Identitas

Identitas
Cemburu...


__ADS_3

HAPPY READING


####


Syani merasakan jantungnya semakin aneh sejak Rayan menciumnya secara diam-diam. jantungnya akan berdebar satu menit sebelum ia bertemu dengan Rayan. seakan-akan hatinya memberi tanda kalau ia akan bertemu dengan belahan jiwanya. ( author pernah ngalamin yang kayak gini...πŸ˜…πŸ˜… )


"Apa gue suka sama dia??" gumam Syani "Masa iya jatuh cinta bisa secepat ini!!" gumamnya lagi.


Sebenarnya Rayan tau. Syani terbangun saat ia menciumnya. tapi ia kepalang tanggung, makanya Rayan terus melanjutkan aksinya. sekaligus ia ingin tau seperti apa reaksi Syani. Rayan tidak menyangka kalau ia akan mendapat lampu hijau. Syani juga menyukai Rayan hanya saja Syani belum menyadari perasaanya.


****


Besok adalah hari kepulang Syani dari rumah sakit dan ia memutuskan langsung balik ke Jakarta. sedangkan Rayan yang belum menggungkap perasaanya hingga sekarang hanya bisa mondar-mandir didepan Syani.


"Gue harus mengatakannya sekarang, atau kehilangan kesempatan selamanya." gumam Rayan. karna Rayan tau Faiz juga mencintai Syani dan ia yakin Faiz akan mengungkapkan perasaan malam ini, sebab Faiz, Adibah dan Ello akan menginap dirumah sakit menemani Syani.


Rayan putus asa memikirkan bagaimana cara ia akan menyampaikan perasaannya sendiri. ia takut dugaannya tentang perasaan Syani padanya itu salah atau Syani malah ilfil padanya mengingat sifatnya yang terkenal kasar dan arogan. Rayan bisa saja mengklaim Syani sebagai kekasihnya seperti yang diucapkanya kemaren, tapi ia takut Syani tidak akan menyukainya.


"Harus sekarang dan gue harus siap apapun jawabanya nanti." gumam Rayan menyemangati dirinya sendiri. dengan langkah pasti Rayan mendekati Syani dan berdiri di depannya.


Kritttt... Rayan menarik kursi yang ada di samping brankar lalu duduk saling berhadapan dengan Syani yang sibuk membereskan barang-barangnya. Rayan melihat dan memperhatikan Syani cukup lama hingga kesabarannya mulai habis. Rayan mengambil alih baju yang ada di tangan Syani dan menaruhnya diatas brankar.


Syani menyilangkan kedua tangannya menatap Rayan dengan wajah kesal.


"gue mau ngomong!!" ucap Rayan sambil berusaha melepaskan tangan Syani. lalu menggenggam kedua tangannya.


"Hemmm....." jawab Syani dengan ekspresi datar, ia berusaha menutupi kegugupan dan debaran di hatinya dengan caranya sendiri. Syani tidak pernah merasa gugup saat bersama laki-laki, bahkan ia pernah mencium pipi Faiz sahabatnya dan ia tidak gugup sedikitpun.


"gue suka dan cinta sama lo. gue harap lo mau jadi pacar gue." ungkap Rayan to the point. "gue ngak tau gimana cara mengungkapkan perasaan dengan benar. tapi, rasa suka dan cinta gue nyata buat lo!" ujarnya sambil menatap mata Syani dalam-dalam.


DEG... DEG... DEG... Jantung Syani berpacu semakin cepat begitu mendengar pernyataan cinta dari Rayan dan tatapannya yang begitu dalam dan intens.


Adibah yang baru sampai di depan pintu ruangan Syani mendengar suara Rayan yang sedang mengungkapkan perasaannya lalu mengurungkan niatnya untuk masuk.


"Kita ke kantin dulu yuk!" ajak Adibah sambil menarik tangan kedua sahabatnya itu agar mereka menjauh dari pintu ruangan Syani dengan cepat.


Faiz dan Ello menatap Adibah dengan heran. padahal tadi dia bersikeras ingin bertemu Syani dengan cepat. kenapa malah adibah


"Lo kenapa, apa ada yang ketinggalan?" tanya Faiz heran.


"Gue laper!!" jawab Adibah dengan bohong sambil menahan senyum yang sudah tercetak di bibirnya. padahal Adibah tidak lapar sama sekali, ia hanya memberikan waktu untuk Rayan mengungkapkan perasaanya sebelum besok mereka berpisah.


