Identitas

Identitas
Bab. 15


__ADS_3

Assalammualaikum Reader...tolong dukungannya ya. dan jangan lupa like dan juga komennya.


(Selamat membaca).


##


BRENGSEEKKK...


PRAAKKK...


Nova membanting ponsel Syani hingga hacur dan menginjak memory card yang terlepas dari tempatnya. wajah Nova sangat merah, merah seperti tomat busuk karna menahan malu serta amarah yang mendadak naik keubun-ubun.


"LO NGEJEBAK GUE......" teriaknya histeris sambil membanting apa yang bisa dia gapai. Nova sudah tidak bisa mengontrol emosinya. dia sangat marah saat melihat hasil rekaman video yang diambil Syani saat balapan.


Syani membuka helmnya, kemudian memandangi Nova dengan sinis.


"If you win, my motorbike will be yours. but if you lose, you have to transfer to my school and become my slave" (kalau kau menang motorku akan menjadi milikmu, tapi kalau kau kalah kau harus pindah kesekolahku dan menjadi budakku.)ujar Syani mengingatkan Nova dengan perkataanya sendiri. saat pertemuan merela dimall.


"Sure. But if there is a cheating in this race or win in a cunning way, then it means it's losing!" (Tentu. Tapi jika ada kecurangan dalam balapan ini atau menang dengan cara yang licik, maka itu berarti kalah.) sambungnya dengan mengingatkan perjanjian mereka.


"You lost because of your cheating, in the selection of motorcycles you have cheated. even though you yourself know that the qualifications of the two motorcycles are different!!" (kau kalah karna kecuranganmu, dalam pemilihan motor saja kau sudah curang. padaha kau sendiri tau kalau kualifikasi kedua motor itu berbeda.)


Nova yang masih marah dengan kekalahannya karna dijebak Syani, kemudian melempar kunci motor beserta surat-suratnya yang sudah dibawanya walau sebenarnya dia tidak niat memberikannya kebadan Syani. Nova memutar badannya membelakangi Syani kemudian pergi meninggalkan Syani. tiba-tiba langkah Nova terhenti saat tangannya dipegang oleh Syani.


"Hi girl. can't you give it politely. I never asked for it from you, but this is our agreement." (Hai gadis. tidak bisakah kau memberikannya dengan sopan. aku tidak pernah memintanya darimu, tapi ini ada dalam perjanjian kita.) sindir Syani.


Dengan terpaksa Nova mengambil kunci beserta surat-surat motornya diaspal yang terjatuh saat dia melemparnya kebadan Syani dari pada dia merasakan malu lebih sama lagi karna pergelangan tangannya dipegang erat oleh Syani.


"CONGRATULATIONS..."ujar Nova sarkas sambil memberikan kunci beserta surat-surat motor dengan kasar ketangan Syani dan menarik tangannya yang masih dipegang Syani.


Nova dan teman-temannya pergi meninggalkan arena balap liar sambil menatap tajam dan sinis serta hati yang penuh dendam pada Syani dan Adibah.


Syani dan Adibah saling berpelukan dan berHi five ria sambil melompat- lompat tak karuan. Mereka sangat senang saat melihat wajah Nova yang merah saat dia mengamuk histeris.


****


Disaat yang sama lokasi yang sama dan waktu yang sama, tanpa mereka sadari sepasang mata milik seorang pria yang berstatus pelajar memandangi mereka dijok motornya dengan pandangan mata masih tak percaya, kalau perempuan yang balapan tadi adalah teman sekelasnya sekaligus wakilnya.Ya, dia adalah Faiz Mahendra ketua kelas Syani dan Adibah di sekolah.


"Jadi seperti ini sifat asli anak yang polos dan kalem itu saat disekolah!" ujar Faiz sarkas sambil mendekati mereka dengan pelan. dan menepuk pundak mereka berdua.


Mereka terperanjat karna kaget kunci motor serta surat-surat motornyapun sampai terjatuh.


"FAIIIZZZ..."jerit mereka.

__ADS_1


Syani meninju perut Faiz karna kesal. lalu mengambil kunci dan surat-surat motornya yang terjatuh.


BUUAAKK...


"Aduuhhh..." rintih Faiz sambil memegang perutnya."Kuat juga tenaga lo." ujar Faiz kemudian.


"Jangankan lo, orang segede gajah aja dibikin pingsan sama dia." ujar Adibah mengimbuhi sambil menunjuk Syani.


"WHAT....lo bisa bela diri Syani?" tanya Faiz kaget dan tak percaya.


"gak. itu bisa-bisanya si Dibah yang ngarang." bantah Syani."Oya, lo kok bisa disini?" tanyanya kemudian


"Gue memang sering kesini."jawab Faiz sambil santai sambil memutar-mutar kunci motor di jari telunjuknya. sambil mencuri pandang sesekali


"Ooo...begitu"ucap Syani sambil mengerucutkan bibirnya.


Faiz yang sering memperhatikan Syani sedikit tau kebiasaannya yang suka mengerucutkan bibir saat dia merasa canggung.


