Identitas

Identitas
Rencana jahat Sisil...


__ADS_3

ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin sama bintang kecilnya ya maaf kalau diriku meminta banyak...πŸ˜…πŸ˜…


###


Semua murid menatap takjub kearah Syani terutama murid-murid cowok. mereka takjub dengan kecantikan Syani dan tubuhnya yang seksi. disekolah Syani yang baru tidak ada yang mengetahui kalau Syani adalah murid pindahan dari program akselerasi, hanya Kepala Sekolah dan beberapa orang guru yang mengetahui status Pendidikan Syani di Sekolah sebelumnya. jadi tidak ada di antara mereka yang mengetahui usia Syani yang sebenarnya termasuk buk Eva sendiri.


"Hai...gue Isyani Navfea, cukup di panggil dengan Syani. gue pindahan dari Bandung.."ujar Syani datar saat memperkenalkan dirinya di depan kelas.


Suittt...suitt... goda murid-murid cowok di kelas yang terpesona dengan kecantikan dan kemolekan tubuh Syani.


"Waahhh... Blasteran Indo campur apa Syani?" oceh seorang murid cowok. Syani hanya tersenyum kecut saat mendengarnya.


"Sudahh...sudahh... saat ini kita sedang belajar, bukan ajang pencarian jodoh."omel buk Eva. Kepsek hanya terseyum saat buk Eva mengomel.


"Nahh... Isyani, sekarang Bapak tinggal dulu ya." ujar Kepsek melangkah keluar dari kelas sambil menutup pintu.


"Kia kalah tu dengan kecantikannya, apa lagi dia blasteran."celetuk salah satu murid cowok yang duduk di depan sambil terus menatap punggung Syani.


Orang yang merasa namanya di sebut hanya kesal saat mendengarnya.


"Nah Syani, sekarang kamu boleh duduk di sebelah Nadia." tunjuknya ke arah bangku barisan ketiga disebelah jendela yang kosong. kemudian Syani melangkah kesana dan duduk di sebelah gadis yang berpenampilan Nerd.


"Hai Syani... gue Sabiq.." seru murid laki-laki yang mejanya di lewati oleh Syani, kemudian di balas dengan anggukan oleh Syani.


"Kalau gue Bobby..." ujar yang disebelahnya. Syani kembali menjawabnya dengan anggukan.


"Hai..gue Nadia.." ujar Nadia memperkenal diri sambil mengulurkan tangannya dengan wajah yang berseri bahagia, selama dia sekolah disana belum ada yang mau duduk sebangku dengannya karna penampilannya yang Nerd. Syani mengangguk cuek sambil duduk di bangkunya.


30 menit kemudian....Hooaammmm......


Syani menguap tanpa sengaja kemudian dia merebahkan kepalanya diatas tangan yang dilipatnya sebagai bantalan di atas meja. cara mengajar buk Eva yang monoton dan membosankan membuat Syani mengantuk.


Selama pelajaran berlangsung Syani hanya tiduran sambil melipat tangannya. Kia yang kebetulan duduk dibelakang Syani merasa kesal dengan tingkah Syani yang sebagai murid baru.


"Hehhh....anak baru. lo bisa pindah kesini pasti karna tubuh lo ya, bukan otak lo!" sindir Kia sambil menepuk punggung Syani dengan buku.


Syani yang tidak peduli dengan perkataan Kia hanya cuek mendengarkan perkataannya, dan melanjutkan tidurannya.


"Karna kamu sudah merasa pintar, sampai-sampai kamu tidak memperhatikan saya menerangkan didepan. jadi saya minta kamu mengisi semua pertannyaan yang ada di papan tulis." sarkas buk Eva yang sudah ada disamping Syani dan memberikan spidolnya.


Hhuuuuu... sorak anak-anak cewek yang cemburu dengan kecantikan Syani, mereka merasa senang saat Syani mendapat teguran di hari pertamanya.


Syani menerima dengan senang hati kemudian dia maju kedepan, Syani memperhatikan lalu mengisi pertannyaan tersebut. karna sudah selesai Syani pun kembali ke bangkunya.


