
HAPPY READING
####
Sekarang Hendro mengerti kenapa dirinya tidak bisa menjabarkan hawa dari aura yang ia rasakan saat itu, bukan perkataan dari Maba itu yang membuatnya bergidik tapi aura membunuh yang dikeluarkannya!!
Setelah kejadian malam itu, Hendro jadi sering menghindar jika bertemu dengan Syani di kampus. saat dirinya sedang sendiri ataupun bersama teman-temannya, ia akan berusaha menghindar jika tidak sengaja bertemu dalam satu ruang yang sama atau berpapasan saat di koridor dan Hendro juga tidak mengerti kenapa dirinya melakukan itu. bukan karna dirinya takut setelah mengetahui seperti apa Syani di luar kampus. tapi ada sesuatu yang lain, sesuatu yang sedang bergejolak di dalam dirinya, sesuatu yang paling di takutinya, karma atas mulutnya sendiri.
Hendro akhirnya benar-benar jatuh cinta seperti apa yang pernah di katakan oleh Syani Maba di kampusnya. tapi Hendro tidak akan menyatakan perasaannya karna dirinya sudah tau dengan jawaban yang akan ia terima. lebih baik berhenti sebelum perasaannya berkembang lebih jauh lagi sampai ke titik tidak bisa melupakan Syani. mulai sekarang, didalam hatinya Hendro tidak akan pernah meng judge seseorang lagi dengan gamblang.
****
"Tidak... tidak... tidak... JANGAN!!"
HAHH.... HAHHH... HAHHH....
Rayan terbagun dari mimpi buruknya dengan nafas terengah-engah sambil mengelap keringat yang membanjiri wajahnya.
"Kenapa gue mimpi seperti ini!!" gumam Rayan dengan nafas masih terengah-ngah. kemudian Rayan melirik jam weker yang ada di atas nakas yang baru menunjukkan pukul tiga dini hari.
Entah kenapa hari ini peraannya Rayan merasa tidak enak sejak dirinya bermimpi yang aneh beberapa hari yang lalu, Rayan merasakan hal yang buruk akan terjadi pada Syani. sesuatu yang tidak mungkin bisa Syani hadapi. tapi apa arti dari mimpinya itu, Rayan sendiri bahkan tidak tau apa jawabanya.
"Woi,,, lo kenapa?" tanya Sabiq sambil menepuk pundak Rayan yang sedang melamun. sampai-sampai Rayan sendiri tidak menyadari kalau dosen mereka sudah keluar.
"Brengsek,,, sialan loe, bikin gue jantungan aja!" upat Rayan memegangi dadanya yang berdebar lumayan cepat.
Dengan langkah cepat Rayan meninggalkan kelasnya dan melangkah ke kelas lain.
"Lo mau kemana?" tanya Sabiq yang berbelok ke arah lain.
__ADS_1
"Tempat cewek gue, sebelum si Faiz gila itu datangin Syani!!" celetuk Rayan tanpa memperdulikan Sabiq menunggunya untuk di ajak kekantin.
Rayan tidak ingin dirinya terlalu posesif terhadap Syani, tapi Rayan juga tidak menyukai cara Faiz yang mendekati Syani dengan gencar bersama sohibnya Ello yang sepertinya sangat mendukung Faiz untuk merebut Syani darinya. bukannya Rayan tidak percaya dengan perasaan Syani padanya, tapi dari pada dirinya kecolongan lebih baik Rayan menjaganyakan. untung saja hari ini mereka sama-sama memiliki mata kuliah pagi.
"Adibah,, Syani mana?" tanya Rayan pada Adibah. setelah dirinya celingak-celinguk mencari keberadaan Syani yang tidak berhasil ia temui di kelas itu.
Adibah kaget saat seseorang memanggil dirinya yang sedang fokus mencatat materi yang ketinggalan lalu menoleh ke sumber suara. "Sekitar satu jam yang lalu Syani di panggil ke ruang Rektor kak." jawab Adibah sambil menutup bukunya. "dan sampai sekarang Syaninya belum kembali." imbuhnya kemudian dengan ekspresi wajah yang mulai khawatir.
Rayan kecewa tidak bisa menemui Syani, Dengan langkah gontai Rayan langsung meninggalkan ruang kelas Adibah tanpa permisi sedikitpun pada si empunya kelas.
DEG....
Langkah Rayan terhenti hanya beberapa langkah dari kelas Adibah. Perasaannya kembali tidak enak, dirinya tidak tau apa yang sebenarnya terjadi hingga perasaan tidak enaknya itu merujuk pada sang kekasih. Rayan mencoba menghubungi Syani lewat ponselnya namun nihil, ponselnya tidak aktif. akhirnya Rayan kembali melanjutkan langkahnya dan memilih menunggu Syani hingga mata kuliahnya pagi ini berakhir, tapi setelah beberapa jam menunggu orang yang di cari-carinya tidak kelihatan dimanapun walaupun Rayan sudah berkeliling mencari Syani di seluruh ruangan yang ada di kampusnya bersama sahabat Syani yang mulai khawatir terutama Adibah dan Nadia yang tinggal bersamanya, bahkan ponsel Syani juga tidak aktif dari tadi.
