Identitas

Identitas
Bab 2


__ADS_3

Bab 2


Di waktu yang sama saat di pemakaman sore tadi seorang pria baru saja mengantarkan kepergian adiknya ketempat peristirahatan terakhir.


Pria itu tidak percaya kalau dia telah di tinggalkan oleh adik perempuan satu-satunya. Pria itu bernama Benni Pratama.


Saat hendak pergi dari pemakaman umum di Kota Bandung pria itu sempat melihat hal yang sama dengannya,yaitu mengantarkan orang terkasih ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Dan dia melihat seorang pelayat yang sangat berbeda dengan pelayat yang lain,seorang gadis Bule yang sangat cantik dengan rambut pirang yang panjangnya sepinggang gadis itu,Yang tak lain gadis itu adalah Syani.


***


"Maaf mas...malam sudah larut dan saya mau menutup cafe."ucap seorang waitress dengan sopan saat membangunkan Benni.


Benni kaget dia tidak percaya kalau dia bisa ketiduran di cafe saat dia memutuskan beristirahat sewaktu pulang dari pemakaman adiknya di cafe untuk melepas lelah dan sedihnya.


Benni pun bangkit dari kursinya dan meminta maaf serta berterimakasih saat waitress tersebut mengantarkan Benni dengan payung karna hujan ke tempat mobilnya di parkir.


Bennipun pergi dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah karna pandangannya sedikit terhalang oleh kabut.


Tiba-tiba Benni melihat seorang gadis berambut pirang berjalan dalam hujan sambil menyandang ransel besar di bagian depan dan belakangnya, yang tidak lain gadis itu adalah Syani yang berjalan dalam hujan saat dia di usir oleh ayahnya.


Sontak saja Benni langsung menginjak remnya saat dia melihat Syani terjatuh dan pingsan lewat kaca spion mobilnya.


Benni turun dari mobilnya dan berlari menghampiri Syani yang pingsan dan membawa Syani masuk kedalam mobilnya. Dia melanjutkan perjalanannya kembali dengan hati-hati.


***


Matahari bersinar sangat terang seakan tidak pernah mencurahkan hujannya yang sangat deras dan tak kunjung berhenti semalam.


Syanipun terbangun,entah dia terbangun dari tidur atau pingsanya semalam.dia melihat sekelilingnya yang terasa sangat asing.dan dia melihat sebuah jarum infus terpasang di tangannya.Syani menurunkan kakinya bermaksud turun dari tempat tidur.


"You're awake, I'm sorry.you have my home without your permission, you fainted on the way when I was about to go home." ucap Benni dengan tiba-tiba saja sudah berdiri di depan pintu kamar tempat syani semalam tidur.


Benni bermaksud melihat kondisi Syani yang semalam pingsan. Dia memasang infus pada Syani karna kondisi Syani yang sangat lemah karna dia tidak makan seharian kemarin.


"Terima kasih..."jawab Syani


Benni kaget.dia tidak menduga kalau Syani bisa dan fasih berbahasa Indonesia dan dia juga akhirnya tau kalau Syani ternyata seorang WNI.

__ADS_1


"Kamu tinggal dimana, biar saya mengantar kamu pulang."ujar Benni


"...."


Syani hanya diam.dia tidak tau harus pulang kemana lagi.dia sudah tidak punya keluarga dan rumah untuk dia datangi.


"Kenapa?"tanya Benni


"....."Syani tetap diam.


"Kamu ada masalah..?"tanya Benni lagi. "Kamu bisa kok ngomong sama saya...siapa tau saya bisa bantu."bujuk Benni


Awalnya Syani sedikit ragu untuk bicara, karna Syani tidak mengenal Benni. Namun setelah beberapa waktu akhirnya Syani bicara dan menceritakan semua yang di alaminya kemarin.


Benni kaget mendengar cerita Syani.dia tidak menyangka,masih ada orang yang berpikiran sempit seperti ayahnya Syani.


Benni melangkah ke arah Syani.dia merangkul dan memeluk Syani serta mengusap punggung Syani dengan lembut..


"Oya...kamu sudah cerita masalah kamu.tapi saya malah belum tau siapa nama kamu."ujar Benni yang baru sadar kalau mereka belum berkenalan."Nama abang Benni Pratama. Usia abang 25 tahun, kamu cukup panggil abang saja".


"Aku Syani bang.lebih tepatnya Isyani Navfea."balas Syani


"Umur Syani sekarang 14 tahun,dan Syani murid baru di SMA Internasional Bandung bang."jawab Syani dan membuat Benni semakin kaget.


"Oo....apa kamu ikut program akselerasi?" Tanya Benni semakin penasaran pada Syani.


"Iya bang..."jawab Syani singkat karna dia kembali mengingat ibunya yang sangat bahagia saat mendepat kabar kalau syani di terima di sekolah swasta favorit pilihan ibunya.


