
Happy Reading
####
Syani langsung terpaku saat suara itu terdengar di telinganya. kaki yang ia gunakan tadi untuk berlari kini hanya bisa berdiri tegak tanpa bisa sedikit pun di gerakkan. ia menatap dengan nanar pemandangan yang ada di depannya. cairan kental berwarna merah itu mengalir secara perlahan tapi pasti dari pelipis sang kekasih.
" TIDAK.... RAYANNN!!!"
Bruk...
Syani luruh, seakan-akan kakinya tak bertulang lagi setelah melihat cairan kental berwarna merah itu terus mengalir hingga membasahi jacket yang di gunakan oleh sang kekasih.
Apa ia kembali merasakan kehilangan? tidak! Syani tidak akan sanggup merasakan kehilangan orang-orang yang di cintainya untuk kesekian kalinya. cukup ia kehilangan kasih sayang dari ibu dan ayah yang membesarkannya selama ini serta Benni yang sudah seperti kakak kandung baginya. tapi tidak dengan yang sekarang, Syani tidak akan sanggup lagi menata hidupnya. ya Allah,, kenapa nasib buruk selalu membayanginya? karma apa yang telah di perbuatnya hingga ia selalu di bayang-bayangi kegelapan dan kematian?
Allahu akbar... hanya engkau yang maha mengetahui takdir di setiap hamba-hambanya.
****
" ¡Termínalo rápido y trae a la chica!! " ( Cepat selesaikan dan bawa gadis itu!!) titah seorang pria yang berada di dalam mobil sedan hitam itu dengan lantang. tak perlu di tunjuk pada siapa titah itu di tujukan, karna mereka langsung mengerti dan bergerak mendekati Syani yang masih syok akan penglihatannya.
Syani seakan tak peduli lagi dengan apa yang di dengarnya, selain keadaannya yang masih syok ia juga tidak mengerti dengan apa yang pria itu ucapkan.
Ya tuhan,, apakah Syani benar-benar harus menjadi iblis agar bisa melindungi orang-orang yang di sayanginya?? kalau itu memang jalan hidupnya, baiklah. Syani akan menerima nasibnya dan benar-benar akan menjadi iblis dan dengan senang hati ia akan meladeni permainan mereka dan jangan salahkan apa yang akan terjadi karena merekalah yang membuat semua itu terjadi...
Tidak selamanya wanita itu terlihat lemah dan tidak akan selamanya pula wanita baik itu akan selalu menjadi malaikat,, karna terkadang mereka yang berhati malaikat itu akan menjadi iblis demi melindungi apa yang harus mereka lindungi terutama orang-orang yang mereka cintai....
Jangan pernah sekalipun menguji kesabaran seseorang. karena sekali saja mereka melewati batas dari kesabannya, maka tidak ada satu pun yang bisa menghadapi kemarahan mereka...
__ADS_1
Syani bangkit dari rasa keterpurukannya lalu memutar tubuhnya menatap tajam kearah para pria itu. ia akan melawan, Syani tidak akan mengalah dengan mudah. wajah yang tadinya tampak sendu kini menghilang secara perlahan dari wajah cantiknya dan sekarang hanya ada wajah tanpa ekspresi dari seorang Isyani Navea begitupun dengan para pria itu yang semakin mendekati Syani dengan tatapan dan ekspresi yang tak jauh beda dengan Syani. dua kutub yang berbeda namun memiliki aura yang sama.
Hidup dan mati seseorang hanya Tuhan yang tau. tapi ia tetap akan mengambil resiko apapun yang ada ada di hadapannya walau harus kehilangan nyawa sekalipun. tapi bukan nyawanya, melainkan nyawa mereka yang telah mengusik ketenanganya.
Syani mengatur napasnya seiring dengan gerakan tubuhnya yang seakan-akan siap melawan jika lawannya menyerang secara tiba-tiba.
" Don't try to kill me !! "
Tiba-tiba saja lima kata itu berhasil membuat Syani kaget dan merasa lega. kemudian seutas senyum kembali menghiasi wajah cantik gadis yang dominan berwajah Eropa itu. lima kata yang sangat berarti untuknya. lima kata yang menandakan kalau seseorang masih hidup dan lima kata yang berhasil membangkitkan sesuatu yang mengerikan yang ada di dalam jiwanya. ya, lima kata yang berhasil membangkitkan sesuatu yang mengerikan di dalam dirinya itu berasal dari sang kekasih yang tak lain adalah Rayan pria yang di cintainya.
" Especially in front of my lover..." sambungnya lagi. Syani benar-benar bersyukur sang kekasih masih bertahan menghadapi senjata yang mematikan itu. entah apa yang di lakukan Rayan hingga dia bisa lolos dari kematian atau Tuhan memang masih menyangi nyawa hambanya.
" Apa kakak baik-baik saja? " tanya Syani memastikan tanpa menoleh sedikit pun ke Rayan.