Buk Eva yang memperhatikan Syani mengisi semua pertanyaan itu dengan mudah hanya diam sambil mengangguk-anggukan kepalanya, sedangkan anak-anak yang menyoraki Syani hanya bisa diam seribu bahasa.


"Saya tidur bukan berarti saya tuli buk. saya masih bisa mendengar." ucap Syani sinis lalu kembali merebahkan kepalanya.


Teman-teman baru Syani kaget dengan tutur kata Syani yang kasar.


Buk Eva yang merasa dipermalukan oleh Syani hanyan diam menahan amarah dan kembali kemejanya.

__ADS_1


****


Saat bel tanda istirahat berbunyi. Syani merapikan mejanya dan keluar menuju kantin dengan mengikuti anak-anak yang lain.


Syani yang merupakan murid baru dan belum memiliki teman hanya makan sendirian dengan di pandangi ratusan pasang mata yang menatapnya dengan tatapan terpesona.


Tiba-tiba kantin yang berisik mandadak hening ketika seorang murid cewek berpenampilan arogan tapi cantik masuk ke kantin lalu mendekati Syani yang duduk makan sendirian.


"Wahhh.... bakal ada yang jadi korban Sisil lagi nih." seru salah satu murid yang ada di kantin.


"Gue denger lo anak baru ya?" tanyanya pada Syani. Syani hanya mengangguk mengiyakan. " lo gak punya mulut buat jawab." sindirnya sambil menarik rambut Syani, untung wignya tidak lepas jadi tidak ada yang tau warna asli rambut Syani.


Syani yang tidak suka di kasari hanya menatapnya tajam dengan rambut yang masih di tarik.


"Lo berani natap gue..." ujar Sisil sambil menyeringai. Syani hanya tersenyum sinis menanggapi perkataan Sisil tanpa membalasnya. Sisil mengangkat tangannya hendak menampar Syani. namun seseorang dengan cepat menangkapnya.


"Jangan mentang-mentang lo anak dari Investor sekolah ini, lo semena-mena sama anak-anak yang lain..." bela salah satu murid cowok yang berwajah tampan dan berkulit sawo matang.


"Lo jangan ikut campur urusan gue. lo cuma ketua Osis disini." bentak Sisil sambil menarik tangannya.


"Karna gue Ketua Osis makanya gue berhak negur lo." balasnya


Syani yang mulai jengah dengan keadaan di kantin berusaha melepaskan tangan Sisil dari wignya kemudian pergi dari kantin setelah dia membayar makanannya.


****


Syani kembali ke kelas bersamaan dengan bunyi bel tanda istirahat berakhir. Syani tetap tidur di dalam kelasnya sampai jam pelajaran berakhir.


"Hoii...anak baru.." bentak seseorang dari belakang. Syani yang tidak merasa di panggil tidak peduli dengan suara teriakan dan tetap melanjutkan langkahnya.


Sisil merasal kesal karna diabaikan oleh Syani. kemudia Sisil menyeringai, dia memikirkan rencana liciknya untuk membully Syani.


Syani berdiri di gerbang menunggu ojol pesanannya. sambil menunggu ojolnya datang Syani selalu di goda oleh murid-murid cowok di sekolahnya begitupun dengan orang-orang yang lewat di depan gerbang sekolah. tidak lama kemudian ojol pesanan Syanipun datang. dengan santai Syani duduk di atas motor si ojol.


Sisil mengikuti Syani bersama tiga sahabatnya, Tya, Rika dan Milla. Sahabat yang selalu mau mengikuti permintaan dan perkataannya Sisil.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai di daerah kediaman yang di tempati Syani sekarang. Syani yang tidak tau kalau dia diikuti oleh Sisil dan teman-temannya dengan mobil tetap santai duduk di belakang abang ojol.


"Sil...bukannya ini jalan pulang kerumah lo??" ujar teman Sisil tiba-tiba.


"Iya...bener juga lo. karna terlalu fokus sama tuh anak, gue gak nyadar kalo ini jalan pulang ke rumah gue...jagan-jangan tuh anak tetangga gue lagi."


