Identitas

Identitas
Terungkap...


__ADS_3

ASSALAMMUALAIKUM...READER.... Tolong beri dukungannya, like and komennya juga. kalau bisa di favoritin sama bintang kecilnya ya maaf kalau diriku meminta banyak...πŸ˜…πŸ˜…


Happy Reading....


####


Setelah benar-benar keluar dari rumah terkutuk itu, Syani membawa Nadia ke rumahnya sambil menggiring sepeda yang digunakan oleh Nadia saat mengantarkan koran.


Untunglah jarak antara tempak terkutuk itu dengan rumah Syani tidak terlalu jauh, jadi mereka tidak akan menjadi bahan gunjingan orang-orang di jalanan yang melihat penampilan mereka, karna jalanan mulai di lalui orang-orang


****


Setelah sampai di rumahnya Syani langsung membawa Nadia ke kamarnya lalu ke kamar mandi. Syani membersihkan wajah Nadia yang penuh aroma cairan sperma. ia memutar kran shower lalu membawa Nadia ke bawah guyuran shower dan meninggalkannya sendirian di kamar mandi. Syani keluar dari kamar mandi dengan baju yang basah.


Syani membuka lemari kemudian mencari dua setel baju seragam untuknya dan juga Nadia.Syani keluar dari kamar sambil membwa seragam yang akan dia kenakan lalu masuk kekamar sebelah. sedangkan seragam yang akan dikenakan Nadia dia letakkan di atas ranjang.


Setelah Syani mandi dan memakai seragamnya serta akan memakai wig yang akan menutupi ramput pirang aslinya tiba-tiba dari kamar sebelah Syani mendengar suara pecahan kaca


PRANGG......


Syani kaget dan langsung berlari keluar lalu masuk kekamarnya, Syani dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi yang pintunya tidak ia kunci. Mata Syani langsung melotot saat melihat pecahan kaca berserakan di lantai kamar mandi.


"NADIAA.... APA YANG LO LAKUKAN!!!" bentak Syani saat melihat Nadia akan berusaha melukai dirinya dengan pecahan kaca yang lumayan panjang kalau tertancap di tangan.


Nadia kaget saat Syani membentaknya lalu dengan cepat ia mengiris pergelangan tangannya dengan mata terpejam.


Tes...tes...tes... Aughhhh....


Darah menetes di lantai semakin lama semakin banyak...


"Kenapa tangan gue ngak sakit..." batinya. Nadia yang tidak merasakan sakit kemudian membuka matanya yang sembab secara perlahan. "Syani !!!" serunya kaget saat melihat telapak tangan Syani ada di atas tangannya dan baru saja dia melukai Syani dengan tangannya sendiri.


Syani merasakan perih di tangannya. ia mengambil pecahan kaca itu dan membuangnya ketempat sampah. lalu membawa Nadia keluar dari kamar mandi dan mendudukannya di atas ranjang.


Nadia merasa bersalah atas perbuatannya yang mengakibatkan Syani terluka.


"Maaf...."ujar Nadia sambil menundukkan kepalanya.


HAFFFHHH....Syani menarik nafas dengan keras karna kesal dengan perbuatan Nadia yang bodoh.


"Gue nyelamatin lo dari tiga Pria bejat yang tadi bukan untuk lo bunuh diri disini tapi untuk masa depan lo. kalau ujung-ujungnya lo bunuh diri karna masalah tadi, ngapain lo ikut waktu gue bawa pergi. seharusnya lo tetap bertahan disana sampai lo kembali di lecehkan dan diperkosa baru lo bunuh diri." tutur Syani sambil menahan perih di tangannya. karna darahnya belum juga berhenti Syani berdiri lalu melangkah kearah wastafel untuk membersiskan lukanya.


Nadia yang masih merasa bersalah kemudian membantu membersihkan luka Syani.


"Mulai sekarang lo harus berubah, dan yang bisa mengubah lo adalah diri lo sendiri. kalau lo tetap seperti ini, lo gak akan bisa menghadapi ujian yang lebih berat dalam hidup lo,,, Maaf... gue tidak bermaksud menggurui, tapi ini karna rasa simpati gue ke lo..."