" Tentu." jawab Rayan singkat. ya, tentu Rayan baik-baik saja walau pun ia sedikit terluka karna Rayan tidak akan membiarkan dirinya mati konyol di saat sang ke kasih dalam bahaya. ia tidak akan pernah menempatkan pujaan hatinya dalam bahaya seperti dulu lagi, tidak akan pernah.... Never !!!
" Dengan senang hati..." balas Rayan tak kalah santai dengan pandangannya yang tak lepas dari pria yang tadi berusaha membunuhnya. padahal di dalam hati kecilnya terselip sedikit rasa was- was
Sedangkan pria yang masih berada di dalam mobil sedan hitam itu semakin geram dan mulai tak sabar. " ¿Qué estás esperando, date prisa y termina todo!" (tunggu apa lagi, cepat selesaikan semuanya!!) seru pria itu dengan geram. ia benar-benar tidak menyangka melihat bawahannya yang hanya melihat interaksi antara Syani dan Rayan tanpa mengambil tindakan sedikitpun. 'dasar bodoh' mungkin dua kata tersebut yang sekarang ada di dalam kepala pria asing tersebut untuk masing-masing bawahannya, melewatkan celah dan kesempatan agar menyelesaikan tugas mereka dengan cepat terbuang dengan percuma.
Pria asing itu semakin mendekati Syani tanpa mengetahui sesuatu yang mengerikan akan terjadi padanya. sesuatu yang selama ini belum pernah terjadi.
Rayan yang awalnya tidak mengerti kenapa sang kekasih menghindarinya tanpa sebab sekarang paham maksud dari tujuan Syani. tapi sekarang ia tidak akan pernah membiarkan kekasihnya itu menghadapi kesulitan apapun dengan seorang diri. Rayan akan tetap berada di sisinya walau apapun yang terjadi.
" Maybe the luck was still on your side, but not now!!" ( mungkin keberuntungan tadi masih berada di pihakmu, tapi tidak dengan sekarang ) ucap pria yang berusaha membunuh Rayan tadi dengan seringai iblisnya seraya kembali mengacungkan pistolnya ke arah Rayan.
Rayan menyeringai mendengar perkataan pria itu " Maybe yes and maybe no." jawab Rayan dengan menatap pria itu dengan tajam.
__ADS_1
Prakk...
Buakkk... Buakkk...
Rayan bergerak dengan cepat saat pria itu akan menekan pelatuk senjatanya dan langsung menendang pergelangan tangan lawannya hingga senjata itu terpental beberapa meter seraya menyerang lawannya.
" Shit..." upat Rayan. ia benar-benar kesal dan tidak menyangka serangannya yang ia rasa cukup keras itu tidak berpengaruh sedikitpun pada lawannya. Rayan seakan-akan lupa dan tidak melihat jika ukuran tubuh mereka itu sangat jauh berbeda dengannya, apa lagi mereka sepertinya memang di latih untuk menjadi seorang petarung.
" Ha ha ha ha... are you kidding me?" ejek pria itu dengan sarkas, kemudian balik menyerang Rayan. serangan demi serangan dilayangkan oleh pria asing itu dengan cepat membuat Rayan sedikit kewalahan dengan semua teknik yang di gunakan lawannya.
" Ok...kalau seperti ini terus, cuma tinggal satu cara." batin Rayan seraya meregangkan otot-ototnya yang lumayan nyeri karena serangan bertubi-tubi dari pria asing tersebut serta luka yang ada di pelipisnya yang membuat Rayan semakin menahan rasa sakit yang menyiksanya darah yang terus mengalir hanya diusap dengan punggung tangannya namun pandangan kedua matanya tak lepas dari lawannya tersebut.
Sedangkan Syani yang memang sudah berlatih sejak kecil bergerak dengan lincah serta menghindar saat pria itu akan membekap mulutnya dengan saputangan yang sudah diberi bius untuk mempermudah pekerjaan mereka.
Syani tersenyum. " Not that easy to touch me." ( tidak semudah itu untuk menyentuhku ) ujar Syani dengan sinis kemudian melayangkan satu pukulan telak tepat di ulu hati lawannya. " One warm-up punch..." (satu pukulan pemanasan) sambungnya lagi dengan tersenyum manis, atau lebih tepatnya the smile of the angel of death dengan gaya menggoda.
Pria asing itu membeku dengan menahan rasa sakit di ulu hatinya, sedangkan pria asing yang lainnya mulai merasa kesal saat mereka merasa diremehkan oleh seorang gadis kecil.
Karena merasa dipermainkan, pria asing yang tadinya memberi perintah pada bawahannya memilih keluar dengan wajah yang merah padam dan di ikuti oleh temannya yang lain.
Syani yang melihat mereka mulai jengah hanya tersenyum smirk sambil menunjuk mereka satu-persatu.
" 1, 2, 3 4............ end"
****
Maaf kelamaan update... untuk sekarang segini dulu. mungkin episode ini kurang menarik buat kalian, karena kakak lagi bad mood buat mikir tapi lebih milih baca. maaf ya!!! 😅😅😅
__ADS_1