"Kak,, aku coba lihat Syani di rumah dulu ya! siapa tau dia pulang kerumah." seru Adibah sambil melangkah menuju parkiran kampusnya. tidak berapa lama Adibah kembali ketaman tempat dimana Rayan dan yang lainnya duduk termenung memikirkan Syani yang tindak mereka ketahui keberadaanya.
"Kenapa lo kembali??" tanya mereka dengan serempak
Rayan dan yang lainnya kaget, mereka bahkan tidak melihat sampai kesana untuk melihat apakah motornya masih ada disana atau tidak.
"Kamu dimana si dek.." ucap dalam hati. Rayan semakin kalut, dirinya tidak bisa lagi berpikiran jernih dan itu sangat nyata kelihatan dari ekspresi wajahnya.
"Lo jangan berpikiran yang tidak-tidak. kita pasti bisa menemukannya." celetuk Faiz menenangkan Rayan yang sedang kalut dengan pikirannya.
Pilihan mereka sekarang hanya satu, menemui orang yang terakhir kali di temui oleh Syani, yaitu Rektor. orang yang paling berkuasa di kampus mereka.
Dan sekarang Rayan dan yang lainnya berada di depan ruangan Rektor yang sedang menerima tamu yang sangat penting, pertemuan dengan tamu yang tidak bisa mereka ganggu walaupun keperluan mereka dengan sang Rektor juga sangat urgent.
Setelah menunggu beberapa waktu dengan sabar Rayan dan yang lainnya masuk. Rayan langsung to the point, dirinya menanyakan perihal pemanggilan Syani ke ruangan dimana tempat mereka berada sekarang. hingga Syani tidak kembali ke kelas dan tidak di ketahui keberadaannya. sedangkan motor Syani masih terparkir dengan gagah di parkiran kampus.
__ADS_1
"Saya hanya membantu memanggilnya keluar, tapi orang lain yang berkepentingan dengannya." ujar sang Rektor menerangkan dengan wajah yang juga kaget, dirinya juga tidak menyangka akan kejadian seperti itu.
"Bapak tau siapa orangnya atau mereka memperkenalkan diri mereka?" tanya Rayan mulai panik.
Keringat dingin mulai membanjiri muka Rayan setelah menerima jawaban tidak dari sang Rektor, Rayan tidak mau mimpi yang di alaminya beberapa hari yang lalu kejadian. karna ia tidak akan sanggup melalui itu.
Saat melihat muka Rayan yang sudah dibanjiri keringat dingin, yang lainpun juga semakin cemas dan tak kalah paniknya dengan Rayan. biasanya, kemanapun Syani pergi sebentar ataupun lama Syani pasti berpamitan dan kalau tidak sempat setidaknya dia selalu memberi kabar melalui ponsel. tapi sekarang Syani dimana, tidak ada satupun dari mereka yang tau.
Saat Sisil menengadahkan kepalanya ke atas agar air matanya tidak jatuh tanpa sengaja Sisil melihat cctv yang sedang menyala di sudut ruangan itu. Sisil menarik tangan Sabiq agar Sabiq mendekat padanya.
"di ruangan ini ada kamera cctv." bisiknya dengan lirih.
Sabiq pun melirik ke arah yang di tunjukkan oleh Sisil, akhirnya seutai senyum menghiasi wajah mereka yang panik.
"Maaf pak,, boleh kami melihat hasil rekaman cctv ruangan ini?" tanya Sabiq dengan gamblang. ia tidak akan diam lagi melihat para sahabatnya cemas dan panik karna tidak bisa menemukan keberadaan sahabat bule mereka.
Rayan dan yang lainnya kemudian menatap Sabiq. lalu tersenyum dengan lega, setidaknya mereka tau siapa orang yang berkepentingan dengan Syani seperti apa yang dikatakan oleh Rektor mereka.
Dengan alasan yang sudah jelas, sang Rektor pun mengijinkan mereka melihat hasil rekaman cctv tersebut. dan mereka semua benar-benar kaget setelah melihat hasil dari rekamannya.
Pria yang pernah mereka lihat, sekarang ada disini!!!
Pria yang pernah mereka hindari. orang yang sudah Syani tolak. kenapa mereka bisa ada disini??? ini tidak boleh terjadi, apapun rencananya Syani tidak boleh bersamanya. karna semuanya pasti akan berakhir buruk. mereka harus menemukan Syani dengan cepat sebelum mereka terlambat dan membuat Syani berakhir bersama pria itu.
........
jangan lupa like dan komennya ya!!
kalau bisa poin juga...
__ADS_1
maaf ya,, diriku minta banyak, tapi ngak mau kasih banyak.... π π π
πππ