
Haruskah Menikah Sekarang?_3
Pernyataan Laika itu cukup mengejutkan Ahsan sampai membuat gemes sendiri. Dan sikapnya yang berbicara sambil memejamkan mata itu persis seperti anak kecil yang sedang merengek kepada orang dewasa untuk mengabulkan permintaannya, agar ia bisa ikut mendampinginya ke Madinah menimba ilmu di sana.
Sayangnya ia sudah terlanjur jatuh cinta, tapi justru yang didapatkan adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Ahsan dikenal sebagai orang yang tak pernah bisa diubah prinsipnya, itu sebabnya rasanya ta'aruf ini tidak bisa dilanjutkan.
__ADS_1
Seperti ada air mata yang akan menetes di matanya, tetapi Ahsan mencoba berlapang dada dan berhusnudzon kepada Allah bahwa apa-apa yang telah terjadi itu telah diatur sedemikian rupa oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Ia berusaha tidak kecewa atas segala yang terjadi termasuk kekecewaannya pada ta'aruf ini.
"Tunggu tunggu tunggu, ini bagaimana ?, silakan Ahsan mungkin mau berpendapat atau,"
"Jujur aja untuk ana, ana bukan orang yang bisa menjalani hubungan jarak jauh atau long distance marriage , dan ana bukan orang yang sanggup melihat istri ana itu jauh dari ana..
Dan sepertinya ukhti Laiqa ini tetap pada keinginannya yakni melanjutkan beasiswa ke Madinah jadi Afwan mungkin sebaiknya ta'aruf ini belum bisa dilanjutkan ..."
__ADS_1
Sementara Azqila mengusap punggung tangannya perlahan. Laiqa tidak ingin seorangpun mengetahui betapa hancurnya ia, yang amat menyukai ikhwan itu. Laiqa langsung pamit ke kamar mandi.
Di depan pintu kamar mandi Azqila mendengar isakan yang tertahan. Ia bingung harus melakukan apa. Sementara Laiqa merasa sangat sedih karena ia pikir Ahsan akan peka dengan kodenya tadi.
Tapi ternyata ikhwan itu sama sekali tidak ada tekad untuk memperjuangkannya.
Laiqa menatap kaca di kamar mandi. Ia menyesali kenyataan bahwa ia belum bisa mengalahkan dirinya sendiri dengan impiannya. Kemudian mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja meski air matanya bercucuran tanpa bisa dibendung. Ia menangis tanpa suara lagi. Cukup lama sampai Azqila mengetuk pintu kamar mandi dan menyerukan namanya dengan lembut.
__ADS_1
"Laiqa kamu enggak papa ?"
Laiqa berusaha tersenyum dan mengangguk. Ia membuka pintu kamar mandi dan melakukan hal yang sama saat menatap Azqila.