
Part kali ini sangat panjang lho... jadi,, jangan bosan membacanya ya!! 😅😅
Happy Reading
####
Syani yang merasakan perasaan tidak enak dan sesak seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, kemudian ia memutuskan keluar untuk melepaskan perasaan sesak itu.
"Gue cari angin dulu ya,, gue sumpek disini." ujar Syani sambil mengambil kunci motor, helm dan juga ranselnya yang berisi senjata.
Faiz yang perasaannya sangat kuat yakin kalau Syani pasti berusaha terus mencari kebenaran yang belum berhasil mereka temukan.
"Apa lo masih berusaha mencari lokasi itu?" tanya Faiz sambil menatap Syani yang sudah berada di depan pintu.
"Ngak... karna gue yakin, tempat itu sudah habis terbakar." jawab Syani dengan wajah yang sangat muram.
"Maksud lo??" tanya Faiz dan yang lainnya.
"Prediksi Gue salah,, seharusnya kita bukan mencari di mall yang besar tapi mall yang berdampak besar!" tutur Syani setelah ia menyadari kekeliruannya. kemudian syani melangkah pergi meninggalkan semua sahabatnya di penginapan dengan ekspresi yang tidak bisa di tebak.
Mereka semakin tidak mengerti dengan perkataan Syani yang menurut mereka sangat ambigu.
"Faiz,, lo ngerti ngak maksud Syani barusan?" tanya Adibah.
"Ngak!!" jawab Faiz
"Gue tau." sahut Ello dengan cepat.... namun dalam hati. ia tidak bisa dan juga tidak berani menceritakan hal mengerikan yang baru di sadarinya begitupun dengan Syani. karna semuanya sudah terlambat.
"Gue mau menyusul Syani dulu, gue takut dia kenapa-napa." seru Faiz sambil meraih jacketnya yang di atas meja.
"Gue juga ikut!!" sahut Ello yang juga ingin menyusul Syani.
Sabiq dan Sisil saling bertatap mata. seakan-akan mereka sedang berkomunikasi dengan cara mereka.kemudian mereka mengangguk. "kami juga ikut!!" serunya bersamaan.
"Kalau mau ikut silahkan. tapi ingat satu hal, jangan menempatkan diri kalian dalam bahaya karna itu akan membuat Syani terluka dan satu lagi, kalian jangan kaget dengan apa yang kalian lihat nanti. itu saja yang perlu kalian ketahui.!!" tutur Faiz begitu sahabat barunya ikut menyusul Syani.
Merekapun keluar. namun saat baru keluar dari kamar, tiba-tiba Ello membalikkan badannya. "Kalian disini saja,, jangan kemana-mana dan jangan berusaha menyusul kami dan juga jangan laporkan masalah ini pada penanggung jawab atau guru kalian, atau ini akan menjadi lebih rumit dan panjang.!!" terangnya. "Adibah,,, lo tunggu disini. kalau kita belum balik hingga lewat tengah malam, lo tidur disini bareng mereka dan jangan coba-coba pulang sendiri!" jelasnya lagi.
Merekapun pergi dengan kendaraannya masing-masing. Faiz dan Ello dengan motor sportnya sedangkan Sisil dan Sabiq dengan mobil Sisil yang dikemudikan oleh Sabiq.
****
Begitu Jack, Earnest dan rekannya yang lain sudah berada di depan BANK yang dulu Earnest dan bawahannya rampok namun gagal, karna seorang wanita yang berhasil membuat mereka merasakan malu hingga sekarang.
Saat ini semua Security gedung dan perkantoran yang berdekatan dengan BANK yang akan mereka rampok sudah berhasil diamankan oleh anak buah Jack dan Earnest. mereka menembaknya dengan pistol bius dari jarak yang cukup jauh.
" Wie steht es mit der Sicherheit in der BANK?" ( bagaimana dengan keamanan di dalam BANK? ) tanya Jack pada anak buahnya yang bertindak sebagai penerjemah mereka dengan hacker asal Rusia yang kebetulan mereka saling kenal.
