Identitas

Identitas
Bab.16 Terluka....


__ADS_3

ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin juga. maaf kalau diriku meminta banyak....πŸ˜‡πŸ˜‡


##


SYANI....AWASS....


KRAAKKKK...AARRGGGGHHHH......


Syani dengan cepat memiting dan mematahkan kaki anggota geng motor itu, saat dia diserang dengan balok untuk kedua kalinya setelah serangan pertama berhasil dihindari oleh Syani dengan menghindar di detik terakhir saat balok itu akan menghantam kepalanya.


Teman-teman dari anggota geng motor itu berhamburan keluar dari toko jarahannya, saat mereka mendengar teriakan dari salah satu temannya. Mereka meninggalkan hasil jarahannya didalam Toko tersebut.


Mereka sangat kaget mendapati teman-temannya sudah terluka parah saat mereka sampai didepan pintu masuk Toko jarahannya.


"Waahhhhh...hebat juga bule cantik ini!" Ujar si pria pemberi instruksi sambil mendekati Syani. Saat dia akan menyentuh Syani, dengan cepat Syani menepis tangan si pria pemberi instruksi dengan kasar hingga membuatnya marah.


PLLAAKK.....


Syani tersentak dan kaget. Dia tidak menyangka akan ditampar dengan keras secara mendadak.


Faiz dan Adibah juga kaget saat Syani di tampar secara mendadak. terutama Faiz, perempuan yang di sukainya ditampar dengan sangat keras sampai membekas dan tercetak merah seperti darah di pipi putih dan mulus Syani, membuat darahnya mendidih.


Faiz dengan amarahnya yang sudah keubun-ubun menendang perut anggota geng motor yang berdiri didepannya dengan keras hingga terjatuh, dengan cepat Faiz menarik tangan Adibah dan mendorongnya masuk ke dalam Toko dan memblokirnya dari luar.


Dalam fikiran Faiz, dengan tidak adanya Adibah diluar itu akan membuat dia dan Syani lebih leluasa bertarung.


Syani yang mengetahui tujuan Faiz merasa tenang. Kemudian dia memasang kuda-kuda begitupun dengan Faiz.


Mereka melayangkan pukulan dan tendangannya. Sesekali mereka berdua terkena pukulan dibeberapa bagian tubuh dan wajahnya. Faiz yang sudah mendapat beberapa pukulan dari awal membuatnya hampir kehilangan tenaga, begitupun dengan Syani. sehebat apapun ilmu bela dirinya, fisiknya tetap seorang perempuan.


Syani dan Faiz yang sudah kewalahan menghadapi mereka yang berjumlah 15 orang tidak termasuk yang sudah tumbang, Syani merasa tidak punya pilihan lain lagi selain bermain cepat dari pada mereka bertiga terluka, terutama Adibah yang tidak dibekali ilmu beladiri sedikitpun. Syani berlari ke arah Faiz kemudian dia mendekatkan mulutnya ke telinga Faiz.


"Faiz...gue minta maaf, gue harap lo gak benci atau takut sama gue setelah malam ini!!" Ucap Syani dingin dan datar.


Faiz yang tidak mengerti masud perkataan Syani hanya melongo mendengar. Hingga sesuatu yang bergerak cepat mengagetkannya.

__ADS_1


Syani menatap satu persatu anggota geng motor sambil menyeringai, hingga membuat anggota geng motor geram sambil mendekati Syani.


"BRENGSEKKK...." maki salah satu anggota geng motor yang melihat seringaian Syani.


Tiba-tiba Syani berlari sampai memanjat tubuh lawannya dan menjatuhkanya, dengan cepat dia mematahkan lengan bagian atasnya.


KRRAAAKKK....KRAAAKKK....


"ARRGGHHHH...." teriak anggota geng motor yang mejadi lawan Syani. Bukan hanya satu yang dipatahkan Syani, tapi dua lengan lekaligus bergantian secara cepat.


Dengan tinggi Syani yang 165 cm didukung dengan berat badan 48 kg, tidak ada yang akan percaya kalau Syani baru berusia 14 tahun. Ditambah dengan ilmu beladirinya yg sudah di asah sedari kecil oleh beberapa guru dan berbagai macam ilmu bela diri yang ditekuninya waktu kecil sampai bermain kucing-kucingan dengan ibunya.


"Satu lagi tumbang!" Ucap Syani sambil tersenyum sinis, kemudian melirik kearah Faiz dan menatapnya dengan tajam.


Faiz yang ditatap dengan tajam oleh Syani membuatnya tersenyum sedih, karna perempuan yang disukainya tidak sepolos tampilannya.


