
"Bagaimana bisa seperti ini sha?"Tanya arzan kala ia membantu mengoleskan salep pada lukanya alesha
"Aku tak tau"Jawab alesha dengan berbohong
"Kau ini selalu saja merepotkan ku"Ucap arzan dengan membalut luka alesha dengan perban
"Untung saja ada persedian obat di restoran ini dan lukamu juga tidak terlalu besar"Sambung arzan dengan teliti mengobati luka alesha
"Hmmm"kata alesha dengan tersenyum,ia sangat bahagia meskipun tanganya terluka setidaknya ia tahu kalau arzan menghwatirkan nya.
Alesha sibuk memandangi arzan yang sedang membalut lukanya dengan mengoceh, bahkan alesha tidak memperhatikan ucapan arzan.
"Selesai"Ujar arzan dengan menaruh obat ditempat semula
"Terimakasih"Lirih alesha dengan memegang tanganya yang sudah terbalut dengan perban.
"Permisi tuan"Ucap galen dengan menundukkan kepala
"Apa kau dapat pelayan tersebut?"Tanya arzan dengan melipat kakinya di sofa
"Tidak tuan, saya sudah menanyakan pada manager jika ia tidak mempunyai pelayan yang bernama aisyah"Sampai galen kepada arzan karna tadi sempat galen melihat tag name di seragam pelayan tersebut
Memang tadi setelah membasuh luka alesha arzan, meminta bantuan galen untuk mencari pelayan tersebut untuk ia beri pelajaran di markas dan juga meminta galen untuk mengambilkan obat.
"Siall, apa itu bearti dia bukan bagian dari restoran ini"Tanya arzan dengan melonggarkan ikatan dasinya
"Sejauh ini memang benar tuan, dan kemungkinan pelayan tersebut menyamar untuk melancarkan siasatnya"Jawab galen dengan tegas
"Cepat kau cari pelayan tersebut,waktumu hanya dua jam dari sekarang galen"Perintah arzan dengan melipatkan kemejanya serta melepaskan jasnya
"Baik tuan, saya permisi dahulu"Sahut galen
Galen pun pergi dari restoran, alesha yang mendengarkan hanya bigung kemana arah pembicaraan mereka berdua.
"Ayo aku antar kau pulang"Ajak arzan dengan berdiri
"Ahhhh, tuhan kenapa mas arzan kelihatan tampan jika berpenampilan seperti ini"guman alesha dalam hati dengan memperhatikan tampilan arzan yang menurut nya so sexy
"Sha"Teriak arzan dengan menggoyangkan bahu alesha
__ADS_1
"Iya"Jawab alesha dengan malu
"Ayo cepatlah aku tidak punya banyak waktu"Kata arzan dengan melangkah pergi
"Tapi jam kantor kurang satu jam lagi,bagaimana aku bisa pulang? "Tanya alesha dengan mengikuti langkah kaki arzan
"Siapa bosnya?"Tanya arzan dengan membalikkan badan
"Kau"Jawab alesha dengan menundukkan kepala
"Hmm"Ucap arzan dengan menarik salah satu tangan akila dan membawanya ke mobil
Alesha pun hanya bisa pasrah kala arzan sudah memerintahkan nya, ia pun mengikuti arzan menuju ke mobil dan pergi.
...****************...
"Nona bagaimana jika tuan arzan tahu? "Tanya Seseorang perempuan dengan gemetar
"Kau tahu kan apa resikonya, jadi nikmati saja"Jawab wanita tersebut dengan tersenyum
"Iya nona, baiklah saya mengerti dan terimakasih"Ucap seorang perempuan menundukkan kepala nya walaupun dihatinya ia sungguh kwatir
"Tunggu kau mengerti kan jangan pernah bicara jika aku yang menyuruhmu luna, karna aku yang memintamu menjadi pelayan dan menyamar sebagai aisyah"Perintah akila dengan selidik
"Baiklah kau boleh pergi ketempat semula, Untuk saat ini kau aman tetapi jika kau tertangkap aku tak tahu lagi"Kata akila dengan meninggalkan ruangan
Akila pun pergi dari ruangan dan meninggalkan luna, beberapa menit kemudian para bodyguard laki-laki suruhan akila membawa luna entah kemana.
...****************...
"Tungguu"Teriak alesha
Cittttttttt!!!!
Arzan dengan terkejut menghentikan mobil dengan mengerem mendadak untung saja dibelakang tidak ada pengemudi lain yang akan melibatkan kecelakaan.
"Kau gila ya? "Tanya arzan dengan melototkan mata melihat ke alesha
"Ma, ma maaf aku cuma ingin es krim"Jawab alesha dengan gugup dan menunjuk kedai es krim pinggir jalan yang ramai
__ADS_1
"sungguh, kau menghentikan mobil hanya untuk sebuah es krim?"Tanya arzan dengan tidak percaya
"I-i-iya aku ingin itu"Telunjuk alesha dengan memohon dan menggigit bibirnya dengan menampilkan mata nya yang teduh
"Oh,kenapa aku harus terjebak dengan nya? "Guman arzan
"Baiklah ayo turun"Ajak arzan dengan melepaskan sabuk pengaman
"Benarkah? "Tanya alesha memastikan kala ia bigung dengan sikap arzan yang menurutnya terkadang seperti kutub es dan dengan tiba-tiba menjadi laki-laki yang lembut
"Yasudah kalau tidak....
Belum sempat arzan menyelesaikan katanya alesha langsung memotongnya.
"Tunggu, tunggu iya ayo"Selat alesha dengan antusias dengan melepaskan sabuk pengaman
Mereka pun berjalan kaki dan menghampiri kedai es krim yang ramai dengan banyaknya anak-anak mengantri,karna kedai tersebut dekat dengan taman maka otomatis pun banyak anak-anak.
"Pak beli es krimnya dua rasa coklat dan vanila"pinta alesha dengan antusias
"Baik neng"Ucap penjual es krim
"Sudah? "tanya arzan dengan menggenggam hpnya
"Belum masih mengatri"Jawab alesha dengan takut
"Tunggu saja dulu,kalau begitu aku ingin menelepon galen dulu"Kata arzan dengan meninggalkan alesha dan ia menuju ke tepi taman untuk menghubungi galen.
"Iya"Jawab alesha kembali ke penjual es krim
Arzan pun menghubungi galen entah apa yang mereka bicarakan,sedangkan alesha menunggu es krim nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🏵🏵🏵...
...💐💐💐...
...🌸🌸🌸...
__ADS_1
...🌼🌼🌼...
...🌺🌺🌺...