
Admin tersayang.... jangan tolak lagi ya!! ini udah naskah yang ke tiga lho aku edit. jangan cemas ya... udah ngak ada pornografinya lagi kok... paling cuman SEDIKIT suara desahan... he he he.... kurang sreg kalo ngak ada desahannya... 😊😊 peace... okay ✌✌✌✌ ❤❤❤❤
Happy Reading
####
Pria yang keberadaannya paling dekat dengan Rayan mengarahkan mulut senjata Smith & Wessom 500 Magnum berjenis revolver ke arah Rayan. Syani yang melihat sang kekasih dalam bahaya bergerak dengan cepat.
DOR....
Hanya butuh waktu sepersekian detik suara yang memekakkan telinga itu akhirnya lepas dari sumbernya seiring dengan selongsongan peluru yang jatuh ke aspal.
Syani langsung terpaku saat suara itu terdengar di telinganya. kaki yang ia gunakan tadi untuk berlari kini hanya bisa berdiri tegak tanpa bisa sedikit pun di gerakkan. ia menatap dengan nanar pemandangan yang ada di depannya. cairan berwarna merah itu mengalir secara perlahan tapi pasti dari pelipis sang kekasih.
" TIDAK.... RAYANNN!!!"
****
Jauh dibelahan Benua Eropa sana atau lebih tepatnya di Paseo de la Castellana Madrid, Spanyol. siapa yang tak kenal dengan Monte Carló bersaudara terutama Antonio Juan Monte Carló sang pemimpin diantara Monte Carló bersaudara. Antonio, sang kakak dari tiga bersaudara, pria yang terkenal dengan wajah dinginnya apalagi sifat iblisnya yang paling dominan. pria yang tidak takut dengan siapa pun apa lagi saat keinginannya tidak ia dapatkan maka ia akan pastikan untuk mendapatkannya bagaimana pun dan dengan cara apa pun termasuk melumpuhkan serta menghabisi nyawa semua lawan lawannya.
Antonio memiliki berbagai macam usaha legal dan ilegal. perusahannya yang tersebar di berbagai belahan benua Eropa dengan aset dari saham yang tak ternilai berapa jumlahnya membuat Antonio semakin di takuti dan di segani oleh pebisnis yang tidak ingin berselisih paham dengannya yang akan berakibat kehancuran bagi perusahaan mereka, apa lagi yang hanya memiliki perusahaan kecil. dan hanya segelintir orang yang berani menolak keinginannya dan mereka itu tak kalah berkuasanya di belahan Benua Eropa hingga membuat Antonio benar-benar murka saat pengajuan proposal kerjasamanya di tolak secara terang-terangan saat pertama kali mengajukannya.
" ¿Todavía lo rechaza? " ( Apa dia masih menolaknya?) tanya Antonio to the point begitu Blanco sang asisten serta tangan kanan sekaligus sahabatnya masuk keruangan Antonio. karna moto dalam hidupnya adalah 'moverse rápido sin perder tiempo' ( bergerak cepat tanpa membuang waktu).
" Lo siento Ant, él persistió y se negó a cooperar con nosotros." ( Maaf Ant,, dia bersikukuh dan tetap menolak kerja sama dengan kita.) jawab Blanco sedikit ragu. ia tahu persis seperti apa watak dari atasan sekaligus sahabatnya itu jika keinginannya tidak tercapai bisa-bisa nyawa melayang sebagai pelampiasan kemarahannya.
Sedangkan Arian Victor Monte Carló yang biasa di panggil Victor hanya berpangku tangan sambil tersenyum sinis saat mendengar hasil yang di bawa oleh orang kepercayaan sang kakak. ya, Victor ialah adik dari Antonio. putra bungsu dari Monte Carló bersaudara dan saat ini Victor hanya menjadi seorang pendengar hingga ia di tugaskan untuk menghabisi lawannya karna Victor hanya bertugas sebagai algojo setelah sang kakak Antonio memimpin dalam keluarga Monte Carló.
" ¿A dónde fue tu grandeza Blanco? ¿Has perdido tus colmillos porque te sientes demasiado cómodo con un bolígrafo? (kemana perginya kehebatanmu dulu Blanco? apa taringmu sudah hilang karna terlalu nyaman memegang pena.) ejek Victor dengan sarkas sambil menghembuskan asap dari cerutu yang di hisapnya serta sesekali ia meneguk Cocktail yang menjadi favoritnya di kala ia menunggu tugas untuk menghabisi mangsanya atas perintah Antonio sang kakak.
Antonia menghembuskan nafasnya dengan kasar. ia paling tidak suka jika proposal kerjasamanya di tolak walaupun itu bukan untuk yang pertama kalinya.
