Identitas

Identitas
Pindah...


__ADS_3

ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin sama bintang kecilnya ya maaf kalau diriku meminta banyak...😅😅


###


1 bulan setelah kepergian Benni. Syani benar-benar hancur sampai mengubah sifatnya menjadi gadis yang suka melamun dan kejam jika berurusan dengan kejahatan.


Hingga suatu hari seorang Polisi datang mencarinya menayai perihal masalahnya dengan pria yang bernama Matheo hingga kematiannya Benni.


Syani yang tidak mengenal mereka hanya menjawab seadanya. Mulai dari ketidak sengajaan waktu di BANK hingga saat di Restoran. dia menceritakan semuanya dari awal hingga akhirnya terjadi penembakan itu.


Ajaran baru telah dimulai. Syani yang sudah tidak merasa nyaman tinggal di Bandung apalagi di rumah tempat meninggalnya Benni, Syani pun mengurus kepindahannya. Awalnya kepala Sekolah tidak mengijinkannya untuk pindah karna Syani sudah duduk di kelas 12. tapi karna mendengar alasannya, Kepala Sekolah akhirnya menerima keputusan Syani untuk pindah. Syani di beri Rekomendasi Sekolah Favorit di Jakarta oleh Kepala Sekolahnya dan membantu kepindahannya.


Adibah, Faiz dan Ello tidak bisa mencegah kepindahan Syani. mereka hanya bisa pasrah dan menerima keputusan Syani walau sesungguhnya perasaan mereka sangat sedih karna akan ditinggal oleh Syani.


****


Syani pindah ke Jakarta setelah 3 hari sekolah berlangsung. Dia tinggal di Rumah Benni, rumah yang di belinya saat dia di angkat menjadi Direktur Spesialis penyakit dalam. yang berjarak 20 menit ke Sekolah jika dia menggunakan kendaraan.


Ini malam pertama Syani tinggal di Jakarta. malam yang paling menyedihkan baginya. disaat orang berkumpul bersama keluarga, dia hanya seorang diri tinggal di rumah yang besar itu tanpa siapa-siapa...


Syani menatap lirih foto Benni dan dirinya yang terpajang di dinding yang berwarna biru itu. tanpa diangka air matanya jatuh, dengan cepat dia mengusapnya.


"Abang yang tenang disana Syani gak akan bersedih lagi. Syani akan menjadi diri Syani sendiri seperti keinginan Abang, tapi tidak sekarang."ujarnya sambil menatap foto Benni dengan tersenyum getir.


Syani keluar dari kediaman yang di beli oleh Benni dan sekarang menjadi miliknya. dia keluar dengan stylenya yang biasa. jeans denim dan hoodie abu-abu dengan kets berwarna putih.Syani mengambil kunci motor dan helmnya Syani juga tidak lupa dengan senjatanya.


Syani berhenti di sebuah Swalayan yang bertuliskan buka 24 jam.


CLINKK...Penjaga Swalayan yang ketiduran kaget saat mendengar bel yang berbunyi saat pintu dibuka oleh Syani.


Syani berkeliling di dalam Swalayan, dia mencari sesuatu yang bisa di makannya langsung. setelah puas mengintari rak demi rak. Syani menemukan apa yang dicarinya, mie cup instant. dia juga melihat dispenser disana. kemudian Syani menatap Swalayan sambil menunjuk ke arah dispenser dan mengangkat mie cupnya. Penjaga Swalayan yang mengerti maksud Syani hanya mengangguk. Syani dengan cepat menekan tombol air panas pada dispenser dengan bibir mie cupnya.


Sedang asik-asiknya menikmati mie cupnya, Syani melihat sebuah mobil sedan di ikuti oleh 3 motor sport yang membawanya secara ugal-ugalan.


Syani yang merasa curiga hanya mengikuti instingnya. dia yakin kalau yang tadi itu adalah begal. Syani hanya tersenyum sinis, sejak kejadian Benni yang meninggal karna ditembak sejak itu Syani tidak lagi toleransi dengan yang namanya kejahatan. dia membayar mie cupnya kemudian mengejar pengendara motor itu dengan cepat. dari kejauhan Syani sudah bisa melihat dua orang yang ada di dalam mobil itu adalah perempuan yang sepertinya 2 tahun di atas Syani.


