Ikhwan Idaman

Ikhwan Idaman
Part 32


__ADS_3

[ Perasaan ]


Laiqa merasa tak berdaya, semua badannya lemas. Ia masih tidak percaya jika ia bisa merasakan sesuatu yang nikmat dalam pernikahan seperti yang pernah dipelajari dulu di Ma'had ketika sampai pada bab Nikah. Ia melihat suaminya disamping tanpa kacamata. Wajahnya yang manis tampak tertidur lelap dengan tubuh yang hanya ditutupi selimut. Masih tidak percaya juga jika suaminya yang terlihat seperti anak baik baik ini sangat pintar dalam masalah ini. Ia menatapnya lama, jam menunjukan pukul 5 subuh. Adzan baru saja berkumandang, ia menyentuh bibir suaminya dengan jari. Satu-satunya yang bisa mengambil hatinya malam ini.


Allah engkau Maha Baik, betapa cepat engkau hadirkan rasa cinta ini kepadanya. Batin Laiqa tidak bisa berhenti tersenyum.


Laiqa terkejut saat Syamil menggerakkan kepala mendekati lehernya kembali, tertidur disana sambil berkata.


"Mau solat subuh?"


Laiqa mengangguk.


"Kamu sakit?" Tanya Syamil kini telah membuka matanya dan menatap Laiqa yang tersenyum sambil menggeleng.

__ADS_1


"Ada yang mau dibicarakan?" Tanya Suaminya lagi sambil bersandar di dadanya.


"Ana uhibuka Fillah..ya jauzi.." ujar Laiqa tersenyum.


Seperti anak kecil Syamil memeluknya lalu bangkit duduk di pinggir kasur.


Ia kini tampak berubah menjadi laki-laki yang tangguh kembali. Memakai handuk baju dengan cepat lalu berdiri.


Ia menatap Laiqa ketika gadis itu mengatakan


"Aku mau subuh di masjid, mau mandi bareng?"


Laiqa tertawa kecil sambil menggeleng.

__ADS_1


"Solat subuh hanya dua rakaat. Tidak akan cukup waktunya, sayang .."


Laki-laki itu kemudian bersegera ke kamar mandi dengan wajah tersipu yang terlihat jelas saat ia melewati cermin.


Tanpa waktu yang banyak, ia telah bisa membuat candu yang tak pernah istrinya alami selama hidupnya. Dan candu itu tak akan mungkin bisa cukup sekali saja. Ia akan mengatur waktu untuk membuat istrinya lebih tidak berdaya lagi, menagih dan semakin tidak berdaya lagi.


Atas izin Allah perasaan yang bergejolak itu, akan membuat istrinya melupakan sisa rasa di masa lalu, dan hanya menaruh semua rasa untuk dirinya saja.


Kebahagiaannya


Ketentramannya


Kenikmatan alamiah menjadi satu tubuh adalah segala yang ingin ia tanam dengan kuat dalam pernikahan ini.

__ADS_1


Karena sejatinya memang tak ada lagi aku atau kamu. Yang ada hanya kita. Satu tubuh yang sama. Pakaian yang saling menutupi dan menjaga.


**


__ADS_2