Ikhwan Idaman

Ikhwan Idaman
Part 7


__ADS_3

Bolehkah Mencintai Dia Yang Belum Halal


Alunan ayat al Qur'an menggema di dalam masjid, menandakan Majelis Ilmu pekan ini sudah dimulai. Hari ini, kajian Sirah di skip sejenak, dengan Kajian Berjudul Bolehkah Mencintai Dia Yang Belum Halal, karena kebetulan ada ustadzah Kondang yang bertamu ke kampus Laiqa.


"Ssst ... kok anti gabilang sih hari ini ga ada kajian sirah?" bisik Laiqa hati-hati kepada Halimah yang duduk disampingnya.


"Ya gapapa kan, ini juga sesuai kebutuhan anti lho materinya."


Laiqa mengerutkan kening dan menatap ustadzah yang baru saja masuk. Namanya Ustadzah Haneen Akira. Lulusan Kairo dan memiliki banyak anak, dari suami yang kebetulan dahulu kuliah di tempat yang sama dengannya.


Salam pembuka dituturkan dengan begitu syahdu, shalawat Nabi dan diksi diksi permohonan ampun untuk diri yang sering berbuat dosa tak lupa di ucapkannya.


"Bismillahirahmanirrahim...


Siapa disini yang hadir karena lagi galau sama hatinya? Masya Allah dengar2, kebanyakan yang hadir disini adalah mahasiswi-mahasiswi tingkat akhir yang masih jomblo, bisa dipastikan isi hatinya pasti siapa ya yang nanti akan melamar aku..? atau ya Allah semoga aja dia melamar aku sebelum kelulusan.. ehem.. ternyata ada yang sudah ngetag nama si dia, di dalam do'a "


Sebagian besar jama'ah merasa tersindir, tapi tidak dengan Laiqa. Ia tidak mencintai siapapun, perasaannya kepada ikhwan kemarin hanya sebatas kagum. Namun Halimah suka sekali meledeknya, hingga bayangan tentang kalau saja ikhwan itu menjadi suaminya, mungkin akan indah itu sekilas ada.


"Ukhti fillah yang diberkahi Allah, hendaklah kita meletakan dunia hanya di tangan kita saja. Kalau kita mencintai dunia, mencintai dia,--dia itu kan juga dunia, karena si dia ini kan tinggal di dunia ya, hendaklah kita meletakannya hanya di telapak tangan, dan boleh kita mencintai dia, tapi pastikan bahwa cinta itu hanya karena Allah.


kalau kita cinta seseorang, cinta dia , tidak boleh kecuali cinta karena Allah.

__ADS_1


Wa an yuhibbal mar`a laa yuhibbuhu illa lillah


i. 


(Dan hendaklah ia mencintai seseorang, dimana ia tidak mencintainya, kecuali karena Allah semata.)


Seperti mencintai suami itu adalah perintah Allah,


Terus kalo yang belum halal?


nah ini jangan cinta dulu


Cukup penasaran aja"


Ya, ini bukan perasaan cinta, ini hanya rasa penasarannya.


Ustadzah melanjutkan lagi,


"Penasaran deh dia itu orangnya seperti apa ya? boleh, kita kepoin aja dulu, kepoin siapa keluarganya, kuliah dimana, temen-temennya gimana, pengalaman organisasi dia, dia itu senengnya apa sih, cukup disitu. Bolehkah kita kepoin calon yang akan khitbah / lamar kita ? boleh, asaaaal...


ada asalnya nih, "

__ADS_1


beberapa akhwat tertawa kecil.


"Asal jangan sampai setiap apa yang dia lakuin kita kepoin, ga follow instagramnya sih, facebooknya juga ga bertemen, tapi di searching mulu namanya di explore, tiap buka instagram pasti ke explore dulu, ngetik nama dia dalam doa, eh dalam kolom pencarian, langsung aja kita liat udah posting yang terbaru belum ya, eh udah nih, langsung dikepoin sambil mesem2, ga ngelike siiihhh... cuma keponya itu ga nahan...


Ga cukup satu misalnya banyak inceran kita ikhwan yang sholeh, hafidz 30 juz, dia ngaji bukan kita dengerin ayatnya malah liatin wajahnya, ganteng banget ya abi buat anak-anak ana kelak...,


kita liatin wajahnya tuh satu satu, liatin sampe deket banget, Ya Allah itu mah terlalu ya!"


Laiqa menunjuk-nunjuk Halimah diam-diam sambil tersenyum puas.


"Enak aja aku ga gitu!" ujar Halimah.


"Boleh nggak sih kita cinta dunia? boleh asal karena Allah ... terus kalo bukan karena Allah, misalnya karena ria, karena sombong, merasa lebih hebat dari yang lain, boleh ga? Bahkan kalau kita cinta sama sebiji beras pun, tapi tidak didasari cinta karena Allah, itu berdosa."


Ustadzah Haneen melanjutkan.


"Terus ustadzah kalau seorang wanita tetap jatuh cinta sebelum halal sama seorang laki-laki bagaimana ustadzah, dan cinta itu belum mendapat sambutan dari laki -laki tersebut, nah ini kan kendala..."


"wkkkkwk" Halimah terkekeh tanpa suara, ia menutup mulutnya dengan tangan sambil melihat Laiqa. Laiqa tak bergeming dan menyimak terus perkataan ustadzah di depannya.


"Kalau laki-laki yang jatuh cinta, mungkin cenderung lebih mudah, karena step-step diatas simpel, kita tau bisa langsung mengajukan taaruf, khitbah, langsung setelahnya nikah kalau si wanitanya setuju "

__ADS_1


"Beda dengan kalau ada seorang akhwat, ia mengagumi sosok laki-laki yang ada di lingkungannya, entah di lingkungan kerjanya, lingkungan kampus atau bahkan lingkungan dakwahnya, atau di tempat lain.. tetapi tidak dapat respon atau feedback positif, padahal udah kode kode nih kasih sinyal segala macem. Dia berharap laki-laki itu yang jemput bola...tapi tidak ada tanggapan..


ikhwannya sibuk dengan dunianya, dan tak ada tanda-tanda melangkah lebih jauh kepada dirinya, apa yang harus dia lakukan...?"


__ADS_2