Identitas

Identitas
Kesalahan yang Fatal...


__ADS_3

ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin sama bintang kecilnya ya maaf kalau diriku meminta banyak...πŸ˜…πŸ˜…


###


"Kalian gak ngerasa kalo dia mirip sama si anak baru!!" tanya Sisil dengan suara berbisik


"Dimana-mana cantikan yang ini kali Sil... gue yakin kalo orang yang dijodohin sama lo dulu ada disini,,pasti langsung kepincut sama ini bule..." ujar Tya menimpali dengan suara yang cukup bisa di dengar oleh Syani, dan Syani hanya cuek saat mendengarnya.


"Lo jangan bawa-bawa dia...gue gak suka sama dia. untung gak jadi gue dijodohin." sanggah Sisil marah.


Pesanan mereka akhirnya datang dan membuat omongan mereka yang unfaedah terhenti berganti dengan suapan kenikmatan dari hidangan yang mereka pesan walaupun bukan dari Restoran mahal dan ternama.


Merasa perutnya telah kenyang, Sisil sedikit ogah-ogahan melangkah kekasir untuk membayar makanan yang disantapnya karna perutnya terasa begah. Sisil keluar dari Restoran di ikuti oleh teman-temannya dari belakang sambil menuju parkiran dan melajukan mobilnya untuk mengantarkan para sahabat Sisil ke rumah mereka masin-masing.


****


Sesampainya dirumah Sisil langsung menuju kamar dan membaringkan tubuhnya di ranjang yang empuk dan berukuran king size.


Sisil tersenyum Smirk dengan ide-idenya yang kotor dan penuh kelicikan yang ada dipikirannya.


Dia merasa di atas angin karna kekuasaan Ayahnya dan itu membuatnya menjadi sombong. dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. seperti sekarang, dia menghubungi seseorang untuk menyelidiki Seorang wanita asing yang keluar dari kediamannya Syani dan pertemuan pertama mereka di Restoran.. dia tidak tau kalau mereka adalah orang yang sama.


Sedangkan di kediaman Syani yang sepi dan sendirian didalam kamarnya yang sedang tiduran sambil menatap Plafon yang berwarna cerah tidak seperti hatinya yang muram tanpa ada gairah.


"Andaikan gue tinggal disini bareng Bang Benni pasti menyenangkan..." gumam Syani dalam lamunannya, lalu tiba-tiba...


Drrttttt.....Drrttttttt.... getar dari ponsel Syani yang di atas nakas membuatnya kembali dari lamunannya yang mustahil. sebuah panggil Video dari Adibah, sahabat yang paling disayanginya. Dengan perasaan bahagia Syani menggeser tombol hijau.


'Hallo Syani....' ucap Adibah yang langsung menangis begitu melihat wajah Syani dari ponselnya.


'Kok langsung nangis...??' tanya Syani khawatir.


'Keluarga di Bandung sehat-sehat aja kan?' tanyanya lagi..


'Gue kangen sama lo... Ummi, Abi, sama Bihan juga kangen sama lo!' ucap Adibah sambil memberikan ponselnya pada Ummi.


'Hallo Ummi, Abi, Bihan apa kabar?? Syani kangen sama Ummi sama Abi...'


'Sama Bihan kakak gak kangen ya**??? ' potong Bihan


'Kagen juga kok sama kamu....Ummi sama Abi tadi mana?'


'Ummi sama Abi disini... Syani yang sabar dulu selama setahun ya. Adibah dan Bihan akan pindah ke Jakarta, mereka akan sekolah disana...' seru Ummi. Abi yang duduk di sebelah Ummi mengiyakan dengan senyumnya yang menyejukkan hati.

__ADS_1


Selama 30 menit mereka saling melepas rindu melalui panggilan Video. Begitu panggilannya mati kesepian langsung melanda Syani...


"Bunda...Ayah...Abang... Syani kangen...!!" seru Syani dengan mata berkaca-kaca.


"Hik...hik...huuhuuu... Aakkhhhh ...Bundaaa... " Syani menjerit dengan pilu ditengah kesunyian malam dirumahnya. Air matanya yang mengalir deras tak kunjung berhenti hingga akhirnya Syani tertidur karna kelelahan menangis.


****


Mata Syani yang membengkak karna terlalu lama menangis langsung terbuka begitu mendengar suara Azan Subuh. Syani turun dari ranjang lansung menuju kamar mandi, sehabis mandi Syani melakukan kewajibannya.


Sambil menunggu waktu sebelum berangkat kesekolah Syani melakukan lari pagi untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Dia mengelilingi kompleks dengan tank top berwarna biru navy dilapisi jaket parasut berwarna coklat tanpa dipasangi resletingnya membuat lekuk tubuh Syani dan dadanya yang montok dengan kulitnya yang putih, bersih dan mulus terlihat jelas. siapa pun yang melihatnya akan membangkikan gairah mereka, dengan bawahan legging dibawah lutut berwarna cream membuat penampilan Syani semakin seksi.


