
HAPPY READING
####
Cukup lama Rayan termenung setelah mendengar perkataan Lucas yang membuatnya mengerti dan paham kenapa kekasihnya menghilang tanpa sebab.
Rayan tidak bisa membayangkan seperti apa kekagetan Syani sekaligus bahagianya sang kekasih saat bertemu dengan ayahnya. tapi kenapa wajah Syani nampak sendu, bukankah ia bahagia setelah bertemu dengan ayahnya?? Rayan terus bertanya tanya dalam hati, apa gerangan yang terjadi dengan Syani??
****
Satu bulan kemudian, Lucas yang terus meminta maaf tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Syani memaafkannya dan mengakuinya sebagai ayah, karna seperti apapun bejatnya perbuatan Lucas dia tetaplah ayahnya, orang yang memberinya kehidupan. apalagi ibunya tidak pernah mengajarinya untuk menyimpan amarah terlalu lama terutama dendam.
Lucas dan Kyle merasa bahagia, mereka benar-benar bahagia apalagi dengan kebersamaannya sekarang yang sedang makan siang di Restoran paling ternama di Jakarta. Lucas yang hanya tinggal beberapa hari lagi di Indonesia benar-benar sangat berterima kasih pada putrinya. bahkan Kyle sudah jatuh hati pada adiknya itu (bukan cinta ya). ia begitu sangat menyayangi Syani begitu dirinya mengetahui keberadaan Syani dan jalan hidupnya, Kyle menyanginya dengan tulus seperti yang seharusnya.
Drtttt .... drttt .... drttt ....
Tiba-tiba saja ponsel Syani berbunyi saat mereka menunggu pesanannya datang. Syani mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Syani langsung mengerinyitkan keningnya begitu ia melihat nama yang tertera di ponselnya itu. "Sial,,, kenapa harus sekarang!" rutuk Syani dalam hati. ia merasa sangat kesal dengan orang yang baru saja menghubunginya tapi bagaimanapun juga itu adalah resiko dari keputusan yang telah diambilnya.
Kyle yang duduk di samping Syani selalu memperhatikan gerak-gerik adiknya itu dan menyadari perubahan di raut wajah Syani begitu ia melihat panggilan diponselnya.
" What's wrong??" tanya Kyle penasaran
"Nothing!" jawab Syani bohong namun raut wajahnya yang kesal tidak berubah sedikit pun.
Kyle kemudian memilih diam, Syani pasti belum bisa membuka dirinya. mungkin kata itulah yang ada dalam pikiran Kyle saat mendengar kebohongan adiknya.
" Go away, maybe that's very important!" timpal Lucas yang juga menyadari perubahan putrinya. "Provided we can have dinner outside tonight." imbuhnya kemudian sambil memberikan usulan pada Syani.
"......" Syani terdiam sesaat sambil memikirkan usulan ayahnya. kemudian Syani mengangguk tanda menyetujui usulan itu lalu berdiri dan berlalu pergi dari Restoran tersebut.
Lucas dan putranya Kyle hanya memandangi punggung Syani hingga menghilang dari pandangan mereka dan setelah Syani benar-benar menghilang dari pandangannya, Lucas dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
📱"Følg sønnen min og beskytt ham!!" ( ikuti putriku dan lindungi dia ) ucap Lucas memberi perintah pada orang yang dihubunginya.
📲"........"
Lucas pun memutuskan panggilan setelah ia memberi perintah pada bodyguardnya untuk menjadi bodyguard bayangan bagi putrinya sendiri. Lucas tidak mengetahui kalau putrinya itu bukanlah perempuan biasa tapi seorang agen Intelijen yang sangat diminati oleh Kepala BIN.
****
Syani melirik pergelangan tangannya sambil melihat angka yang tertera disana. "Sial,, gue telat." gumam Syani kemudian berlari menuju pintu tempat latihan yang di fasilitasi oleh BIN yang berada tidak jauh didepan dengan jeket dan celana trainingnya.
