Identitas

Identitas
Melepas Topeng


__ADS_3

Syani masuk ke sebuah BANK Swasta yang telah di sebutkan oleh Adibah.Diapun celingukan mencari Adibah.


"Syani...."seru Adibah sedikit berteriak. dari arah sudut sebelah kiri


Syani menoleh,dia berjalan menuju ke tempat Adibah yang sudah sedari tadi menunggunya.


"bukan tempat yang bagus..."gumam Syani "lama ya,lo nunggu gue?"tanya syani sambil menarik tangan Adibah untuk berpindah tempat duduk ke arah sudut sebelah kanan,karna di situ dekat ke arah toilet.


"ngak terlalu lama kok...lo dari mana bawa paper bag?"tanya Adibah sambil menunjuk paper bag yang ada di tangan kiri Syani.


"Ooo....ini?"sambil mengangkat paper bag."ini tadi bang Benni yang ngasih ke gue, ngak tau juga apa isinya.belum liat juga gue.."


jawab Syani bohong


"Lhoo.....bukannya tadi lo bilang kalau lo ada di rumah ?"


Belum sempat Syani menjawab,tiba-tiba masuk 6 pria bertopeng, mereka adalah perampok yang sempat Syani lihat tadi di dalam Van. perampok tersebut menutup pintu akses masuk.Dengan cepat Syani langsung lari menuju toilet.

__ADS_1


Dari dalam toilet Syani mendengan dengan jelas teriakan semua Nasabah dan para Banker. kemudian Syani mengganti bajunya.


Syani memakai black skinny jeans dan grey hoodie yang di belinya tadi.Dia keluar dari toilet.


Syani mengendap keluar dan perlahan mendekati salah satu Banker wanita yang memegang pena.


"Mbak...pinjamin saya penanya!"bisik Syani


Karna kaget dengan bisikan Syani, Banker wanita itu tanpa sengaja menjatuhkan penanya,lalu pena itu menggelinding ke arah dinding.


untung saja para nasabah dan banker di suruh merapat ke dinding,jadi masih bisa mendapatkan pena tersebut secara estafet.


Bruukk..... perampok tersebut pingsan tak sadarkan diri.


Saat Syani menusuk perampok tadi tanpa sengaja temannya melihat aksi Syani.Dia kaget dan langsung mengejar dan menyerang Syani, dan dengan gesit Syani menghindar dari setiap serangan yang di terimanya.


Perampok tersebut menjadi sangat marah.Dia menjadi semakin bertubi -tubi menyerang Syani dengan bantuan satu temannya.

__ADS_1


perampok tersebut berhasil melayangkan satu tendangan keras ke perut Syani.Syani terjatuh,tapi dengan cepat Syani menghentakkan kedua tangan dan kakinya, dia kemudian melompat maju ke arah kedua perampok tersebut dan menekan bahu mereka.


Dengan cepat kedua tangan Syani menusuk dan memukul pembuluh darah carotid sinus perampok tersebut,dan merekapun akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


Syani mengambil senjata api perampok tadi yang bermerk glock meyer 22, senjata api dengan panjang 204mm/8,03 inci dan berdiameter lebar 32 mm/1,26 inci.


Kemudian Syani melempar senjata tersebut ke arah security yang bekerja di BANK itu.


"Jetzt seid ihr alle drei übrig....!! "(sekarang tinggal kalian bertiga) ujar Syani dengan menggunakan bahas Jerman sambil menyeringai sinis.


Karna geram dan kesal ketiga perampok tadi langsung menyerang Syani secara bersamaan. Mereka berhasil memukul dan menendang Syani.Syani memuntahkan darah segar yang ada di mulutnya.


"* so nur bis es deine Fähigkeiten ist*???" (jadi cuma sampai disitu kemampuanmu) ledeknya. "Kleines Mädchen, du solltest das Handy im Zimmer spielen, während du Musik hörst!!"(gadis kecil, kamu seharusnya main ponsel di kamar sambil mendengarkan musik).ledeknya lagi


Syani hanya tertawa sinis saat mendengar perkataan perampok tersebut...


"Du redest zu viel..!!"(kau terlalu banyak bicara).jawab Syani santai dan membuat para perampok tersebut semakin geram

__ADS_1


........


__ADS_2