Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
merindukan seseorang


__ADS_3

Waktu cepat berlalu tetapi tidak membuat pembicaraan seseorang laki-laki usai, entah apa yang mereka rencanakan dan bicarakan hingga berbicara saja harus pergi ke ruang kerja.


"Kalian tunggu sini dulu"Ucap arzan keluar dari ruangan dan menuju ke sisi tangga


"Bibi"Tutur arzan dengan lembut melihat bibi sedang mengatur makan malam lebih tepatnya


"Iya tuan muda"Sahut bibi dengan sopan


"Apa tadi waktu bibi mengantar makan siang untuk alesha ia bangun? "Tanya arzan


"Belum tuan muda, sepertinya nona kelelahan"Jawab bibi yang sebenarnya


Tadi siang arzan sempat menyuruh bibi untuk mengantarkan makan siang untuk alesha tetapi ia tidak tahu jika alesha sampai sekarang belum juga bangun dari tidurnya, dan yang pastinya hanya bibi lah yang bisa memasuki kamar arzan selain pelayan lainya.


Bahkan jika seseorang ingin bekerja di mansion arzan, ia harus dilatih dan diberikan bayaran yang setimpal atas apa yang ia kerjakan namun jika seseorang tersebut berkhianat maka tidak segan-segan arzan akan menghukumnya dan memberikannya pada hewan peliharaan nya.


Arzan hanya mengangguk kan kepalanya dan heran kenapa sampai sekarang alesha belum juga bangun, padahal sudah lebih dari enam jam ia tidur.


"Saya permisi tuan"Ucap bibi dengan sopan dan pergi melanjutkan perkerjaanya.


...****************...


Arzan lalu kwatir terhadap alesha ia langsung berlarian menuju kekamarnya bahkan banyak pelayan yang sibuk menyiapkan makanan, mereka heran kenapa arzan berlarian menuju ke kamarnya sendiri.


Ceklek

__ADS_1


Ia melihat alesha masih tidur diposisi yang sama namun ia heran kenapa alesha belum juga bangun, arzan menghampiri alesha dan duduk disamping alesha.


Arzan terkejut melihat dahi alesha yang berkeringat, padahal ac dikamar dinyalakan pada suhu yang lumayan tinggi namun kenapa alesha masih berkeringat.


"Ayahhhhhhhh"Teriak alesha tiba-tiba bangun dari tidurnya dengan nafas yang tak beraturan namun ia malah menagis sejadi-jadinya.


"Hei, kau kenapa sha?"Tanya arzan menangkup wajah alesha


"Ayahh"jawab alesha ia segera memeluk arzan dengan kuat hingga arzan hampir saja terhuyung dari sisi tempat tidur


"Tenanglah"Ucap arzan mengelus punggung alesha


Alesha masih saja menangis entah apa yang terjadi padanya hingga ia memikirkan ayahnya,dan ketakutan seperti kehilangan sesuatu.


"Sudah lebih baik? "Tanya arzan dengan masih saja setia mengelus punggung alesha


"kenapa? "Tanya arzan


"Tidak ada"Jawab alesha dengan menghapus air matanya


"Kau yakin?"Tanya arzan untuk memastikan


"Iya, tidak ada apa-apa"Jawab alesha


"Aku tak ingin mengatakanya untuk sekarang"Sambung alesha dengan tatapan yang seduh

__ADS_1


"Baiklah aku tak akan memaksamu"Ujar arzan


"Lebih baik kau makan dulu karna ini sudah malam, dan mandilah jika kau ingin mandi,aku ingin keluar sebentar"Ucap arzan dengan meninggalkan alesha sendiri.


"pasti ada sesuatu "Guman arzan dengan melanjutkan langkahnya


"Ayah, kenapa kau pergi meninggalkan ku,apa ayah bahagia disana?bagaimana dengan janji ayah?Guman alesha menahan tangisnya


"Lebih baik aku menyegarkan diri"Ucap alesha menuju ke kamar mandi


Beberapa menit kemudian.....


Alesha keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono yang telah disiapkan di kamar mandi, ia menuju ke sisi tempat tidur untuk menggunakan kembali pakaianya namun ia melihat jika disisi tempat tidur tidak ada lagi pakaianya.


Alesha bigung ia harus memakai apa,masak iya ia harus memakai kimono untuk turun saat alesha ingin keluar kamar ia tidak bisa karna kamar tersebut terkunci otomatis dan jika ingin membukanya ia harus memasukan kode.


"Aishhh ada ada aja,apa aku lihat ya ke walk in closet"Guman alesha karna ia juga tak mungkin keluar dengan kimono


Ia berjalan untuk mencari walk in closet milik arzan, alesha melihat ada ruangan tertutup didepan kamar mandi ia membuka pintu dan kagum akan yang ia lihat.


"Kamar yang berbeda"Guman alesha


Alesha memasuki walk in closet milik arzan ia dapat melihat beberapa stelan jas, kemeja hingga celana yang digantung dengan rapi, ditengan walk in closet terdapat sebuah lemari kaca besar yang berisi dasi hingga sabuk dan sepatu milik arzan dan ruangan ini bener-bener luas.


"Kalau di apartemen ini kamar dua"ucap alesha dengan kagum

__ADS_1


Alesha bigung ia akan memakai pakaian apa, ia mencoba mencari di sisi lain dan ia heran kenapa bisa ada banyak dress dan gaun yang sangat cantik digantung disisi kemeja arzan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2