Syani menghentikan motornya ditempat yang sedikit gelap. Syani tidak ingin motornya di tandai karna itu akan membahayakan orang-orang disekitarnya.


"Hallo mas-mas...gak malu sama ibunya ya mas? masa iya 6 cowok begalin 2 cewek, palingan juga baru kelas 12 SMA dia mas!" sindir Syani sinis.


"Eehhh...ada bule rupanya. bawa kendaraan gak?" ujarnya dengan seringaian yang di pahami oleh Syani maksud dari seringaiannya.

__ADS_1


"Aku cuman punya sepeda mas. itu aku tarok disana." tunjuk Syani ke arah motor sportnya.


Syani di kelilingi 4 begal yang bersenjata. sedangkan 2 perempuan yang dibegal hanya diam berdiri sambil berpegangan tangan karna gemetar ketakutan.


Salah satu pembegal menghunuskan pisaunya kearah Syani, namun Syani dengan cepat menangkap tangannya dan Syani menendang pembegal lain yang kebetulan juga langsung menyerang Syani. Syani hanya mengikuti alur gerak lawannya, bergerak secara reflek. meninju menendang sekaligus secara bergantian. Lawannya menjadi kesal karna tidak dapat membalas semua pukulan Syani.


Tiba-tiba salah satu dari mereka berhasil mengunci Syani, dia mendekapnya dari belakang dan mencekek Syani. 2 perempuan yang melihat Syani hanya menagis tidak sanggup melihat Syani yang akan di hunuh di depan mereka.


"Eerrggghhh... gue gak bisa napas..... brengsekk....eerrghhh... ahh...sialan... " maki Syani dengan napas yang sudah pedek. Syani yang sudah semakin kesal kemudian Syani menggeserkan badannya sedikit ke kanan lalu memutar badannya dan dengan cepat Syani menghantam dagu lawannya dengan telapak tangan Syani dengan keras, Syani akhirnya terlepas dan terbatuk-batuk sambil mengambil nafas dengan cepat sebelum dia di serang lagi. Syani yang sudah habis kesabarannya langsung memukul telak di titik vital lawannya tanpa ampun.


"Kalian tau,, selama ini gue selalu bersabar dengar orang yang perbuatannya sama seperti kalian... gue masih memikirkan keluarga mereka... tapi sekatang tidak lagi." celetuk Syani yang hanya di tanggapi cemoohan dari pembegal.


"Pegang dia langsung bunuh!" seru salah satu pembegal.


"HAHAHAHA.... kalian mau bunuh gue,," seringai Syani sambil melirik satu oersatu lawannya. "Oke... gue juga kangen sama keluarga gue... bunda gue, abang gue, nenek gue, tetangga gue juga..." celoteh Syani yang berhasil membuat mereka semakin murka.


"Banyak bacot lo...." ujarnya sambil melayangkan tinjunya kemudian


BUAAKKK.... KRAKKK....


"Gue sudah bilangkan. kalo gue gak akan bersabar lagi." ujar Syani sinis sambil meninju ulu hati dan mematahkan selangkangan lawannya ketika jatuh.


Syani menepis semua pukulan yang datang padanya dengan cepat sambil menerjang maju menedang dan mematahkan semua kaki dan lengan lawannya tanpa ampun. itulah Syani kalau sudah marah. dia tidak akan memikirkan kondisi mereka lagi.


2 korban pembegalan tadi kaget saat melihat aksi Syani..... mereka tidak menyangka Syani memiliki ilmu beladiri sekeren itu.


"Keren...."batin salah satu korban pembegalan.


Kemudian salah satu dari pembegal yang menahan 2 perempuan tadi langsung pergi menolong temannya. karna merasa bisa mengatasi pembegal yang tinggal sendiri itu, membuat mreka memberanikan dirinya melawan. mereka memukul pundak nya dengan keras menggunakan kunci inggris. yang ada di jok mobil yang dia ambil saat dia di pepet.


"Lo mau selamatin diri atau gue bikin lo sama kayak mereka..."sarkas Syani. akhir dia memilih pergi dan meninggalkan teman-temannya.


