
ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin juga. maaf kalau diriku meminta banyak....ππ
###
Saat Syani sampai di RSUP Bandung, dia langsung dilarikan ke Ruang Operasi yang telah di siapkan seperti yang diminta oleh Dokter yang telah melihat kondisi Syani yang harus segera di Operasi dengan didampingi Polisi berpangkat BRIPTU.
Sedangkan Faiz dan Adibah dibawa ke UGD untuk untuk ditangani dan mereka di dampingi oleh Polisi yang lain. Faiz yang mendapat memar dan lecet di beberapa bagian tubuh dan wajahnya di obati lalu Adibah yang masih dalam keadaan syok hanya duduk diam mematung di brankar UGD.
Polisi yang mendampingi mereka kemudian mendekati Adibah berniat meminta keterangan namun diurungkannya saat melihat kondisi Adibah yang masih syok bahkan tubuhnya sampai gemetar saat dia melihat Syani yang bersimbah darah.
"Dia tidak apa-apa, dia pasti bisa melaluinya." Ucap Polisi itu menenangi Adibah sambil memegang kedua tangan Adibah yang gemetar karna syok dengan erat. Adibah kemudian menatap mata Polisi itu dengan tatapan nanar.
"Benarkah Syani tidak apa-apa??" tanya Adibah memastikan
"Dia kan kuat. Kamu sendiri juga tau, kalau dia seperti Wonder Women." Ucapnya dengan nada yang sopan. Adibahpun tersenyum.
"Iya bener." Ucap Adibah sambil mengingat aksi Syani saat perampokan di BANK. Wajahnya kembali merona karna perasaan lega.
Karna merasa sudah tidak syok lagi, Polisi itu kembali melakukan tugasnya untuk meminta keterangan pada Adibah dan Faiz.
"Kenapa kalian bisa berurusan dengan geng motor?" Tanya Polisi itu dengan pelan dan hati-hati.
Mereka pun menceritakan seluruh kejadiannya tanpa terlewatkan sedikitpun. Polisi itu sangat kaget saat mendengarnya. Walaupun sebenarnya dia sudah mendengar aksi Syani saat perampokan di BANK itu dari temannya yang di lihat Syani sebelum dia tak sadarkan diri dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.
Polisi itu kembali melanjutkan pekerjaannya, dan dia juga meminta data-data Adibah dan Faiz untuk mengisi laporan yang akan di serahkan pada atasannya. Polisi itu juga meminta no telpon yang bisa dihubungi untuk menghubungi keluarga mereka.
****
Saat ini di Kediaman keluarga Adibah di Cempaka Hijau.
Keluarga Adibah masih setia menunggu kepulangan Adibah dan Syani sambil menonton program favorit mereka MOTO GP..
"Ummi, bikinin Abi kopi dong...udah lama juga gak ngopi malam-malam." Pintanya sambil merangkul bahu Ummi dan mencium pipinya dengan mesra.
"Abiii....jangan mesum aahhh...dilihatin Bihan tuh." ucap Ummi dengan wajahnya yang memerah menahan malu karna dilihat Oleh Bihan putranya.
"Eehhheemmm.... Tuan dan Nyonya,, ingat umur. sudah tua gak boleh mesum!" goda Bihan sambil tersenyum geli dengan tingkah orang tuanya.
"Jangan salah kamu Bihan.. biarpun tua begini Abi masih sanggup bikin adik buat kamu, mau bukti." ucapnya dengan mesum sambil menggoda istrinya.
"ABIIII...." teriak Ummi kesal dengan wajah yang semakin merah.
"Makanya bikinin Abi kopi..."ujarnya kemudian kembali fokus dengan program favoritnya MOTO GP.
"Haaasshhhhh Abi...Abi.." sambil ngedumel Ummi berlalu ke dapur untuk membuat kopi. mereka sengaja tidak memakai ART agar keharmonisan dan saling peduli satu sama lain tetap terjaga.
__ADS_1
Tiba-tiba telpon rumah berbunyi. KRIIINGGG...KRRIIINNGGG...KRRIINNGGGG...
"Bihan angkat telponnya." suruh Abi pada Bihan.
"Diamin ajalah Abi,, paling juga orang iseng." ucapnya datar. Abi hanya diam mendengar perkataan anaknya yang memang pemalas kalau sudah disuruh. Telpon rumahpun kembali berbunyi.
KRIINNGGG...KRRIINNGGG....KRIIINNGGG...
"BIHAN ANGKAT TELPONNYA. SIAPA TAU ITU PENTING!!!" Perintahnya dengan suara yang sudah tinggi. dengan terpaksa Bihan menurutinya.
π"Hallo Assalammualaikum.." ucap Bihan dengan kesal sambil membaca salam.
π±"Apa benar ini di kediaman Adibah Yoennitha?"
π"Ya bener, ada apa?" jawabnya dengan wajah yang masih kesal sambil memainkan kabel telponnya.
π±"Saya cuma ingin menyampaikan kalau saat ini Adibah Yoewennitha berada di RSUP Bandung_..."
π"APAAA...."teriak bihan kaget saat mendengar Kata Rumah Sakit, dan tanpa sengaja dia meletakkan telponnya.
"UMMI...UMMI...ADIBAH MASUK RUMAH SAKIT..." teriak dengan panik
DEG...PRANGG....
