
Al Isyq part 2
“Apa yang harus dilakukan ketika seorang wanita terkena penyakit ini? “lanjut ustadz tersebut.
“Pertama Istighfar..minta ampun sama Allah Aza wa jalla. Minta bantuan Allah agar dihilangkan. Karena kita tau pandangan mata itu anak panah iblis yang beracun. Ini racunnya udah sampai ke dalam jantung. Lihatlah suamimu! berbaktilah sama dia..”
“maka buat perempuan yang seperti ini, hilangkanlah semua berkas-berkas mantan. Nomor handphonenya hilangkan semua, karena ada perempuan yang masih menyimpan handphone tuh laki-laki”
Laiqa menunduk, ia membuka handphonenya dan menatap nomor Ahsan yang masih ada disana.
“Kadangkala dia buka statusnya” sambung ustadz tersebut “ Dilihat.. ga komentar nggak apa Cuma dilihat. Terus menjadi followers mantannya di social media, hilangkan semua hal itu jama’ah!
Laiqa memejamkan mata, mengklik pilihan hapus kontak dan blokir akun. Ia kemudian menghela nafas panjang, mencoba mengingat ada sosok yang seharusnya ia berbakti kepadanya.
Sosok itu masih di luar sana, mungkin suaminya telah mengetahui di luar kepala ilmu ini. Emosi yang tidak stabil sangat tidak disukai para penghafal qur’an, dan ia tahu suaminya sefanatik itu dengan al qur’an dan tak mau apapun mengganggu al qur’an yang sudah melekat kuat di hati dan pikirannya. Ia terus menghapus apapun yang berhubungan dengan Ahsan, termasuk nomor ustadz Salman dan Ka Azqila. Menghapus semua gambar dirinya dengan Fattah sementara suara ustadz itu terus terdengar.
“Karena inilah yang membuat penyakit ini nggak sembuh. Buang semuanya. Engkau hidup sekarang, Bersama suamimu. Hidup sama dia, minta sama Allah dijadikan cinta kepada suami, bisa saudara.. Allah mengatakan Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja'ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21)
“Jadi dalam islam itu di kasih tuntunan bagaimana menumbuhkan cinta dan kasih sayang setelah menikah. Makanya cinta yang tumbuh sebelum menikah berbahaya.
Berbahaya kenapa? Jama’ah…berapa banyak orang berpacaran selama 4 tahun, ada yang pacaran 6 tahun, ada yang pacaran 7 tahun, menikah 6 hari cerai. 2 bulan cerai. Bayangkan cintanya 6 tahun setelah menikah hanya tersisa 6 hari.”
__ADS_1
Laiqa bergidik, beberapa kali ia merasa suaminya akan menceraikannya, namun itu tidak ternyata tidak terjadi.
“Makanya sampai ada istilah di barat itu, malam pernikahan itu malam penguburan cinta. Dan itulah kenapa banyak orang-orang memilih nggak menikah, mereka kumpul kebo, soalnya kalo menikah nanti hilang cintanya kata mereka, naudzubillahimindzalik.”
“Maka kita rubah, malam pernikahan menjadi malam penyemaian cinta. Ketika itu cinta disirami, kasih sayang ditumbuhkan. Barakallah fikum..”
Tak terasa kajian hari ini selesai ditutup oleh jawaban dari pertanyaan tadi. Mc segera mengambil alih acara, sementara ustadz kondang itu bergegas keluar lalu menghampiri suaminya dan berpelukan sangat erat lalu kemudian pamit pergi.
Lihatlah laki-laki sholehku betapa begitu mudahnya Allah mengembalikan kesadaranku. Tanpa perlu engkau memakiku, menghardikku, segala masalah yang kau hadapi, Allah yang menyelesaikannya, betapa begitu baiknya Allah pada seorang penghafal Al Qur’an. Dan tugasku setelah ini adalah mengharap maaf darimu.
Riuh jama’ah menuju parkiran, di antara kerumunan jama’ah tersebut, di pojok pilar sana suaminya sedang bersandar membaca al qur’an. Laiqa terdiam, ia merasa sangat berdosa.