Buak ... Buak ... Phak ... Phak ...
__ADS_1
Hahh ... Hahh ...
Para agen yang melakukan fight bertarung dan menepis serangan rekannya hingga nafas mereka mulai berat.
cklekk....
Syani yang datang terlambat langsung terperanjat kaget melihat apa yang ada didepannya. Tidak hanya para agen senior di tempat latihan, tapi Kepala BIN dan beberapa petinggi Intel dari beberapa negara asing juga ada disana. Syani yang belum sadar dari kekagetannya hanya diam terpaku ditempat.
"What was the woman doing there?" tanya salah satu dari mereka yang melihat kedatangan Syani.
Kepala BIN menoleh ke arah yang dituju lalu memanggil Syani begitu ia melihatnya dan memperkenalkannya pada Intel lain yang ada disana. tapi sayang, karna keterlambatan Syani membuat Intelijen asing meragukan kemampuannya. sampai-sampai salah satu dari mereka meminta Syani menunjukkan kemampuan beladirinya.
" Ryuu,, Honmono no Interu no pafōmansu ga dono yōnimieru ka o misetekudasai !! " (Ryuu tunjukkan padanya seperti apa kinerja intel yang sesungguhnya !! ) ujar petinggi Intel Jepang dengan angkuh sambil menepuk bahu agennya.
Sang agenpun menjawabnya dengan anggukan yang tak kalah angkuh sambil melangkah ke depan lengkap dengan seragam beladirinya.
Syani hanya tersenyum smirk mendengarnya. baginya tidak masalah kalau ingin mencoba kemampunnya, toh itu tidak akan membuatnya rugi malah itu akan membuatnya semakin bersemangat.
Kepala BIN yang menyadari tingkat ilmu beladiri sang agen pun mencoba menghentikannya. " wait, he is not_"
"Don't worry my agent won't make her hurt." imbuhnya dengan angkuh tanpa membiarkan Kepala BIN menyelesaikan perkataannya.
"You will regret it later!" celetuk Kepala BIN memperingatkan. namun Kepala Intel Jepang meresponnya dengan lengosan.
Syani yang ditantang dengan senang hati melangkahkan kakinya maju kedepan. namun saat Syani melangkah maju kedepan, penampilannya yang memakai jacket dan celana training bukan seragam beladiri semakin di cemooh.
" Don't talk too much. Just do it." seru Syani dengan seringainya yang khas.
Agen Jepangpun mulai dengan serangan kecil, serangan yang tidak berarti sama sekali oleh Syani.
PHAKK... BUAKKK.... PHAKK .... PHAKK....
Syani terus menepis serangan dari agen tersebut dengan mudah dan sesekali ia memberi tanda di wajahnya.
Merasa dipermainkan, agen Jepang mulai terpancing emosinya dan menyerang Syani bertubi-tubi. ia terus dan terus menyerang Syani dengan tempo yang semakin cepat dan juga keras.
Syani yang menyadari perubahan emosi agen Jepang membuatnya tersenyum senang. akhirnya ia berhasil memancing emosi dari agen Jepang. "Ok,, sekarang kita mulai dengan serius!" gumamnya sambil terus bergerak maju tanpa menghilangkan raut wajanya yang senang.
BUAKKK.... BUAKKK... BUAKKK.... PHAKK.... PHAKKKK....
"ARGHHH..."
Sekarang giliran Syani yang menyerang agen Jepang secara bertubi-tubi. Syani terus menyerangnya sampai-sampai agen dari Jepang tidak bisa melihat dan membaca gerakan Syani yang cepat.
"Who is she??" tanya Petinggi Intel Jepang yang mulai penasaran.
__ADS_1
"Our agent special." jawab Kepala BIN dengan santai namun menyiratkan kebanggaan di dalamnya. Kepala BIN melihat semua video yang berhasil merekam pertarungan Syani selama ini dan itulah yang membuatnya merekrut Syani apalagi Kepala BIN juga mengetahui prestasinya di sekolah.
