Ikhwan Idaman

Ikhwan Idaman
Part 43


__ADS_3

[ Cinta Karena Allah ]


Talk Show dimulai, tilawah telah dibacakan oleh seorang Ikhwan berpeci putih yang tampak masih SMA.


Aula masjid ini cukup luas. Panggung juga ditata sedemikian rupa dengan sofa diatasnya. Banner dan beberapa lampu-lampu rustic cinematic, bunga-bunga asli dan banyaknya tanaman hias membuat panggung terasa amat romantis.


Jama'ah kemudian menatap lurus kepada mereka berdua saat host bertanya.


"Menurut kalian.. apa arti cinta karena Allah?"


Syamil tersenyum lalu menjawab "Cinta karena Allah itu.. cinta yang dijemput, dijalani dengan ketaatan kepada Allah..dengan cara-cara yang tidak melanggar syariat..tidak melanggar ketentuan Allah. Dari setiap prosesnya. Dari ketika sebelum menikah, masa penjajakan. Masa taaruf. Masa khitbah apalagi. "jawabnya sambil menggerakkan tangannya membentuk sesuatu.


Laiqa teringat semua yang telah ia lakukan sampai tahap ini. Masa-masa ta'aruf yang teramat singkat. Hari pertama mereka berfoto memakai gaun pernikahan, tangan yang pertama kali bergandengan. Buket bunga yang segar dan harumnya masih teringat sampai saat ini.


Syamil terus berbicara..


"Maupun saat setelah menikah nanti , bagaimana suami berperan sebagai imam. Sebagai pemimpin bagi keluarganya, yang mengayomi, yang melindungi. Para istri juga siap menjadi makmum yang siap dibina, dididik jadi lebih baik. Dengan memahami hak dan kewajiban masing-masing sebagaimana yang diatur dalam syariat, maka itulah cinta yang karena Allah. Bertemu karena Allah dan juga berpisah karena Allah. Jadi cinta karena Allah itu , bagaimana menjalaninya seperti yang Allah inginkan.. barakallah fikum..."


"MasyaAllah ..merinding saya dengarnya. Mungkin karena saya jomblo ustadz." ucap host dan suasana kembali riuh. "


"baik terimakasih atas jawabannya ustadz.. lalu kita penasaran nih. Bagaimana sih perasaannya ketika pertama kali bertemu pasangan saat sudah halal ? Langsung jatuh cinta atau gimana nih?"


"Saat pertama pasti akan gugup, senang campur aduk perasaanya." ucap Syamil tegas.

__ADS_1


"Kalo ustadzah bagaimana?" Susul host kemudian dengan cepat.


"Ya cinta itu fitrah ya ..sama seperti semua orang yang pernah merasakan, pasti cinta itu terasa indah."jawab Laiqa sambil tersenyum mengusap tangan suaminya yang dingin.


"Meskipun awalnya nggak pernah ketemu, nggak pernah kenal bahkan, tapi kalau dalam hati kita mau meniatkan merasakan cinta sejati ya seperti ini. Cinta yang sejati itu kan cinta yang ditumbuhkan setelah pernikahan. Kalo sebelum nikah itu sebenernya bukan cinta. Tapi rasa ketertarikan, kecenderungan, hawa nafsu, hasrat. Dan kalo itu ga dijaga dengan ketaatan, seperti misalnya kalau laki-laki itu dengan puasanya. Bagi perempuan itu menjaga dengan cara menundukan pandangannya kepada laki-laki yang kalau ga dijaga dan melihat terus bisa-bisa bahasa kita itu halu ya, cenderung liar pikiran ini kemana-mana kalau melihat yang sreg di hati. Tapi kalau sudah dihalalkan itu kan bisa di ekspresikan dan semuanya bernilai pahala, bernilai ibadah. Dan itu luar biasa..hanya bisa dirasakan setelah menikah. Maka jika ingin merasakan cinta yang penuh keberkahan, halal, maka menikahlah.." ujar Laiqa sambil tersenyum.


Riuh suara jama'ah yang didominasi mahasiswi dan beberapa Ikhwan yang tempat mereka dihijab oleh pembatas kayu.


"Okey.. ini kita jadi pada pengen ke KUA semua nih ustadzah jadinya. Siapa suruh jomblo !" Ujar host disusul tawa riuh jama'ah.


