Ikhwan Idaman

Ikhwan Idaman
Part 60


__ADS_3

[ Apa kamu ingin Mengakhirinya?]


Ia membukakan pintu mobil dan menuju pintu satunya dengan tergesa. Syamil tampak sangat terguncang, ia bahkan menangis sambil menunduk tanpa suara.


Laiqa tertegun memandang itu, hingga Syamil menatapnya dalam dengan mata yang memerah.


"Apakah kamu ingin pernikahan ini.." belum sempat Laiqa meneruskan kalimatnya Syamil langsung mengecup bibirnya dan mencium bibirnya dengan lembut. Sambil terus meneteskan air mata, ia bahkan memeluk Laiqa seperti anak kecil yang meminta gendong pada ibunya.


Laiqa tampak sangat terkejut, ribuan kembang api mungkin meledak di dalam hatinya.


Emosi yang terus menerus ia lepaskan tadi, ternyata langsung padam hanya dengan gerakan ini.


Ia merasa sangat berharga.


Merasakan air mata yang terus mengalir. Mungkin selama ini mereka adalah kedua orang yang saling merindukan tapi terhalang oleh luka masing masing. Dan dinding ego itu meleleh menyirami segala api yang sempat terbakar.


Syamil menatap matanya dalam.


"Apa kamu ingin ini berakhir?.." tanya Syamil.


Laiqa menggeleng lalu terisak kembali.


"Syukron .. karena telah bertahan denganku..." Ucap Syamil lagi.


Laiqa mengangguk.


"Syukron .. telah mengatakan semuanya..keluarkan saja, limpahkan semuanya padaku.. aku senang kamu jujur untuk semuanya.."


Laiqa tersenyum menggenggam erat tangan Syamil. Syamil melihat itu dan tersenyum.

__ADS_1


"Hadiah apa yang kamu inginkan..?" Tanya Syamil.


"Kasih sayangmu.." jawab Laiqa kemudian tersenyum terus membalas tatapan dalam suaminya.


Dan Syamil mengecup bibirnya kembali.


Menumpahkan semua kerinduan yang selama ini ia pendam. Menebus segala luka yang telah ia letakan di hati Laiqa.


Akhwat itu, kini Syamil bisa merasakan ketulusan cintanya. Yang benar-benar ia lah sebagai pemiliknya.


________________


Ditempat lain Ahsan tampak bergegas mengurus semua berkas dan beristirahat sebentar di Masjid. Hari ini adalah hari terakhirnya berada di Kampus ini sebelum khidmat di Aceh.


Ia bahkan sempat mengaji satu juz dan bersiap untuk pulang.


Ia membuka hapenya dan mencari beberapa informasi di Instagram, namun sayangnya sebuah Story dari seseorang membuat ia terhenyak.


Mereka tersenyum.


Dan sangat dekat.


Meskipun hanya foto biasa, tapi karena itu adalah akhwat yang pernah ada di hatinya, dan Syamil yang tampak sangat berwibawa di foto itu membuat ia kembali menyesal membuka aplikasi Instagram.


Ia segera menutup handphonenya dan bangkit menuju luar masjid.


"Mas!.." seru seorang gadis tiba tiba ke arahnya dengan sikap yang terburu-buru.


Ahsan terkejut. Hampir saja mereka bertabrakan jika gadis aneh itu gagal mengerem. Bukan hanya berlari dengan dress hitam selutut yang terawang di lengan bermotif brukatnya, ia bahkan tak memakai kerudung dan menggerai rambut panjangnya di area kampus islami ini.

__ADS_1


"maaf tempat wudhu, dimana ya ?"


Ahsan menghela nafas, huh apa dia tidak baca papan pengumuman disana bahwa area ini wajib berjilbab.


" Maaf mba, " Ahsan saling menempelkan kedua telapak tangannya kemudian mengarahkan tangannya pada papan bertuliskan area wajib berpakaian syari.


"Apa mba tidak membaca tulisan itu? Di area ini semuanya harus berpakaian syari.." ujar Ahsan pelan dan sesopan mungkin sambil berusaha memainkan tangannya agar gadis itu mengerti tanpa harus berbicara keras.


Wajahnya malah memelas , kedua alis berkerut dan kedua mata dibuat sendu. "Iya saya tau, "


"Lalu bisakah mba menaatinya"


"Ohhh gabisa mas " dia menggeleng cepat. "Maaf kali ini darurat saya harus buru2 solat ashar!"


" maaf mba , mungkin bisa mencari masjid lain..mohon maaf sekali ini area pesantren mba.."


"Jam berapa mas!?" Gadis itu menunjuk jam rolex yang berkilauan di pergelangan tangan putih mulusnya. " Lihat sesorean ini saya kena macet disana, dan kamu suruh saya cari masjid lain? Whaaatttt!! Ashar tidak bisa dilewatkan dalam hidup saya."


Sok alim, tapi tidak berjilbab huh..


"Mba bisa berjalan kaki atau berlari sedikit, di dekat sana ada masjid lain."


"Ohh! Menyebalkan sekali! " serunya kemudian menerobos mencari tempat wudhu wanita dan pada akhirnya menabrak beberapa adik kelas yang sedang membawa tumpukan kitab kuning. Gadis itu meminta maaf dan kembali berjalan cepat menuju tempat wudhu wanita.


"Astagfirullah bidadari dari mana itu?"


"Istighfar.. cantik banget ya ..udah lama ga lihat langsung yang begitu.."


tukas beberapa adik kelas tersebut.

__ADS_1


Ahsan menghela nafas panjang. Sore ini mungkin akan menjadi sore yang buruk.


*****


__ADS_2