" Bezopasnost' vnutri sdelana?" ( apa keamanan di dalam sudah beres? ) tanya anak buah Jack yang bertindak sepagai penerjemah dalan bahasa Rusia.
" konechno. oni svobodny, chto by oni ni khoteli delat' vnutri!!" ( tentu saja. mereka bebas apa pun yang ingin mereka lakukan di dalam!!") jawabnya tanpa ekspresi sedikitpun.
Jack dan Earnest beserta anak buahnya memasuki BANK tersebut dengan tenang tanpa kesulitan. semua sistem keamanan benar-benar tidak aktif sedikitpun.
" Er ist wirklich großartig.." ( dia benar-benar hebat.) puji Jack dalam hati.
"Wer ist er Jack?" (Siapa dia Jack?) tanya Earnest sambil menunjuk ke arah hacker yang baru ia sadari keberadaannya.
" Hacker und auch Roxys Bekannte!" ( hacker dan juga kenalannya Roxy! ) jawab Jack sambil mengacak-acak berkas yang ada di atas meja petugas BANK yang bahasanya tidak ia mengerti.
"Roxy durchsucht alle Daten von Kunden, die Schließfächer mieten!!" ( Roxy cari semua data nasabah yang menyewa deposit box!! ) perintah Earnest
Roxy pun menuruti perintah Earnest, dia menyuruh temannya untuk meretas semua data nasabah yang menyewa safe deposit box yang ada di perangkat komputer.
*
Syani yang sedang mencari sesuatu yang bisa membuat rasa sesaknya hilang melihat keanehan di beberapa gedung perkantoran yang ia lewati.
"Kenapa para security itu tidur nyenyak!!" gumam Syani ketika melihat tiga orang security dari tiga gedung yang dilewatinya.
Tiba-tiba Syani melihat seorang laki-laki membidikkan pistol kearahnya. bukannya lari Syani malah memacu motornya dengan cepat mendekati orang yang berniat menembaknya.
__ADS_1
PRAKK.... Syani menendang pistol yang mengarah padanya dengan cepat begitu ia sampai di depan laki-laki yang berniat menembaknya.
" Who are you, what are you doing here?" (siapa kau, apa yang kau lakukan disini?) tanya Syani dengan tatapan menyelidik. sedangkan laki-laki yang ditanyainya hanya diam sambil memindai Syani dari atas hingga bawah.
" töte ihn einfach!!" ( bunuh saja dia ) seru temannya yang lain, membuat Syani kaget saat mendengarnya.
" Versuche es einfach, wenn du kannst!!" (Coba saja kalau kau bisa) jawab Syani sinis begitu ia sadar kalau ia berada didepan BANK. dimana tempat itulah awal dari bencana yang membuatnya kehilangan Benni.
BUAKK.... Brakk... Syani menyerang laki-laki itu tanpa peringatan begitu ia turun dari motor. laki-laki itu terjatuh lalu ia dengan cepat berdiri kembali.
" Wichsen!!!" ( brengsek!!! ) maki laki-laki yang di hajar oleh Syani.
Syani hanya menyeringai mendengar makian yang di arahkan padanya.
Tanpa ba bi bu Syani pun langsung diserang secara bersamaan oleh anak buah Jack. Syani menghindar dari serangan mereka dan membalas serangan mereka dengan bertubi-tubi. Saat Syani sedang berhadapan dengan salah satu dari mereka, tiba-tiba pria yang ada di belakang Syani berusaha menendangnya namun gagal karna Syani melihat bayangan pria itu dari pantulan kaca yang ada di depannya. Syani memiringkan tubuhnya sedikit kekiri lalu menangkap kaki pria itu dengan tangannya.
