Identitas

Identitas
Tamu tak terduga akan datang.....


__ADS_3

ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin juga. maaf kalau diriku meminta banyak....😇😇


####


"Syani... "panggil Faiz sambil mendekati Syani. tiba-tiba


CUP......


Faiz kaget saat Syani mengecup pipinya secara tiba-tiba ketika dia sampai disebelah Syani.


Syani yang dengan gamblangnya mencium pipi Faiz, kemudian pergi meninggalkannya yang mematung didepan pintu masuk dengan wajah yang bersemu merah.


Faiz yang dicium oleh Syani, seakan-akan terbang ke surga yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah bermekaran sambil ditemani bidadari seperti Syani. seseorang menepuknya karna menutup jalan membuat Faiz kembali dari khayalannya.


Sedangkan seseorang yang sedari tadi berdiri dibalik dinding sudah mengepalkan tangannya. dia hanya sanggup melihat orang yang selama 2 minggu ini dicari-cari sosoknya baru saja mencium seorang anak laki-laki dan mereka satu kelas, siapa lagi dia kalau bukan Rayan Mavendra.


"Brengsekkk....kalau saja bukan karna sumpah gue dulu, udah gue jadiin Syani sebagai pacar gue ." rutuk Rayan dengan kebodohannya.


"Arrrrgghhh....kenapa bukan Syani aja sih yang bakal dijodohin sama gue dulu." Rayan akhirnya pergi dari sana dengan wajah yang masam sambil menendang apa yang dilewatinya.


Flashback on....


Seorang pengusaha terkenal dan memegang kendali dipasar saham, Rizal Mavendra bersama Istrinya Ria Anggraini, menjatuhkan pilihan untuk menetap di Bandung. Mereka memiliki seorang Putra yang wajahnya akan selalu dipuja-puja okeh kaum hawa. Tapi karna sifatnya yang kasar dan petakilan. jangankan Pacar, teman dekat perempuan saja dia tidak punya.


Entah kebetulan atau memang jodoh. Salah satu rekan bisnis dari Rizal Mavendra memiliki seorang Putri yang sifatnya kembaran dengan Rayan. Rizal dan Teman bisnisnya berencana menjodohkan mereka berdua, agar mereka bisa melihat sifatnya dari pasangan masing-masing, seperti bercermin.


"Rayan gak mau..... jagankan dijodohin, Pacaran aja Rayan Malas Pa.." tolak Rayan sambil menyilangkan tangannya didada.


"Yakin?" tanya Rizal memastikan.


"Yakin Pa!!" jawab Rayan mantap.


"Oke. karna sekarang kamu kelas XI. menunggu tamat itu berarti sekitar 2 tahun lagi."


"Iya. Walaupun Rayan tamat nanti, Rayan tetap gak mau dijodohin." tegas Rayan tak mau kalah.


"Maksud Papa, selama 2 tahun kedepan kamu gak boleh pacaran dan harus fokus belajar. jangankan pacaran, ketahuan jalan sama teman perempuan kamu akan langsung Papa jodohin sama anak perempuan dari temen Papa. lagipula sifatnya kembaran sama kamu." jawab Rizal Cuek. padahal itu sama saja menjodohkan Singa jantan dengan Harimau betina ( itu cuma pikiran author ya. karna sifat mereka yang sama-sama garang.)


"Rayan gak bakal Pacaran dalam 2 tahun kedepan!!" ujar Rayan sambil membuat tanda 'V'. "Kalau Rayan ingkar, Rayan akan turutin semua kata-kata Papa. RAYAN BERJANJI..." ucap Rayan pasti.


Tiba-tiba Rizal mengeluarkan Ponselnya dan membuka aplikasi rekaman suara. Rayan kaget mendengar ada suaranya di rekaman itu.


"Kamu gak bisa macam-macam sama Papa Rayan. Papa punya rekaman suara kamu." ancam Rizal pada anaknya sambil tersenyum licik.


"Papa bener-bener licik." ujar Rayan kesal.


"Berhadapan sama orang licik kayak kamu, juga harus dengan cara licik."


Flashback off


Setelah Syani mengejutkan Faiz dengan mengecupnya tiba-tiba, dia langsung kekantin untuk mengisi cacingnya yang sudah bernyanyi.

__ADS_1


"Kok lama baru nyusul?" tanya Adibah yang sudah menyelesaikan makannya.


"Hobis ngomong sama Faiz dulu." jawab Syani sambil memesan makanannya.


"Kenapa dengan Faiz?" tanya Adibah sambil menatap Syani serius.


"Dia ngehindarin gue." jawab Syani sambil memakan pesannya yang sudah datang dengan cepat.


"Dari mana lo tau, kalo dia ngehindarin lo." tanyanya sambil mencicipi pesanan Syani yang membuatnya ngiler.


"Waktu gue dirawat, dia selalu datang pas gue mau tidur. tapi dia gak tau kalau gue belum tidur." jelasnya.


Adibah hanya membulatkan mulutnya berbentuk huruf O. sambil meminum jus nya karna kepedasan.


"Oya Dibah. nanti temenin gue ke Maal ya, gue mau beli ponsel."


"Jam berapa?"


"Langsung sepulang dari sekolah. tapi pulang dulu untuk ganti baju." jawab Syani.


"Itu bukan langsung namanya bulee..." ujar Adibah sambil berdiri untuk membayar makananya karna Syani juga sudah selesai makan.


"Terserah. yang penting temenin gue." sambil membayar makanannya mereka kembali kekelas.


****


Faiz dengan wajah yang berseri-seri dan hatinya berbunga-bunga tidak merasakan kalau cacingnya sudah bernyanyi tak karuan.