Begitupun dengan 3 Pria suruhan Sisil yang bernama Boy, Yogi dan Fadli yang mengikuti Syani sampai tidak tahan melihat ke seksian dari tubuh Syani hingga membangunkan libido mereka, dan membuat organ bagian dari bawah perut mereka langsung membesar dan menegang hingga membuat sesak di celana mereka.


"Akkhhh...Sialan.." rutuk Syani " pagi-pagi udah di ajak main petak umpet..." rutuknya lagi. Syani yang menyadari kalau dia diikuti dan sedang tidak ingin bertarung hanya berusaha menghindar dari mereka dan bersembunyi. Setelah merasa aman dia keluar dari persembunyiannya. karna suasana hati yang mendadak kesal yang disebabkan oleh pria suruhan Sisil, Syani tidak melanjutkan lari paginya dan memilih pulang.


Tapi lain ceritanya dengan pria-pria yang mengikuti Syani. mereka yang sudah tidak tahan dengan desakan dari tubuh bagian bawahnya dengan terpaksa mencari pelepasan. Entah itu keberuntungan mereka atau kemalangan untuk seorang gadis pengantar koran pagi yang akan melewati 3 Pria suruhan Sisil yang sedang bersembunyi saat melihatnya di sudut rumah yang sudah lama di tinggal penghuninya.


"Sshhts akhhh...gue gak tahan bro..." ucap Yogi yang tidak sengaja menyenggol Kejantanannya yang sudah tegang.


"Bukan lo aja tapi gue juga..." ujar Fadli sambil mengelus Kejantanannya dengan pelan.


Mereka langsung melangkah dan memegang tangan gadis pengantar koran dan mendekap mulutnya begitu dia sampai di dekat mereka bertiga.


"Emmmmmmm....." jerit gadis itu dengan mulut yang di dekap. dia berusaha berontak sambil menangis ketakutan saat di bekap oleh pria yang tidak dikenal saat dia harus membantu orangtuanya waktu di pagi hari sebelum berangkat sekolah.


Gadis itu langsung di dorong dengan kasar ke ranjang yang masih kokoh tapi sudah kotor setelah mulutnya disumpal dengan dasi yang mereka temukan di dalam kamar. Boy masuk kekamar dengan tali ditangannya. dia mengikat kedua tangan pengantar koran itu di kedua sisi ranjang. sedangkan kakinya tidak diikat biar menjadi kenikmatan tersendiri saat dia memberontak.


"Kita giliran... tapi sekarang gue duluan... gue bener-bener udah gak tahan!!" ujar Boy yang langsung membuka habis semua baju ditubuh gadis pengantar koran. Boy yang sudah tidak tahan langsung melahap daging kecil yang ada di puncak gunung kembar itu. Tangan kanan Boy asik *** gunung kembar itu dengan keras.


"Eeemmmm......" Gadis pengantar koran berteriak kesakitan tanpa suara dan memberotak sampai membuat kedua tangannya lecet dan berdarah karna gesekan tali dia meratapi nasipnya yang digerayangi oleh tiga pria tak dikenal.kakinya yang dilepas tidak berpengaruh sama sekali bagi gadis itu.


Fadli yang libidonya naik saat melihat Syani tambah tidak tahan setelah melihat tubuh telanjang gadis pengantar koran. Fadli yang kebetulan duduk didekat kaki gadis itu dan membuka selangkangannya lebar-lebar. Fadli menghiraukan perkataan Boy yang mengatakan dirinya giliran pertama. Fadli yang semakin bergairah saat melihat **** gadis pengantar koran kemudian memasukan 2 jari tangannya dan memaju mundurkan ke lobang surga dunia itu serta memainkan klitorisnya hingga gadis itu menggelinjang dan klimaks berkali-kali tanpa keiginannya. Fadli yang semakin bergairah saat melihat gadis itu mengeluarkan cairannya kemudian menjulurkan lidahnya ke dalam lubang surgawi milik gadis itu, dia menjilatnya terkadang menghisap klitorisnya hingga gadis itu kembali menggelinjang dan klimaks tanpa jeda.


Air mata Gadis pengantar koran semakin membanjiri kedua pelipisnya hingga air mata masuk ke dalam telingannya. dia semakin meratapi nasibnya yang miris.


Yogi yang masih bisa menahan hanya memainkan dan menggesek-gesekan kejantanannya di kening gadis itu.


"Sshhss....aakkhhhh...." Yoki mendesah dan selalu mendesah kenikmatan saat kejantanannya digesek-gesekkan ke kening gadis pengantar koran hingga dia klimaks dan memuntahkan cairannya ke wajah gadis itu.


Saat Fadli akan menancapkan kejantanannya yang sudah ingin memasuki lubang surgawi, tiba-tiba suara hantaman datang dari arah pintu, dan itu berhasil membuat mereka kaget dan membuat permainan mereka terhenti.


"Jika kau masih ingin melakukannya,,, itu akan menjadi hari terakhirmu untuk hidup!" seru Syani yang datang di saat Fadli akan menancapkan kejantanannya.

