Identitas

Identitas
Bab 3


__ADS_3

Bab 3


Suara Azan subuh berkumandang, menandakan masuknya waktu sholat.Syani bangun dari tempat tidur dan meregangkan tubuhnya supaya tidak kaku.


Kemudian Syani ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya dan di lanjutkan dengan ber wudhu untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim,tapi sebelum itu Syani juga sudah membangunkan Benni untuk melaksanakan kewajibannya.


Pukul 6 pagi Syani siap dengan seragam sekolahnya yang baru,karna ajaran baru di mulai hari ini dan nasi goreng telur ceplok yang dia buatpun sudah di tata di atas meja makan.


Benni juga sudah siap dengan stelan baju kerjanya. Jas putih yang dalamanya kemeja kotak-kotak,tas di tangan dan stetoskop yang di gantung di leher.


***


Setelah Syani sampai di sekolahnya.dia langsung menuju kelas.dia masuk dan meletakkan tasnya di meja bagian belakang karna hanya itu yang kosong.Kemudia Syani keluar dan menuju aula,untuk berkumpul melakukan apel pagi.


Kepala sekolah memulai pidatonya dengan mengantakan ' welcome to bandung international high school'pada kami murid tahun ajaran baru.


Apel pagi selesai 1 jam kemudian.murid program akselerasi kembali ke kelasnya. Mata pelajaran jam pertama pun di mulai saat seorang guru masuk.


"Selamat pagi dan salam kenal semuanya.... "


"Selamat pagi...." jawab murid satu kelas.


"Nama Bapak,,Muhammad Isa Gautama.. panggil pak Tama saja,oya jangan ada yang nanya agama bapak.okay!" Seru pak tama


"Sekarang bapak ingin mengumumkan pengurus kelas..dan nama-nama yang bapak sebut tolong maju ke depan."ucap pak Tama dengan nada yang tegas.


"Edward Edowardo...Faiz Mahendra...Isyani Navfea dan terakhir Adibah Yoewennitha.."seru pak Tama. Mereka berempatpun langsung maju ke depan kelas.


"Bapak sudah membentuk pengurus kelas.bapak memanggil kalian untuk beramah tamah dengan kalian.sekalian bapak minta kalian juga mengenalkan diri kalian di depan."ucap pak Tama


Merekapun mulai mengenalkan diri mereka masing-masing.Dan pas giliran Syani mengenalkan dirinya, murid laki-laki sangat antusias dan fokus melihat Syani.


"Hai...aku Isyani Navfea.cukup di panggil Syani.hobbi macam macam-...."


"Apa hobbinya?"tanya salah satu murid cowok.


"Olah raga kecuali renang dan belajar."jawab Syani


"Yahhh...kok kecuali renang sih."seru murid cowok yang lain.


"Karna gak bisa."jawab Syani singkat sambil tersenyum manis dan membuat murid-murid cowok ooohhhh ria.


"Dan sekarang bapak akan menyebutkan jabatan kalian masing-masing.... Faiz Mahendra sebagai ketua kelas,Isyani Navfea sebagai wakilnya,Adibah Yoewennitha sebagai bendahara sekaligus sekretaris dan terakhir Edward Edowardo sebagai keamanan.sekarang kalian boleh kembali ke tempat masing-masing."


Syani dan teman-temannya berjalan ke arah meja mereka masing-masing.pelajaranpun di mulai,Syani dan murid yang lain fokus.


Di tempat yang lain dengan lokasi yang sama.anak-anak yang lain sibuk dengan kegiatan MOS nya. Mereka bercengkrama di saat kakak pembimbingnya berjalan ke arah yang lain.


......


3 jam kemudian jam istirahat berbunyi. Syani dan teman-temannya merapikan meja mereka.


"Syani...lo bawa bekal atau makan di kantin? Tanya teman sebangku Syani, yang merupakan bendahara dan juga sekaligus sekretaris kelas yaitu Adibah yoewennitha.

__ADS_1


"Gak...aku makan di kantin aja, kalau kamu?" Tanya Syani dengan sopan sambil mengeluarkan dompet yang berisi 2 lembar uang kertas 100 ribu, yang di berikan oleh Benni saat masih di rumah.


"Gue bawa bekal.." jawab Adibah dengan wajah kecewa.


"Kamu kenapa?" Tanya Syani yang heran dengan wajah kecewanya Adibah.


"Gue malas makan sendirian."


"Oo....ya udah, kalo gitu kita kekantin aja. Kita bisa makan bereng di kantin."ajak Syani


Merekapun pergi meninggalkan kelas menuju kantin yang penuh dengan murid-murid yang kelaparan.


Akhirnya Syani memesan mie rebus, makanan favoritnya dan memakannya dengan nikmat. Adibah heran melihat Syani makan mie rebusnya dengan nikmat.