Faiz dan Ello pun mengikuti ajakan Adibah. mereka percaya kalau Adibah sekarang sedang lapar karna selama ini ia tidak pernah berbohong.


"..........." Syani terdiam untuk sesaat. ia tidak menyangka akan mendengarnya sekarang.


"gue ngak tau harus menjawabnya seperti apa." ujar Syani yang sudah bisa menstabilkan debaran dan rasa gugupnya.


DEG...... Rayan kaget mendengar perkataan Syani. lama-kelamaan wajahnya berubah sendu karna merasa ditolak, dan itu terlihat sangat jelas dimata Syani.


"tapi,, gue juga merasakan hal yang sama seperti lo!" ungkap Syani dengan wajah bersemu merah.


Rayan terdiam sejenak. ia berusaha mencerna perkataan Syani yang masing mengambang di pikirannya. wajahnya yang sendu langsung berseri-seri. Rayan memeluk Syani dengan erat hingga ia merasa sesak.

__ADS_1


"Akhhh.... Ra Rayan lepasin gue..sakit begok!!" bentak Syani kesal.


"Hahahaha....Sorry ... gue sangat bahagia!!!" ucap Rayan tertawa bahagia dengan wajah berseri-seri. ia bahkan tidak marah sedikitpun kalau Syani mengatainya 'begok'.


Faiz yang saat ini sedang berada didepan pintu ruangan Syani membuat hatinya terasa panas begitu mendengar suara tawa bahagia dari kedua pasangan yang baru jadian itu.


"Jadi ini yang buat lo ngajak kita ke kantin!" ucap Faiz kecewa sambil menatap tajam ke mata Adibah.


"Sabar Iz,,, mereka baru jadian. gue yakin Syani ngak bakal lama sama dia. siapa juga yang tahan sama cowok kasar dan sombong itu!!" bujuk Ello menenangkan Faiz yang sedang patah hati. Ello sudah lama mengetahui perasaan sahabatnya itu dan ia juga sedikit kecewa dengan sikap Adibah yang lebih pro ke Rayan dari pada Faiz sahabat mereka.


"Maaf,,, gue cuma ingin ada orang hebat yang bisa melindunginya." ucap Adibah meminta maaf tapi ia tidak menyesal dengan tindakannya.


"Udah telat." gumam Faiz dengan nada kecewa. "ayo kita masuk!" ajaknya kemudian


Tok... tok... tok... krittt... Faiz mengetuk pintu lalu masuk dengan senyum yang dipaksakan.


"Cieee.... yang baru aja jadian,,," goda Faiz langsung sambil tersenyum getir.


Syani kaget dengan kedatangan sahabatnya


"Sejak kapan kalian datang?" tanya Syani sambil menjauh dari Rayan dengan muka yang merah menahan malu.


"Sejak tadi..." jawab Ello sekenanya. Ello senang melihat Syani bahagia, tapi ia tidak suka kalau orang yang bisa membuat Syani bahagia itu adalah Rayan. mereka sangat tau seperti apa Rayan di sekolah.


"Hahahahha..." Syani tertawa mendengar jawaban Ello yang sedikit nyeleneh. akhirnya semuapun ikut tertawa melihat Syani kecuali Rayan. ia terus mengamati wajah Faiz yang merah padam karna marah dan cemburu padanya.


Merasa sudah tidak nyaman dengan keberadaan Faiz dan kedekatannya dengan Syani. Rayan berdiri dari duduknya lalu mendekati Syani dengan cepat.


"take cake..." ucap Syani


"Brengsek..." gumam Faiz. ia semakin geram dan juga cemburu dengan wajah yang merah padam dan kedua tangan yang sudah mengepal seakan-akan siap untuk membunuh seseorang.


PUKKK...PUKKK... Ello menepuk pundak Faiz.


"Sabar sobat,,, kalau lo seperti ini terus, itu tidak akan mempuat Syani nyaman dan suka sama lo. melainkan ilfil." tutur Ello berbisik. ia mendengar perkataan Faiz yang lirih namun sangat jelas di telinganya.


Setelah Rayan benar-benar keluar dan pergi dari ruang inapnya Syani, Faiz mendekati Syani.


