
Di Bandara Husein Sastranegara... Syani masih enggan melepaskan Benni..Dia menangis sesegukan.
"Syani...bentar lagi pesawat abang sudah mau takeoof..."
"Abang...." Isak Syani
"ssttt....... jangan nangis.kamu kan udah gede,malu tuh diliatin orang." ujar Benni yang lagi-lagi harus membujuk Syani.
"pas nyampe di Jakarta,abang pastikan untuk langsung telpon kamu....okay?"
Akhirnya Syanipun melepaskan Benni yang benar-benar hampir ketinggalan pesawat.
Benni melampaikan tangannya pada Syani.
Baru lima langkah Benni berjalan,dia membalikkan badannya dan mengejar Syani. Benni memeluk Syani dan mencium pelipis Syani.
"Abang pergi dulu ya dek...."
"hhmmm.... be careful and always take care of yourself...."ucap Syani dengan senyumnya yang paling manis utuk orang yang menyayanginya tanpa pamrih.
"I LOVE YOU MY BROTHER...."teriak Syani
"LOVE YOU TOO SISTER......"jawab Benni
Pesawat Benni pun sudah meninggalkan landasannya, terbang di antara langit biru. Sekarang tinggal Syani yang harus membenahi dirinya.
Syani pergi meninggalkan Bandara dengan Senyumannya yang mengandung seribu makna....
*****
Sesampainya di rumah Syani merapikan barang-barangnya. Dia mengeluarkan Barang yang selama ini di sembunyikan olehnya.
Belum selesai Syani berbenah,ponselnya berbunyi.
__ADS_1
"Assalamualaikum....ada apa Dibah?"tanya Syani
"Lo lagi dimana sekarang?"
"Gue dirumah...!"
"Nanti siang temanin gue ke toko buku lagi ya!!!" pinta Adibah..
"Okay.... lo yang kerumah atau gue nyusul ke toko buku?"
"Lo nyusul ke toko buku aja..!!"
Telpon pun di putus. Syani kembali berbenah Barang-barangnya.
........
Di sebuah caffe jepang yang pernah di singgahi Syani bersama Adibah saat membeli buku.Syani memesan makanan yang sudah menjadi favoritnya...
Sebenarnya tujuan Syani ke caffe itu bukanlah untuk makan,malainkan untuk menghapus rasa penasarannya terhadap hal yang dulu di rasanya sangat mencurigakan.
"kondisi toko itu memang sudah berubah, tapi masih tetap mencurigakan." batin Syani
Tiba-tiba ponsel Syani berbunyi.dia menatap benda datar dan pipih itu,di layar itu tertulis nama SOHIB 1.Syani mengangkatnya
"Assalammualaikum....Dibah...!"
"Syani...kita ngak jadi ke toko buku...!
"kenapa...?"
"temanin gue ke BANK...nyokap butuh dana.. adik gue kecelakaan.dia nabrak orang...."
"adik lo ngak papa.?"
__ADS_1
"bukan adik gue yang celaka,tapi korban....!!"
"korbanya kenapa..?"
Adibahpun mulai menangis.Dia tidak sanggup melihat adiknya di penjara.akhirnya orang tua korban mengajukan damai bersyarat.
"okay....lo duluan ke BANK.gue nyusul ke sana!"
Syani mematikan sambungan telponnya. dia membayar makanannya di kasir,kemudian meninggalkan caffe.
Saat menunggu ojol.Syani melihat Van yang dulu dia lihat terparkir beberapa meter dari tempat syani berdiri sekarang. dia kembali curiga,tapi apa boleh buat Adibah membutuhkannya sekarang.
Ojol pesanan Syani pu datang. Syanipun menaikinya. saat ojol Syani melewati van tersebut,dia melihat beberapa orang memakai penutup wajah berwarna hitam. Perasaan Syani langsung merasa tidak enak.
"Bang...nanti kalau ada toko baju,tolong berhenti sebentar ya..."
"baik mbakkk......" jawab tukang ojol. yang sedikit kaget mendengar perkataan Syani.
Tukang ojol berhenti seperti permintaan Syani. Syani meminta tukang ojol menunggu sebentar.
Dia masuk ke dalam sebuah toko baju dan langsung di sambut oleh pegawai toko tersebut.
"welcome....what I can help you??"ujar si pegawai toko.
" black skinny jeans and grey hoodie..!"seru Syani saat memasuki toko baju.
Syani sengaja berbahasa inggris.karna dia yakin sesuatu yang buruk akan terjadi.
pegawai tersebut mengambilkan langsung permintaan Syani setelah dia menyebutkan ukurannya,tanpa di coba oleh Syani.
Syani membayarnya dengan uang cash. padahal biasanya dia selalu menggunakan kartu yang di berikan oleh Benni.
Syani meninggalkan toko dengan membawa paper bag yang berisi hoodie dan skinny jeans.
__ADS_1
Ojol yang menunggu Syani tadi langsung menuju ke tempat Adibah yang sudah menunggunya.
........