
Tok, Tok
Tok, Tok, Tok
"Apa aku masuk aja ya"Guman alesha ia mulai memegang knok pintu dan membuka nya
"Kalian sisir daerah sana, lalu kirimkan semuanya lewat email"Perintah arzan fokus pada laptopnya
Alesha menuju kesofa tempat arzan duduk dengan menyilangkan kakinya dan memangku laptopnya dan tak lupa ditelinganya terdapat earphone.
Alesha mulai menaruh hati-hati nampan ke meja lalu ia berdiri menunggu arzan selesai meeting.
"Baiklah aku tunggu secepatnya"Ucap arzan lalu ia memutuskan panggilan
"Sarapanya tuan"Kata alesha menunjukan nampan yang berada di meja
"Hmm, taruh saja masih banyak yang harus aku selesaikan"Sahut arzan memfokuskan diri ke laptop
Alesha menghembuskan nafasnya dan mulai duduk di sofa lalu ia mengambil piring tersebut dan mulai menyendokan nasi goreng.
Ia lalu menghadap ke arzan dan mengarahkan sendok tersebut ke mulut arzan.
"Aaa"Ucap alesha dengan menggoyangkan sendok yang berisi nasi goreng
Arzan pun membuka mulutnya dan menerima suapan alesha,tiba-tiba saja arzan berhenti menguyah dan melihat alesha.
"Kenapa rasanya asin? "Tanya arzan
"Nggak,orang ini aku yang masak"Jawab alesha dengan heran
Lalu arzan mengambil alih sendok dan menyuapi alesha, alesha pun hanya bisa menerima karna ia ingin tahu rasanya apa memang seperti yang arzan katakan.
"Mana ada asin"Ucap alesha kesal dan ia tiba-tiba tersenyum
Alesha pun lanjut menyuapi arzan,mereka makan sepiring berdua dan saling menyuapi setelah selesai alesha izin untuk mengurus perkerjaanya.
...****************...
London
"Apa kalian tahu dimana tuan rama? "
"Setahu kami ia lagi pergi keluar negeri bos untuk mengurus usahanya yang baru"
"Awal yang bagus"
"Bagaimana bos dengan rencana kita? "
"Lakukan secepatnya, aku tidak sabar melihat keponakanku yang tersayang itu marah"
"Baik bos,saya permisi"
__ADS_1
"Hahahhaha tunggu saja keponakan kau akan mendapat kan kejutan"
...****************...
Bip, Bip, Bip
"apa yang terjadi? "
"Begini tuan salah satu senjata tuan muda telah dicuri"
"APA!!! bagaimana bisa? "
"Saya tidak tahu tuan tetapi ada yang aneh tuan kami mendapatkan kartu merah dengan tulisan "GAME OVER""
"Kalian selidiki sebelum tuan muda marah, cepat"
************************
Mansion : Ruang kerja
"Maaf tuan ada sesuatu yang harus saya sampaikan"
"Ada apa len, tidak biasanya kau tidak mengetuk pintu? "
"Begini tuan muda,sepertinya ada seseorang yang sengaja membuat tuan marah"
"Lalu? "
"Salah satu senjata tuan telah dicuri,dan katanya pencuri tersebut meninggalkan kartu bewarna merah dengan tulisan "GAME OVER""
"Maksudnya tuan? "
"Dimana lokasi gudang markas paman GALEN!!! "
"Dijalan xxxxxxxxxxxx"
"Antar aku kesana sekarang juga sebelum ayah tahu"Perintah arzan kepada galen
"Baik tuan mari"
Galen dan arzan pun meninggalkan mansion dan menuju ke gudang penyimpanan milik tuan khatri yaitu paman tiri arzan.
"Berapa banyak senjata didalamnya? "Tanya arzan sambil memainkan pemantik api dan duduk di atas mobil
"Sekitar mungkin tiga ratus lebih tuan dan belum termasuk senjata pertahanan"Jawab galen
Arzan memanggil salah satu anak buahnya sekitar empat orang berpakaian serba hitam, dengan memakai penutup kepala dan penutup hidung dengan masing-masing membawa Minyak.
"Kalian hanya punya waktu lima belas menit dari sekarang atau kalian akan ikut terbakar"
Mereka berempat pun lari dan segera menuangkan minyak kesegala arah.
__ADS_1
"Tinggal satu menit lagi"Ucap arzan dengan tersenyum licik
"Baiklah lima, empat, tiga, dua......
Namun dalam hitungan tersebut orang suruhan arzan telah keluar dan segera masuk kemobil kembali.
"Galen kau tunggu disini"
"Tapi tuan bagaimana jika tuan.....
"Diamlah galen, atau kita akan tertangkap"Ucap arzan menaruh telunjuknya dibibir dan memelankan suaranya
"Baik tuan hati-hati"
Arzan pun turun dari atas mobil dan mulai berjalan mendekati gudang ia berdiri didepan pintu gudang,lalu ia melihat kebawah terdapat minyak yang terus mengalir keluar.
"BERANINYA KAU MENYERANGKU!!! BERANINYA KAU!!! " Ucap arzan dengan keras dan tersenyum
Arzan pun memundurkan langkahnya lalu ia menyalakan pemantik api dan melemparnya hingga gudang mulai terbakar.
Ia tertawa melihat gudang tersebut terbakar dan mulai membalikan badanya dengan berjalan,menaruh salah satu tanganya ke saku celana dan mengambil kaca mata hitam dan memakainya.
Arzan mulai berjalan dengan gagahnya tanpa takut terkena api yang mulai menyebar kesegala arah,ia akan kembali kemobil namun tiba-tiba
DUAR DUAR DUAR
"Tuan"Teriak galen mendengar suara kebakaran tersebut
Saat galen akan menyusul arzan, ia melihat arzan berjalan dengan tenangnya dengan memaikan kaca mata hitam, tangan disaku celana dan jangan lupa senyuman liciknya.
"Ayo pergi"Perintah arzan
"Kenapa diam len, kau pikir aku akan meninggal begitu saja"Ucap arzan dengan menepuk pundak galen
"Perfect kak, Yuhuyyyyy"
"Jack! "Ucap bersamaan arzan dan galen
"Iya, kenapa? "
"Kenapa kau bisa kesini?"Tanya arzan
"Kau lupa ya kak, kau pasti membutuhkanku untuk membobol sistem tersebut apa kau tidak berfikir sama sekali bagaimana para suruhanmu bisa masuk-keluar begitu saja"
"Hmm,Good"Ucap arzan dengan menaiki mobil
Galen pun segera memasuki mobil bersamaan dengan jack mereka pun kembali kemansion.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🌺🌺🌺...
__ADS_1
...🌼🌼🌼...
...🌸🌸🌸...