BUAKKK ..... "AARRGGHHH...." tiba-tiba Syani menendang **** pria yang ada di depannya dengan keras. BUAKKK.... BUAKKK..... BRUKKK.... kemudian ia meninju pelipis pria itu dengan tangan kirinya dan sekali lagi menendang kemaluannya hingga pria itu jatuh terkapar. Kemudian Syani membalikkan tubuhnya sambil mengapit kaki pria itu dengan kedua kakinya lalu KRAAKKK... "ARRGGHHH...." Syani mematahkan kakinya hingga pria itu menjerit kesakitan.
*
Tidak jauh dari tempat Syani saat ini. Rayan yang baru pulang dari sasana, tempat yang sering ia datangi sambil mengolah fisik sejak kepindahan Syani ke Jakarta tidak sengaja melihat motor Adibah yang di pakai Syani.
"Kenapa motor itu kelihatan sangat familiar." batin Rayan dalam hati sambil berpikir keras
"ASTAGA...SYANI!!!" jerit Rayan kaget dan juga sedikit ragu begitu ia melihat sekilas wajah Syani yang sedang bertarung dengan banyak pria.
Rayan yang hampir dekat dengan tempat Syani berkelahi memacu motornya dengan cepat lalu,,, BRAAKKK... Rayan menabrak Pria yang berusaha memukul Syani dari belakang. pria itu pun tersungkur.
"Hi bro, are you not ashamed to attack a weak girl or else she is alone.." ( hai teman... apa kalian tidak malu menyerang gadis yang lemah, apa lagi dia sendirian. ) sindir Rayan. ia selama ini tidak mengetahui kalau perempuan yang dicintainya merupakan seorang perempuan yang sangat tangguh.
" Wirklich ein Tyrann..." ( benar-benar pengganggu...) gumam anak buah Jack.
Rayan dengan cepat turun dari motornya dan membantu Syani melawan anak buahnya Jack dan juga Earnest yang mulai menyerang Syani dengan brutal. tidak lama setelah itu, sahabat Syani yang lainpun ikut datang membantunya.
"Sil... kamu harus hati-hati!!" tutur Sabiq sambil menatap wajah kekasihnya sebelum mereka keluar dari mobil dan bergabung dengan Syani.
"Lo juga." balas Sisil.
Sisil dan Sabiq pun menyusul Ello dan Faiz yang sudah duluan membantu Syani.
"Lass uns alle hier gehen!!" ( ayo kita semua pergi dari sini ) perintah Jack kemudian diikuti oleh bawahan dan juga sahabatnya.
*
Sedangkan saat ini dikantor polsek di buat kocar kacir saat mereka mengetahui kalau beberapa tahanan mereka sudah hilang.
"Periksa kamera keamanan!!" Perintah Kompol Endriko pada bawahannya.
"Maafkan saya pak, tapi cctv tidak merekam apapun.!" Terang salah satu bawahannya yang langsung ke ruang kontrol begitu lampu mati.
Kompol Endriko benar-benar marah dan kecewa dengan anggotanya yang bisa-bisanya kecolongan.
"Cari mereka, telusuri semua tempat!!" Perintah Kompol Endriko dengan suara yang tinggi. kening Kompol Endriko berkerut tiba-tiba seperti mengingat sesuat. kemudian,, "BANK..." serunya dengan keras.
"Ridho... hubungi semua anggota yang ada diluar agar segera meluncur kelokasi target!!" perintahnya lagi.
Ridho yang berpangkat AKP pun dengan cepat menghubungi semua anggota yang sudah berada di luar agar mereka segera meluncur ke BANK yang menjadi lokasi target mereka.
*
Jack, Earnest dan bawahannya kaget begitu mereka berada diluar. terutama Earnest, ia merasa pernah melihat sosok wanita yang sedang bertarung didepan matanya sekarang. Earnest lalu menatap Jack, seakan bertanya siapa gerangan wanita yang sedang bertarung dengan anak buah mereka.