Nadia terdiam mendengar perkataan Syani lalu merenungkannya sebentar. "Syani bener, gue harus berubah. kalau gak, bukan hanya gue tapi keluarga gue di kampung juga akan kena imbasnya.gak ada yang bisa mengubah diri gue selain gue sendiri. bukan hanya gue, diluar sana masih banya korban seperti gue bahkan mungkin lebih parah tapi mereka masih bisa berdiri tegak." batin Nadia. "Maaf gara-gara gue lo terluka padahal lo sudah nolongin gue dari mereka bertiga.."ucap Nadia masih membersihkan lukanya Syani


Syani yang merasa darahnya mulai berhenti kemudian melangkah ke lemari lalu membukanya dan mengambil kotak P3K dari lemari. Syani meletakkan kotak P3K nya di atas ranjang. Nadia kembali mendekati Syani agar ia bisa membantu membalutkan perban ke tangan Syani.


"Rumah lo dimana??" tanya Syani sambil memperhatikan cara membalut Nadia yang sangat rapi.


"Gue nge kost disini.ibu sama bapak di kampung. Gue sekolah disini karna beasiswa." Ujar Nadia jujur.


Setelah tangan Syani selesai di balut oleh Nadia, Syani meraih seragam yang ada di atas ranjang di sampingnya.


"Lo pake seragam ini..."ujar Syani sambil mengulurkan seragamnya ke arah Nadia. "Mulai nanti malam, lo tidur disini. dan bawa semua barang-barang lo pindah kesini!!" tegasnya kemudian.


"APA..." tanya Nadia kaget bercampur heran


"Gue yakin lo denger perkataan gue tadi, dan gue juga tidak suka ngomong dua kali." karna lukanya sudah selesai di balut, Syani berdiri lalu mengambil sepatu dan memakainya.


Nadia yang masih merasa bersalah telah melukai tangan Syani sekarang di bikin canggung karna perkataannya.


"Uang yang di kirim orang tua lo buat bayar uang kost, bisa di tabung ntuk masa depan lo nanti." tutur Syani.


"Tapi_"


"Gue cuma sendiri disini !!"


"Baiklah." jawabnya dengan wajah sedikit memerah.

__ADS_1


"Kalau gitu cepat lo bersiap-siap, kita berangkat ke Sekolah sekarang. gue masih baru disini dan gue ngak mau masuk rekor sebagai anak baru yang suka telat. ngerti kan lo??" ujar Syani setelah ia mengeluarkan kebutuhan Nadia untuk kesekolah.


Setelah Nadia selesai, Syani berdiri berjalan menuju nakas lalu mengambil ponsel serta kunci motornya. kemudian ia keluar dan diikuti oleh Nadia dari belakang.


"Ayo naik..."seru Syani setelah keluar dari rumah dan mengeluarkan motornya dari garasi serta menaikan resleting di kedua sisi roknya.


Nadia yang belum pernah menaiki motor sport apa lagi di bonceng menggunakan rok. membuat Nadia mengerutkan dahinya. dengan terpaksa Nadia duduk menyamping sambil ketakutan.


Syani berhenti di Klinik yang buka 24 jam saat dalam perjalanan ke Sekolahnya karna tangan Syani kembali berdarah.Syani masuk kedalam Klinik namun sebelumnya ia sudah menyuruh Nadia berangkat ke Sekolah terlebih dahulu supaya mereka berdua tidak sama-sama terlambat walaupun berusaha di tolak oleh Nadia. Syani mendapat suntikan antibiotik tanpa efek samping dan tujuh jahitan di telapak tangannya. Setelah Syani mendapat perawatan darurat, Syani kembali melanjutkan perjalanannya ke Sekolah.


****


"TUNGGU PAKK...." teriak Syani keras saat di depan gerbang Sekolah yang akan tertutup.


"Kok telat neng ??" tanya penjaga gerbang


"Kecelakaan Pak..." jawab Syani sambil memperlihatkan tangannya yang di balut perban.


"Ooo... lain kali hati-hati ya neng!!" nasehat penjaga gerbang.


Syani masuk setelah gerbangnya dibuka sedikit lebar dan memarkirkan motornya di samping motor sport berwarna hitam dan di seberangnya ada mobil sport Lexus LC500. (author ambil sekitar Indonesia aja dulu ya.)


