Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Taman


__ADS_3

Matahari telah muncul,suasana damai tenteram,bunyi alarm telah membangun seseorang laki-laki untuk menunjukkan waktunya berkerja.


Arzan bangun,langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai ia berganti ruangan pribadi tempat penyimpanan pakaian, jam, sepatu, jas dll. Arzan memilih setelan pakaian kerjanya.


Sedangkan dibawah galen telah menunggu arzan tiba, selang beberapa menit kemudian arzan datang ia tidak berkata,melainkan langsung memasuki mobil untuk menuju kekantor.


***


Alesha dan Clarisya sudah sampai kantor, mereka menghabiskan waktu bersama dengan bercerita satu sama lain sebelum jam kantor dimulai pagi ini, setelah cukup mereka kembali melakukan aktivitas masing-masing.


***


Tok, Tok, Tok


"masuk"Ucap laki-laki dari dalam


"permisi pak, apakah anda memanggil saya?"Tanya seorang perempuan


"Iya, begini nanti waktu makan siang temani saya jalan ditaman"Jawab laki-laki tersebut dengan tidak mengalihkan pandangannya pada berkas yang ada dimeja


"maaf pak Tapi,saya masih belum membuat proposal"Jawab perempuan tersebut


"nanti yang akan menyelesaikan sekretaris galen, kau temani saja saya mengerti honey"Ucap arzan dengan sedikit tersenyum


"Ha,apa tadi pak anda bilang?"Tanya alesha pada arzan dan mulai mendekati arzan


"Tidak ada mungkin kau salah dengar"Jawab arzan dengan cuek


"Masa sih, telingaku salah dengar, kan ggak mungkin aku lagian masih muda mana mungkin aku tidak bisa mendengar dengan baik, ah honey"Guman alesha dengan tersenyum.


"Baiklah"Ucap alesha dengan pasrah


"Kau boleh pergi"Sambung arzan


Alesha pun pergi dari ruangan tersebut dengan ngedumel tentang sifat arzan kadang romantis, kadang menyebabkan seperti kutub es.


...***...


...Taman flowers...


"Ngapain kita kesini pak?" tanya alesha dengan mengikuti langkah arzan


"Bisa tidak panggil saya dengan sebutan lain, emang saya setua itu?"Tanya arzan dengan menghentikan langkahnya


"Tidak, Baiklah mas arzan kita mau kemana?"Tanya alesha lagi

__ADS_1


"Jalan-jalan menenangkan diri"Jawab arzan dengan melanjutkan langkahnya


Tiba-tiba alesha melihat penjual es krim,lalu ia berlari tidak menghiraukan arzan, sedangkan arzan yang dihiraukan merasa kesal dan terpaksa ia mengikuti alesha.


"Pak, es krim dua yang satu cappuccino dan yang satunya vanila"Ucap alesha dengan gembira


"Baik neng"Kata penjual es krim


"Sha ngapain?"Tanya arzan dengan kwatir tanpa melihat sekeliling


"Kamu kira aku lagi cuci baju gitu mas,orang lagi beli es krim ditanya ngapain nggak liat tuh depan mu"Jawab alesha dengan kesal


"Hmm"Ucap arzan lalu arzan melihat penjual es krim


"Ini neng"kata penjualan es krim dan memberikan pesanan alesha


"Berapa pak?"Tanya alesha


"Murah neng, cuma 14 Ribu"Jawab penjual es krim


"Ini pak kembalian nya ambil saja"Ucap alesha dengan memberikan uang 50 ribu


"Kebanyakan neng"Jawab penjual es krim dengan perasaan yang tidak enak


"Terima kasih banyak neng,mas"Kata penjual es krim


"Iya"Jawab alesha dengan tersenyum


"Ayo mas"Ajak alesha


Arzan pun mengikuti alesha berjalan dan ia berhenti dikursi untuk memakan es krimnya arzan pun ikut duduk didamping alesha


"Mas mau? "Tanya alesha dengan menyodorkan es krim dengan dua rasa


"Tidak kau makan saja, "Jawab arzan dengan mengeluarkan hp nya untuk membalas pesan seseorang


"Yasudah"Ucap alesha dengan memakan es krimnya


Tetapi ada seseorang anak perempuan menangis didepan alesha,dengan melihat es krim yang alesha bawa,alesha yang melihatnya menghampirinya


"Halo,Gadis cantik"Ucap alesha kepada anak perempuan


"I, iya tante"Kata Gadis itu dengan menghapus air matanya dengan telapak tangannya


"Kamu kenapa, Mau es krim? "Tanya alesha

__ADS_1


Gadis itu hanya mengangguk kan kepalanya,alesha pun memberikan es krim rasa vanilanya kepada gadis itu, dan gadis itu hanya berdiam diri.


Arzan yang tidak melihat alesha mencarinya dengan matanya, lalu pandangannya tertuju pada seseorang perempuan bersama gadis kecil sekitar berumur 4 tahun, Arzan tersenyum dengan sikap alesha.


"Ambillah,Siapa namamu?"Tanya alesha dengan memulai makan es krimnya sendiri


"Makasih tante, Namaku cici"Jawab gadis itu dengan menjilati es krimnya


"Iya sama-sama,dimana orang tuamu cici? "Tanya alesha lagi


"Mereka ada disana,tetapi aku pergi sebentar untuk melihat es krim"Jawab cici dengan menunjukkan seorang perempuan sedang kebingungan


"Mereka pasti sedang mencarimu,kau kembalilah"Ucap alesha


Belum selesai alesha berbicara,seseorang memanggil cici dengan berlari menuju kearah alesha dan cici,sedangkan cici langsung menghampirinya.


"kau, kemana saja cici? "Tanya seorang ibu yang lumayan sudah berumur


"Aku tadi hanya pergi sebentar ibu, lalu aku diberi es krim oleh tante itu"Jawab cici dengan menunjukkan es krimnya


"Makasih ya mbak"Ucap seorang ibu


"Iya sama-sama bu" kata alesha


"Ya, sudah mbak saya tidak bisa lama-lama terima kasih sekali lagi"sambung ibu cici kepada alesha


Alesha hanya mengangguk kan kepalanya dan ibu itu pegi dengan cici,lalu alesha kembali kepada arzan untuk menghampiri nya.


"Mas arzan, aku udah selesai kita mau kemana? "Tanya alesha dengan cemberut


"Kita kembali saja kekantor sha, masih banyak pekerja an"Jawab arzan dengan menolehkan wajahnya dan melihat alesha cemberut dengan bekas es krim yang belum bersih


Lalu arzan mengambil sapu tangan yang berada dijasnya dan memegang dagu alesha untuk menolehkan kearahnya dan mulai membersihkan.


Alesha kaget, karna ada seseorang yang tiba-tiba membersihkan bekas es krimnya, dengan mata yang tidak berkedip,sedangkan arzan hanya fokus untuk membersihkan.


Setelah selesai arzan memberikan sapu tanganya kepada alesha.


"Ambillah"Ucap arzan dengan menyodorkanya


"Terima kasih"Ucap alesha dengan wajah yang memerah


"Hmm"Jawab arzan dengan menahan tawa karna melihat wajah alesha seperti kepiting yang lagi direbus


Akhirnya mereka kembali kekantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah terbengkalai sebelum jam kantor usai.

__ADS_1


__ADS_2