
Happy Reading
####
Maaf baru update setelah beberapa bulan lamanya author hiatus, dan maaf skali lagi cuma bisa up 1 eps saja dan juga author mengambil beberapa part dari eps bln kemaren karna sebagian dari kalian pasti lupa jalan ceritanya. ππ β€β€β€
####
"Apa kamu melakukan sesuatu pada mereka? Apa yang kamu lakukan pada mereka? lalu apa yang terjadi pada mereka?" tanya Rayan dengan nada dingin. Rayan bukannya marah tapi lebih tepatnya Ia tidak ingin orang yang dicintainya bertindak kriminal yang akan merugikan dirinya sendiri dikemudian hari.
"Iya,, Merenggut..Mereka merenggut kehormatan perempuan, mereka merenggut kepercayaan diri perempuan bahkan mereka dengan santai dan mudahnya menghancurkan harga diri perempuan." Tutur Syani dengan datar. "Jadi jangan salahkan aku kalau aku melakukan hal yang sama pada mereka!" sambungnya lagi.
"Maksud kamu apa dek?" Tanyanya lagi. Rayan mulai bergidik ngeri. ia yakin kalau Syani sudah melakukan sesuatu pada mereka. sesuatu yang mungkin tidak akan bisa di bayangkan oleh siapa pun termasuk dirinya sendiri. tapi Rayan berusaha menepis pikiran buruk itu. Syani tidak mungkin melewati batasannya. Ia yakin, seorang Syani bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. tapi Rayan lupa, kalau Syani hanyalah manusia biasa yang juga memiliki ego dan sifat buruk lainnya.
Ujung bibir Syani terangkat. dia tersenyum,,
" Aku merenggut masa depan mereka!! " ujarnya dengan santai tanpa rasa takut atau merasa bersalah sedikit pun dan juga dengan senyum devil yang selama ini tidak pernah sekali pun di lihat oleh Rayan.
Rayan terperanjat, ia tidak menyangka dan tidak bisa membayangkan kalau Syani gadis yang di cintainya benar-benar sanggup melakukan apa yang dikatakannya barusan. bahkan Rayan tidak tau kalau Syani pernah melakukan hal yang lebih kejam dari ini sebelumnya. sekarang Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. kalau bicara pun itu percuma, karna sekarang ia yakin kalau Syani sudah pasti melakukan apa yang telah ia katakan karna Syani tidak pernah bermain dengan kata-kata yang sudah di lontarkannya.
" Kenapa? takut? " tanya Syani menyelidik dengan tatapan yang tajam hingga Rayan diam tak bergeming.
" Tidak !! " jawab Rayan cepat dengan ekspresi yang tidak bisa di jabarkan namun tersirat sedikit perasaan takut di wajah dan hatinya. bukan takut karna kekejaman Syani melainkan takut akan bahaya yang membayangi setiap langkah gadis yang di cintainya itu. ya, karna di setiap tindakan dan perbuatannya pasti ada balasan (dendam). ia tau kemampuan bela diri Syani memang hebat atau mungkin ia sudah menjadi master dalam ilmu bela diri akan tetapi melihat Syani yang seorang perempuan itulah yang membuat Rayan kalut dan juga takut.
Sekarang Rayan hanya bisa pasrah dan berdoa agar Syani selalu di lindungi oleh Yang Kuasa kapan pun dan dimana pun ia berada. namun di dalam hati kecilnya, Rayan juga sangat menginginkan preman brengsek itu mendapatkan balasannya. pembalasan yang tidak akan pernah mereka bayangkan sedikit pun. tapi ia tidak pernah menyangka kalau orang yang membalaskan rasa sakitnya adalah kekasihnya sendiri. Dan sekarang Rayan cuma bisa berharap suatu saat nanti ia bisa bertemu dengan mereka dan itu akan menjadi akhir bagi mereka karna Rayan secara pribadi akan membuat perhitungan dengannya karna ia lebih menginginkan mereka TIADA !!
__ADS_1
*Tunggu saja.. hari itu pasti akan datang,, dan dengan senang hati ia akan menunggu untuk menghabisi mereka !!
Bersenang-senanglah sebelum dia menemukanmu bersama neraka yang akan di ciptakannya untuk menelanmu*!!
****
Dan sekarang tepat satu minggu sejak pertemuan pertama Syani dengan Mamanya Rayan, sejak itu pula hubungan mereka sedikit merenggang. entahlah,, Rayan juga tidak mengerti dengan perubahan sikapnya Syani selama satu minggu ini. dimana pun mereka bertemu Syani seperti berusaha menghindarinya. apakah ini karna insiden yang melibatkan Syani dengan Mama nya atau ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Syani dari para sahabatnya. Rayan hanya bisa menduga tanpa bisa mengetahui alasannya apa lagi kedua orang tuanya telah kembali ke Bandung.
Saat ini di kampus, Rayan hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar. berkumpul bersama para sahabatnya tidak sedikit pun membuat Rayan bisa melupakan masalahnya. ia benar-benar frustasi menghadapi tingkah Syani yang terus menghindar saat Rayan menemuinya di kampus. apalagi saat ini Faiz masih terus berharap pada kekasihnya itu.
" Kenapa lo? di putusin Syani? " ledek Faiz dengan gamblang saat melihat Rayan hanya memandang makanannya tanpa menyentuhnya sedikit pun, karna ia tidak bisa menemui sang kasih yang Faiz memang mengetahui kalau Syani memang menghindari Rayan.
