Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Devil's Blade


__ADS_3

Jam telah menunjukkan bahwa waktunya untuk pulang dari kantor, disisi lain alesha sudah berniat pulang dan dia melihat hpnya berdering dari tas tanda seseorang sedang menghubungi nya.


Ibu alesha menelepon


***


"assalamualaikum bu"ucap alesha


"waalaikumsalam sha,kamu udah pulang?"Tanya ibu dengan kwatir


"iya bu, alesha baru akan pulang"Jawab alesha sambil turun dari lif


"ya sudah hati-hati ya nak"Sahut ibu


"Iya bu, yasudah ya ini aku udah dijalan"kata alesha sambil menghentikan taxi lalu mematikan hp nya.


***


Lain hal nya dengan arzan ia masih berdiskusi tentang pengamanan transaksi barang yang akan ia lakukan malam ini.


"Bagaimana persiapan untuk malam ini galen?"Tanya arzan


"sudah beres tuan, mengenai transaksi bagaimana tuan apalagi mereka meminta kita tidak diperbolehkan membawa senjata?"pekik galen dengan perasaan kwatir


"Biarkan saja,lagian aku masih sanggup jika mereka menyerang dan ya galen jangan pernah membawa senjata cadangan"Perintah arzan mulai berdiri dari kursi dan mengambil jasnya


"Sudah tuan tidak perlu diragukan lagi"ucap galen


dengan mengikuti arzan yang mulai memasuki mobil dan galen langsung membukakan pintu mobil lalu arzan masuk untuk menuju ke tempat transaksi.


Galen langsung mengendarai mobil,tidak ada percakapan sama sekali antara 2 orang ini,apalagi arzan sibuk dengan hpnya, dan galen sibuk dengan mengendarai mobil.

__ADS_1


Tibalah mereka ditempat transaksi penjualan,tempatnya di markas tengah tengah hutan bahkan jika kita memasuki tempat ini kita tidak akan ingat jalan pulang maupun jalan menujunnya.


Galen membukakan pintu dan mulai memasuki ruangan,arzan membawa paket pistol untuk ditransaksikan.


"bagaimana tuan perjalanan anda?"tanya seorang laki-laki parubaya tetapi tidak menghilangkan tatapan tajamnya serta ke tampannya


"sangat baik tuan"jawab arzan dan mulai menduduki kursi,meja telah disediakan dengan hidangan alkohol termahal dan dibelakang laki-laki paru baya banyak para bodyguard.


"boleh saya lihat pistolnya tuan arzan?"Tanya laki-laki itu.


"Tentu tuan suri"ucap arzan sambil menyerahkan pistol kepada laki-laki parubaya.


"wawww, pistol yang bagus tuan arzan saya sangat menyukainnya"Kata suri itu dan mulai berdiri dari kursinya.


"hmmm"Jawab dengan muka yang dingin dan seketaris galen yang berada di belakang arzan mulai kwatir


"pistol ini bagus tetapi saya belum mencobanya, bagaimana jika saya mencobannya"kata suri dan mulai menodongkan pistol ke arah arzan


"kenapa anda masih bisa tertawa tuan arzan, apakah anda tidak lihat dibelakang saya ada 10 bodyguard?"Tanya suri, tetapi ia tetap tidak memindahkan arah pistolnya


"sebelumnya saya minta maaf tuan suri, apakah anda tidak tau siapa saya, saya adalah pemimpin mafia Devil's Blade "Ucap arzan dengan tersenyum licik


Devil's Blade adalah sebuah kelompok mafia yang berdarah dingin,bahkan kelompok ini menguasai semua negara yang ada dengan markasnya sebagai Stempel kepemilikannya.


Mafia ini tidak tersentuh oleh hukum maupun polisi karna mereka tau akibat jika mereka berhubungan dengan kelompok ini maka dalam beberapa menit saja keluarga mereka akan musnah dalam sekejap.


"Sure,saya tau tuan arzan yang terhormat, bahkan anda tidak takut dengan situasi seperti ini"Ucap suri


"Sebelum itu pastikan dulu tuan suri siapa yang berada dipihak mu"Sahut arzan dengan percaya diri dan Arzan mulai menjentikan jarinya.


'DOR, DOR, DOR,DOR'

__ADS_1


entah kenapa para bodyguard yang berada dibelakang suri malah balik menyerangnya dan dalam beberapa menit suri meninggal dengan tembakan 4 dibadannya bahkan suri tidak sempat untuk melakukan pembelaan.


Arzan menghampiri suri dan mengatakan bahwa


"Dimana saya mulai, saya yang akan mengakhirinya"Ucap arzan dan mulai meninggalkan tempat


"Galen bereskan semua ini"Perintah arzan dan mulai memasuki mobil


"Siap tuan"Ucap sekretaris galen dan langsung menelepon seseorang untuk membereskan nya.


Setelah kejadiaan itu arzan dan galen tidak pulang ke mansion milik ayahnya tetapi ia pulang ke apartemen,arzan langsung memasuki apartemen dan langsung membersihkan diri,lalu ia langsung tertidur ketika selesai mengganti pakaian.


***


Lain halnya dengan alesha dia sibuk membuat proposal untuk meeting besok, entah kenapa otaknya tidak bisa diajak kompromi sekarang setelah kejadiaan ia bertemu arzan.


"Ah sial tinggal beberapa lagi selesai kenapa kau tidak merespon otak?"Tanya alesha dengan sedikit berteriak pada dirinya sendiri dan memukul kepalannya sendiri


"Ada apa sha kamu teriak-teriak?"Tanya ibu dan mulai memberikan susu yang telah ia siapkan


"Tidak ada bu hanya saja alesha lagi mengerjakan perkerjaan"Jawab alesha dan mulai meminum susunya hingga habis


"Yasudah jangan terlalu malam, nanti kamu sakit"Ucap ibu dan mulai meninggalkan kamar alesha


"Baik ibuku tersayang laksanakan"kata alesha


Lalu mulai membereskan perkerjaannya,setelah beberapa jam ia selesai berkutik dengan laptopnya dan mulai menuju tempat tidur untuk tidur.


***


Terimakasih jangan lupa untuk sukai dan vote,terimakasih untuk saat ini dan tunggu kelanjutannya. 🐾🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2