Cinta memang bisa mengalahkan semuanya. hingga bel berbunyipun dia tidak menyadarinya.


"Si Faiz kenapa tuh. kenapa wajahnya bisa berseri-seri begitu?" tanya Adibah yang juga menyadari tingkah Faiz yang aneh.


"Gak tau. gue juga heran!" ujar Syani datar sambil membuka tasnya dan mengeluarkan buku untuk pelajaran selanjutnya.


"Lo apain si Faiz sampe dia kayak itu?" tanya Adibah sambil menghadap ke Syani.


"Siapa dan ngelakuin apa ke Faiz?" tanya Edo yang mendadak kepo dengan temennya yang ada di depan.


"Kepo lo..huuu....."ejek Syani dan Adibah.


"Kepo dikit gak papalah... lagian belum ada guru yang datang." ucap Edo yang benar-benar kepo dengan urusan temennya.


"Bukan urusan lo...."bentak Syani mulai kesal dengan tingkah Edo yang suka kepo.


Mendadak Edo takut pada Syani. setelah Syani mengeluarkan nada kesalnya. Entah kenapa Edo merasakan aura Syani agak berbeda dari biasanya. Edo pun mengalihkan perasaan aneh yang dia rasakan dengan membaca buku yang dipegangnya sebelum dia ingin tau dengan urusan teman-temannya yang ada didepan.


"Ayo jawab. lo apain si Faiz?"tanya Adibah lagi setelah Edo tidak menguping pembicaraan mereka.


"Eeehhmmm.....kalau gak salah gue cuma ngecup pipinya, itu aja gak ada yang lain." jawab Syani gamblang.


"APAA...." Adibah kaget mendengar jawaban Syani yang sangat gamblang hingga bisa dibilang nyeleneh bagi Adibah.

__ADS_1


Untung saja saat mereka bicara, gurunya masih belum datang. jadi anak-anak yang lain tidak begitu peduli dengan jeritannya Adibah dan asik dengan urusannya masing-masing.


"Lo suka sama Faiz?" tanya Adibah agak berbisik.


"APAAA...!!"sekarang malah giliran Syani yang kaget dengan pertanyaan Adibah. "kenapa lo bilang kalo gue suka sama Faiz?"


"kenapa lo cium Faiz?" tanya Adibah lagi dengan wajah yang semakin heran melihat tingkah sahabatnya yang sudah seperti saudara.


"Habis,, dia bilang merasa bersalah sama gue. trus gue nyium dia supaya gak merasa bersalah lagi."


"Lo lupa kalo dia suka sama lo?"


"Astagaa... iya gue lupa. bentar ya." Syani menepuk dahinya berkali-kali sambil melangkah kearah Faiz.


"Jangan lo salah artikan kecupan gue tadi. itu cuma sebagai tanda kalau lo udah gue maafin walau lo sendiri gak minta maaf ke gue.!"ujar Syani dengan cepat saat dia sudah berada didepan Faiz dan menatapnya kemudian Syani kembali ketempatnya. hingga berhasil mematahkan khayalan Faiz.


Faiz hanya bisa menunduk. menahan perasaannya yang kacau karna satu kalimat yang Syani keluarkan untuknya.


Tiba-tiba guru pengajar datang dan memulai mata pelajaran mereka dengan fokus sampai jam mata pelajan habis dan diganti dengan mata pelajaran yang baru. tidak ada yang mengganggu atau berisik di saat guru sedang mengajar didepan kelas hingga jam pelajaran usai dan bel pulang berbunyi.


Semua murid semangat merapikan peralatan sekolahnya begitupun dengan Syani dan Adibah.


Setelah guru pengajar keluar, dengan semangat Syani dan Adibah pergi menuju area parkiran, dan menaiki motor masing-masing sambil meninggalkan gerbang sekolah dan pulang kerumah Benni.


****


Di rumah Benni yang sepi tanpa penghuni dan hanya ada Syani sendiri saat di malam hari.


Mereka hanya mengganti bajunya dengan celana jeans dan kaos biasa dengan sneakers berwarna grey dan sepatu kets putih sebagai alasnya. kemudian mereka pergi meninggalkan rumah Benni.


****


Sesampainya di Mall mereka langsung menuju ke Gallery Ponsel dan memilih ponsel yang standar untuk seorang pelajar. lalu membayarnya dengan uang yang selalu di transfer Benni tiap bulan. mereka memang lost contact tapi tidak dengan keuangannya.


Saat mereka akan pulang cacing di perut mereka perbunyi seakan tau kalau mereka sedang berada di depan KFC.


"let's have lunch first!!" ajak Adibah saat Syani menatapnya dan hanya mengangguk sebagai jawaban.


Mereka mendapat tempat di belakang Pria Asing yang sedang makan sambil bicara dengan bahasa prancis. karna suaranya yang cukup keras bagi orang yang duduk di belakangnya, mau atau tidak mereka jadi ikut mendengarkan apa lagi Syani yang duduk memunggunginya,sangat jelas bagi Syani.


" est-il vrai qu'il viendra en Indonésie?" (apakah benar dia akan datang ke Indonesia?)


" oui parce qu'il a un problème avec une femme ici." ( iya. karna dia punya masalah dengan seorang wanita disini)


" Donc, c'est à cause de son échec à ce moment-là?( jadi ini karna kegagalannya saat itu?)


"Cette femme doit avoir été surprise par son arrivée cette fois." ( wanita itu pasti kaget dengan kedatangannya kali ini.)


"Invité inattendu.." ( tamu tak terduga..)


......

__ADS_1


###


Maaf typo... tetap baca ya.😅


__ADS_2