
HAPPY READING
####
Pagi ini Syani bangun sedikit terlambat dari biasanya.
"Bulee cepetan....kita hampir telat!!!" teriak adibah dari bawah. Adibah menepati janjinya untuk kuliah di Jakarta bersama Bihan adik satu-satunya yang melanjutkan SMA nya di sekolah kejuruan.
"Kak,, Bihan duluan!!" seru Bihan sambil berlari ke garasi dan mengeluarkan motor sport milik Adibah yang sekarang di pakai oleh Bihan. ia berangkat tanpa berpamitan dan tidak mempedulikan Adibah yang mondar mandir di ruang tamu.
Nadiapun mulai resah,, dia terus-terusan melihat jam di tangannya, begitu juga dengan Adibah.
"Syani... gue berangkat duluan bareng Nadia!!" seru Adibah.
Akhirnya Adibah berangkat ke kampusnya bersama Nadia terlebih dahulu meninggalkan Syani yang belum juga keluar dari kamar Benni yang sekarang di tempatinya.
Adibah berangkat menggunakan motor metik milik Bihan karna mereka sepakat untuk bertukar motor selama tinggal di Jakarta.
****
Pagi ini adalah hari pertama Syani datang ke kampusnya, setelah upacara kelulusan dua bulan yang lalu. Syani terdaftar sebagai Mahasiswa di salah satu Universitas ternama di Indonesia bersama sahabatnya yang lain. ya, mereka memutuskan kuliah di satu Universitas yang sama walau beberapa orang dari mereka memilih jurusan yang berbeda. seperti Syani, Adibah dan Nadia yang lebih memilih jurusan sastra asing, tidak dengan Sisil yang memilih jurusan manajemen bisnis karna nantinya ia akan mewarisi perusahaan orang tuanya, begitupun dengan trio dayang yang selalu mengikuti kemanapun Sisil pergi.
Rayan membuktikan perkataannya pada kedua orang tuanya, kalau ia akan kuliah di jakarta dan mengambil jurusan Teknik Informatika begitu juga dengan Sabiq, Faiz dan Ello yang ternyata memilih jurusan yang sama.
Dan seperti biasa, Syani tetap menyamar menutupi jati dirinya. tapi kali ini ia sedikit berbeda, Syani yang biasanya memakai wig panjang sekarang dirinya memakai wig pendek di atas bahu. penampilan tak biasa memang, tapi itu membuatnya semakin fresh dan berhasil membuat Rayan serta Maba dan senior Syani terkesima melihat penampilannya yang kelihatan modis saat kedatangannya yang sedikit terlambat. padahal penampilan Syani tidak ada bedanya dengan Adibah dan juga Nadia serta Maba lainnya, kemeja putih dengan rok hitam di bawah lutut. sedikit seksi juga sih, dengan posturnya yang tinggi, dada yang sedikit membusung dan likuk tubuh yang menonjol membuat tubuh Syani benar-benar proporsional. senior dan maba yang lainnya pasti tidak akan menyangka kalau Syani baru berumur enam belas tahun dengan tubuh yang sempurna seperti itu.
Syani yang datang terlambat langsung berlari kebarisan Adibah dan Nadia, sampai-sampai ia tidak menyadari karna keterlambatannya itu membuatnya menjadi pusat perhatian dari senior dan maba cowok hingga membuat senior ceweknya iri dan cemburu dengan tatapan kagum yang di perlihatkan teman seangkatannya pada Syani.
"Itu anak mau belajar atau cari pacar sih!!" celetuk salah satu senior Syani yang iri dengannya dan itu di dengar oleh Rayan yang kebetulan barisannya berdekatan dengan tempat seniornya itu berdiri.
Rayan yang masih terpesona dengan penampilan Syani tidak mempedulikan perkataan seniornya yang iri namun dirinya sangat was-was dengan tatapan senior cowok yang menatap Syani dengan takjub dan penuh nafsu.