" ihn wieder!" ( Dia lagi! ) gumam Jack sambil menatap Earnest yang menunggu jawaban darinya. " Er ist die Frau, die dich ins Gefängnis gebracht hat!" ( dialah perempuan yang membuatmu masuk penjara ) jawab Jack yang mengerti maksud dari tatapan Earnest.
Darah Earnest langsung mendidih mendengar jawaban dari Jack. " Es ist Zeit für mich, mich zu rächen!!" ( sekarang saatnya aku balas dendam!! ) tutur Earnest dengan tangan yang sudah mengepal. Earnest melangkah ke arah Syani lalu,,
BUAKKK....
"ARGHHH....akhh..." Syani menjerit dan mengerang kesakitan. ia tidak menyangka akan mendapatkan serangan yang mendadak dari belakang.
" Wenn Sie ein Mann sind, greifen Sie niemals eine Frau von hinten an!!" ( kalau kau memang seorang pria, jangan pernah menyerang seorang wanita dari belakang!! ) sindir Syani sambil menahan rasa sakit.
__ADS_1
Rayan kaget, melihat perempuan yang ia cintai diserang dari belakang.
"BRENGSEK KALIAN..." bentak Rayan dengan geram. "DON'T TOUCH MY GIRL!!" serunya dengan keras hingga membuat Syani dan sahabatnya yang lain sempat kaget dengan perkataan dari orang yang tidak mereka kenal kecuali Sisil yang sepertinya sangat mengenal wajah Rayan.
Rayan yang diserang dan menyerang balik lawan yang ada di depannya dengan bertubi-tubi sambil melirik Syani sesekali untuk memastikan kondisi Syani yang masih menyisakan kesakitan di wajahnya.
Earnest yang menyimpan dendam terhadap Syani, merasa sangat bahagia bertemu dengannya karna ia bisa membalakan dendam dan juga rasa malu yang ia terima.
" Ich werde dich sofort töten!!" ( aku akan membunuhmu sekarang juga!! ) ujarnya dengan sinis.
" Willst du mich töten? Bitte versuchen Sie es, wenn Sie können!" ( kau ingin membunuhku?? silahkan coba kalau kau bisa! ) balas Syani tak kalah sinis.
Semua sahabat Syani mulai kewalahan menghadapi lawannya yang bertubuh besar, dan itu sangat disadari oleh Syani.
"Gue harap... tidak ada yang akan berubah dengan hubungan kita nantinya!!" tutur Syani tanpa mengalihkan pandangannya dari Earnest dan juga Jack.
Sisil, Sabiq dan juga Rayan hanya terdiam, mereka tidak mengerti dengan perkataan Syani. "Apa maksud Syani??" tanya mereka dalam hati.
Syani menarik nafasnya dengan pelan dan tenang. ia menghilangkan semua rasa yang ada di hatinya. kemudian,,
PLAKKK.... BUAKKKK.... BUAKKK...BUAKKK... ARGGHHH.... OHOKKK... OHOKKK.... Jack dan Earnest yang berusaha menyerang Syani malah diserang balik olehnya dengan brutal di beberapa titik vital tanpa bisa membalas ataupun menepis setelah serangan mereka berhasil di patahkan, hingga membuat Jack memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Semua anak buah Jack kaget saat melihat salah satu tangan kanan bos mereka diserang bertubi-tubi. bahkan Rayan, Sisil dan juga Sabiq kaget dengan kebrutalan Syani.
"Janga-jangan ini yang dimaksud oleh Faiz!!" batin Sisil dan juga Sabiq hingga membuat mereka akhirnya tidak fokus.
BUAKKK.... BUAKKK...."Aakkhhh...." erang Sisil yang tiba-tiba mendapat serangan dari lawan yang ada didepannya.
Sabiq yang mendengar erangan Sisil pun menoleh kearahnya dan untunglah pukulan pria itu tidak fatal hingga Sabiq pun merasa lega.
Sedangkan Rayan yang belum mengetahui siapa Syani tidak pernah menduga kalau orang yang dicintainya jauh dari kata feminim dan juga polos, tidak seperti wajahnya.