"Kenapa lo mau jadian sama dia?" tanya Faiz dengan gamblang


"Kenapa, lo cemburu ya..." goda Syani tepat sasaran. Syani tidak menyadari kalau perkataannya itu akan membuat hati Faiz semakin panas.


Adibah dan Ello saling berpandangan lalu menoleh ke arah Faiz yang mukanya semakin merah.


"Gue keluar sebentar ya. belum telepon nyokap." bohong Faiz. ia keluar dari ruangan dan pergi ke arah taman.


"AKKKKHHHHHHHH......" Faiz berteriak sekencang-kencangnya. ia tidak peduli dengan orang-orang yang melihatnya, bahkan Faiz sampai di tegur oleh perawat dan security yang ada disana karna ia telah membuat keributan.


Sedangkan di tempat yang lain. Rayan yang saat ini ada di kamarnya yang super besar dengan perabotah mewah uring-uringan diatas ranjang yang berukuran super king size sambil memikirkan kebersamaan Faiz dan Syani di rumah sakit.


"Kenapa dia juga ikut menginap sih. kan bisa saja dia pulang kalau udah puas ketemuannya." oceh Rayan uring-uringan.


"Akkhhhhh..... sialann.... brengsek......!!!"

__ADS_1


Akhirnya Rayan tertidur setelah puas melepaskan kekesalannya.


****


Paginya Rayan bangun dengan perasaan yang campur aduk antara bahagia dan juga sedih. Rayan terpaksa ldr dengan Syani padahal mereka baru jadian kemaren.


Rayan keluar dari kamar dengan penampilan santai sambil memegang kunci mobil di tangannya. kemudian turun menuju ruang makan.


"Tumben pagi-pagi udah rapi, biasanya kalau weekend kamu masih tidur enak di kamar." ujar Ria mamanya Rayan heran melihat penampilan putra tunggalnya yang sudah rapi.


"Ma, Pa. Rayan hari ini mau ke Jakarta mungkin malam baru nyampe di rumah." ucap Rayan sambil menikmati sarapan yang tersedia di meja makan.


"Ngapain kamu ke Jakarta?" tanya mereka heran.


"Nanti Rayan cerita ya ma." ujar Rayan.


"Rayan,, kamu masih ingatkan dengan perjanjian kita!" ujar Rizal Mavendra papanya Rayan mengingatkan. ia langsung curiga kalau Rayan putranya sedang mendekati seorang perempuan.


"Ingat pa. tapi maaf, Rayan tidak bisa menepatinya. karna yang satu ini berbeda dari yang lain. Rayan bakal menyesal kalau kehilangannya." ujar Rayan dengan tegas.


Rizal cuma diam sambil menatap mata Rayan dan mencari kebenaran di balik ucapan anaknya yang tidak pernah bicara setegas itu mengenai seorang perempuan. ia menjadi penasaran dengan perempuan yang


sedang di inginkan anaknya.


Setelah Rayan menyelesaikan sarapannya, ia bangun dari kursinya.


"Ma, Pa... Rayan pergi dulu ya!!" ucap Rayan pamit.


"Mama tunggu penjelasan kamu besok ya!" tegas Ria. "hati-hati di jalan..."


"Ok Ma... Pa... bye..." ucap Rayan sambil melangkah keluar dan masuk ke garasi.


Rizal menatap punggung anaknya hingga keluar dari rumah sambil memikirkan perubahan positif yang terjadi pada Rayan beberapa hari ini. Rizal mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


Rayan menunggani mobil kesayangannya Bugatti Chiron berwarna hitam putih. ia jarang sekali membawa mobilnya itu. hanya Syani orang kedua yang duduk di mobil itu setelah Rayan. ia mengemudikanya dengan santai sambil memutar lagu favoritnya.


****


Sesampainya di rumah sakit Rayan langsung ke ruangan Syani setelah ia mengurus kepulangan Syani dari rumah sakit. karna Rayan bertindak sebagai wali setelah diberi kepercayaan oleh orang tuanya Adibah sebelum dia pergi.


Tok... tok... tok... kritttt... Rayan mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Syani.


"Pagi semuanya..." sapa Rayan sambil menatap sinis ke arah Faiz yang duduk di samping Syani. Rayan mendekati Syani dan merangkulnya dengan posesif.


.......


Maaf.... diriku jarang up,


dan maaf lagi kalau part kali ini agak (.....)


tetap like dan komen ya!!!


πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2