*


Sedangkan 3 Pria yang melecehkan Nadia tadi sudah mendapatkan perawatan di rumah Sakit dengan bantuan Sisil. mereka mendapat luka yang sangat serius pada kejantanannya hingga membutuhkan waktu yang sangat lama jika ingin melakukan hubungan intim.


Sisil yang sudah lama menunggu kedatangan Syani di dalam mobilnya kaget saat melihat Syani datang dengan motor sport yang dilihatnya kemarin dan model rok Syani yang sudah di modifikasi dengan memberi resleting di kedua sisi kiri kanannya.


"Lo,, bukannya itu motor si bule cantik ya Sil??" celetuk Tya


"Apa sebenarnya hubungan mereka...kenapa dia bisa membawa motor bule itu." gumam Sisil."gue harus melihat berkasnya malam ini" ujar Sisil.


Syani berlari menuju kelasnya, Syani sampai didepan pintu kelasnya dengan nafas yang ngos-ngosan.


Tok...tok...tok...Syani mengetuk pintu sambil mengatur nafasnya.


"Masuk...." seru seseorang dari dalam.


"Isyani....lain kali jangan di ulangi ya!!" serunya saat Syani sampai di mejanya sambil menuliskan sebuah nama SULTAN HAFIZ ALAMSYAH di papan tulis. ia salah satu guru yang sudah mengetahui prestasi Syani. "Ini adalah nama Bapak bagi yang tidak tau dan cukup di panggil Pak Hafiz" seru Pak Hafiz


"Baik Pak." jawab Syani sambil mengeluarkan bukunya.


"Pak...seharusnya yang telatkan dihukum, bukan di biarkan masuk dengan tenang seperti ini pak!!" celetuk Kia tidak senang.


"Untuk kali ini tidak apa-apa.."jawab Pak Hafiz


Kia yang tidak menyukai Syani hanya menggerutu saat Syani tidak di hukum tapi malah di biarkan duduk.


Huuuuuu.....teriak anak perempuan yang tidak suka.


Pelajaran berjalan dengan denang sampai bel berbunyi membuat anak-anak berteriak senang. Pak Hafiz pun keluar dari kelas.


"Syani... lo mau makan di kantin atau mau gue beliin roti?" tanya Nadia untuk membayar rasa bersalahnya. Syani hanya menggelengkan kepalanya.


"Si cupu udah punya temen nih..." seru Kia dan temannya saat melihat Nadia menawarkan diri untuk membelikan roti buat Syani.


"Lo iri ya Ki??" sindir Bobby


Hahahahaha.....Sabiq tertawa mendengar perkataan Bobby.


"Kan ngak jadi yang tercantik lagi Bob...hahahaha...." sahut yang lain sambil ikutan tertawa.


"Awas kalau ketemu diluar lo Syani, habis lo sama gue." gerutu Kia namun didengar oleh Syani


"Lo kali yang habis sama gue." celetuk Syani lalu menoleh ke arah Kia sambil menyeringai. kemudian berlalu keluar dan diikuti Nadia dari belakang.


Kia dan teman semejanya kaget melihat seringaian Syani.


"Ki..kenapa seringaiannya mirip ya sama cewek yang nolongin kita malam itu." celetuk cewek yang bername tag Lusi Purwaninggrum di dadanya sambil melihat punggung Syani hingga keluar dari kelas.


"Masa sih???"

__ADS_1


"Iya... gue merhatiin cewek itu saat dia melawan para pembegal." bisiknya.


"Dia make helm mana mungkin lo bisa liat wajahnya bego!!" seru Kia sambil mendorong kepala Lusi dengan jarinya.


"Gue kan bilang seringaiannya bukan wajahnya tolol..." balas Lusi kemudian menutup mulutnya."Sorry...hehehe" ujarnya takut-takut. "Kekantin yuk!!" ajaknya kemudian. Kia hanya menggelengkan kepalanya.


"Ngak napsu...." ujar Kia yang kepikiran dengan perkataan Lusi dan membuat rasa laparnya hilang. Lusi akhirnya pergi sendiri ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah menahan lapar dari tadi.


*


Sedangkan di kelas 12 IPS 3, Sisil dan tiga sahabatnya sibuk memikirkan rencana untuk melihat berkas Syani nanti malam yang ada di kantor Kepala Sekolah.


"Apa rencana lo Sil?" tanya Tya sambil ngemil cemilan yang di bawa Milla.