"Kenapa cowok-cowok pada lihatin gue??" tanya Syani dengan berbisik ke telinga Adibah.
"Lo ngak tau penampilan lo seperti apa sekarang..." jawab Adibah juga dengan berbisik.
Syani hanya melongo, ia tidak mengerti dengan jawabannya Adibah sedangkan Nadia cuman tersenyum melihat wajah Syani yang pongah, tidak seperti otaknya yang cemerlang.
"Emangnya kenapa dengan penampilan gue???" tanya Syani dalam hati.
Rayan yang terpesona dengan Syani tidak menyadari kalau ia juga sedang di perhatikan oleh salah satu seniornya.
__ADS_1
"Woi,, lo di liatin senior tuh..." bisik Faiz yang berdiri di belakang Rayan sambil menunjuk ke arah senior yang meliriknya. Rayan menoleh ke arah yang di tunjuk Faiz, lalu memalingkan wajahnya dan kembali menatap wajah kekasihnya yang tidak pernah puas ia pandangi.
Merasa di abaikan, senior yang memiliki ketertarik pada Rayan merasa kecewa. senior yang bernama Corry Anastasya selama ini selalu menjadi pusat perhatian, memiliki wajah yang cantik dengan latar belakang keluarga yang hebat dan juga merupakan putri seorang Rektor di kampus itu tidak terima di abaikan oleh Rayan.
"Brengsek,,, gara-gara dia, gue yang cuekin..." gumam Corry dengan geram. Corry yang sudah terbiasa dielu elukankan membuatnya geram saat di abaikan untuk pertama kalinya.
Ospekpun dimulai saat panitia ospek memperkenalkan diri mereka.
"Yang barusan terlambat mana?" tanya ketua panitia Ospek.
Syani maju dengan santai tanpa gugup sedikit pun.
"Nama lo siapa?" tanya salah satu panitia yang memiliki nametag Hendro yang bergelantung di lehernya.
"Isyani kak!" jawab Syani tegas dengan kedua tangan di belakang.
Hendro memindai Syani dari atas hingga bawah. "Ayam kampus..." ucap Hendro dengan ujung bibir sedikit naik ke atas.
"Apa??" tanya Syani kaget.
"Ayam kampus,, itu nama lo sekarang!!" ulangnya lagi dengan Sinis sambil mengalungkan nama 'ayam kampus' di leher Syani. Hendro dikenal senior bermulut tajam, apalagi maba yang berpenampilan seperti wanita panggilan. dimata Hendro penampilan Syani adalah yang terburuk olehnya.
Semuanya tertawa mendengar kata 'Ayam kampus'. terutama Corry, yang keinginannya untuk mempermalukan Syani terkabulkan. tapi tidak dengan semua sahabat Syani, mereka marah terutama Rayan dan Faiz. kedua tangannya mengepal dengan kuat.
Syani menerima panggilan barunya dengan tenang, tapi jangan pernah tanya seperti apa hatinya mendapat julukan itu. karna itu akan menjadi pukulan telak bagi mereka. sahabat Syanipun bangga melihat tanggapan dari Syani karna 'Suatu saat mereka akan menerima balasannya.......'
****
Setelah empat jam disiksa melakukan berbagai macam hal untuk seniornya dan panitia ospek, kini giliran mereka untuk beristirahat.
Rayan dan sahabat Syani yang lainnya mendekati Syani dengan senang dan bahagia sambil berjalan kearah taman di kampus mereka yang lumayan luas dan asyik buat ngedate.
"Lo cantik dengan penampilan seperti ini." celetuk Faiz tanpa takut dengan keberadaan Rayan yang di sebelahnya.
"Woi,, gue ada disini!!" sahut Rayan sambil menedang kaki Faiz.
