Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Memuji penampilan


__ADS_3

"apa ini dulu milik pacar mas arzan ya, atau milik tunanganya"Guman alesha


"Sudahlah lebih baik aku pinjam dulu,nanti aku akan bicara sama mas arzan kalau ia marah"Ucap alesha mengambil salah satu dress dan ia pun melepaskan kimono dan menggunakan dress tersebut


"Kenapa ukuranya bisa pass? "Tanya alesha dengan menghembuskan nafasnya.


Alesha keluar dari walk in closet dan menuju ke arah cermin yang berlawanan dengan tempat tidur,alesha menatap wajahnya ke arah cermin.


"Ayah apa kau tahu, aku hanya belajar menjadi alesha yang dewasa yang sabar dalam keadaan apapun,walaupun sebenarnya aku bener-bener tak mampu"Ucap alesha dengan memejamkan matanya


"Apa sudah selesai? "Tanya arzan tiba-tiba memeluk pinggang alesha


"Hmmm"Jawab alesha melihat dirinya dicermin


"Apa yang kau lihat? "Tanya arzan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher alesha menghirup wangi tubuh alesha yang sama denganya


"Bayangan"Jawab alesha melihat dirinya dan arzan di cermin dan ia tersenyum entah mengapa rasa sakit yang ia rasakan menghilang


"Oh, ya mas maafkan aku menggunakan pakaian ini"Ucap alesha dengan takut


"Tak apa"Jawab arzan masih saja menghirup aroma tubuh alesha


"Aku akan mengembalikan besok dan juga sekalian gaun yang dari tante divya"Ujar alesha


"Ambillah dan simpanlah"Sahut arzan membalikan posisi alesha menghadapnya


"Dan ambilah hak sepatunya di lemari itu"Sambung arzan menunjuk lemari berukuran besar disebelah pintu


"Tapi ini terlalu mahal"Elak alesha karna ia merasa tak pantas memiliki gaun semewah ini apalagi dengan merk yang terkenal belum lagi hak sepatunya


"Tak ada yang lebih berharga dan lebih mahal daripada dirimu, kau mengerti. Tunggulah disini aku mau membersihkan diri dan jika kau membutuhkan sesuatu tekan tombol didekat rak tidur itu dan bicaralah maka pelayan akan datang"Ucap arzan panjang lebar ia meninggalkan alesha dan menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


"Kamar ini bener-bener indah, apalagi suasanya dan ada bunga disini"Guman alesha kagum akan kamar yang dimiliki arzan



"Oh astaga aku lupa mengabari cla dan ibu, tapi dimana hp ku"alesha mencari ponselnya disekitar ranjang tetapi tak menemukanya,setelah beberapa menit ia tak menemukan apapun dan alesha pasrah ia akan menunggu arzan.


Alesha menunggu arzan dengan memandangi suasana kamar arzan yang membuatnya nyaman, udaranya yang sejuk apalagi mungkin atap dari kamar ini bisa dibuka sepertinya.


...****************...


Beberapa menit kemudian......


Arzan sudah rapi dengan style yang membuat alesha membuka mulutnya karna kagum akan penampilan arzan entah pesona apa yang dimiliki arzan,arzan memakai celana hitam, kaos berlengan dan jaket levis tak lupa kacamata.


"Ayo keluar waktunya makan"Ajak arzan sambil membenarkan rambutnya yang basah dengan jari-jarinya dan menatap alesha dengan bingung.



Alesha hanya bisa menggelengkan kepalanya, entah kenapa saat ini otaknya berkerja sangat lambat tetapi fikiranya jadi liar membayangkan bibir arzan.


Seketika arzan tersenyum dan menundukan badanya setara dengan alesha yang duduk di ranjang iapun mencium bibir alesha sekilas, karna tak ada penolakan ia menarik tengkuk alesha dan ******* bibirnya.


"Hmppphhhh"Alesha kehabisan nafas dan memukul lengan arzan, arzan pun menghentikan ciumannya dan tersenyum melihat wajah malu alesha


"Kak ayo turun"Teriak jack didepan pintu


Arzan menarik tangan alesha dengan lembut,tetapi sebelum itu ia mengambil sepatu untuk dikenakan alesha arzan juga membantu alesha memakai sepatu setelahnya ia membawanya keluar dari kamar untuk menuju ke ruang makan untuk makan malam bersamanya.


...****************...


"Lama sekali cihh"Sindir galang dengan mengambil posisi duduk.

__ADS_1


Arzan menarik kursi dan mempersilakan alesha untuk duduk, alesha pun duduk ia menjadi gugup karna pertama kalinya ia mungkin akan berdaptasi dengan sahabat arzan.


"Tuan ini pakaian nona alesha dan tasnya"Ucap bibi memberikan paperbag dan tas alesha,lalu ia pergi setelah mendapatkan kode dari arzan.


Arzan mengambil paperbag tersebut dan menyerahkan kepada alesha.


"Bolehkan aku pinjam toilet? "Tanya alesha akan pergi dari kursinya


"Tidak"Jawab arzan alesha pun menghentikan langkahnya saat akan pergi


"Kenapa? "tanya alesha menolehkan badanya



"Kau sudah cantik memakai dress itu"Jawab arzan dengan enteng



"hmm"Dehem galang dengan keras


"Kembalilah dan makan, aku akan membawamu ke suatu tempat"Ucap arzan dengan tegas


alesha seketika membeku antara bahagia dan malu karna arzan memujinya dan malu karna arzan memujinya didepan banyak orang maka Alesha pun kembali ke meja makan untuk makan, alesha yang awalnya gugup sekarang ia merasa nyaman akan pembicaraan jack, galen dan galang sedangkan arzan hanya menjadi pendengar.


"Kak kapan-kapan kesini lagi ya"Ucap jack dengan senang


Alesha tak tahu menjawab apa yang ia hanya bisa tersenyum.


"Ayo"Ajak arzan melangkahkan kakinya.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2