Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Memburuk


__ADS_3

BRAKKKK


Huuu


Huuu


Huuu


"Tu, tu-tuan ini makanannya"


"kau terlambat 30 detik"Ucap arzan melihat galen masih mengatur nafasnya dan penampilan acak-acakan hingga membuat arzan tak bisa menahan tawa.


"Hahahhah"Tawa arzan dengan menggelengkan kepalanya apalagi melihat galen menenteng banyak kresek di tangannya.


"Kau membeli makananku? "Tanya arzan menatap galen


"Saya tak tahu apa yang tuan suka jadi saya memesan semuanya"Jawab galen dengan kesal karena arzan menertawakan nya


"Gara-gara ini bahkan harga diriku hilang sampai dikatakan CICAK"guman galen


"Baiklah, tapi kau terlambat kau mengerti kan harus dihukum"Ucap arzan dengan menatap sinis


"Baik tuan"Sahut galen dengan memindahkan semua bawaanya pada sofa dan meja dan berdiri didepan arzan dengan menundukkan kepala


SATU


DUA


TIGA


karena tak melihat ada reaksi apapun galen, mendongakkan kepalanya dan melihat arzan tersenyum untuk pertama kalinya dan tertawa kecil kepadanya membuat galen tak merasa kesal sedikitpun.


"Aku tak akan menghukum mu saat ini tunggu aku memikirkannya"Lirih arzan menuju ke sofa untuk melihat makanan


"Ha, apa tuan tak salah? "Tanya galen memastikan


"Apa kau ingin menuju ke bagian keuangan dan memotong gajimu Lima bulan?"Bukanya menjawab arzan malah mengancam galen dan menatap dengan tajam

__ADS_1


"Ahh tidak "Jawab galen dengan cepat


"Apa ayah menghubungi mu? "Tanya arzan saat mulai menikmati makananya


"Iya, tuan mirza bilang ia besok akan ke sini dan dia tak bisa kesini nanti karena masih mengurus nyoya besar"Ucap galen dengan menatap arzan.


"Lalu bagaimana tuan? "Tanya galen penuh selidik


"Tak ada"Sahut arzan sambil tersenyum tipis,terus menerus


"pasti ada sesuatu yang terjadi"Guman galen dengan yakin karena tak biasanya arzan akan tersenyum terus menerus


"Apa kau akan berdiri saja? "Tanya arzan menatap galen


"Ah tidak tuan, kalau begitu saya akan kembali "Ucap galen dengan cepat saat akan melangkahkan kakinya


TUNGGU!!!


"kau makananlah bersama,lagipula ini masih banyak "Pinta arzan pada galen


"Cepat duduk"Teriak arzan


Sontak saja galen langsung duduk dengan kaget, sambil memperhatikan arzan. Galen bahagia karena arzan bisa kembali seperti dulu lagi yang mau membagi semua masalah yang terjadi padanya.


Serta menganggap galen sebagai kakak yang memberikan saran terbaik, walaupun untuk sementara ia tak bisa menerima dan memgikuti saran galen namun arzan menjadikan nya sebagai agenda dalam fikirannya.


...****************...


Disisi lain.......


Alesha sedang sibuk memandangi boneka pemberian dari clarisya, kepiting kecil yang imut dan mudah dibawa kemana-mana.


"Xuxu apa kau tahu bagaimana rasanya berciuman? "Tanya alesha pada xuxu nama dari kepiting tersebut


"ohh, tentu kau pasti tak tahu karena tak mempunyai bibir yang lembut"


"Baiklah biar aku ceritakan, Rasanya itu seperti permen manis dan juga menyegarkan" Ucap alesha membayangkan beberapa kejadian yang telah berlalu.

__ADS_1


ehmmm.......


Tanpa alesha sadari dari tadi ia dilihat oleh galen dan arzan dengan tangan yang berada disakunya.


"Apa aku mempekerjakan mu hanya untuk curhat dengan teman kepitingmu? "Tanya arzan dengan tegas, menunjukan sorot mata yang tajam


Deg


"Dia bukan mas arzan yang kukenal lagi"Guman alesha menundukkan kepalanya.


"Galen kau awasi dia"Ucap arzan dengan melenggang pergi galen hanya mengangguk


"Mas arzan ku berubah"Guman alesha tanpa sadar air matanya terjatuh


Alesha berlari tanpa menghiraukan galen yang berteriak memanggil namanya,sakit itulah yang alesha rasakan orang yang selama ini memberikan perhatian kepadanya dalam beberapa jam telah berubah menjadi seseorang yang dingin.


Alesha mendudukan dirinya di taman belakang kantor.


"Hiks...kenapa... Terjadi seperti ini....


Hiks......


"Menagislah"Ucap galen tiba-tiba yang datang dari belakang alesha dan duduk disebelah alesha


"K-kenapa dia berubah kak?"Tanya alesha dengan menjatuhkan kepalanya di pundak galen


"Tak semua nya bisa kau selesaikan dengan menagis sha"Jawab galen dengan tenang


"Hikss, sakit,,,, kak"Sahut alesha


"Ternyata keadaan bisa merubah seseorang kapan saja, jadi suatu waktu pun tak sesuai yang ekspetasi kita kan"Sambung alesha


"Sha, tidak ada yang seperti itu kau tahu"Elak galen dengan membiarkan alesha yang terus menagis


"Aku terlalu senang mendapatkan nya hingga aku lupa bahwa dia hanya mempermainkan ku"Ucap alesha disela tangis nya dengan tegas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2