Laiqa tersenyum melihat suaminya yang tampak sedang berpikir.


"Sebelum menikah apa aja nih yang harus dipersiapkan ustadz..?" Tanya host lagi.


"Yang pertama niat. Niat utama untuk beribadah kepada Allah." Jawab Syamil tegas. Dan Laiqa hanya menunduk di sampingnya.


"Yang ketiga mental. Mental ini berkaitan soal kita yakin ini ibadah, Allah menyertai Allah ridhoi, jadi ga ada yang bikin goyah setelahnya."


"Selanjutnya finansial."


"Terakhir Visi misi yang jelas." ujar Syamil tegas.


Laiqa terdiam mendengar jawaban itu. Sejatinya ia pernah goyah karena sesuatu, dan syukurnya laki-laki disampingnya adalah seseorang yang tak goyah sedikitpun. Hanya saja ..itu pasti menyakitkan.

__ADS_1


"MasyaAllah kalo boleh tahu visi misi ustadz itu apa hingga ustadzah ini bisa menerima cinta ustadz.. Afwan kali ini silahkan ustadzah Laiqa yang jawab.." ucap host.


Syamil tertawa kecil.


"Visi misi beliau, selalu dekat dengan Al Qur'an. Dan ingin terus berada di manapun yang didalamnya ada Al Qur'an. Menjadikan Al Qur'an ada di dalam darah anak anak kita. Menyebarkan Al Qur'an ke seluruh penjuru dunia."


"Allah..masyaAllah ya hadirin seperti yang kita tahu.. kalo ustadz Syamil dan Ustadzah Laiqa ini keduanya adalah hafidz dan Hafidzah Qur'an. Jadi tentu saja Al qur'an adalah alasan mereka bertemu .."


Allah .. bisik Laiqa di dalam hati. Melihat puluhan pasang mata tampak sangat mengaguminya. Sungguh.. mereka tidak tahu betapa berat sebuah status Hafidzah Qur'an. Seberapa keras usaha untuk melawan rasa tidak ingin muroja'ah (mengulang hafalan). Seberapa keras ia melawan rasa lalai yang tidak sejalan dengan Al Qur'an itu sendiri, betapa hanya Allah yang tahu kualitas diri ini, kualitas hafalan yang kadang tidak melekat dengan baik.


Betapa takutnya ia berbuat maksiat kepada al Qur'an itu sendiri. Betapa ia takut Allah membencinya.


Ketakutan yang sama, yang pasti selalu suaminya rasakan.


Laiqa memandang suaminya. Teringat masa-masa dimana mereka saling berpegangan Memurojaah Al Qur'an tak kenal waktu. Terlebih setelah pertengkaran yang terjadi, murojaah akan menjadi sedikit sulit karena hati yang tidak fokus. Berhadapan berdua di depan Al Qur'an, melawan setiap ketakutan itu. Memantaskan diri setiap hari menjaga hafalan ini.


Tapi Laiqa telah memilih jatuh cinta pada jalan ini. Jatuh sejatuh-jatuhnya kepada Allah. Kepada setiap Daras ayatNYA, dan kepada laki-laki yang selalu menjadikan Allah utama di hatinya, yang telah memilihnya, ia berjanji tak akan menyia-nyiakan semuanya..


Setelah menjawab beberapa pertanyaan hadirin. Menceritakan sedikit tentang pertemuan mereka, masa lalu yang menjadi pelajaran, sampailah pada akhir acara.


"sebelum talkshow ini berakhir.. kita mau tahu dong ustadz.. satu pesan ustadz untuk istri tercinta. Tapi harus yang romantis ustadz. Gausah pake dalil gapapa, yang penting dari hati..." ucap host tersebut sontak membuat riuh para jama'ah karena Syamil tampak menggeleng sambil tersenyum tanda tidak percaya akan ada hal semacam ini.


Sesuatu yang sangat sangat mengaduk-aduk perasaannya.

__ADS_1


Ia memandang Laiqa lama sementara gadis itu hanya menunduk. Jama'ah semakin riuh melihat betapa manis menurut mereka tatapan Syamil kepada istrinya saat itu.


Ia kemudian berdehem...


__ADS_2