Petinggi Intel Jepang merasa kesal kemudian menunjuk kembali dua agennya dan membisikkan sesuatu, sesuatu yang mungkin akan membuat Syani terluka atau malu.
Syani yang menyadari gelagat aneh saat melihat Petinggi Intel Jepang dan kedua agennya yang diturunkan kemudian membuka dan melempar jeketnya ke lantai dan sekarang hanya menyisakan tank top yang melindungi tubuh bagian atasnya agar ia bisa bergerak dengan luwes.
Para agen senior dan Petinggi Intel asing kaget melihat penampilan Syani yang sedikit vulgar, ada juga yang berdecak kagum dengan postur tubuhnya yang seksi dan proporsional.
"Waw !!! so sexy...." celetuk seseorang tanpa sadar.
Jadi seperti ini dia mendapatkan posisi di tim inti. mungkin itulah isi pemikiran atau arti tatapan dari ketiga agen yang didepan Syani, bahkan agen dan Petinggi Intel yang lain mungkin memiliki pemikiran yang sama. tapi ia tidak peduli. bagi Syani siapa pun yang ingin melukai atau mempermalukan dirinya ia pasti akan membalikkan keadaanya walaupun itu hanya sebuah pemikiran sekalipun.
Syani tersenyum sambil menatap mata ketiga lawannya. jangan harap kalian bisa meremehkanku. itulah makna dari senyuman Syani saat ini.
Tak perlu menunggu waktu lama ketiga agen langsung menyerang Syani dari arah yang berbeda, bukannya menghindar Syani malah meliuk-liuk diantara mereka bertiga sambil menyerang mereka balik, dengan cepat Syani mendang meninju dan mengelak pukulan mereka sekaligus.
PHAKK.... BUAKK....BUAKKK.... PHAKKK....
"Good,,," ucap Syani tersenyum smirk setelah ia meninju menendang dan mematahkan serangan ketiga agen Jepang yang bahkan tidak mengeluarkan erangan atau rintihan sedikitpun. dirinya semakin bersemangat menyerang ketiga agen yang bisa menahan erangan mereka.
"Jāku... Naze kare no kōgeki ni taiō suru no ga son'nani muzukashī no ka." ( brengsek.. kenapa sulit sekali membalas serangannya. ) guman salah satu agen jepang dengan lirih tapi masih sangat jelas ditelinga Syani.
Syani terkekeh..."Hontōni !! Sonogo, watashi wa sugu ni torēningu o shūryō shimasu. (sungguh... kalau begitu akan ku selesaikan latihan kita dengan cepat.) ujar Syani menimpali sambil tersenyum remeh.
"......." ketiga agen dari Jepang terdiam dengan ekspresi kaget yang tampak nyata di wajahnya. mereka benar-benar lupa kalau seorang angen harus bisa menguasai beberapa bahasa.
Syani yang awalnya santai kemudian menyerang ketiga agen dengan sengit. Syani membanting, meninju, menendang mereka tanpa memberi peluang sedikitpun pada mereka untuk membalasnya. bahkan agen yang di panggil Ryuu sudah terkapar diatas matras.
Petinggi Jepang yang awalnya meragukan dan menantang Syani akhirnya tertunduk malu.
"Rafupurei shite mo īdesu ka?? ( bolehkah saya bermain kasar ??) tanyanya dengan kesal.
" Of course!! "
Agen Jepang yang sudah kepalang malu akhirnya benar-benar menyerang Syani tanpa ampun.
PHAKK.... PHAKKK.... PHAKKK.... PHAKKK...
BUAKKK.... BUAKKK... BUAKKK.... BRUKK....
" WAW...... Sexy killing machine !!! "
........
Benar-benar minta maaf ya para reader...
__ADS_1
author jarang update.... 🙏🙏
tapi ttp like dan komennya ya!!