"Bagus juga tuh... kan lo bisa ngerjain dia..." timpal yang lain mengompori.


"Tenang aja...lo..lo..semua juga ikutan ngerjain dia bareng gue,, gue gak mau seneng-seneng sendirian...tenang aja.." dengan senyum penuh dengan rencana licik Sisil kemudian menghentikan mobilnya. karna dia melihat ojol yang Syani tumpangi juga sudah berhenti.


"Jadi disini dia tinggal... bagus juga rumahnya!!" ucap teman Sisil


"Daerah sini gak ada rumahnya yang jelek, gak kayak didaerah rumah lo...campur..gak jelas..." ujar Sisil pedas sampai membuat temannya merasa tersinggung.


Syani turun dari ojolnya kemudian masuk kedalam rumah...

__ADS_1


"Capek...panass..." gerutu Syani saat memasuki rumah peninggalan Benni. kemudian dia duduk di sofa sambil membuka wig dan menyandarkan kepalanya.


Sisil yang tidak sabar menjalankan rencana liciknya, bersenadung riang sambil menunggu Syani di dalam mobilnya.


****


Malam telah datang. Syani bersiap-siap keluar rumah untuk mencari sesuatu yang bisa di makan saat nanti malam, setelah dia menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim. Saat Syani dirumah, dia akan menjadi dirinya sendiri tanpa wig dan softlens di matanya. Syani keluar dengan motornya tanpa memakai helm karna dia tidak akan pergi jauh yang mengharuskannya menggunakan helm.


"Sil...Sisil..." panggil Tya sambil membangunkan Sisil yang ketiduran saat menunggu Syani.


"Apa sih Tya..." gerutu Sisil kesal sambil melirik temannya dengan mata yang merah menahan kantuk.


"Ada yang keluar dari rumahnya si anak baru.." seru Tya.


"Si anak baru???" tanya Sisil


"Bukan... tapi cewek bule. dia cantik banget Sil..." ujar Tya lagi


"Bukan urusan gue kalau bukan si anak baru..." gerutu Sisil sambil melanjutkan tidurnya.


"Sil...kita pulang dulu yuk... perut gue laper... lagian ini juga udah malam kali Sil.." cetus Milla sambil memegang perutnya yang sudah berbunyi.


Sisil yang merasa perutnya juga sudah lapar, mengikuti permintaan temannya. mereka pergi ke Restoran yang ada di dekat sana.


Sisil memarkirkan mobilnya tepat di Restoran yang dia tuju.


"Bukanya itu bule yang tadi ya.." seru Rika tiba-tiba saat memasuki Restoran yang mereka singgahi.


Sisil yang merasa tidak punya urusan dengan Syani hanya mengabaikan perkataan sahabatnya sambil mencari tempat yang nyaman untuk makan.


"Tempatnya penuh Sil... cuma meja bule yang kesisa..kita disitu aja ya!" ajak Milla yang sudah tidak sabar.


Sisil yang merasa tidak punya pilihan lain, dengan terpaksa dia mengikuti ajakan Milla untuk duduk satu meja dengan Syani.


" Excuse me, can we join here??" tanya Sisil sedikit canggung.


" of course. Please..." jawab Syani tetap santai sambil menikmati makanannya.


" Thank you..." ucap Tya sopan sambil menatap wajah Syani dengan tatapan terpesona. "Cantiknya..." gumam Tya tanpa Sadar.


"Lo jangan bikin malu gue..."bisikya lirih


Selagi mereka berbalas kata pelayan Restoran datang menghampiri mereka dengan buku menu di tangannya. Sisil menerimanya kemudian menunjuk beberapa menu yang ada di buku tersebut. pelayan itu pergi setelah dia mendapatkan pesanan Sisil.


"Kenapa dia terlihat sangat mirip dengan si anak baru ya.." gunam Sisil, yang sangat heran dengan kemiripan Syani dengan bule yang ada didepannya.


"gue harus cari tau siapa dia dan apa hubungan mereka!!"


.....


Maaf typo dan kesalahan tanda baca...πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2