Ia kemudian mengambil tempat di pilar sebelah suaminya tanpa suaminya sadari.
“tips yang kedua agar kita dapat merasakan janji Allah adalah mudawammah.. berusahalah untuk konsisten membaca alqur’an. Wajib!, jangan sebentar-sebentar.
Jangan membaca al qur’an ketika lapang saja atau jangan baca Al quran ketika sedih saja. Kita membaca al qur’an di setiap waktu. Orang yang senantiasa berpegang teguh pada tali keselamatan maka ia tidak pernah tenggelam,
yang selalu membaca Al Quran maka hidupnya akan senantiasa Bahagia, tenang, damai seberat apapun masalahnya, seberat apapun beban , akan ada kekuatan yang membantunya mengatasi satu persatu problematika yang dihadapi.” ucap suaminya dengan penuh keyakinan.
Laiqa terkejut saat ia disapa oleh salah satu panitia kajian, seorang remaja Ikhwan yang menanyakan betulkah ia istri dari Ustadz Syamil.
Laiqa mengangguk, lalu remaja tersebut memberikan paper bag putih dengan beberapa bingkisan di dalamnya kepada Laiqa menyampaikan pesan terimakasih dan maaf karena ia tak ingin mengganggu agenda suaminya.
__ADS_1
Laiqa memandang suaminya yang tampak sangat tampan itu. Orang yang visi misinya hanya satu, ingin selalu dekat dengan Al Qur’an, dan selalu ada di kegiatan yang menyertakan Al Qur’an.
“Demikian yang bisa saya sampaikan, sederhana dan singkat, namun semoga bisa diterima dengan ikhlas oleh rekan-rekan semua.
Mohon maaf sekali lagi jika saya tidak bisa terlalu lama-lama karena sedang dalam perjalanan. Kita doakan semuanya yang benar-benar niatnya, tekadnya, azzamnya, tulus lillahita’ala dalam belajar dan mengajarkan Al Quran insya Allah, Allah akan mudahkan, dan kita doakan pasti akan mendapatkan khoiriyah (hadist) yang dijanjikan Rasulullah Sallalahu ‘alaihi wassalam yaitu
khoirukum man ta’allama-l qur’aana wa ‘allamahu.
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya. Hadanallah wa iyyakum ajma'in ( semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kami dan kalian semua)”
“Saya kembalikan pada moderator. Monggo kalau setelah ini ada pertanyaan, mungkin bisa sampai lima belas menit. Jazakumullah Khoiron, Wassalamualaykum warohmatullahi wabarakatuh..”
Syamil menoleh ke arahnya setelah menutup kajian. Ia terlihat tersenyum namun seperti tidak dari hatinya, seperti tersenyum seseorang yang wajib senyum atau sedang memaklumi sesuatu.
Laiqa mengangguk saat tangan suaminya mengisyaratkan tunggu karena ia harus menjawab beberapa pertanyaan jama’ah.
Laiqa duduk di samping suaminya saat suaminya sedang membereskan peralatan.
“Ada bingkisan dari panitia. Barakallah fikum..” ujar Laiqa menyodorkan paper bag itu namun jari jemarinya terpeleset dan hampir saja ia jatuh tersungkur, namun lutut yang bersila milik suaminya itu menjadi tameng dagunya sehingga tak menyentuh lantai. Laiqa segera bangkit saat Syamil menghela nafas kasar.
“Alhamdulillah jazakillah khoir, jangan bikin kita jadi pusat perhatian” ucap suaminya terdengar sedikit ketus lalu bangkit membawa ranselnya sambil melihat situasi di sekitar mereka.
Laiqa hanya manyun melihat hal itu, tidak ada tatapan romantic ala ftv, atau sekedar nanya kamu nggak apa-apa?.
__ADS_1
Di tangga teras Laiqa tersandung oleh kain abayanya sendiri dan langsung reflek di tangkap Syamil lalu kemudian dilepaskan kembali sambil berjalan cepat meninggalkannya. Mereka terus tak berbicara sampai rumah.