Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Mulai berani


__ADS_3

1 jam adalah waktu yang ditempu arzan dan alesha,untuk sampai ditempat tujuan. Arzan memilih memarkirkan mobilnya tak jauh dari area pintu masuk mall.


"Ayo honey"Arzan melepas selt belt dan keluar dari mobil terlebih dahulu,kemudian membukakan pintu untuk alesha turun.


"Kenapa ke mall? "Tanya alesha sembari melihat saat arzan menautkan jari-jarinya di sela-sela tangannya.


"Apakah ini semacam kencan? "Sambung alesha dengan antusias pasalnya ia benar-benar mengharapkan hal ini


"Mau makan dulu atau langsung? "Tanya balik arzan saat memasuki mall dan menggandeng tangan alesha


"Nanti saja makanya"Jawab alesha dengan kesal karna arzan tak menjawab pertanyaan nya.


Mereka melewati beribu banyak orang yang sedang berlalu lalang, bahkan mereka mungkin tak menyadari banyaknya sorot mata yang menatap ke arah alesha dan arzan.


Alesha yang merasa diperhatikan oleh semua orang ia risih dan merasa tak nyaman namun arzan yang mengetahui perasaan alesha segera membawa alesha menuju ke lift.


Tak berselang lama arzan dan alesha sampai dilantai 3 dan alesha dapat melihat dipojok sendiri terdapat bioskop yang luas bahkan satu tempat hanya untuk bioskop.


"Apakah mas arzan mengajakku menonton"Guman alesha dengan meneliti arzan


"Jangan melihatku seperti itu honey"Lirih arzan tanpa mengalihkan pandanganya ke jalan


Sontak saja alesha mengalihkan pandangannya


Arzan memasuki sebuah bioskop tanpa tiket maupun persyaratan tertentu, membuat alesha berfikir keras bagaimana bisa terjadi sedangkan semua orang yang bertugas maupun staf ia menundukan kepalanya saat arzan tiba walaupun arzan memakai topi tapi mereka dapat mengidentifikasi arzan.


"Apa mall ini salah satu milik perusahaan atau milik mas arzan"Alesha bertanya-tanya dalam hatinya entah mengapa ia merasa heran

__ADS_1


"Ayo duduklah"Ucap arzan mendudukan pinggulnya ke kursi penonton dibagian tengah


Alesha pun duduk disamping arzan ia dapat melihat suasanya yang sepi lalu beberapa staf berdiri memegang pop corn dan minuman soda.


Staf tersebut menaruh semua makanan dan minuman di kursi sebelah arzan dan sebelah alesha setelah selesai mereka pergi dan layar didepan telah menunjukan film akan dimulai lalu lampu pun otomatis telah mati.


"Nikmatilah"Ucap arzan dengan masih menggandeng tangan alesha sesekali menciumnya.


Alesha pun hanya bisa pasrah dalam keadaan ini, lebih baik ia menikmati film daripada bertanya hal dan tak ada jawaban sekalipun sejak tadi pagi.


Alesha sangat menikmati filmnya walupun itu film yang ia takutkan yaitu horor, namun alesha mencobakan diri untuk memberanikan diri dalam hati ia selalu berdoa semoga tak ada setan yang tiba-tiba muncul.


Sedangkan arzan tak menikmati filmnya namun ia malah menatap alesha dengan intes.


Setelah beberapa jam


Arzan pun menikmati filmnya namun getaran pada hpnya membuyarkan fokusnya Ia pun langsung mengambil HP nya dari saku celananya.


💬 Galen : Tuan Galang sudah sampai di london


💬 Arzan : Suruh dia percepatan


💬 Galen : Baik tuan


💬 Arzan : Jangan lupa ingatkan dia berhati-hati dengan tuan khatri!!


💬 Galen : Tentu Tuan

__ADS_1


💬 Arzan : Baiklah


"Ke-kenapa kok layarnya jadi item jangan b-b-ilang s-s


"Aaaaaaa iiiibuuuuuuuuu"Teriak alesha kala melihat pocong tiba-tiba muncul dari balik layar yang sangat besar ia sontak saja beralih ke kursi arzan dan tak sadar ia duduk dipangkuan arzan.


"Dammm"Umpat arzan karna terkejut


"M-m-as I-i-tu,"Ucap alesha dengan terbata-bata dan memeluk arzan dengan kuat membenamkan wajahnya ke ceruk leher arzan.


"Tenanglah honey sudah tak ada"Ucap arzan sambil mendekap erat tubuh alesha,mencegah agar alesha tak jatuh ke belakang karna posisinya alesha duduk dengan mengesampingkan tubuhnya.


Arzan memberikan tanda ke salah satu staf untuk menyalakan lampu lalu lampu pun menyala, alesha masih tetap saja memeluk arzan.


"Lihatlah"Arzan menangkup pipi alesha dan mengarahkanya ke layar lagi


"Huuu, ishhh kenapa tadi harus film horor?"Tanya alesha dengan memukul dada arzan


"Salah siapa kau tak bertanya lebih dulu"Jawab arzan santai dan malah memeluk pinggang alesha


"Astaga percuma saja aku jawab"Guman alesha dalam hati


Alesha mencoba turun dari pangkuan arzan namun arzan malah memeluk erat pinggang alesha, alesha seketika malu karna ia tiba-tiba duduk dipangkuan arzan.


"Mulai berani"Ucap arzan dengan nada bicara yang lemah lembut membuat tubuh alesha merinding karna ucapan arzan ia seketika membeku dan merasakan reaksi aneh dalam tubuhnya.


"Sorry baru up "

__ADS_1


__ADS_2