" Imbecíl......" ( Brengsek ) rutuk Antonio dengan kesal. " ok, si eso es lo que quiere, lo conseguirá. ( ok, jika itu yang dia inginkan maka dia akan mendapatkannya.) imbuhnya kemudian dengan tersenyum smirk.
Victor merasa senang melihat reaksi yang di keluarkan oleh sang kakak. cukup lama juga ia tidak melihat wajah iblis itu apa lagi ia sudah lama tak lagi beraksi setelah kematian Marco sang ayah.
" Esto es lo que he estado esperando, ahhh ... finalmente volveremos a jugar juntos ". ( Ini lah yang aku tunggu-tunggu, ahhh.... akhirnya kita akan bermain bersama lagi.) ujar Victor dengan semangat.
Tok... tok... tok...
__ADS_1
Tiba-tiba pintu ruangan Antonio di ketuk dan masuklah seorang wanita berparas cantik nan seksi mendekati Antonio seraya bergelayut manja.
" Querida, te extraño..." ( sayang, aku merindukanmu.) ucapnya dengan menggoda namun tak di gubris sedikitpun oleh Antonio. wanita itu tak lain dan tak bukan ialah kekasih dari Antonio. ah tidak, wanita itu lebih tepatnya salah satu dari mesin pemuas nafsu Antonio serta Monte Carló bersaudara lainnya. tak ada kasih sayang apa lagi cinta di antara mereka. terlebih lagi wanita itu hanya mengandalkan fisiknya semata. itu akan membuat mereka semakin gila akan hasratnya.
" Carmen.... te estás poniendo más caliente bebé." ( Carmen... kau semakin seksi sayang.) ujar Victor sambil mendekati dan membawa Carmen kedalam pelukannya.
Carmen merasa senang saat Victor membawa Carmen kepelukannya. ia seakan terbang karna merasa di perebutkan oleh Monte Carló bersaudara. bahkan ia tak sadar kalau kematian sedang menunggunya.
' Estúpida mujer, ni siquiera te das cuenta de que tu vida podría contar las horas. pero espero que la buena suerte esté de tu lado y te quedes a su lado hasta el final.' ( Dasar wanita bodoh, kau bahkan tak sadar kalau hidupmu mungkin tinggal menghitung jam tapi semoga saja keberuntungan berada di pihakmu dan kau tetap bertahan di sisi mereka hingga akhir. ) batin Blanco sedikit terusik. sejujurnya ia amat sangat iba dengan nasib wanita itu. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karna nasibnya pun akan berakhir tragis bila ia menunjukan sedikit saja rasa pada Carmen.
Carmen yang hatinya sedang melambung tinggi kemudian di bawa oleh Victor ke kamar Antonio yang berada di kantornya tersebut.
Cup....
Sebuah kecupan di berikan oleh Carmen.
" Puedes comenzar primero bebé..." ( Kau bisa memulainya duluan sayang.) ucap Victor seraya meremas dada Carmen dari balik bajunya yang masih menempel.
" Sstttt.... akhhhh...." desah Catmen. ia dengan senang hati ******* bibir Victor, mengigit bibirnya dan bermain-main dengan lidah Victor. bau cerutu serta Cocktail yang keluar dari mulut Victor tidak sedikit pun membuatnya merasa sesak apa lagi jijik. itu malah membuatnya menjadi candu dan menikmati aroma tersebut. aroma yang membuat sebagian orang merasa sesak tapi tidak bagi Carmen. " Victor,, akhhhhh...." Carmen kembali mendesah nikmat. saat tangan Victor bermain di tempat yang paling sensitif di tubuhnya.
Carmen yang sudah tidak tahan dengan permainan Victor membuka bajunya hingga habis, alias benar-benar ***** kemudian mendorong tubuh Victor yang besar bermaksud menjatuhkannya ke atas ranjang untuk meminta kenikmatan dan kepuasan yang lebih dari sekedar permainan tangan yang Victor lakukan. Victor yang memiliki hasrat dan nafsu yang tinggi itu tentu dengan senang hati menuruti permintaan Carmen. namun Victor membuka bajunya secara perlahan bermaksud sedikit mempermainkan Carmen yang gairahnya sudah tak tertahankan.
Mempermainkan wanita yang hasratnya sudah di ubun-ubun menjadi kesenangan tersendiri bagi Monte Carló bersaudara terutama Victor. ia paling suka saat melihat ekspresi wajah yang di keluarkan Carmen saat ini, seperti wajah orang kelaparan.
'Aha... ha... ha... benar-benar mesin pemuas nafsu.'
