Identitas

Identitas
Awal dari perubahan Syani...


__ADS_3

ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin juga. maaf kalau diriku meminta banyak....😇😇


####


" Also bist du die Frau, die zum Zeitpunkt der Zeit ist?" (Jadi kau adalah wanita pada saat itu?)


Tanpa sengaja Syani menghentikan langkahnya karna kaget saat mendengar perkataan Jack.


DEG.....


DEG.....


DEG.....


" Meine Vermutung erwies sich als richtig!!!"


( dugaanku ternyata benar...)


Jantung Syani seakan melompat dari tubuhnya, karna perkataan Jack yang sudah mengetahui dalang dari kegagalan mereka tidak lain adalah karna Syani.


Syani tidak tau apa yang harus dilakukannya sekarang. otaknya yang jenius seakan buntu tanpa solusi.


"Ya Allah... hamba mohon pertolonganmu..." batin Syani memohon pertolongan.


Entah itu adalah pertolongan tuhan atau memang kebetulan, seorang penjahat kambuhan tertangkap basah oleh Polisi yang sedang Patroli saat dia sedang melakukan tindakan kriminal.


Penjahat itu kabur dan masuk kedalam Restoran saat tangannya akan diborgol. dia membuat keributan dengan cara melempar kursi dan meja Restoran ke arah Polisi dan pengunjung yang tidak banyak.


Syani dengan cepat mengambil kesempatan itu untuk kabur dan keluar dari restoran diikuti oleh teman-temannya tanpa sepengetahuan Matheo, Jack dan Pria asing lainnya.


Sesampai di parkiran restoran, dengan cepat Syani menghidupkan motornya dan mengemudikannya dengan kecepatan tinggi. dia sengaja meninggalkan Teman-temannya dibelakang agar tidak mengikutinya sampai kerumah karna akan sangat bahaya bagi mereka.


****


Sesampai di rumah dengan cepat dia mengeluarkan senjata-senjatanya yang sudah dibersihkan oleh Syani. shuriken, kunai, double stick 2 fungsi, bahkan pedang pendek dia juga tidak lupa dengan Knuckle benda pertama yang dimilikinya.


"Gue harus selalu bawa ini agar bisa lindungi mereka.mereka dalam bahaya gara-gara gue!!" gumam Syani dengan perasaan yang benar-benar khawatir.


Sedangkan tempat yang ditinggali oleh Syani tadi benar-benar kacau. penjahat kambuhan itu melempari semua benda yang ada didekatnya.


Matheo yang benar-benar marah karna tidak melihat keberadaan Syani, akhirnya dia menendang penjahat kambuhan itu dengan keras sebagai pelampiasan hingga dia jatuh berlutut dilantai.


"Are you okay master?" tanya Polisi tersebut. sambil memborgol penjahat kambuhan itu.


"Hemm.." di jawab Matheo dengan deheman karna marah.


Setelah mendapat jawaban dari Matheo, Polisi itu keluar bersama penjahat kambuhan yang telah di borgol.

__ADS_1


" Jack. Hast du gesehen, wohin diese Frau gegangen ist?" ( Jack. apa kau melihat kearah mana wanita itu pergi?)tanya Matheo dengan wajah yang sudah merah menahan amarah.


"Nein." (tidak) jawab Jack sambil menunduk pasrah dengan dirinya yang akan menjadi tempat amukan Matheo.


" la femme va dans cette direction." ( wanita itu pergi ke arah itu )seru Pria lain dengan bahasa Prancis sambil menunjuk ke arah Syani pergi.


" êtes-vous sûr qu'il est allé là-bas Vinzent?" ( apa kau yakin dia ke arah sana Vinzent? ) tanya Matheo meyakinkan perkataan pria Perancis yang ternyata benama Vinzent. dia hanya meanggukinya.


" Ich werde diese Frau töten!!" (aku akan membunuh wanita itu ) Seringai Matheo membuat Vinzent bergidik ngeri.


" Je sens l'intention de tuer de Matheo!" ( aku merasakan niat untuk membunuh dari Matheo! ) batin Vinzent.


Matheo keluar dari Restoran dengan seringai Bahagia karna dia akan menghabisi wanita yang telah menggagalkan rencananya beberapa bulan yang lalu.


****


Seperti kebiasaan Syani seperti malam-malam sebelumnya, dia akan keluar rumah di saat dia merasa kesepian. Syani selalu membawa senjata untuk melindungi dirinya, seperti sekarang dia membekali dirinya dengan double stick dua fungsi dan Knuckle yang di simpan dalam kantong jaketnya.


Syani kaget saat membuka pintu dia mendapati 6 orang Pria Asing berdiri di depan pintu rumahnya.


" Ich habe lange genug gewartet!" ( aku sudah menunggumu sangat lama ) ujar Syani sambil menutupi kekagetannya


BUUAAKKK..... Argghhh....Syani langsung jatuh dan meringis kesakitan di perutnya.


" keine weitere mühe.." ( tidak ada basa-basi ) ucap Matheo dengan sinis sambil menarik rambut Syani ke atas.


" Ich betrachte dich nicht als Frau! aber wenn du als frau kämpfen willst, akzeptiere ich es." (aku tidak menganggapmu wanita sedikitpun, tapi kalau kau ingin bertarung sebagai wanita aku terima.) ujar Matheo sambil menatap Syani penuh nafsu.


" Wenn du mich wagst, mich zu berühren, dann werde ich dich töten!!" ( jika kau berani menyentuhku,maka aku akan membunuhmu) ujar Syani dengan sinis.