Semuanya tertawa melihat reaksi Rayan yang masih saja cemburu dengan kedekatan Syani dan Faiz. apa lagi orang yang mengikuti dan mengintip mereka saat di taman, orang yang sudah menandai Rayan dari awal. sudah taukan siapa orangnya!!.
Rayan merangkul Syani lalu mengecup pipinya dengan mesra di depan Faiz dan yang lainnya. ia sengaja mencium pipi Syani untuk memperlihatkan ke Faiz kalau Syani itu adalah miliknya.
Buakkk.... aughhh....
__ADS_1
Rayan merintih kesakitan setelah mendapat bogem mentah dari Syani sambil mengelus perutnya yang six pack yang ia bentuk selama dua tahun. sedangkan yang lainnya terkikik geli melihat tingkah Syani yang masih malu-malu pacaran di depan umum
"Gue tau lo pacarnya Syani... tapi ingat, janur kuning belum melengkung." imbuh Faiz cuek. Ello yang berdiri di samping Faiz merasa lega melihat Faiz yang kembali semangat untuk mengejar cintanya Syani.
Rayan yang sudah kesal semakin kesal mendengar perkataan Faiz lalu memeluk Syani dengan erat tanpa mau melepaskannya biarpun Syani sudah berontak dan memukul Rayan dengan keras. ia tetap mengabaikannya.
"Di depan kita lo malu-malu, tapi saat di belakang kita kalian main sosor.." celetuk Adibah dengan frontal.
BLUSS...
Kedua pipi Syani langsung blushing mendengar celetukan Adibah yang tanpa filter dan membuat semua sahabat Syani cekikikan melihat ekspresi Syani yang belum pernah mereka lihat kecuali Rayan tentunya.
"Kalian sama aja.." seru Syani kesal sambil menahan malu. "dan lo juga Iz. dulu kan gue pernah bilang kalau sama lo itu namanya hubungan unfaedah... masa lo ngak ingat sih!!" tutur Syani mengingatkan sambil mengerucutkan bibirnya karna merasa canggung menjadi bahan ejekan sahabatnya.
Faiz tersenyum melihat kebiasaan Syani. "masih belum hilang ya!!" ujar Faiz lalu tertawa ngakak melihat Syani yang langsung merapatkan bibirnya begitu dirinya menyadari perkataan Faiz.
Melihat sikap Syani yang sok imut membuat mereka sudah tidak bisa menahan tawa.
"Ayam kampus memang selayaknya bersikap seperti ayam kampus!!" seru Hendro senior mereka yang tiba-tiba saja sudah ada disana bersama dengan rombongannya dan langsung membuat tawa sahabat Syani bungkam seketika.
Hendro yang tidak menyukai Syani semakin jijik melihat tingkah syani yang menurutnya murahan, lain halnya dengan teman-teman Hendro yang lain. mereka malah semakin bernafsu melihat Syani.
Nadia, Kia, Lusi, Rika, Tya dan Milla mulai gemetar ketakutan melihat senior mereka yang kasar, dan Syani menangkap rasa ketakutan mereka tapi dirinya tidak menyukai itu.
Rayan maju kedepan untuk melindungi Syani namun Syani menolak, karna dirinya bukanlah gadis lemah yang harus dilindungi.
" Are you jealous??" tanya Syani dengan nada menggoda.
" I won't be jealous of a bitch like you!!" jawabnya semakin kasar.
Rayan, Faiz, Ello dan juga Sabiq sudah tidak tahan mendengar ejekan dan makian senior mereka pada Syani.
"Brengsek... jangan mentang-mentang lo senior disini, seenaknya bancot lo_"
"KAKAK!!" seru Syani dengan cepat
Deg.....
Rayan merinding, ia kembali merasakan hawa dari aura membunuh keluar dari diri Syani.
Syani tersenyum smirk,, "You know, I'm not a bitch like you said. but a monsters that you should avoid!!"
__ADS_1
......
Like dan komentarnya jangan di lewatin ya!!