Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
aku saja tak tau


__ADS_3

Malam telah terganti, dan sekarang matahari telah muncul untuk menunjukkan jika waktunya berkerja telah tiba.


"Pagi sha"Sapa cla saat memasuki dapur


"Pagi cla"Ucap alesha sambil memindahkan nasi goreng ke wadah


"Untuk apa kau membuat sarapan jika bisa sarapan di rumah? "Tanya cla dengan mengambil air putih


"Tidak ada hanya saja aku banyak berkas yang harus diselesaikan kau tahu sendirikan aku berkerja bukan hanya satu perusahaan"Jawab alesha dengan berbohong


Memang arzan bukan hanya mengendalikan perusahaan nya saja, namun ia juga mengendalikan perusahaan ayahnya jadi alesha berkerja untuk dua perusahaan sekaligus.


"Iya sih, yasudah aku mau ganti baju dulu"Sahut cla menaiki tangga menuju ke kamar


"Maafkan aku cla harus berbohong"Guman alesha


"Sha, udah sarapan nak?"Tanya ibu saat ia menduduki kursi makan


"sudah bu"Jawab alesha jujur karna ia tadi sarapan sedikit untuk mengisi perutnya lalu ia membawa kotak makan


"Ibu jangan lupa makan, lalu minum obat aku mau keatas dulu"Ucap alesha mengingatkan ibu untuk menjaga kesehatannya


"Iya"Jawab ibu dengan menyendokan nasi ke piring


"Nah sudah selesai"Kata alesha melihat dirinya ke cermin


"Kenapa kau ikat rambutmu,biasanya kan kau urai?"Tanya cla penuh selidik


"Mencoba sesuatu yang baru"Jawab alesha dengan tenang.


"Ohhh, okey ayo berangkat"Ajak cla dengan menuruni tangga


Alesha langsung mengambil tas dan memasukan kotak makan kedalam tasnya, dan ia buru-buru untuk turun.

__ADS_1


...****************...


Tok, Tok


"Masuk"


"Selamat pagi tuan"sapa alesha dengan membungkukkan badan


"Hmm, pagi"Jawab arzan dengan kening yang berkerut dan menoleh ke arah alesha


"Tuan hari ini tidak ada pertemuan, namun tuan harus memeriksa beberapa berkas dan menandatanganiny....


Cupp


Alesha dibuat melongo karna tiba-tiba arzan mengecup bibirnya, padahal ia sibuk membacakan jadwal dan memegang ipad


"Morning kiss"Ucap arzan menarik alesha lebih dekat ia bersender dimeja dan menarik alesha


"Kau harus memberikanku ciuman sebelum memulai bekerja, atau kau ingin lebih juga tak apa"Goda arzan tersenyum kecil


"C-c-ciuman"Ucap alesha dengan gugup


"Aku saja tak tahu caranya malah disuruh menciumnya"Guman alesha


"Sure,kenapa honey? "Tanya arzan tanpa rasa bersalah


"Tidak bisakah yang lainya saja?"Tawar alesha menunjukkan raut muka memohon dan melonggarkan badanya karna terlalu dekat dengan arzan


"No, sekarang cepat berikan aku ciuman"Perintah arzan menarik alesha lagi


Alesha tidak punya pilihan lagi ia pun harus terpaksa mencium arzan, perlahan ia mendekatkan wajahnya lalu ia memenjamkan matanya sedangkan arzan hanya tertawa kecil melihat tingkah alesha.


Cupp

__ADS_1


Namun saat alesha mencium arzan, arzan malah menarik tengkuk alesha dan ******* bibir alesha lebih dalam, alesha memberontak namun arzan tidak melepaskan dan malah ********** lebih dalam.


Alesha menarik diri karna ia kehabisan nafasnya ia seakan rakus akan udara yang belum ia hirup


Ha, ha, ha


"Tenang honey"Ucap arzan tersenyum dan tertawa kecil


"Ishhhh"Kata alesha sambil memukul dada arzan


"Aku pergi banyak yang harus aku kerjakan"Ucap alesha tanpa mendengarkan arzan yang berteriak


"Imut sekali dia"Guman arzan kembali fokus pada pekerjaannya


"Pagi-pagi bikin orang bete aja, tapi tadi ternyata aku..... Guman alesha menduduki kursi dan mengingat tadi ia berani mencium arzan.


"Nona alesha"Ucap galen dengan menggoyangkan tubuh alesha


"Iya ada apa? "Tanya alesha menggigit bibirnya


"Apa kau sudah membuatkan tuan kopi dan sarapan pagi? "Tanya galen


"Belum"Jawab alesha menggelengkan kepalanya


"Segera"Sambung alesha lari dari galen dan menuju ke pantry.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🌸🌸🌸...


...🌼🌼🌼...


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


__ADS_2