__ADS_1


Boy yang masih berpakaian lengkap mendekati Syani dan memandang tubuh Syani yang seksi.


"Kau yang aku inginkan dari tadi..."ujar Boy sambil memandang dada Syani yang sedikit menonjol. sedangkan pandangan Syani tidak lepas dari Fadli yang masih tetap berusaha menancapkan kejantanannya.


"Jika kau masih tetap berusaha melakukannya... maka jangan salahkan aku jika kejantananmu tidak berfungsi lagi." tutur Syani dingin.


Hahahahaha....mereka menyeringai saat mendengar perkataan Syani yang mereka anggap candaan sebelum bercinta.


Amarah Syani yang sudah tidak bisa ditahan saat melihat Fadli masih tetap berusaha dan tidak mengindahkan perkataannya.


"KAU.... melakukan kesalahan sekarang!!!" sambil tersenyum smirk Syani menyentuh dompet kecil yang terikat di pahanya, kemudian...


ZLEEPP.... ARGGGGHHHH..... Fadli berteriak kesakitan sambil mencabut dua kunai yang tertancap di kejantanannya. darah keluar dari luka di kejantanannya. Fadli meringis kemudian mengambil baju gadis itu untuk menahan darahnya. Fadli terus meringis menahan sakit yang dirasakannya.


Syani melempar Kunai yang selalu di bawanya kemana-mana yang dia simpan di dalam dompet dan terikat di pahanya. sayang itu tidak dilihat oleh mereka karna pandangannya teralihkan dengan keindahan yang menuju surga dunia. setelah Syani melempar Kunainya, dengan langkah cepat dia mengejar Boy dan Yoga yang masih berada di dekat gadis itu.


Boy dan Yoga yang melihat langkah dan gerak Syani yang memegang pisau Kunai di tangannya langsung melompat dan menghindar sebelum pisau itu mengenai mereka.


"Kau pikir kami bodoh!!." ejek Yoga karna melihat kegagalan Syani yang ingin melukainya dan Boy.


"Tidak...memang ini yang gue inginkan...gue tidak suka kalau bertarung sendiri tanpa perlawanan." ujar Syani yang mulai arogan. sambil tersenyum miris saat melihat kondisi gadis pengantar koran yang kacau, kesakitan dan juga kelelahan karna klimaks yang tanpa jeda. Sedangkan gadis yang ditatap oleh Syani hanya bisa menatapnya balik dengan binar mata yang penuh tanda tanya dan penyesalan.


Boy merasa di tantang dengan senang hati mendekati Syani dengan pelan namun pasti. matanya yang sudah terpesona dengan keseksian tubuh Syani apa lagi dengan dadanya yang sintal itu, membuat gairahnya semakin tinggi.


Syani sebenarnya takut saat dia melihat kejantanannya Fadli membuat dia mengingat kembali saat kejadiannya bersama Matheo hingga menewaskan Benni. namun di tepisnya dengan cepat agar mereka bertiga tidak melihatnya ketakutan.


Boy yang sudah terpesona dengan gunung kembar Syani langsung mengarahkan tangannya kearah dada Syani yang sintal untuk menggenggamnya penuh di kedua tangannya. namun ditepis dengan keras dan itu membuat Boy naik pitam sehingga menarik rambut Syani dengan keras sampai wignya terlepas dan menyisakan rambut pirangnya yang asli. Boy dan teman-tempannya kaget begitupun dengan gadis itu.


"Oo...shit.."maki Syani lalu memegang tangan Boy memutar pergelangan tangannya hingga patah. sambil menendang selangkangan Yoga dengan keras di ujung sneakers nya


"Kau melakukan kesalahan besar...."ujar Syani sinis.kemudian menendang kembali kejantanan mereka hingga berkali-kali. sampai mereka tidak bisa berdiri...


"Bilang pada 'DIA' yang menyuruhmu.... langsung temui aku, jangan perantara seperti dirimu!!!"


Syani mengambil bra, cd dan celana training milik gadis itu lalu mendekatinya dan melepaskanya hingga membantu memakaikannya kembali, karna bajunya sudah berlumuran darah syani membuka jaketnya dan memakaikannya ke tubuh gadis itu.


"Maaf...gue sedikit terlambat.... Nadia!" bisik Syani sambil memeluk Nadia dengan erat. Ya, Gadis Pengantar koran itu adalah Nadia si nerd teman sekelas sekaligus teman sebangku Syani. hari pertama Syani di Jakarta dia sudah melihat Nadia mengantar koran, hingga pertemuanya di kelas.


Nadia membalas pelukan Syani sambil menagis sesegukan. kemudian mereka berdua pergi dari tempat terkutuk itu, tapi sebelum mereka pergi Syani kembali menendang kejantanannya dengan keras.


"Itu adalah akibat dari kesalahanmu.... berdoalah semoga kejantananmu masih berfungsi!!!" ujar Syani sambil memeluk Nadia dan mengusap punggungnya.


......

__ADS_1


Maaf kesalahan dalam tanda baca dan typo..


tolong di maklumi ya!! πŸ˜…πŸ˜…


__ADS_2