Kedua perempuan yang menjadi korban begal tersebut mendekati Syani, dia bermaksud berterima kasih pada Syani. tapi baru berapa langkah Syani langsung mengangkat tangannya, yang mengisyaratkan untuk berhenti. Syani dengan cepat pergi dari sana dengan memacu motornya dengan kecepatan tinggi karna tidak ingin diketui indentitasnya dan behubungan lagi dengan polisi.


" Dia hebat ya Kia...kalah sama pentolan sekolah kita...." ujar temennya Kia


"Iya.... gue takjub sama dia..." jawabnya sambil menghidupkan mobilnya kemudian peri dari sana dan meninggalkan para pembegal yang sudah terkapar.


****


Pagi ini Syani pergi kesekolahnya dengan menggunakan wig berwarna hitam dan softlens berwarna coklat. Setelah sampai di depan pintu gerbang Sekolah Syani turun dari ojol yang di tumpanginya dan memandangi gedung sekolah yang akan ditempatinya selama 1tahun kedepan sambil tersenyum hampa.

__ADS_1


Tin....tin...tin... tiba-tiba Syani dikejutkan bunyi suara klason dari belakang hingga menyadarkannya dari lamunan lalu menoleh ke belakang.


"Woii... kalo melamun jangan ditengah gerbang, tapi ditengah jalan sana!!" bentak seorang perempuan dari dalam mobil yang juga berseragam sama seperti Syani.


Syani lalu menggeser langkahnya ketepi gerbang sambil menatap mobil itu dari belakang. kemudian Syani mendekati pos jaga yang menatapnya heran.


"Maaf pak... kantor Kepala Sekolah dimana ya?" tanya Syani sambil menatap gedung sekolahnya yang terbilang megah itu.


"Oo... jadi neng murid baru, pantasan saya belum pernah liat neng sebelumnya." seru sambil tersenyum ramah pada Syani. Syani hanya mengangguk mengiyakan.


"Neng lurus aja kedepan trus disana ada tangga, neng naik saja keatas. pas sampai di atas lalu belok kekanan, kalau udah disana neng pasti tau letak kantor Kepala Sekolah.


"Makasih ya pak.." ucap Syani sambil pergi meninggalkan pos jaga. Syani mengikuti instruksi yang diberikan oleh penjaga gerbang padanya dengan cepat agar dia tidak terlambat masuk ke kelas.


Tok...tok...tok...Syani mengetuk pintu yang bertuliskan ruang Kepala Sekolah di depan pintu.


"Masuk..." seru seseorang dari dalam.


Syani membuka pintu dan masuk kedalam sambil berdiri didepan meja Kepala Sekolah.


"Saya Isyani Navfea pindahan dari Bandung pak."ujat Syani


"Ya... silahkan duduk dulu. ada berkas kesiswaan yang harus kamu isi yang seharusnya sudah diisi saat mengurus kepindahan kamu kesini." ucap Kepala Sekolah dengan ramah tapi tegas. Syani mengikuti apa yang diperintahkan padanya sambil membaca dan mengisi berkas yang di berikan Kepala Sekolah. dia tersenyum getir saat mengisi berkas yang seharusnya diisi oleh wali murid.


"Tidak apa-apa... jagan bersedih hanya karna isi berkas itu!" seru Kepala Sekolah yang menyadari perubahan wajah Syani.


"Kalau sudah selesai mari bapak antar kamu kekelas." ujarnya lagi.


Syani menutup berkas yang selesai diisinya kemudian keluar mengikuti Kepala Sekolah. sambil menuju kelas Syani diberi tau peraturan Sekolah yang harus dipatuhinya. Kepala Sekolah berhenti didepan kelas yang pintunya terbuka dan diatasnya tertulis Kelas 12 IPA 1.


"Selamat pagi Buk Eva..."seru Kepala Sekolah sambil masuk dan berdiri di depan kelas.


"Pagi juga Pak...."jawab Buk Eva dengan sopan.


"Saya kesini cuma ingin mengantarkan murid barunya Buk Eva.."ujar Pak Kepsek


"Isyani... ayo masuk.." seru Pak Kepsak.


Syani masuk kemudian memperkenalkan dirinya.


.......

__ADS_1


__ADS_2