" Du wichst du böse Frau !!" ( brengsek kau dasar wanita iblis ) maki Earnest sambil memapah Jack yang berusaha menghindar dari serangan Syani.
"PFFTTT.... AHAHAHAHAHA.... " tiba-tiba Syani tertawa ngakak. " Sie sagen, ich bin ein Teufel? Ich oder du, die Teufel sind?" ( kalian bilang aku iblis? aku atau kalian yang iblis? ) tutur Syani dengan sinis.
Semua sahabat Syani mendengar tawa Syani yang begitu mengerikan. 'apa yang membuat Syani tertawa dan apa sebenarnya yang mereka bicarakan' kata-kata itu menjadi tanda tanya besar di kepala Sisil dan Sabiq terutama Rayan yang memiliki perasaan terhadap Syani. mereka hanya bisa menilai ekspresi dari wajah Syani karna mereka tidak mengerti sama sekali dengan bahasa yang mereka dengar.
"NUR DER TEUFELKANN TÖTEN, AUCH WENN DU SIE LEBENDIG VERBRENNST!!!!" (HANYA IBLIS YANG SANGGUP MEMBUNUH, BAHKAN KALIAN MEMBAKAR MEREKA HIDUP-HIDUP.) teriak Syani dengan pilu dengan mata yang berkaca-kaca. Jack dan Earnest kaget, mereka tidak menyangka sedikitpun kalau Syani mengetahui perbuatan mereka
Syani kemudian melangkah mendekati musuh yang ada di depannya.
PLAKKK..... PLAKKK.... kedua pipi Syani di tampar hingga membentuk lima jari di pipinya saat ia mencoba mendekati Jack dan juga Earnest yang ada di belakang anak buahnya. saat anak buah mereka mencoba menyerang Syani, dengan cepat Syani menepisnya lalu
BUAKK.... BRAKKKK.... KRAKKKK.... ARGGHHH.... Syani meninju perut anak buah Jack membantingnya kemudian mematahkan tangannya yang berani menyentuh Syani tanpa bisa melawan. Syani tersenyum melihat Jack dan anak buahnya kesakitan.
Sedangkan sahabat Syani terus menyerang dan menghindar dari serangan lawannya sambil melirik Syani yang tersenyum menyeringai.
BUAKKK.....
"AKHHHH..." Sisil menjerit begitu ia kena pukulan lagi di rusuknya yang dulu pernah retak.
Syani yang berada tidak jauh dari Sisil kaget lalu mengejarnya begitupun dengan Sabiq.
"Kamu ngak apa-apa??" tanya Sabiq khawatir. Sisil hanya menjawabnya dengan anggukan sambil memegang rusuknya yang pernah retak.
"Du machst mich wirklich wütend!!" ( Kalian benar-benar membuatku marah!! ) geramnya Lalu mengejar pria yang telah menyakiti Sisil.
Syani menyerang menangkis dan menghindari serangan tiga pria yang dihadapinya langsung.
"Earnest, lass uns hier rausgehen, während er beschäftigt ist!" ( Earnest ayo pergi dari sini selagi dia sibuk! ) pinta Jack yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan. " du kannst dich beim nächsten Mal rächen." ( kau bisa membalaskan dendammu di lain waktu. ) ujarnya kemudian.
Saat menuju mobilnya, tanpa sengaja Jack melihat LED light bar milik mobil polisi mendekat kearah mereka, dan entah mereka memang beruntung atau hanya kebetulan pistol yang berhasil ditendang Syani tadi sekarang berada satu langkah di depan Jack. sambil menahan rasa sakit Jack berusaha mengambil pistol tersebut lalu,,,,
DOR... DOR... DOR... DOR... DOR... DOR...
"LASSEN SIE DIESEN ORT SCHNELL!!" (TINGGALKAN TEMPAT INI CEPAT).
........
maaf typo...
__ADS_1
tolong komen & likenya ya!! 😢😢
biar semangat.