Padahal baru 3 hari yang lalu Syani dan keluarganya merayakan ulang tahun serta kelulusan Syani.


Benni menyadari kesedihan Syani,kemudian dia mendekati Syani dan memeluknya.


"Jangan sedih...yang sudah tenang jangan di ratapi lagi..."ujar Benni memberi kekuatan pada Syani yang di tujukan juga untuk dirinya sambil mengusap kepala Syani. Syani membalas dengan anggukan.


"Mulai sekarang ini akan menjadi kamar kamu.karna sekolah kamu full day,abang akan antar jeput kamu."ucap Benni


"...." syani diam."bagai mana caranya mau sekolah! ibu udah ngak ada, aku di usir dari rumah.aku mau bayar dengan apa kalau aku sekolah??"batin Syani


Benni menangkap perubahan sikap dan ekspresi wajah syani..

__ADS_1


"Apa kamu memikirkan masalah biaya..?" Tanya Benni yang tepat sasaran,dan membuat Syani menundukkan kepalanya karna malu


"....."Syani masih betah dengan kebisuannya


Fffhhhuuuhhh....Benni menghembuskan nafas sedikit kesal karna kebisuan Syani.


Benni berdiri dan berjalan ke arah lemari yang ada di kamar itu,dia membukanya dan mengeluarkan sebuah album foto dari dalam rak lemari,kemudian dia memberikannya pada Syani.


Syani menerima album tersebut dan membukanya lembar demi lembar.Benni hanya diam memperhatikan Syani melihat album yang dia berikan.Benni menunggu respon Syani melihat album foto itu.


"Ini foto siapa bang?"tanya Syani.Benni pun tersenyum


"Itu semua foto adiknya abang.dia pergi meninggalkan abang... di hari yang sama dengan kepergian ibumu,abang juga melihat kamu disana."ujar Benni dengan suara yang sedikit gemetar.


Syani kaget,dia tidak menyangka kalau dia dan orang yang telah menolongnya senasib.


Di tinggal oleh orang yang paling di sayang.


"Tapi sekarang abang sudah tidak sedih lagi. Abang malah bahagia,dia sekarang ada di tempat yang lebih baik dan dia juga tidak merasakan sakit lagi."ujar Benni sambil tersenyum simpul.


"Maksud abang?"tanya Syani penasaran.Dia berusaha mendekat dan membuka dirinya,walau masih sedikit takut dan ragu karna Syani baru bertemu dan mengenal Benni pertama kali.


"Adik abang sakit."jawab Benni singkat."dia kanker pankreas.."ujar Benni sendu.Benni kembali mengingat saat-saat terakhir adiknya yang menahan rasa sakit yang tak tertahankan.Benni menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya."Abang sekarang bahagia,sebab adik abang tidak sakit lagi. kamu juga harus bahagia Syani.Ibu kamu juga pasti sudah bahagia disana."seru Benni dan di angguki Syani.


Syani paham dan mengerti maksud perkataan Benni.Kita harus bahagia di saat orang yang kita cintai sudah tenang di alamnya,walau sebenarnya hati terasa hancur.


"Mulai sekarang,apapun kebutuhan kamu akan abang penuhi.anggap abang sebagai kakak kandung kamu,abang pun begitu sebaliknya.mungkin ini sudah takdir tuhan, mempertemukan abang sama kamu yang pingsan di jalan."ucap Benni tersenyum bahagia karna mendapatkan adik, menggantikan adiknya yang telah pergi.


"Iya bang....Syani janji,mulai sekarang Syani akan bahagia dan Syani akan menjadi adik yang bisa abang banggakan."jawab Syani yang sudah bisa menerima nasibnya, membuka diri untuk mempercayai Benni walau Syani baru saja kenal dengan Benni.


"Sekarang kamu harus mandi dan bersiap-siap.kamu pake aja baju adik abang yang ada di lemari itu dulu.nanti kita pergi belanja beli perlengkapan kamu,karna ajaran baru 1 minggu lagi.tapi sebelum pergi kamu harus sarapan.."ucap Benni sambil mengeluarkan beberapa stel baju milik adiknya dan menaruhnya di atas tempat tidur.


"Baik bang..."jawab Syani sambil berlalu kekamar mandi yang tadi di tunjuk oleh Benni.


"Abang tunggu kamu di meja makan.."seru Benni sambil keluar dan menutup pintu kamar.


20 menit kemudian Syani keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi dan mencuba baju-baju yang disediakan Benni.karna tidak ada satu pun yang muat(pendek),akhirnya Syani memilih Hoodie warna pink yang di lemari dan memadukannya dengan celana jeans di atas mata kaki serta sepatu kets berwarna abu-abu milik Syani.


Syani dan Benni pergi menggunakan mobil ke pusat perbelanjaan di kota Bandung. Mereka membeli perlengkapan sekolah Syani yang baru karna perlengkapan milik Syani sudah rusak.

__ADS_1


__ADS_2