"Yang jelas gue bakalan masuk ke kantor Kepsek ntar malam..." ujarnya lirih


"Lagi ngomongin apa sih??" seru Rika tiba-tiba. " Ikutan dong..."


"Tumben lo ikutan nimbrung,, biasanya lo cuma menjadi pendengar setia saat gue merencanakan sesuatu !!" tutur Sisil yang juga ikutan ngemil.


"Ngak boleh gue ikutan??" ujar Rika kesal.


"Bolehhh..." jawab mereka bertiga serentak, lalu saling menatap dan tertawa bersama.


"Gue senang lo ikutan... "seru Milla sambil merentangkan kedua tangannya akan memeluk Rika.


"MILLAAA....lo apaan sih!!!" ucap Rika berusaha mengelak dari pelukan Milla yang lebay.


*


Kembali kekelas 12 IPA 1. Kia yang terus kepikiran dengan perkataan Lusi membuatnya mengingat kejadian saat ia dan Lusi hampir menjadi korban begal.


"kalau bukan karna cewek itu, gue sama lusi pasti sudah jadi korban."batin Kia


"Kia...gue jadi penasan deh sama orang yang nolongin kita !!" ujar Lusi sambil menopang dagu.


"Lo pikir gue ngak??" imbuh Kia kesal. " hari ini gue mau ngikutin dia pulang ke rumahnya, lo ikut?" tanya Kia dan di jawab anggukan oleh Lusi.


Tidak lama kemudian Bel tanda istirahat berakhir berbunyi, semua murid yang yang beristirahat diluar kembali ke kelas mereka masing-masing begitupun dengan Syani.


Mata pelajaran kedua dimulai dengan pelajaran matematika. pelajaran yang banyak bikin orang sakit kepala dengan hitungannya, tapi tidak dengan Syani. Apa lagi kalau gurunya killer seperti guru saat ini. Anita Lestari, guru yang paling ingin di hindari jika bertemu di ruang guru.


Anak-anak yang tau sifat Guru mereka yang satu ini langsung mengeluarkan semua buku yang berhubungan dengan gurunya ini langsung di keluarkan tanpa di perintah terlebih dahulu.


"Perhatian semuanya.... "seru buk Anita dengan lantang. Anak-anak yang tau bagaimana sifat buk Anita jika marah langsung diam. " Semua yang ada di atas meja tolong di simpan... kecuali pena kalian!" ujarnya sambil membagikan dua lembar kertas soal hitungan.


Mereka yang tidak siap hanya pasrah menerimanya. mau protes?? pintu keluar yang menjadi jawabannya. Bagi murid yang berotak ecer,, cuma masalah kecil bagi mereka. tapi bagi yang sedikit punya masalah dengan hitungan, harapan berdiri hormat di bawah tiang bendera.


90 menit sudah berlalu. Syani sudah menjawab semua pertanyaan yang ada di kedua lembar soal tersebut dengan mudah. Sambil menunggu waktu berlalu, Syani merebahkan kepalanya di atas meja.


30 menit kemudian bel pulang berbunyi, anak-anak bersorak riang di dalam hati mereka. semua kertas soal dikumpulkan dan merapikan mejanya supaya tidak ada peralatan sekolah yang tertinggal.


Syani turun tanpa Nadia di sampingnya. karna Nadia harus pulang ke kosannya terlebih dahulu untuk membereskan barang-barangnya karna Nadia akan tinggal di rumah Syani mulai malam ini.


Syani membawa motornya dengan pelan karna kepalanya sedikit pusing. Syani tidak tau kalau diikuti oleh Kia dan Lusi dengan mobil dari belakang.


****


Setelah sampai di rumahnya Syani langsung turun dan melepaskan wignya karna pusing dan kegerahan yang di rasakannya. Rambut panjang dan pirang Syani langsung terjun indah setelah ia membuka Hairnetnya.


Kia dan Lusi sangat kaget dengan apa yang mereka lihat sekarang. Kia sampai menutup mulutnya dengan mata melotot memandang ke arah Syani yang sudah ada di depan pintu rumahnya, seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Rambut pirang itu...."


####


Thanks udh baca ..dan ttp di baca terus ya!!!


my sister Y.A makasih ya...😘😘


Maaf bagi yg namanya sama di novel ini. πŸ™‡πŸ™‡

__ADS_1


__ADS_2