Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Biarkan dia berfikir


__ADS_3

"Kau ingin makan apa? "Tanya arzan dengan suara yang lemah lembut


"aku ngikut kamu"Jawab alesha dengan melepaskan gengaman tanganya dan mengambil hp serta earphone


"Hmm"Guman arzan melihat alesha menyenderkan punggunya ke kursi dan memenjamkan matanya dengan earphone ditelinga dan hp ditanganya.


Beberapa menit kemudian.......


"Sha ayo turun"Ajak arzan menghentikan mobil direstoran jepang dan melepaskan sabuk pengaman


Saat arzan menolehkan kepalanya ia melihat alesha tertidur dengan pulas, ia pun hanya tersenyum dan menyelipkan rambut alesha yang terurai,arzan kemudian kembali memasang sabuk pengaman dan menjalankan mobilnya.


Arzan melewati beberapa jalan yang sepi bahkan hampir dikatakan jarang orang yang melintas jalan tersebut, setelah beberapa menit ia menghentikan mobilnya dan melepaskan sabuk pengaman.


Serta melepaskan sabuk pengaman alesha, ia melepaskan jaketnya dan menaruhnya di lutut alesha, setelah ia turun ia mengendong alesha dan meninggalkan begitu saja mobilnya di sekitar jalan yang sepi ia mulai memasuki hutan.


Tanpa merasa keberatan dan mengeluh, arzan menggedong alesha dengan melintasi jalan yang hanya ditumbuhi pohon-pohon yang masih segar.


Arzan kemudian sampai didepan mansion, seperti hal yang sebelumnya banyak para laki-laki bertubuh kekar didepan mansion, dengan menyembunyikan tanganya ke belakang.


Saat arzan datang mereka akan mengambil alih alesha, namun arzan seketika melototkan matanya membuat salah satu laki-laki tersebut menundukan pandanganya dan mulai membukakan pintu.

__ADS_1


"Woy kalian tidak bisa diam ya? "Teriak seseorang laki-laki


Suara sepatu arzan menggema membuat penghuni mansion yang awalnya beraktivitas dengan tenang, menjadi takut.


"Alesha"Ucap galen dengan heran


"Kak kenapa kau membawa kak alesha? "Tanya jack mengikuti langkah kaki arzan.


"Tunggu diruang utama"Jawab arzan menaiki lift,jack pun menghentikan langkahnya dan kembali ke ruang utama.


Ting!


Ia mulai menaruh alesha dengan hati-hati di kasur king sizenya,kemudian arzan mendudukan dirinya ke samping alesha dengan membenarkan posisi alesha dan sesekali mencium kening dan bibir alesha.


"Dasar putri tidur"Ucap arzan melihat alesha tak terganggu sedikitpun.


Arzan memandangi wajah tidur alesha yang membuatnya tenang,lalu ia tersadar jika ia ingin membicarakan sesuatu dengan galen dan yang lainya. Arzan membenarkan posisi selimut alesha dan turun kebawah.


"Bagaimana kau tahu mereka? "Tanya arzan dengan menyelipkan tanganya ke saku celananya


"Iya kak"Jawab jack dengan serius

__ADS_1


Arzan menaikan alisnya heran kenapa bisa jack menjawab dengan tenang, sedangkan yang lainya hanya terdiam begitu saja dengan apa yang arzan tanyakan.


"Siapa? "Tanya arzan dengan lantang


"Tuan khatri menyuruh salah satu pasukan dari kelompok mafia"Ucap galen dengan menatap arzan.


Arzan yang mendengar berita tersebut tak heran jika paman abal-abalnya yang akan menyuruhnya untuk membunuh wanitanya, ia hanya tersenyum dengan sesekali menggelengkan kepalanya.


"Kau sudah taruh ia di ruang bawah tanah? "tanya arzan melangkahkan kakinya ke dapur


"Hmm"Jawab galang dengan mengedipkan matanya.


"Good,sementara biarkan saja aku tak ingin menghukumnya untuk sementara ini biarkan ia berfikir"Tutur arzan dengan mendudukan bokongnya ke meja makan


...****************...


maaf ya baru bisa up


happy reading


kalian boleh komen jika ada saran, sapa tau cocok sama alurnya.

__ADS_1


__ADS_2