
HAPPY READING
####
Syani menatap kedua agen yang terus berusaha berdiri tegak dan bertahan dari serangannya. "Anata mo tafuda to wakatta!!" ( ternyata kau tangguh juga !!) ucap Syani sambil mengacungkan kedua jempolnya dengan ekspresi yang tidak bisa dijabarkan oleh siapapun, hanya dia dan sang pencipta yang tau.
Sedangkan kedua agen Jepang cuma bisa tersenyum miris melihat kondisi mereka sendiri yang dikalahkan dengan sangat mudah oleh seorang wanita, itupun tiga lawan satu. bahkan mereka harus berusaha untuk berdiri tegak agar tidak limbung. benar-benar memalukan!!
"Mōshiwakearimasenga, watashi wa sudeni yoyaku o shite irunode, mō purei dekimasen. ( tapi maaf,, aku sudah memiliki janji, jadi tidak bisa bermain lebih lama lagi.) ujar Syani dengan tenang dengan senyum mengembang yang menghiasi wajahnya, senyuman yang bisa diartikan berbagai macam makna oleh siapapun. namun berbeda dengan kedua agen yang bergidik ngeri melihatnya. mereka merasakan hawa dari aura yang keluar dari diri Syani, aura yang sama yang juga pernah dirasakan oleh Rayan dan juga Hendro. aura yang akan membuat nyali semua lawannya menciut. tapi kedua agen Jepang tetap berusaha tenang agar mereka tidak mempermalukan diri dan negara mereka lebih jauh lagi.
Saat Syani bersiap melanjutkan serangannya,
"STOP!! I acknowledge your ability...!" seru Petinggi Intel Jepang dengan cepat. dirinya yang sudah kehilangan muka akhirnya mengakui kemampuan Syani dan meminta maaf atas keangkuhannya.
Syani hanya tersenyum sinis saat melihat petinggi Jepang yang akhinya mengakui kesalahannya. Kemudian Syani melangkah kearah Kepala BIN yang sedang melambaikan tangan memanggilnya.
"Watashi o kashō hyōka shinaide kudasai. ( jangan pernah remehkan saya ) gumam Syani dengan sinis saat ia melewati Petinggi Intel Jepang. Petinggi Intel Jepang cuma bisa mengepalkan kedua tangannya mendengar perkataan Syani yang terdengar sangat angkuh ditelinganya.
Kepala BIN yang merasa senang melihat Syani bisa mengalahkan tiga agen Jepang sekaligus dengan bangga memperkenalkan Syani pada semua agen dan Petinggi Intel lainnya. penilaiannya tentang Syani dan merekrutnya memang tidak salah, tapi ia tidak tau kalau Syani menyimpan Bom yang siap meledak jika saatnya sudah tiba.
Syani yang berdiri di antara petinggi Intel hanya menatap mereka dengan tatapan penuh curiga.
"aneh,, apa hubungan BIN dengan Intel dari negara lain ??" tanya Syani dalam hati. tapi ia menepis rasa penasarannya itu dengan cepat, dirinya tidak perduli dan tak mau ambil pusing. menurut Syani itu bukanlah urusannya, mereka mau apa itu terserah mereka. karna prioritas Syani hanya satu. yaitu, apa yang menjadi alasannya bergabung bersama BIN.
Setelah puas beramah-tamah dengan Petinggi Intel dari negara asing, Syani kembali melakukan fight. namun kali ini bukan dengan agen dari negara asing melainkan bersama agen seniornya sendiri. Syani yang tidak mengetahui tujuan dari latihan dan fight bersama para seniornya hanya mengikuti perintah. ya, Syani tidak mengetahui tujuan mereka melakukan fight dan latihan gabungan adalah untuk mencari siapa saja yang akan pergi menjalankan misi yang sudah direncanakan. misi yang selama ini sudah dinantikan oleh Syani.
Beberapa agen yang tidak ikut serta dalam latihan atau beristirahat setelah melakukan fight memilih menjadi penonton dan pengamati para agen yang lainnya latihan.
"Dia benar-benar sulit ditaklukan." celetuk salah satu agen senior yang ikut menguji kemampuan Syani terus melihat gerakannya. "gerakan dan pukulannya sangat mematikan!" sambungnya lagi.
"Hmmm..... dia sudah tidak seperti manusia, melainkan seperti mesin petarung yang siap membunuh kapanpun." timpal agen senior yang lain dengan tatapan datar namun bagian tubuhnya yang lain sedikit gemetar tidak sinkron dengan ekspresi wajahnya saat ini, di tambah lagi saat ia melihat cara bertarungnya Syani yang sudah seperti dewi perang membuat siapapun akan bergidik ngeri sambil berharap tidak akan pernah berurusan dengan gadis seperti Syani.
****
Setelah latihan mereka di jeda selama satu jam, Syani dan para agen yang lain kembali melanjutkan latihannya, tapi kali ini mereka tidak lagi melakukan fight tapi latihan dilapangan tembak.
__ADS_1
Dor.... dor.... dorr... dor.... dor.... dor....
Suara tembakan menggema di saat mereka mendekati lapangan tembak yang tidak jauh dari tempat latihan.
Sesampainya di lapangan tembak Syani dan para agen kemudian memasang ear protector, kacamata lalu mengambil senjata glock 17 yang di siapkan untuk mereka latihan menembak.
Dorr.... dorr.... dorrr....
Kini giliran mereka yang menembak target sasaran yang berjarak beberapa puluh meter didepan mereka.