"Seenak itukah mie rebus?"tanya Adibah heran melihat tingkah Syani,seolah-olah Syani belum pernah makan mie rebus.


"Eeehhhmmm...." jawab Syani cepat sambil menyunggingkan senyumnya dan memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi.


"Ini makanan favorit aku...sewaktu bunda masih ada,aku gak di bolehin makan mie." Ujar Syani sendu,dan Syani pun berusaha tersenyum lagi.


"Emangnya bunda lo kemana?" Tanya Adibah penasaran


"Bunda. Sudah meninggal." Jawab Syani santai.dia tidak ingin lagi bersedih. Dia akan mengikuti apa yang di katakan Benni.


"Maaf..."ucap Adibah menyesal


"It's okay.... My mom goes to a better place.." Jawab Syani dengan senyum manisnya, dan dia menepuk pelan bahu Adibah.


Jam istirahat berakhir. Syani membayar makanannya dan kembali ke kelas mereka.


.......


***


Di kelas lain seorang murid cowok yang sangat tampan sibuk dengan ponselnya.


Dia asik memandangi gambar wajah yang tadi diam-diam dia foto saat dua murid cewek sedang istirahat makan di bangku taman dekat kantin.ya,cowok itu adalah Rayan Mavendra. Orang yang tidak sengaja mendengarkan percakapan Syani.


"Kenapa dia cantik sekali...." gumam Rayan. Sambil tersenyum tak karuan.


"Lo kenapa bro..?" Tanya anak yang di sebelah Rayan dengan berbisik.


"GUE TADI LIHAT BIDADARI....."teriak Rayan sambil berdiri dan mengembangkan kedua tangannya ke atas.


Seisi kelas memperhatikan Rayan yang berteriak tiba-tiba. Ada yang kesal dan ada juga yang masa bodoh, karna apapun yang di lakukan Rayan tidak ada yang berani menegurnya tak terkecuali para guru.


"Syani....oohh, Syani.... tunggu gue 2 tahun lagi.gue bakal nyari lo dimana pun lo nanti berada. untuk sekarang cukup foto lo yang gue miliki.tapi nanti, lo seutuhnya milik gue." Gumam Rayan sambil mencium foto Syani yang ada di ponsel miliknya.


***


Bel pulang berbunyi.Syani dan teman-temannya merapikan meja mereka.


"Kamu pulang pake apa Adibah?" Tanya Syani kaku.

__ADS_1


"Syani.pake lo gue aja. Gak usah aku kamu. Rada aneh dengerinnya."


"Ok...."sambil membuat simbol ok di jarinya.


"Lo pulang pake apa Adibah?" Tanya Syani lagi


"Dibah aja....gak usah pake 'A' nya."


"Aahhh...banyak banget ***** bengek lo...." jawab Syani kesal namu Adibah tertawa mendengarnya.


"Gue bawa motor.kalau lo?" Tanya Adibah balik.


"Kalau gue tadi di antar.pulang katanya sih tadi mau jemput..."


"Yahhh...padahal gue mau ngajak lo ke toko buku."ujar adibah kecewa.


Tiba-tiba ponsel Syani bergetar, Syanipun mengangkatnya. Syani berbicara dengan orang tersebut kemudian dia tersenyum.


"Ayo kita pergi...!"ucap Syani sambil menarik tangan Adibah.


"Bukannya lo mau di jemput?"


"Gak jadi...abang gue ada operasi mendadak."


"Abang lo Dokter?" Tanya Adibah terkagum kagum.


"Iya.tapi abang angkat gue."


"Lo anak angkat?" Tanya Adibah kaget


"Bukan anak angkat. tapi adik angkat, gue udah gak punya orang tua. Kebetulan abang angkat gue baru kematian adik. Jadi dia angkat gue jadi adiknya."jelas Syani


"Udah berapa lama?"


"Eehhhmm...9 hari."


"WHAT......" jawab Adibah kaget sambil menutup mulutnya.


"Kenapa? Lo malu temenan sama gue?"


"Ngak. Maaf kalau boleh tau, sejak kapan lo gak punya orang tua?"


"10 hari yang lalu. Gue di usir dari rumah, setelah pemakaman ibu gue."


Adibah semakin kaget mendengar penjelasan Syani. Dia tidak menyangka kalau Syani orang yang baru dikenalnya ini punya cerita hidup yang dramatis.


Tiba-tiba air mata Adibah jatuh. Dia tidak sanggup saat dia memposisikan dirinya dengan Syani.


"Entah apa yang akan gue lakukan jika gue jadi Syani." Batin Adibah.


"Kenapa lo nangis? Gue biasa aja kali. Gue udah bahagia sekarang.seenggaknya Bunda udah ngak ngerasain sakit lagi.yuk aahh... katanya mau ke toko buku!"


Adibah mengendarai motor maticnya dengan Syani yang duduk manis di belakang. Mereka pergi menuju toko buku.

__ADS_1


__ADS_2