Carmen merasa bahagia saat nafsunya tersalurkan. penyatuan yang di lakukan Victor tidak akan di sia-siakan olehnya. bercinta dengan salah satu Monte Carló adalah keingin banyak wanita di Spanyol. apa lagi jika mereka berhasil mendapatkan benih itu dan mengandungnya. bagi wanita yang tidak tau sepak terjang Monte Carló bersaudara ita akan menjadi suatu kebanggaan bagi mereka, tapi tidak untuk mereka yang mengetahuinya. itu akan menjadi petaka dan akhir dari hidupnya.
" Akhhhh.... ohhhh.... shit...."
Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka dan mengalun bagai melodi mengiringi aksi percintaan yang Victor dan Carmen lakukan.
" Aouughhhh... Eres realmente deliciosa querida!!" ( kau benar-benar nikmat sayang ) seru Victor di tengah aksi percintaannya. di dalam hatinya, Victor mengakui cuma Carmen lah satu-satunya wanita yang bisa membuatnya benar-benar puas. tapi jangan berharap untuk bisa mendapatkan hatinya atau saudaranya yang lain, itu tidak akan bisa dan tidak akan pernah terjadi walau seperti apa pun service yang mereka berikan termasuk Carmen sendiri.
Carmen merasa bangga mendapat pujian dari Victor. ia memang selalu menjaga miliknya demi kepuasan Monte Carló bersaudara. apa lagi jika ia bisa mengandung benih dari salah satu di antara mereka.
Sedangkan Antonio yang masih berada di luar mulai jengah mendengar desahan sang kekasih serta adiknya. entah apa yang ada di pikirkannya saat ini.
Drttt... drtttt...
__ADS_1
Ponsel Antonio tiba-tiba bergetar lalu ia mengambilnya dan hanya dengan melihat nama seseorang yang sudah di tunggu-tunggunya tertera di layar ponsel tersebut berhasil membuat Antonio sedikit senang.
" Hmmmm ... ¿lo entendiste?" ( Hmmmm,,,, apa kau sudah mendapatkannya?) tanya Antonio langsung pada seseorang yang berada di balik sana
".........."
" ¿Estás seguro de que esa es su debilidad?" ( Apa kau yakin itu adalah kelemahannya? )
" ........ "
" Muy bien, tráelo rápidamente y veremos cómo reacciona cuando eso suceda." ( Baiklah, kalau begitu bawa dia secepatnya dan kita lihat bagaimana reaksinya saat itu terjadi.) dengan senyum yang mengembang kemudian Antonio memutuskan panggilannya dan menyimpan ponselnya kembali.
Antonio berdiri dari kursi kebanggaannya dan melangkah dengan santai meninggalkan ruangannya dengan adiknya yang masih menuntaskan hasrat bercintanya sebelum waktu wanita itu habis, dan di ikuti oleh Blanco dari belakang kemudian mensejajarkan langkahnya.
" ¿Cómo es el resultado? ¿realmente lo entiende? ( Bagaimana hasilnya? apa dia benar-benar mendapatkannya? ) tanya Blanco penasaran. tak ada satu pun rencana Antonio yang tidak ia ketahui. karna dia lah sumber informasi dari Monte Carló bersaudara selama ini.
Antonio menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Blanco.
" ¿Qué piensas? " ( Menurutmu bagaimana? ) bukanya jawaban melainkan pertanyaan yang di berikannya. namun Blanco mengerti dengan masud perkataannya itu.
" ¿Qué pasa si no es su debilidad? " (Bagaimana jika bukan itu kelemahannya.) ujarnya sedikit ragu dengan informasi yang ia dapatkan.
" Si no es su debilidad, lo convertiré en su debilidad." (Jika bukan itu kelemahannya, maka akan aku buat itu menjadi kelemahannya.) jawab Antonio dengan senyuman devilnya.
Keduanya kembali melanjutkan langkahnya keluar dari gedung pencakar lagit itu dengan pasti menuju surga dunianya para gángster.
Sebaliknya Victor yang telah menuntaskan hasrat bercintanya yang selama 3 jam lebih tertidur dengan nyenyak bersama Carmen yang tak lagi bernyawa dengan tubuh bersimbah darah.
Kenikmatan sesaat memang tak pernah abadi. serta keinginan yang salah hanya akan mendatangkan petaka dan penderitaan yang tak berujung hingga menunggu waktu yang telah di tetapkan.
####
WALAU PUN SEDIKIT TERLAMBAT, AUTHOR DAN KELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H
MINAL AIDIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN....
I LOVE YOU ALL.... ❤❤❤
Maaf kalau ceritanya kurang sreg atau salah dalam pengartian kata.
__ADS_1