
Alesha pun mendorong dada arzan, sedangkan arzan hanya tertawa kecil karna tingkah alesha.
"Kau gila ya?"Tanya alesha
"Me, mengapa kau melakukan ini? "
"Kau, k-k-kau laki-laki cabul yang tidak mengerti perasaan seseorang "sambung alesha dengan gugup
Arzan pun hanya tersenyum dan menaruh tanganya dipinggang alesha dan satunya disaku celana.
"Aku memang laki-laku cabul, tetapi aku tahu perasaan seseorang "Jawab arzan dengan merogoh sakunya dan mengambil kalung yang ia persiapkan
Saat arzan akan mencium alesha lagi, alesha mendorong dada arzan sedangkan arzan malah meletakkan tangan alesha didadanya.
"Aku seseorang yang cabul, namun hanya ketika kau datang kepadaku"Ucap arzan
"Aku tidak akan berbicara denganmu lagi"Sahut alesha dengan melepaskan tanganya namun arzan menahan tangan alesha dan malah merekatkan tubuh alesha padanya.
"Jika kau tidak ingin aku melakukan ini,maka kau harus berjanji padaku dan kau tidak akan pernah bersama seorang pria lagi dan tidak perduli siapa pria tersebut kecuali aku atau kau ingin aku melakukan ini lagi"Perintah arzan pada alesha
"Untuk apa aku melakukan itu, itupun juga hidupku"Jawab alesha dengan menahan tangis
"Bukan hidupmu, namun hidupku juga"Ucap arzan dengan menatap mata alesha
"Hidupmu, kenapa memangnya siapa kau? "Tanya alesha dengan meneteskan air matanya dan berteriak
"Karna aku mencintaimu nona alesha"Kata arzan dengan geram karna alesha menagis membuatnya sakit
__ADS_1
Mereka berdua pun hanya berdiam diri karna situasi yang baru saja terjadi, alesha bungkam tentang apa yang arzan katakan padanya.
"Kau, kau mencintaiku? "Tanya alesha dengan gugup
"Iya aku mencintaimu"Jawab arzan tersenyum dan menghapus air mata alesha
"Kenapa kau melakukan ini,kenapa kau baru saja mengatakanya? "Tanya alesha,frustasi dan memukul dada arzan sedangkan arzan tidak merasakan sakit karna alesha memukulnya
"Apa kau juga mencintaiku? "Tanya arzan lalu tersenyum dan merapikan rambut alesha
"I-i-iya"Jawab alesha ia menyembunyikan wajahnya pada dada arzan dan memeluknya
Arzan pun membalas memeluk alesha,alesha semakin mengeratkan pelukan dan menagis karna bahagia,ia benar-benar tidak menyangka jika seseorang yang ia cintai ternyata mempunyai perasaan yang sama.
Arzan melepaskan pelukanya dan menangkup wajah alesha, dan menghampus air mata alesha lalu ia pun memakaikan kalung yang ia rancang kepada alesha.
"Kenapa kunci? "Tanya alesha memegang kalung tersebut
"Karna suatu saat nanti kau pasti tahu alasannya mengapa aku sangat mencintai mu dan kau juga harus menjadi wanita yang kuat nantinya"Jawab arzan
"ma-maaf"Ucap alesha dengan tiba-tiba
"Untuk? "Tanya arzan dengan heran
"Kemejamu basah karna aku"Jawab alesha menunjuk jarinya pada kemeja arzan yang basah karna ulahnya
__ADS_1
"Sudahlah, aku masih mempunyai banyak kemeja yang lain diruangan pribadi"Lirih arzan menenangkan alesha
"Oh, tidak tinggal lima belas menit lagi, pasti tuan galen menungguku"Teriak alesha karna sadar ia melewatkan waktu untuk bertemu dengan investor
"Shitt!! Ayo ikut"Ajak arzan dengan menarik tangan alesha dengan lembut dan alesha segera mengambil map yang terjatuh karna tadi mereka bertengkar
Arzan mengajak alesha ke bassement kantor,alesha pun heran karna baru melihat banyaknya mobil mulai dari beberapa merk ternama hingga sepeda motor yang keren.
Lalu arzan mengambil salah satu motor balap bewarna hitam, ia mengendari motor tersebut dan segera memaikaikan helm pada alesha.
Alesha pun tersenyum karna sikap arzan,ia langsung menaiki motor tetapi arzan menarik tangan alesha untuk memegang pinggangnya.
"Pengangan yang kuat atau kau akan jatuh"Ucap arzan dengan tersenyum dibalik helm yang ia pakai.
Alesha pun mengeratkan peganganya dan arzan melajukan motornya dengan kecepan yang tinggi, hingga membuat alesha hampir pusing seketika alesha menyenderkan kepalanya di punggung arzan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🏵🏵🏵...
...💐💐💐...
...🌸🌸🌸...
...🌼🌼🌼...
...🌺🌺🌺...
__ADS_1