-sahabat gue dari Jakarta." ujar Syani memperkenalkan sahabatnya yang dari Jakarta.
Merekapun saling berkenalan dan menyebutkan nama mereka masing-masing dan juga saling berbagi nomor kontak.
__ADS_1
"Jadi kalian dari kelas akselerasi sama seperti Syani?" tanya Sabiq penasaran.
"Iya." jawab mereka serentak.
Sahabat Syani yang dari Jakarta hanya mengangguk paham. mereka sekarang mengerti kenapa Syani bisa diterima di sekolah mereka dengan mudah di saat ia sudah kelas 12.
Tanpa terasa mereka sudah menghabiskan waktu cukup lama di cafe. saling bercanda dan tertawa membuat mereka lupa dengan waktu dan tujuan bahkan Sabiq sampai lupa kalau dia harus mengedit video dokumenter milik Lusi agar mempermudah kerjanya dalam membuat laporan.
"Syani,, gue pulang dulu ya!! nanti Ummi khawatir lagi dirumah." ujar Adibah sambil pamit dengan Syani dan yang lainnya.
"Ya udah. gue titip salam aja ya sama Ummi dan yang lainnya." ucap Syani. "Oya, lo bawa motor kesini?" tanya Syani kemudian. dan dijawab anggukan oleh Adibah. "gue pinjam dulu ya, nanti pas balik ke Jakarta gue balikin." ujarnya lagi.
Semuanya pulang dengan kendaraan masing-masing kecuali Syani yang pulang dengan menunggangi motor Adibah. sekarang ia akan bergerak dengan mudah untuk menyelidiki apa yang ia dengar tadi.
****
Syani dan sahabatnya sampai di penginapan saat jarum jam menunjukkan angka 6, angka yang pas untuk melakukan kewajiban setelah sampai di penginapan.
Syani yang menggunakan black thermal legging dan gray hoodie serta sepatu kets dengan warna senada dengan hoodie sudah bersiap-siap untuk keluar dan langsung di cegat dengan pertanyaan oleh Sisil saat ia sudah ada didepan pintu.
"Lo mau kemana?" tanya Sisil curiga
"Mau cari angin." jawab Syani bohong. Sisil tau Syani bohong dan tetap membiarkan Syani pergi.
Syani pergi dengan menunggangi motor Adibah dengan kecepatan tinggi namun tetap santai. Syani pulang kerumahnya untuk mengambil senjata yang ia simpan disana.
*
Begitu Syani sampai ia langsung membuka pintu dan masuk kekamarnya. ia langsung pergi begitu selesai mengambil ransel yang berisi senjata yang Syani simpan saat ia sampai si Bandung, beberapa senjata yang selalu dibawa kemanapun ia pergi. namun sebelum pergi Syani sempat merubah gayanya, ia selalu menyamar jika sedang menyelidiki sesuatu.
Sisil yang mengikutinya bersama Sabiq yang penginapannya tidak jauh dari penginapan perempuan yang sudah dihubungi oleh Sisil kaget saat Syani keluar dari rumah seseorang yang mereka tidak kenal dengan penampilan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Sisil dan Sabiq terus mengikuti Syani dengan jarak yang tidak akan dicurigainya.
Syani pergi dan berhenti di sebuah cafe yang ia yakini adalah cafe tempat Lusi membuat video dokumenter dan benar dugaannya ada beberapa orang pria asing di cafe tersebut, lebih tepatnya tujuh orang pria asing begitu ia masuk ke cafe dan salah satunya adalah Jack. orang yang menembak Benni dan mengakibatkan ia meninggal.
"Kogda vse gotovo?" (kapan semuanya siap)
tanya salah seorang diantara mereka dengan bahasa rusia.
"Mozhno sdelat' yeshche dva dnya." (dua hari lagi sudah bisa dilakukan) jawab pria yang lain.
" er sagte in zwei Tagen könnte es getan werden." ( dia bilang dua hari lagi sudah bisa dilakukan )
Jack dan yang lainnya hanya menyeringai sambil menikmati makanannya.
" Warten Sie noch zwei Tage und alles wird sehr hell sein!!" ( tunggulah dua hari lagi dan semuanya akan menjadi sangat terang).
.....
maaf typo
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya!! 🙇🙇