Faiz melakukan tendangan menyamping saat dia melihat salah satu anggota geng motor akan menyerang Syani dari belakang. Hingga terjatuh ke arah tempat sampah yang ada di samping Toko sampai terjatuh dan berserakan.


BRUAKK.... BRAKKK...


"Jadi laki jangan main belakang saat lawan tidak siap bro, dan tempat sampah itu cocok buat lo!" Sindir Faiz dengan tajam sambil tersenyum sinis.


Anggota geng motor yang melihat temannya terluka dan kata-kata Faiz yang menohok tajam membuatnya semakin geram.


"Jangan merasa puas dulu..." seru anggota geng motor yang berwajah sangar, kemudian dia mengeluatkan pisau lipat kerambit dari dalam bajunya dan mengarahkannya ke Faiz yang tiba-tiba membatu saat melihat kerambit yang ada di tangan geng motor itu.


Syani yang melihatnya dan tidak ingin Faiz terluka dengan cepat dia mengejar dan menangkis dengan telapak tangannya sebelum pisau kerambit itu mengenai Faiz.


Faiz yang masih membatu membuat Syani terpaksa menendangnya hingga terjatuh ke aspal yang akhirnya membuat Faiz tersadar kemudian berdiri dengan cepat saat dia melihat salah satu anggota geng motor akan memasuki Toko tempat Adibah yang dikurung oleh Faiz.


BUUAAKK.....KRAAKKK...AARRRGHHH.... Faiz menendang punggung anggota geng motor itu dari belakang dan mematahkan lengan atasnya.


SREETTTT..... Pisau kerambit yang berusaha direbut Syani malah mengenai perut Syani membuat jaket berbahan kulit yang dipakainya itu robek.


"AUUUGGHHH...."Syani mengerang kesakitan, perutnya terluka, darah keluar dari lukanya itu. sambil menahan rasa sakit, Syani kembali memiting pergelangan tangan anggota geng motor yang memegang pisau kerambit lalu mematahkannya pergelangan tangannya.

__ADS_1


KRRAAKKKKK....."ARRGGGHHHH..." teriaknya dengan keras sambil memeluk tangannya kedada. Akhinya pisau kerambit itu jatuh dan dengan cepat Syani menendangnya dengan kencang.


"Woii...cuma perempuan yang teriakannya sekeras itu." Ujar Syani tersenyum mengejek.


Karna merasa kesal dengan ejekan Syani dia berusaha menendang Syani, namun Syani menangkapnya dengan cepat dan mengapitnya serta mematahkan kakinya.


Tiba-tiba dari bekakang...BUAAAKKK....


"ARRRGGHHH..." Syani mendapat hantaman yang keras di punggungnya. Saat geng motor itu akan melakukannya lagi, tiba-tiba


DOORR...DOORR...DOORRR...


10 Orang Polisi datang sambil membidikkan Pistolnya kearah anggota geng motor


"BERHENTI DAN LETAKKAN TANGAN KALIAN DI BELAKANG KEPALA!!" teriak salah satu Polisi dengan lantang.


Anggota geng motor itu pun mengkat tangannya dan menaruhnya dibelakang kepala. Tapi dua orang dari mereka berusa kabur.


DORR...DOORRR...


ARRGHH.... Dua orang geng motor yang berusaha kabur itu hanya bisa berteriak dan merintih kesakitan sambil memegangi pahanya yang ditembak Polisi tanpa tembakan peringatan, karna Polisi sudah gerah dengan keberadaan geng motor yang meresahkan masyarakat.


Syani yang sudah mengeluarkan banyak darah karna goresan pisau kerambit dan hantaman di punggungnya merasakan pusing, Mata yang berkunang-kunang. sesaat Syani akan menutup matanya, dia melihat orang yang selama ini yang selalu mengawasi dan mengikuti kemanapun dia pergi.


"Oo...ternyata kau Polisi."gumam Syani sambil tersenyum geli kemudian menutup matanya dengan rapat.


Faiz dan Adibah yang tidak mengetahui kalau Syani terluka kaget saat melihat Syani yang sudah bersimbah darah di aspal.


SYANII.....teriak mereka sambil mengejarnya.


Ambulance datang setelah beberapa waktu. Syani di baringkan di atas brankar kemudian didorong masuk kedalam Ambulance dengan hati-hati. Dokter yang ikut bersama Ambulance memeriksa kondisi Syani, kemudian dia menelpon seseorang perihal kondisi Syani yang buruk.


.......


##

__ADS_1


maaf kalau ada kesalahan kata-kata dan tanda baca dalam tulisannya ya. trus masalah tentang geng motor itu cuma imajinasiku, walaupun memang benar adanya. πŸ™‡πŸ™‡


__ADS_2