Untuk sesaat memori Syani kembali memutar balik saat Benni ditembak tempat didepan matanya.
'Abang kangen sama kamu dan abang harap kamu tetap menjadi dirimu sendiri, Syani yang hebat yang paling abang bang....ga....kan.....'
Kata-kata terakhir Benni sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya berhasil membuat Syani tersulut emosi dan menembakkan semua isi pistol itu sebagai bentuk kemarahannya.
Dorr... dorr.... dorr.... dorr... dorrr.... dorrr....
Syani terus menembaki sasaran targetnya tepat sasaran seolah-olah ia menembaki orang yang telah memisahkan Benni darinya dengan tatapan penuh amarah.
Syani yang merasakan amarahnya tidak akan mereda jika berlama-lama dilapangan tembak dengan bunyi suara letusan senjata yang akan terus memutar memorinya tentang peristima naas itu, memilih pamit dan pergi meninggalkan BIN tanpa menoleh sedikitpun kebelakang dan ia juga tidak peduli dengan tatapan berbagai macam ekspresi dari para agen senior. lagipula dirinya juga sudah memiliki janji dengan Lucas dan Kyle.
****
Jerman, Black/Matheo Mansion
Ruangan yang dulunya pernah menjadi tempat penembakan disaat Black sedang marah, kini dihiasi oleh berbagai macam minuman dan wanita berpakaian vulgar.
Black yang duduk bersama teman-temannya sambil memegang gelas berisi minuman beralkohol dan juga wanita berpakaian vulgar, pakaian yang akan mengundang birahi tanpa malu sedikitpun duduk bergelayutan di masing-masing pasangannya.
" Lassen Sie uns beenden, was immer hier ist, und mit Ihrem Partner tun, was immer Sie wollen !!" ( ayo habiskan apapun yang ada disini dan lakukan apapun yang kalian inginkan pada pasangan kalian!! ) seru Black sambil mencumbu teman wanitanya sabagai bentuk apresiasi kemenangan sekaligus kebahagiannya. " Feiern wir den Erfolg meines besten Freundes, Jack,,!"( mari kita rayakan keberhasilan sahabatku, Jack,,!) timpalnya lagi.
Black mengangkat gelas minumannya tinggi-tinggi dan bersorak penuh kemenangan. kemudian ia mendekati Jack yang duduk berseberangan dengannya.
" Jack, danke, dass du mir mein Vertrauen zurückgegeben hast." ( Jack, terimakasih sudah mengembalikan kepercayaanku padamu.) ujar Black sambil melingkarkan tangannya di pundak sahabatnya itu. "Sie haben sich Mühe gegeben, es zurückzubekommen." ( kau bersusah payah mengambilnya kembali.)
__ADS_1
"Kein problem. Immerhin waren sie nichts im Vergleich zu 'dieser Frau'. " ( tidak masalah. lagipula mereka bukan apa-apa dibandingkan 'wanita itu'.) tukas Jack dengan ekspresi wajah yang beringas. ia kembali mengingat wanita yang berhasil membuatnya terluka dan juga kehilangan kepercayaan dari Black sahabatnya.
Black yang sudah dimabukan oleh minuman dan juga aroma tubuh wanitanya yang membuat birahinya meningkat kemudian membawa pasangannya itu ketempat yang lebih privasi lalu melucuti semua pakaiannya dan juga pasangannya dan bercumbu dengan penuh gairah tanpa mengetahui kalau ditempat lain mereka sedang berlatih dan bersiap untuk membalas perbuatan Black dan juga rekan-rekannya.
****
Buak.... buak.... buakk.... prak....
Arghhh.... ohok.... ohokk.... bruk..
Syani yang dalam kondisi mood yang buruk menyalurkan amarahnya pada beberapa pria yang sedang mabuk yang sedang berusaha melecehkan seorang wanita paruh baya namun kecantikannya tidak kalah dengan wanita yang masih berumur kepala tiga bersama pasangannya yang terluka tusukan dari botol minuman yang pecah tanpa mampu melindungi wanita yang ia cintai.
Syani yang benar-benar marah tanpa rasa sakit dan lelah sedikitpun setelah fight yang ia lalukan bersama agen seniornya melumpuhkan para pria mabuk itu sampai tidak bisa bergerak lagi.
"Anda tidak apa-apa?" tanya Syani sambil mendekati wanita itu.
"Tolong suami saya,,, tolong suami saya,," pinta wanita itu dengan isak tangisnya sambil memeluk tumbuh sang suami yang sedang terluka parah.
Syani yang melihat kondisi pakaian wanita itu sudah robek dibagian punggung kemudian membuka jeketnya lalu meletakkannya ditubuh wanita itu sambil menghubungi rumahsakit terdekat.
Tidak berapalama setelah itu Ambulance pun datang dan membawa mereka ke rumah sakit. sedangkan Syani hanya menatapnya dari kejauhan lalu meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sedikit lega, karna ia tidak ingin bertemu dengan Lucas sang ayah dengan kondisi amarah yang tidak stabil.
Saat dalam perjalanan kerumah sakit, wanita itu mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
📱"....Papa kamu sedang terluka,, " ucapnya dengan terbata-bata dangan isak tangis yang masih tersisa.
📲"APA !!!"
..........
Maaf ya,, baru bisa update sekarang...
tapi jangan lupa tetap like dan komennya ya!!
🙏🙏🙏 사랑해 여러분.....
__ADS_1