
Tak terasa waktu berjalan lebih cepat entah mengapa perasaan sesuatu mulai menjadi hal yang paling penting dan meragukan.
"Sha, bagaimana apa kau sudah fikirkan caranya? "Tanya cla dengan duduk didepan alesha dengan memangku cemilan dan memakannnya
"Tidak tau"Jawab alesha dengan menggigit bibirnya
"Yasudah kalau begitu kau tidak usah ungkapkan saja,lebih baik menunggu kalau begitu"Kata cla dengan tersenyum menikmati cemilanya
"Bagaimana aku bisa menunggu cla, sedangkan jatungku tidak bisa dikondisikan lalu apakah mas arzan juga punya perasaan aku ingin tau cla"Ungkap alesha dengan kesal
"Kemungkinan ya sha, tuan arzan memang mempunyai perasaan kepadamu, tapi kan yang menjalani kalian aku kan hanya berbicara seadanya"Ujar cla dengan keyakinan
"Ahh, yasudahlah cla lebih baik memang menunggu dan mencintai nya dalam diam"Ucap alesha dengan yakin
"Kau serius, jika ada yang mendekati pangeranmu bagaimana kalau kau tidak mengatakan perasaanmu sedangkan yang aku tahu kan dulu pak arzan itu sudah mau dijodohkan dengan akila keluarga armadja"
"Ihh entahlah cla, aku yakin itu bukan keinginan mas arzan jika memang keinginannya kenapa nggak dari dulu aja udah lamaran"Elak alesha tetapi dihatinya ia mulai ragu kala mendengar nama keluarga armadja
"Baiklah lebih baik kita tidur sudah malam lupakanlah buat kenangan baru besok ya"Ucap cla dengan mengedipkan matanya
"Awas saja kau cla"Sahut alesha dengan geram lalu ia tiba-tiba tersenyum dan memutuskan untuk tidur menyusul cla.
...****************...
Dilain hal seseorang sedang sibuk membahas sesuatu dengan anak buahnya dengan menghubungi nya lewat earphone.
"Bagaimana keadaan Markas? "
__ADS_1
"Baik tuan muda"
"good, untuk kali ini,tidak ada tugas buat kalian tetapi sebagai gantinya saya berikan kalian bonus yaitu cambuk diri kalian masing-masing dua luluh dan ingat jika saya kembali memeriksa markas dan tidak menemukan bekas apapun ditubuh kalian maka kalian jangan harap bisa hidup"ucap arzan dengan penekanan
"Ba, baik tuan muda"sahut seseorang dengan gugup
"gila itu tugas apa bonus"guman orang tersebut dalam hati menelan ludah
"Baiklah jaga semuanya karna secepatnya kita akan pergi melakukan sesuatu"Kata arzan dan ia langsung menutup sambungan telepon.
"Tunggu saja pamanku tersayang, kau dulu yang memancing semua ini dan karna kau juga aku harus kehilangan teman masa kecilku"Guman arzan dengan tersenyum.
...****************...
Hiks, Hiks,Hiks,Hiks
"Kenapa tuhan
Kau bilang seseorang bisa merubah takdirnya
Kala ia berusaha dengan semampunya,
Tetapi ini kau memberikanku goresan luka yang
Sangat tajam.
Kenapa tuhan, kenapa dan mengapa kau
__ADS_1
membuatku seperti ini
Sampai kapan ini terjadi, dan waktu sudah cukup
berlalu"
Entah mengapa perasaan alesha sekarang lebih tajam dari sebelumnya, ia yang sebelumnya kuat entah mengapa juga ia bisa serapuh ini.
Ia padahal juga berusaha memendam rasa cintanya, tetapi rasa tersebut terlalu kuat untuk dipendam secara batin.
Alesha sengaja menagis dan meluapkan segalanya di kamar mandi karna ia tidak ingin diketahui oleh sahabatnya cla.
Setelah dirasa cukup, alesha mulai membasuh mukanya dan menatap ke arah cermin dengan mengusap wajahnya ia tertawa kala melihat dirinya sendiri yang entah kenapa rapuh begini.
Alesha segera keluar dan menuju ranjang untuk menyusul cla, sebelum cla terbangun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih banyak yakkk,
...💐💐💐...
...🌸🌸🌸...
...🏵🏵🏵...
...🌼🌼🌼...
__ADS_1
...🌺🌺🌺...