"Kebiasaan aneh."gumam Faiz, kemudian dia menarik bibir Syani karna gemes.


"FAIZZZ... lo apaan sih."teriak Syani kesal sambil mengelap bekas tanga Faiz yang menempel dibibirnya."Lo suka ya sama gue."ucapnya tiba-tiba. seperti mengintip isi hati dan kepala Faiz.


"Iya, baru tau lo. selama ini gue kan suka sama lo."jawab Faiz dengan senyum menggoda.


"Kok tiba-tiba gue jadi obat nyamuk ya!"ujar Adibah yang merasa diacuhkan.


"ayo.."jawab Adibah cepat sambil mengimbangi langkah Syani. "Daripada jadi obat nyamuk." batinya.


"Lo mau tetap disini?" tanya Syani ke Faiz yang masih menatapnya penuh harap agar peresaan sukanya diterima.


"Mau...kalau sama lo."goda Faiz sambil mengedipkan mata kanannya.


"Sama Kunti aja sana."ujar Syani sambil meninggalkan Faiz yang masih berusaha menggoda Syani


Syani menaiki motor miliknya Nova yang sekarang menjadi miliknya. sedangkan Adibah menaiki motor kesayangannya.


"Lo mau tetap disini atau mau bareng kita?" tanya Syani lagi.


"Udah tinggal aja.."potong Adibah.


"Lo pulang ke arah mana?"tanya Faiz sambil memutar kunci motornya.


"Cempaka Hijau."jawab Adibah

__ADS_1


"Ya udah bareng aja, gue juga kearah sana. siapa tau rumah gue lewat depan rumah lo eehhh... ketemu camer deh.." goda Faiz sambil memainkan alisnya.


"Kalau mulut lo gak bisa diam, lo gue tinggal."


ujar Syani sambil memutar kunci motornya dan melaju dengan pelan kemudian disusul oleh Adibah.


Faiz yang ditinggal dengan mesin motor yang sudah menyala menyusul dengan cepat.


*****


Saat dipertigaan menuju Jalan Paledang. Syani, Adibah dan Faiz dihadang oleh geng motor yang sedang menjarah sebuah Toko.


Salah satu anggota atau mungkin ketuanya dari geng motor yang berbadan tinggi besar dan kedua tanganya dipenuhi oleh tato yang hanya berbaju kaos dan dilampisi rompi berbahan Levis diluar memberi intruksi pada teman-temannya. untuk memegang kami.


"KALIAN MAU APA?" teriak Faiz dengan lantang.


Salah satu anggota geng motor yang berdiri dekat dengan Faiz kaget dengan teriakan Faiz yang lantang lansung marah dan menghajar Faiz..


BUUAAAKKK...BUAAKKK.....AARRGHH... BUAAK...BUAAKKK......AARRGGHHHH.... Perut dan wajah Faih ditinju berkali-kali hingga darah keluar dari hidungnya. Faiz merasakan ada yang tidak enak dimulut kemudian dia meludahkannya.


CUUHHH.... ternyata darah segar yang dikeluarkan oleh Faiz.


Faiz menatap Syani dengan lekat, seakan-akan dia berkata 'Syani tunjukin diri lo yang sebenarnya. lindungi diri lo, bantu temen lo dan hajar mereka.'


Syani yang posisinya berada di depan anggota geng motor mengambil kesempatan itu, dengan cepat dia menginjak kaki anggota geng motor dengan keras hingga pegangannya pun melonggar. kemudian Syani memutar tubuhnya dengan cepat menghadap kearah anggota geng lalu dia meninju rahang pria itu dengan keras BUUAKKK... pria itu oleng dan terjatuh karna pusing.


Syani menoleh kearah Adibah yang wajahnya sudah pucat pasi karna ketakutan, dan Faiz yang kesakitan menjadi bergairah saat melihat Syani cewek yang disukainya beraksi di depan matanya. Faiz tak mau hanya diam, dia pun membalas balik orang yang memukulnya.


DUUAAKKK.... AAAHHHH.... Pria itu menjerit sambil memegang kepalanya yang sakit.


Faiz membenturkan kepalanya yang sering dikatai kepala sekeras batu oleh keluarganya itu ke kepala orang yang telah memukulnya.


"Adibah...kiri!!" ujar Syani dengan cepat


Adibah yang tidak mengerti apa maksud Syani, hanya mengikutinya. dia memiringkan tubuhnya yang di dekap dari belakang sedikit kekiri seperti yang di perintahkan oleh Syani. dan tiba-tiba.


BUUAAKKK.....BUUAAKKK....AARRGGHHH.....Syani menendang kemaluan orang yang mendekap Adibah dengan keras dua kali hingga dia menjerit kesakitan sampai terbungkuk dan memegangi kemaluannya. Adibah terlepas dari dekapannya, namun tiba-tiba


"SYANII....AWASSS...."teriak Adibah dan Faiz dengan kencang.


KRRAAAKKKK....


..........

__ADS_1


##


Maaf kalau ada typo dan terjemahan yang berantakan..maklum Authornya juga baru belajar menulis...😅😅😅


__ADS_2