
"Kalau dia membuat laporan ya silahkan, kenapa kau harus menemuiku segala!!"
"Katanya dia punya rekaman saat kejadian pak..."
"APA...."
*****
Di ruang tunggu Polsek Bandung seorang remaja berumur sekitar 16 tahun duduk dengan gelisah. sesekali dia melihat ke arah pintu masuk, seakan-akan ada orang yang menunggunya didepan.dia terus gelisah, keringat dingin mulai keluar membasahi bajunya.
Dia merasa menyesal telah merekam kejadian tadi siang.Sebenarnya dia tidak bermaksud merekam kejadian itu,tapi itu hanya kebetulan tak disengaja saat dia membuat rekaman untuk temannya sebagai pembuktian kalau dia sedang berada di BANK.
Flashback on...
"Gue gak ikut rapat osis kali ini ya!!" ucap seorang remaja
"ya...ya...apa lagi alasan lo kali ini?2 hari yang lalu lo absen rapat karna sakit perut gara-gara diare.minggu lalu absen karna adik masuk RS trus sekarang apa alasannya??"
"gue harus ke BANK..."jawabnya.
"Ngapain...?"tanya temannya.
"Ambil duit buat beli obat emak gue..!!"
"Kan bisa ambil di ATM. gimana sihh??"
"Sorry...Kartu ATM Gue udah rusak..."
"kok bisa??"
"Di jadiin mainan sama adik gue, waktu dompet gue ke tinggalan di meja."
"Ya sudah gue izinin.tapi dengan syarat lo bikin dokumentasi berupa video saat lo masuk sampe lo pulang dari BANK. gak boleh setengah..!!"ujar temannya mengizinkan.
__ADS_1
"Oke... thank's ya bro..."
*****
Saat memasuki BANK remaja itu menepati janjinya.dia mulai membuat Dokumentasi video.baru beberapa menit dia merekam, masuklah 6 pria bertopeng lengkap dengan senjatanya.merekapun menyuruh para Nasabah dan Bankernya merapat kedinding sambil mengangkat tangan keatas.
Tiba-tiba seseorang datang dari toilet. dia langsung menyelinap diantara Nasabah dan Banker Wanita lalu berbisik mengatakan sesuatu kewanita itu.orang itu secara mendadak menyerang perampok.dia menusuk lehernya dengan pena hingga dia pingsan.
Dia merekam pertarungan itu,dari awal hingga akhir.sampai gadis itu pergi,ia merekamnya.
Karena sudah janji untuk membuat Dokumentasi, dia pun mengiri rekaman kejadian itu ke grup whatsApp osis lewat Dokumen.teman-temannya kaget saat melihat video tersebut dan langsung mengirim pesan grup.
📩ketua : lo gak papa kan?
📨me : gue gak papa...
📩ketua : lo udah lapor?
📨me :belum...gue takut.
📨me : gak berani gue..
📩anggota 1: lo harus berani !
📩anggota 2: apa lo gak kasian sma tu bule?
📨me : kalian mau nemenin gue ?
📩ketua : ya. kita bakal nemenin lo,lo gak usah takut.tapi maaf, kita gak masuk.kita nunggu lo di caffe dekat situ. ok??
Flashback off....
Derap langkah para aparat negara terdengar seperti tergesa-gesa..
__ADS_1
"Itu dia pak...!!"seru salah satu aparat sambil menunjuk kearah Remaja yang masih dalam ketakutan.
"Apa kamu yang memiliki rekaman itu??" tanya Kompol Endriko langsung sambil menatap tajam Remaja yang memiliki rekaman tersebut.
"I..iya ppak..."jawabnya terbata-bata karena ketakutan.keringat dinginnya semakin banyak keluar. pori-pori ditanganya sudah penuh dengan keringat. kondisinya sudah tidak normal lagi. dia sudah gemetar saking takutnya.
Kompol Endriko pun milihat perubahan kondisi Remaja itu.Dia mendekati memegang dan menyentuh tangan dan dahi Remaja tersebut yang ternyata sudah dingin karna ketakutan.
Kompol Endriko pun memanggil salah satu bawahannya untuk membuatkan teh hangat.
"Kenapa kamu merekam kejadian itu?" Tanya kompol Endriko tiba-tiba dan membuat Remaja tersebut kaget.
"Saya tidak merekamnya Pak, tapi tanpa sengaja merekamnya.."jawab Remaja itu Sedikit takut sambil menundukkan kepalanya kebawah.
"Ooo...jadi tidak sengaja merekamnya!!"ulangnya lagi
"Iya pak..."
Kompol Endriko cuma mangguk-manggukkan kepalanya dengan mata yang masih menatap tajam Remaja itu. Tidak lama Bawahan Kompol Endriko datang dengan teh hangat ditangannya sambil meletakkan di atas meja ruang tunggu.
"Minumlah tehnya..!"seru Kompol Endriko.Remaja itupun meminumnya dengan cepat sampai habis tak tersisa.
"Kamu doyan atau haus??"tanya Kompol Endriko geli.Remaja itupun tersenyum malu mendengarnya."Apa kamu bisa menyerahkan memory card ponselnya pada saya?" tanyanya kemudian.
"Baik Pak."jawabnya,kemudian Remaja itu memindahkan semuda data-data yang ada di memory card ke memory internal.
"Apa mereka tau, kalau ponsel kamu dalam mode merekam?"
"Tidak pak.karna pas mereka datang kami langsung di suruh angkat tangan dan merapat ke dinding."Jawab Remaja itu sambil membuka ponselnya dan memberikan memory card tersebut ke Kompol Endriko.
"Bagus..."ujar Kompol Endriko"Dan terima kasih atas Dedikasi kamu sebagai warga negara yang baik karna telah pelapor dan memberikan barang bukti ini." ujarnya lagi sambil mengulurkan tanganya dan menyalami Remaja itu.
Kompol Endriko dan bawahannya mengantarkan Remaja tersebut ke luar hingga hilang dari pandangan mereka..
__ADS_1
.........