Identitas

Identitas
Penasaran....


__ADS_3

HAPPY READING


####


Rayan melaju membelah jalanan Ibu Kota dengan kecepatan tinggi setelah ia keluar dari kemacetan yang tidak pernah lepas dari Kota Metropolitan. tidak butuh waktu yang lama untuknya meninggalkan Jakarta dengan mobilnya yang super cepat.


****


Tiga jam lima puluh menit dan empat puluh lima detik, waktu yang di tempuh Rayan untuk meninggalkan Syani demi masa depan yang telah menunggunya. Rayan sampai di depan gerbang rumahnya dan masuk setelah pintu gerbang itu terbuka secara otomatis.


Rayan keluar dari mobil. lalu memberikan kuncinya pada security. "Bang,, tolong masukin mobil saya ke garasi ya, saya capek." pinta Rayan sambil berjalan dengan gontai kearah pintu rumahnya. tubuhnya terasa remuk karna kelelahan mengemudi bolak-balik Jakarta Bandung di tambah dirinya yang terjebak macet selama dua jam.


Security yang memiliki tag nama Roni diseragamnya itu menjadi kaget dan tidak percaya dengan pendengarannya, karna selama dia bekerja disana tidak pernah sekalipun dia melihat atau diperlakukan dengan sopan seperti itu oleh putra majikannya yang setiap harinya selalu bersikap kasar dan arogan, kecuali dengan kedua orang tuanya.


"Malam Ma,,, Pa... Rayan langsung ke kamar ya. Rayan capek." ucap Rayan saat melihat kedua orang tuanya di ruang tamu sambil berpamitan ke kamarnya dengan langkah gontai menaiki anak tangga.


"good night and nice dreams...." tutur mamanya Rayan dengan tersenyum sambil memperhatikan Rayan dari belakang. mamanya tidak menduga kalau Rayan akan merasakan jatuh cinta di akhir masa SMAnya sampai-sampai ia rela bolak-balik Jakarta Bandung.


"Kenapa senyum-senyum Ma?" tanya Rizal pada istrinya sambil merangkul bahu istrinya itu dengan mesra.


"Mama ngak nyangka aja Pa, akhirnya Rayan mengalami indahnya jatuh cinta. Mama kira Rayan bakal melewatkan masa SMAnya dengan berkumpul bersama teman temannya sambil bersikap kasar dan arogan pada perempuan." ucap Mamanya Rayan panjang lebar.


Rizal hanya tersenyum mendengar perkataan istrinya sambil membisikkan kata-kata yang vulgar. "Rayan jatuh cinta. kalau Papa ingin ber.. cin.. ta.." ujar Rizal menggoda istrinya dengan mengeja kata 'bercinta' sambil meniup telinga Ria yang merupakan kelemahan istrinya itu. Rizal melihat kalau istrinya sudah terangsang lalu menariknya ke kamar untuk menuntaskan hasrat mereka.


πŸ“¨ Syani,,, kakak udah nyampe di Bandung dengan selamat,,, good night.... mimpiin kakak ya. i love you.... 😘😘 Pesan Rayan sebelum dirinya larut dalam lelahnya.


****


Rayan terbangun dari tidurnya setelah jam weker berbunyi dan menunjukkan angka lima. Rayan turun dari ranjangnya yang berukuran super king size menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berwudhu sebelum dirinya melakukan ibadah yang selama ini ia lakukan karna paksaan orang tua. tidak dengan sekarang, ia melakukanya dari hati dan tanpa paksaan.


Ria keluar dari kamarnya setelah ia melakukan kewajibannya sebagai umat muslim. Ria melangkahkan kakinya ke kamar Rayan putra tunggalnya yang suka membuat masalah diluar. Ria membuka pintu kamar Rayan yang memang tidak pernah di kunci agar dirinya mudah untuk membangunkan Rayan, dan betapa kagetnya Ria saat melihat sesuatu yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

__ADS_1


"Kok udah balik, biasanya Mama ribut dulu nyuruh Rayan sholat?" tanya Rizal yang heran melihat istrinya balik dengan cepat dari kamar putra mereka.


"Rayan udah bangun dan dia juga lagi sholat saat Mama masuk pa..." jawab Ria bangga pada putranya.


Rizal hanya diam. ia juga juga tidak menyangka banyak perubahan positif yang terjadi pada putranya. "berarti Rayan mendapatkan perempuan yang baik" batin Rizal.


Rizal juga mengatakan pada istrinya untuk tidak mengungkit kepergian Rayan ke Jakarta dan membiarkan Rayan yang menceritakannya terlebih dahulu.