" ......... " Rayan hanya bisa diam tanpa membalas ledekan Faiz sedikit pun. ia pun juga tidak tau kelangsungan hubunganya dengan Syani saat ini. apakah Syani hanya sekedar menghindar karna ada masalah pribadi atau ia menghindar untuk putus dengannya seperti yang barusan di katakan oleh sahabat kekasihnya itu yang sialnya terpaksa juga menjadi sahabatnya.
" Putus!! " seru Sabiq kaget. " Lo beneran putus sama Syani? " tanyanya kemudian.
Rasa cintanya yang begitu besar pada Syani membuat hatinya tidak bisa berpaling, ia benar-benar mencintai kekasihnya itu dengan sangat tulus dan ia juga berharap kelak ia bisa mengukir masa depannya bersama dengan Syani sang kekasih.
" Lo ada masalah sama dia? " tanya Sabiq dan di jawab dengan gelengan oleh Rayan.
Karna melihat jawaban dan kondisi Rayan yang terlihat sangat frustasi, Sabiq hanya bisa memeluk pundak Rayan dan menepuknya dengan pelan seolah-olah ia menyalurkan energi positif pada sahabatnya. karna ia benar-benar tidak mengetahui sedikit pun masalah pasangan kekasih itu.
" Lo yang sabar, mungkin Syani ada masalah. jadi biarkan dia sendiri dulu. dan kalau pun Syani memang jodoh lo, tulang rusuk lo atau pasangan hidup lo. kemana pun dia dan seperti apa pun dia menghindar dia pasti akan kembali kesisi lo dan kalau dia memang bukan di takdirkan buat lo seperti apapun lo menahannya mengikatnya dia tetap akan menjauh karna dia bukan jodoh lo." tutur Sabiq dengan bijak. di antara mereka berempat memang Sabiq lah yang paliang bijak juga di antara para sahabatnya yang lain. dan sebagai sahabat Rayan sekaligus sahabat Syani ia hanya bisa memberi support, karna dalam prinsipnya perasaan itu tidak bisa di paksakan.
Sedangkan Ello yang tidak menyukai hubungan Syani dengan Rayan tentu saja tersenyum senang dalam diam saat mendengar dan melihat kegalauan Rayan, karna Ello lebih menyukai Syani menjalin hubungan dengan Faiz sahabatnya yang memang menyukai Syani sejak mereka kelas X apa lagi mereka seumuran dan terutama Faiz tidak arogan seperti Rayan.
__ADS_1
Faiz yang juga sangat mencintai Syani benar-benar sangat senang dengan kerenggangan hubungan Syani dengan Rayan, namun dalam hati kecilnya ia juga memiliki pertanyaan besar akan perubahan sikapnya Syani.
" Ada apa dengan Syani? apa yang terjadi padanya? apa yang di rahasiakannya? "
Tak jauh dari sana, lebih tepatnya sebuah gedung yang menjadi markas pusat BIN. Syani yang tengah sibuk dengan rencana dan misinya. misi yang akan membawa Syani masuk kedalam lingkaran hitam seorang Black, orang yang sangat ingin di hancurkannya begitu pun sebaliknya. lingkaran hitam yang akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. tugas kampus yang menumpuk tidak sedikit pun membuatnya merasa terbebani. ia sangat bersyukur memiliki IQ dan EQ dia atas rata-rata manusia pada umumnya. ya, ia sangat menysukuri itu namun satu yang tidak ia sadari yaitu rasa empatinya yang mulai terkikis karna rasa dendamnya pada Black yang tersimpan rapat dalam hatinya yang terdalam yang mungkin akan membawanya dalam penyesalan dalam hidupnya yang mungkin akan dia rasakan di kemudian hari.
" Apa kamu benar-benar siap dengan misi ini? " tanya kepala BIN memastikan. orang yang merekrut Syani untuk bergabung bersamanya.
" Saya selalu siap. kalau tidak mana mungkin saya akan bergabung!! " jawab Syani tanpa ekspresi. dan kepala BIN pun menanggapi jawaban Syani dengan senyuman sambil menatap para agen lain yang juga terlibat dalam misi bersama Syani sang angen spesial di tim inti.
" Ok,, sekarang kita tinggal mempersiapakan segala keperluan misi dan segala kemungkinan yang akan terjadi." ujar kepala BIN dengan ekpresi yang datar namun pancaran matanya menyiratkan ke murkaan.
Para agen yang terlibat dalam misi hanya menatap kepala BIN dengan ekspresi yang sama dengan kepala BIN begitu pun dengan Syani. amarahnya yang Syani pendam selama ini akan benar-benar ia luapkan, darah dari Benni sang kakak begitu juga dengan darah dari para korban Black yang tidak bersalah lainnya akan ia balaskan dengan caranya sendiri. cara yang sudah Syani pikirkan dan benar-benar akan di lakukannya pada saat dan waktu yang tepat.
Sekarang saatnya ia menyempurnakan rencananya. rencana yang ia pikirkan dengan matang namun memiliki celah yang tidak ia ketahui sedikit pun...
visual : Rayan Mavendra
maaf kalau tidak sesuai dengan spekulasi kalian. tapi diriku sangat menyukainya.... ππππππ
.......
Maaf ya,,, para reader ku.... kemaren author benar-benar bad moot nulis plus kurang sehat makanya hiatusnya lama.... sekali lagi author minta maaf ya!!!
__ADS_1
Selalu jaga kesehatan kalian... okay...
I LOVE YOU....ππππ