
Pekerjaan Mulia
Sekitar pukul 7 pagi,
Hari ahad ini Ahsan sudah sibuk membongkar sebuah paket besar berisi polisher karpet, yang ia beli di sebuah situs online dengan uangnya sendiri. Barang yang cukup mahal itu ternyata sangat sepadan dengan kegunaannya.
Bisa menyikat dan mengeringkan karpet dengan cepat, tanpa harus repot mengangkat dan menjemurnya.
Ia segera mengetes alat itu di salah satu karpet saf paling depan, yang langsung bekerja dengan keren. Alat itu mengeluarkan busa sabun, lalu bekerja menyikat setiap kotoran di karpet, dan mengeringkannya dengan mudah. Hasilnya wangi dan segar.
Tiba-tiba seorang marbot masjid menepuk bahunya
"Assalamualaykum Mas Ahsan"
"Waalaykumsalam Rul" jawab Ahsan, nama marbot itu adalah Chaerul.
" alat darimana nih mas?" Chaerul tampak menunjukan wajah takjub.
"Ya beli lah Rul.. Alhamdulillah lagi ada rejeki"
__ADS_1
"Lho, ini kan mahal mas"
"Iya , tapi insyaAllah lebih banyak maslahatnya Rul..." Ahsan tersenyum, pada laki-laki berkulit putih, dengan wajah yang ramah itu.
"Kemarin ustadz Amru ngasih ana hukuman cuci karpet masjid, karena ana terlambat masuk majelis ilmu yang penting Rul.. Sebagai ketua Qismul Ubudiyah, terlambat adalah kesalahan yang fatal Rul, apalagi ana itu terlambatnya karena ada perlu diluar Mahad. Bisa bisa , nanti semuanya pada ngikutin ana keluar keluar Mahad seenaknya."
Chaerul terkekeh sekaligus bersyukur.
"Alhamdulillah ya, tapi ana nggak nyangka Mas Ahsan ini malah beli alat ini... saya bersyukur banget, mungkin ini jawaban doa doa saya.."
"Emang antum doa apa Rul?"
"Lho emang nggak ada mobil yang sedia untuk mengantar Rul..?"
"Ada sih mas, cuma ya mungkin karena ana ini cuma merbot, jadi dinomorduakan terus mas, dan birokrasinya juga cukup susah mas untuk peminjaman itu kata mahasantri yang bagian kebersihan masjid."
Ahsan mengangguk-angguk sambil terus mendorong alat itu ke seluruh penjuru karpet nan panjang dan tebal.
Disampingnya Chaerul menyapu dengan sapu lidi beberapa kertas kecil yang terserak di karpet.
__ADS_1
"Akhir-akhir ini, ana jarang liat antum di masjid kalo siang"
"iya mas, Alhamdulillah sekarang ana lagi kuliah di kampus deket sini mas.. "
"Masya Allah, jurusan apa Rul?"
"Jurusan IT mas?"
"Wah IT, keren juga. Emang antum suka bidang itu Rul?"
"Suka banget, dan jangan salah kira mas, gini gini ana itu ngerti internet dan jaringan, meski orangtua ana itu orang kampung yang nggak ngerti sama sekali soal internet."
"Masya Allah Ana doakan antum sukses Rul.."
"Aamiin, ana juga sering doakan mas Ahsan, terlebih karena mas Ahsan ini paling sibuk di masjid, atur jadwal, absen kehadiran dll, moga mas selalu diberi kesehatan dan kelancaran kuliahnya"
"Masya Allah jazakallah Rul... ngomong -ngomong, tadi kata antum, orang tua antum di kampung, terus antum bisa kesini gimana ceritanya Rul?"
"Ceritanya panjang mas . jadi..."
__ADS_1