Ummi yang baru keluar dari dapur sambil membawa segelas kopi langsung kaget dan mejatuhkan gelas kopinya hingga hancur.
"Rumah sakit mana?"tanya Abi
"RSUP Bandung."
Dengan cepat Abi langsung memutar kunci mobil;dan mengemudikannya dengan kecepatan tinggi. Ummi hanya bisa pasrah melihat suaminya menyetir dengan kecepatan tinggi. dia tak tau harus berkata apa fikirannya sudah kalut begitupun dengan Bihan.
****
Setelah sampai di RSUP Bandung Mereka sudah ditunggu oleh Dua Orang Polisi berpangkat BRIPDA di depan lobi Rumah Sakit.
"Abi. mungkin itu Polisi yang telpon ke Rumah tadi." bisik Bihan. Abi pun mendekatinya.
"Apa kalian Orang tua dari Adibah Yoewennihta?" tanya Polisi itu saat mereka melihat Abi mendekatinya.
"Benar." jawab Abi dan Ummi serentak.mereka semakin khawatir memikirkan kondisi putrinya.
Ditempat lain, Faiz yang menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya tidak kuat lagi. Adibah yang melihanya langsung mengerti kemudian dia berdiri untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan Faiz sebelum minum obat.
Sesampainya di lobi Rumah Sakit, Adibah kaget mendapati Orang tuanya sudah ada disana.
__ADS_1
"Abi.. Ummi..."gumam Adibah, kemudian memanggil Orang tuanya."ABII...UMMII" teriak Adibah yang tidak peduli dengan tatapan orang padanya.
Abi dan Ummi yang meras dipanggil langsung menoleh keasal suara. Mereka kaget sekaligus merasa lega melihat kondisi putri mereka yang dalam keadaan baik-baik saja.
"Adibahh..."seru Ummi sambil memeluk Adibah begitu sampai didekatnya."Kata Polisi kamu masuk Rumah sakit." ucapnya mulai menitikkan air mata.
"Iya..tapi bukan Dibah yang terluka melainkan Syani mi." ujar Adibah mulai terisak.
Polisi pun menceritakan kronologinya kenapa Syani dan Adibah bisa berada di Rumah Sakit. Abi dan Ummi kaget mendengarkan penjelasan dari polisi.
"Trus sekarang gimana keadaannya Syani?" tanya Abi.
"Masih di Ruang Operasi."jawab Adibah sambil menunduk merasa bersalah. Kemudian Ummi kembali memeluknya dan mengusap punggung Adibah dengan kasih sayang.
"Tidak apa-apa. Syani pasti bertahan dan bisa melaluinya. trus teman kamu yang satu lagi gimana keadaanya?" tanya Abi yang membuat Adibah sadar kalau dia melupakan tujuannya keluar.
"Astagfirullah..."ucap Adibah sambil menepuk dahinya. " Adibah lupa..Adibah mau membeli makanan untk Faiz, karna dia ingin minum obat. Ummi sama Abi langsung saja ke UGD. Adibah mau keluar dulu dan juga Faiz sendirian disana, Orang tuanya belum datang." ucapnya kemudian meninggalkan Orang tuanya.
Ummi dan Abi langsung menuju UGD ketempat Faiz berada.
"Kamu Faiz??"tanya Abi saat melihat Faiz meringkuk kesakitan yang hanya dianggukan oleh Faiz.
Tidak butuh waktu lama, Adibah kembali dengan kantong yang berisi makanan di tangannya. Adibah membuka sebuah roti dan memberikannya pada Faiz untuk dimakan agar dia bisa segara meminum obatnya.
Kembali ke Syani yang masih berada di Ruang Operasi.
"Dokter. ususnya kena, dilihat dari lukanya sepertinya ini luka sambetan pisau kerambit, tapi untunglah ususnya tidak putus. kita cukup menjahitnya saja."ujar seorang Dokter pedamping dari Dokter Utama.
"Ayo lakukan. Kalian semua harus fokus. dan setelah Operasi ini kita juga harus melakukan CT Scan pada punggungnya. Karna ada lebam yang sangat jelas dipunggungnya.!!" ujar Dokter utama memberi perintah sambil meminta alat yang di butuhkannya pada Asisten Dokter.
Dokter utama yang bergelut dengan alat-alat medis selama beberapa jam akhirnya keluar setelah lampu Indikator Ruang Operasi Padam.
Disaat yang sama Adibah, Faiz dan keluarga mereka masing-masing sampai di depan Ruang Operasi bertepatan dengan Dokter yang keluar dari Ruang Operasi.
"Apa Keluarga Syani ada disini?" tanya Dokter itu begitu sampai diluar.
"Kami keluarganya." seru Abi dan Ummi dengan nada khawatir.
"Saya melakukan Operasi tanpa persetujuan keluarganya karna tadi Syani mengalami luka di bagian dalam perutnya. ususnya terluka sambetan pisau kerambit. sekarang dia tidak apa-apa dan sekarang kami akan pelakukan CT Scan pada punggungnya yang terdapat lebam." terang Dokter
"Boleh kami menemuinya?" potong Ummi
"Tidak bisa sekarang, tapi nanti diruang pemulihan, saya harus segera membawanya untuk di CT Scan."ujarnya.
Walaupun Ummi dan Adi sedikit kecewa, mereka tetap menuruti perintah Dokter.
__ADS_1
......
Maaf ya dengan typonya..