
Malam ini sesuai rencana arzan ingin mengungkapkan perasaannya termasuk alesha. arzan masuk ke kamar dan berjalan menuju tepi ranjang untuk berbicara kepada alesha.
Alesha sendiri juga ingin mengatakan sesuatu kepada arzan.
"Sha"
"Mas"
Ucap mereka bersamaan,timbul rasa canggung
"Kau duluan"ujar arzan mulai duduk si tepi ranjang
"aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu mas, tapi aku harap perasaan ini dan ungkapan ini membuatku bahagia"Ujar alesha dengan menundukkan kepala
Arzan mulai mendekati alesha dan memegang dahu alesha serta menganggakat dahu alesha sehingga mata mereka saling bertemu
"Katakanlah"Ucap arzan dengan tersenyum
"Sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan,tapi aku sendiri tidak yakin dengan semua yang kita jalani apalagi sudah hampir 1bulan"ucap alesha dengan senyum
Arzan menaikkan satu alis Nya merasa heran
"Lalu?"Tanya arzan
"Aku, a, a, ku
Belum selesai bicara telepon alesha berdering dan alesha melihat siapa yang menelepon di malam hari ternyata ibunya ia langsung mengangkat hp nya
...***...
"Apa ini dengan nona alesha? "Tanya seseorang disebrang telepon
__ADS_1
"Iya saya sendiri,ini siapa dan dimana ibuku? "Tanya alesha
"Begini non,saya tetangga baru apartemen nona tadi waktu saya menaiki lif tidak sengaja melihat ibu anda pingsan sepertinya asmanya kambuh"Sampai seseorang parubaya
"Lalu dimana sekarang ibu? "Tanya alesha menahan tangis
"Ia berada diapartemen nona sendiri, saya juga sudah memanggil dokter"Ucap seseorang parubaya
"Baiklah aku aku,akan kesana"Sahut alesha dengan panik
...***...
Alesha akhirnya pulang diantar arzan dan tidak sempat untuk menggungakapkan. Setelah sampai alesha berpamitan kepada arzan serta mengucapkan terimakasih telah membantunya.
Arzan juga meminta maaf karna ia ada urusan penting jadi ia tidak bisa ikut masuk ke apartemen bersama alesha untuk menemaninya.
...***...
"Ini bu"Ucap alesha menyodorkan air putih
"Makasih nak, sha kenapa kamu pulang terlambat nak? "Tanya ibu alesha
"Maaf, bu tapi alesha tadi lembur banyak tugas"sahut alesha dengan berbohong ia tidak mau ibunya sakit karna memikirkan nya.
"sebentar ya bu, aku mau bersihkan diri lalu tidur ibu beristirahat lah tadi alhamdulillah tetangga kita udah menolong ibu, ibu juga jaga kesehatan alesha nggak mau ibu sakit"Ucap alesha dengan sedih
"Iya nak, ibu akan berusaha ibu juga tau tadi tetangga yang udah menolong nanti kita kapan-kapan berterimakasih kepadanya"Ujar ibu dengan diangguk kan kepala oleh alesha
Alesha menuju kekamarnya untuk membersihkan diri, ia juga ingin berendam untuk menenangkan pikiranya setelah selesai ia menuju walk in closet lalu tidur untuk melupakan semua yang telah terjadi, dan ungkapan yang belum ia inginkan.
...***...
__ADS_1
...Markas...
Arzan menuju ke markas untuk mengecek keadaan markas yang telah ia serahkan kepada jack.
Jack adalah seorang yatim piatu yang telah membantu arzan saat ia ditembak beberapa tahun lalu, maka dari itu arzan merawat jack dan menyerahkan kepercayaan kepadanya.
Jack sendiri orangnya humoris,tinggi,tampan,sifat yang dingin seperti arzan, serta orang kepercayaan ke-2 setelah galen,Jack juga seorang hacker yang handal bahkan ia pernah mencoba bermain menembus perusahaan rama tetapi diurungkan niatnya setelah arzan mengetahui semuanya.
Jack berusia 19 tahun ia sudah mahir hacker,serta pedang dan pistol bahkan yang mengajari nya adalah arzan,jack sendiri menganggap arzan adalah ayahnya, ia juga berhutang kepada arzan karna telah membiayai hidupnya selama ini tanpa kekurangan apapun.
Seseorang telah memasuki ruangan dengan hentakan sepatu yang menyeramkan,setelan kantor bahkan masih melekat ditubuhnya, ia menuju ke ruang tengah untuk membahas keadaan markas.
Ia langsung duduk dikursi yang telah disiapkan, semua para bodyguard telah berkeringat dingin karna kehadiran sang tuan, jack sendiri merasa biasa saja.
"Bagaimana semuanya jack? "Tanya arzan memulai membuka laci untuk mencari pematik
"Semuanya aman tuan, sementara ini pemasukan masih normal"Jawab jack dengan santai
"Hmm, baiklah kau tangani semua yang telah terjadi jack, jika ada orang-Orang yang berkhianat aku tidak akan segan-segan menguliti mereka hidup-hidup"Perintah arzan yang mulai menikmati rokok nya
Para bodyguard semuanya menelan ludah atas perintah arzan, karna mereka tau seperti apa tuan mereka jika sedang menguliti seseorang hidup-hidup.
"Baik tuan"Ujar jack langsung pergi untuk menyelesaikan tugasnya.
...***...
Arzan masih memikirkan tentang sikap alesha,yang ingin mengatakan sesuatu ia mencoba bersikap biasa saja terhadap keadaan hatinya.
Arzan lebih memilih menyibukkan diri dimarkas dengan mengajari para bodyguard bermain katana dan timah panas ia sendiri mengalihkan perhatian nya kepada hal-hal yang membuat fikiranya tenang untuk sementara.
Sisanya mungkin arzan akan pasrah dengan takdir, ia bukan tipe seseorang yang mau memaksakan perasaan orang lain terhadapnya, setelah kejadian yang telah ia lalui beberapa tahun kelam.
__ADS_1