" mach wenn du kannst!!" (lakukan jika kau bisa!! ) sambil menarik rambut Syani yang panjang dengan kasar.


Nafsu Matheo yang terpancing karena omongan Syani dengan kasar menarik rambut Syani masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam.


"Kau menginginkan bertarung sebagai wanita denganku bukan. karna kau yang memintanya, maka akan kuberikan keinginanmu.!" (masih dalam bahasa jerman) Matheo membanting Syani ke tempat tidurnya yang hanya muat untuk dua orang dengan kasar hingga kepala Syani membentur di kepala tempat tidur. Dengan cepat Matheo **** tubuh Syani yang seksi walau umurnya baru akan memasuki 15 tahun.


"Padahal tadi aku ingin menghabisimu dengan cepat...tapi karna ini keinginanmu, aku dengan senang hati bermain lama." sambil **** dan memegang kedua tangan Syani di atas kepalanya dengan sebelah tangan sedangkan tangan yang satu lagi digunakannya untuk meraba tubuh Syani. "Apa yang di katakan oleh Jackob memang benar, kau bukanlah orang Asia." ujar Matheo saat melihat iris mata Syani yang asli karna softlens yang Syani pakai terlepas saat di banting.


"BRENGSEKKK....sudah kubilang jangan menyentuhku!!" Bentak Syani sambil berusaha melepaskan tangannya. Semakin Syani berusaha melepaskan tangannya, semakin erat pula cengkraman tangan Matheo. Dengan tangan yang sebelah lagi bebas, Matheo dengan leluasa memasukan tangannya ke dalam baju Syani. dia meraba tubuh Syani dan *** dadanya dengan keras hingga membuat Syani mengerang kesakitan.


"ARGGHH...BRENGSEKK...BAJINGANN..... lepasin gue!!" jerit Syani dengan keras. air mata sudah keluar dari kelopak matanya


Matheo yang bernafsu saat mendengar perkataan Syani yang menurutnya mengodanya semakin dibuat gila saat Syani menggeliatkan tubuhnya yang seksi tidak seperti umurnya. Saat Matheo mencium bibir Syani, namun dia merapatkanya. dia tidak mengizinkan Matheo mendapatkan lebih.


Saat Syani merasakan kalau Knuckle miliknya keluar dari kantong jaket, mendadak Syani mendapatkan ide gila. dia menerima ciuman Matheo, mereka saling berbalas ciuman hingga saling menghisap lidah dan saling bertukar liur hingga Matheo terbuai oleh permainan lidah Syani kemudian dia menggigit lidah Matheo hingga berdarah.


Tangan Syani terlepas dari genggaman Matheo yang kesakitan saat lidahnya digigit oleh Syani.

__ADS_1


"Brengsekk...kau mengigit lidahku. akan kubuat kau menderita!" geram Matheo. Nafsunya yang tadi memuncak mendadak hilang. keinginan membunuh dengan cara sadis itu yang sekarang ada didiri Matheo.


Syani yang melihat perubahan Matheo menjadi takut, namun dihilangkannya perasaan itu jauh-jauh. dengan cepat Syani meraih knuckle dan memakainya. kemudia dia meninju pelipis Matheo hingga berdarah.


BUAAKKKK....


"ARRRGGHHH....SIALAN KAUU......" dengan amarahnya yang memuncak Matheo memukul Syani hingga babak belur.


"Sekarang giliranku..." gumam Syani sini dengan wajah yang sudah babak belur.


Syani berhasil menghindar kemudian meninju Matheo, dan menendangnya hingga tidak berdiri lagi.


5 orang yang bersama Matheo mendobrak pintu kamar Syani karna kaget mendengar teriakan Matheo.


"Brengsekk...dasar kau wanita jalang..." seru Jack saat melihat kondisi Matheo yang terbaring di lantai.


Jack maju dengan cepat. dia melayangkan pukulannya namun dihindari oleh Syani. melihat Syani yang bisa menghindari pukulannya membuatnya semakin marah.


Sedangkan Carl yang selalu ikut kemanapun Matheo pergi, mengejar dan memeriksa kondisinya.


"Black masih hidup."ucap Carl dengan perasaan lega.


Jack semakin membabi buta menyerang Syani yang selalu bisa menghindar dari pukulannya.


Sedangkan ditempat lain. Benni yang selama 2 hari ini merasakan perasaan yang tidak enak, mengambil penerbangan malam ke Bandung.


Setelas sampai di bandara Husein Sastranegara Bandung. Benni menaiki Taksi menuju rumahnya.


****


Benni kaget saat melihat pintu rumahnya dalam keadaan terbuka sedangkan lampu diluar mati. Benni yang curiga kemudian menelpon Polisi.


"Syani.... kamu didalam???" teriak Benni yang tidak sabar menunggu kedatangan Polisi.


"ABANG JANGAN MASUK....." teriak Syani kaget saat mendengar suara yang sangat dikenal dan dirindukannya. kemudian


DOR.... PRAAKKK...


BUAKKK.... SRETTT..... Arrgghhh...


"Abannngggg...." teriak Syani melengking. "Brengsek kauu...." dengan perasaan yang kacau Syani menyerang Jack dan yang lain tanpa ampun. dia memukul kepala Jack dengan Double Stick dan mengeluarkan pisaunya.


......


####....


Maaf atas typo dan kesalahan dalam terjemahannya....😇😇....

__ADS_1


__ADS_2