"Tapi mama penasaran Pa, Mama juga sangat ingin bertemu dengan perempuan yang telah merubah anak kita. apa Papa tidak ingin bertemu memang nya? papa tidak penasaran?" potong Ria saat Rizal mengatakan padanya untuk tidak menuntut penjelasan dari Rayan.


"Papa juga penasaran ma. tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertanya. tunggulah sampai Rayan sendiri yang cerita. oke, sayang?" tutur Rizal sambil mengedipkan matanya pada sang istri.


Ria keluar dari kamar untuk melakukan tugasnya sebagai istri dan seorang ibu setelah puas berdebat dengan suaminya dengan hasil perasaan dongkol yang ia terima. dirinya sangat penasaran dengan perempuan yang berhasil menaklukan putranya yang sangat terkenal dengan segala sifat jelekannya dan ia juga terpaksa harus menerima perkataan suaminya dengan tidak menanyakan perihal perempuan yang menjadi pujaan hati putranya itu.


Rayan keluar dari kamarnya dan turun kebawah setelah ia menunaikan ibadah dan bersiap untuk berangat ke sekolah dengan seragam lengkap.


"Pagi Ma,, Pa.." sapa Rayan sambil duduk di depan meja makan.


"Ma,, Pa. saat Rayan nanti lulus, Rayan mau melajutkan kuliah di Jakarta." ucap Rayan santai sambil menikmati sarapan pagi yang di buat oleh Mamanya dengan bantuan ART.


Uhukkk... uhukkk...


Rizal memberikan air minum pada istrinya yang tersedak makanan saat mendengar perkataan Rayan yang ingin melanjutkan pendidikannya di Jakarta.


Rizal dan Ria semakin bangga pada perubahan anaknya yang sangat mereka inginkan dari dulu.


"tumben, bukannya dulu kamu tidak ingin kuliah." pancing Rizal agar Rayan mau menceritakan kekasih pujaannya.


"Pa... dulu Rayan pernah berjanji tidak akan jalan dengan perempuan apalagi berpacarankan. maaf Rayan sudah tidak bisa menepati janji itu, karna Rayan mencintai seorang gadis Pa." tutur Rayan tegas dengan mata berbinar-binar.


"Pertanyaan Papa tadi bukan masalah perempuan lho!" celetuk Rizal dengan gamblang. Rizal sebenarnya tau alasan putranya ingin kuliah itu karna perempuan. tapi ia sengaja pura-pura tidak tau, untuk mengetahui isi hati putranya.

__ADS_1


"Papa salah,, ini semua karna dia." tegas Rayan sambil meletakkan sendoknya.


"Apa yang membuat kamu jatuh cinta padanya, bukannya dulu kamu tidak ingin pacaran. lalu_"


"Karna dia berbeda dari yang lain Pa. Rayan tidak mau dan tidak bisa kehilangannya. mulai sekarang Rayan akan belajar dengan serius. Rayan tidak mau lagi membuang waktu Rayan dengan sia-sia, karna tidak selamanya Rayan terus bergantung sama Papa. umur Rayan akan terus bertambah dan suatu saat Rayan pasti memiliki keluarga sendiri. jadi mulai sekarang Rayan akan belajar dengan serius. makannya Rayan minta maaf sama Papa kalau Rayan tidak bisa menepati janji Rayan untuk tidak berdekatan dengan perempuan manapun." tutur Rayan memotong perkataan Papanya.


Rizal dan istrinya hanya diam namun di dalam hatinya mereka sangat bangga dengan Rayan yang mulai berpikiran dewasa.


"Papa bangga sama kamu nak." ungkap Rizal dalam hati.


"Apa dia segitu istimewanya?" tanya Mamanya penasaran


"Syani sangat istimewa Ma." ucap Rayan tanpa sengaja menyebutkan nama Syani.


"Ooo... jadi namanya Syani!" timpal Rizal


"Ya. namanya Syani, Isyani Navfea."


"Nama yang cantik." imbuh Ria.


"Mana yang cantik dia sama Mama kamu?" tanya Rizal menggoda anaknya.


"Bagi seorang anak memang ibunya yang cantik Pa. tapi untuk seorang pria, ya jelas Syani yang cantik." balas Rayan tidak mau kalah.


Ria menatap Rayan, putra mereka satu-satunya yang sebelumnya hanya berpikir untuk bersenang-senang. sekarang menjadi orang yang berbeda. Ria benar-benar menjadi penasan dengan gadis yang bernama Syani. gadis yang mampu membuat putranya berubah menjadi lebih baik. gadis yang mampu membuat binar dimata putranya. Ria benar-benar penasaran seperti apa 'SYANI' gadis yang benar-benar mampu merubah putranya.


......


jangan lupa like dan komennya ya!!!


kalau bisa poinnya juga.....

__ADS_1


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜˜


__ADS_2