
Tanpa sadar waktu telah menunjukkan jam pulang kantor,clarisya yang mencoba menghubungi alesha kwatir karena daritadi alesha belum keluar sama sekali.
"Apa aku keatas ya, tapi kalau ketemu tuan arzan bagaimana? "Guman clarisya dengan mondar mandir memegang ponselnya
"Sudahlah alesha lebih penting"Cla pun langsung berlari menuju ke lift khusus untuk keruangan alesha
TING!!!
"kok sepi banget, sha? "Cla mencoba membuka pintu ruangan namun Ia tak melihat alesha maupun galen.
"Dimana alesha, tapi hp nya masih disisni"Guman cla dengan bigung ia keluar dan mencoba mencari alesha disekitar
"Hiks..... Hikss.... "
"Sha, kau kenapa? "Tanya cla dengan menarik alesha dari galen dan memutar tubuh alesha seperti takut terjadi hal yang tak ia inginkan
"Kau menagis kenapa apa karena cicak ini? "
"Kenapa kau menagis sha"
Tanya cla bertubi-tubi bahkan ia tanpa sadar menyebut nama galen dengan cicak galen sontak saja melototkan matanya, baru kali ini ada wanita yang menamainya begitu mudahnya padanya.
"Ak, aku tak apa cla ayo pulang"Ajak alesha menarik tangan cla dari sana
"Tunggu, awas saja kau cicak sampai menyakiti sahabatku"Ancam cla dengan menatap tajam galen ia pun langsung menarik alesha kembali.
"Apa karena masalah sama tuan arzan sha? "Tanya cla disela-sela jalan
__ADS_1
"Hmm"Hanya kata tersebut yang keluar dari mulut alesha
Saat mereka berjalan bersama, tak sengaja melihat arzan yang sedang sibuk memainkan hpnya dan seperti sedang berbicara dengan seseorang melalui earphone.
Cla memandangi arzan dengan kesal,karena membuat alesha sudah menagis sejak ia mengenalnya. Cla langsung mengahampiri arzan saat terlihat ia melepaskan earphone nya.
"Tuan arzan maaf jika saya mengatakan ini, saya mohon maaf namun saya ingin mengatakan jaga batasan anda, karena terkadang apa yang anda katakan itu bisa membuat seseorang tersakiti mungkin....
"Cla ayo pergi"Belum sempat mengatakan alesha menarik tangan cla
"Maafkan clarisya tuan"Ucap alesha dengan menundukkan pandangannya dan segera menarik cla
Arzan hanya menggelengkan kepalanya dan menganggkat alisnya, entah mengapa masalah ini malah semakin menjauh dan menjadi panjang. Apalagi ia melihat alesha yang memanggilnya "Tuan" Dan juga tatapan mata alesha yang sembab seperti telah menagis.
"Apa yang kau lakukan cla? "Tanya alesha dengan melepaskan tangannya
"Kau yang kenapa, kau kemarin masih berharap jika tuan arzan masih memiliki perasaan padamu kan, namun kenapa sekarang kau berubah lagi. Sebenarnya yang benar itu firasat dalam hatimu atau hanya ucapanmu"Ucap cla dengan kesal
Alesha hanya berdiam diri melihat cla yang meluapkan emosinya, ia memejamkan matanya memang seharusnya ia tak berkata seperti itu kemarin, tapi entah mengapa hatinya dan fikirannya masih tertuju pada arzan bahkan yakin jika arzan masih mencintainya lalu ia yang disalahkan atau...
"Sudahlah ayo pulang"Ajak alesha segera membereskan meja kerjanya
Alesha dan cla pun berjalan pulang, mereka hanya berdiam diri dari tadi tanpa ada bicara sedikitpun, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Ibu aku pulang"Ucap alesha menghamburkan pelukan pada ibu
"Eh, nak ada apa? "Tanya ibu alesha karena tak biasanya alesha bersikap seperti ini.
__ADS_1
"Tak ada aku hanya kangen ibu"Jawab alesha dengan berbohong
"Kau yakin nak, kenapa ibu rasa kau menyembunyikan sesuatu? "Tanya ibu memastikan karena perasaanya tak enak
"Tidak ada ibu ku tersayang, lebih baik ibu istirahat saja biar aku sama cla yang membereskan ruangan "Ucap alesha mengalihkan pembicaraan dan mengajak ibunya untuk segera beristirahat
"Cla, kau bantu aku ya sebelum mandi"Kata alesha yang mulai mengikat rambutnya asal, daritada cla hanya menonton alesha yang sedang berbicara dengan ibunya tanpa ikut campur walaupun ia merasa ibu alesha harus tahu tapi itu semua kembali kepada alesha sendiri mungkin alesha tak ingin ibu nya sakit karena memikirkan nya.
Clarisya dan alesha pun membersihkan ruangan, karena ibu alesha berkerja membuat roti atau kue, akhir-akhir ini untuk mengisi waktu kosongnya selama ditinggal alesha dan cla berkerja.
Mereka membantu menjualkan nya lewat online, jadi setidaknya tak memberatkan.
"Jam tangan siapa ini? "Guman alesha saat membersihkan sofa tak sengaja melihat jam tangan yang jatuh dibawah
"Tapi ini seperti mirip jam tangan mas arzan"
"Memangnya mas arzan pernah kesini, tapi seingetku pernah menemui klien daerah sini"Ucap alesha mengingat-ingat.
"Sudahlah nanti dulu aku pikirkan, lebih baik membersihkan rumah".
"Akhirnya lelah sekali"Ucap cla menyenderkan tubuhnya di sofa
"Cla, jangan seperti itu lagi bagaimana jika kau kehilangan perkerjaan karena membentak tuan arzan"Sahut alesha dengan sedih
"Sha, tak apa meskipun aku dipecat sekalipun. Karena ternyata aku kira hanya tuan arzan yang paling setia selama ini ternyata ishhh.....
"Sudahlah ayo mandi, aku sudah mengantuk"Lirih alesha meninggalkan clarisya yang belum menyelesaikan omongannya
__ADS_1
"Astaga,, untung sahabat"Guman cla menggelengkan kepalanya