Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Semoga pilihan yang tepat


__ADS_3

Sekarang sudah tepat pukul sembilan malam, karna tadi arzan menyempatkan diri untuk pulang ke mansion dan makan malam lalu ia pergi lagi untuk membereskan urusanya yang sekarang.


Arzan memasuki hutan dengan membawa mobilnya sekitar sampai ditengah ia memberhentikan mobil dan memilih untuk berjalan kaki tanpa rasa takut karna ia tahu seluk beluk hutan dan mungkin jika seseorang memasuki hutan tidak akan tahu jalan pulang.


Hampir lima menit perjalanan untuk sampai di tengah hutan, terlihat bebarapa langkah lagi untuk memasuki mansion atau tepatnya markas yang merangkap menjadi mansion.


Banyak para bodyguard yang menjaga didepan mansion, berbeda penjagaan yang berada didalam serta setiap ruanganya.


Arzan mulai mendekati mansion, dan para bodyguard menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan,arzan cuma mengangkat tanganya sebagai tanda.


Salah satu bodyguard memasukan password saat membuka pintu untuk arzan, seketika pintu pun terbuka, arzan langsung memasuki ruang putih disebalah sisi kiri pintu.


Brakkk!!!!


"Astaga"Guman jack dengan terkejut


Galen hanya menggelengkan kepala, arzan langsung menduduki kursi kebesarannya dan didepanya terdapat sebuah meja serta seorang wanita yang menundukkan kepalanya ke meja tetapi rambutnya terikat tidak teruai.


"Kerja bagus"Puji arzan dengan mengangat tanganya dan memberikan tanda


Jack seketika langsung memegang dagu seseorang wanita yang menundukkan kepala nya sehingga menunjukkan raut wajahnya yang lebam serta babak belur seperti telah disiksa.


"Kuberi kau tiga pilihan, pertama sebutkan siapa orang yang menyuruhmu, kedua beritahu aku semuanya tanpa campur tanganku dan ketiga kupastikan mungkin kau mati ditangan ku"Ucap arzan dengan lantang


"T, tidak"Jawab wanita tersebut dengan meludah dengan memalingkan mukanya


"kau mencoba bermain dengan ku luna"kata arzan dengan tersenyum licik da melangkahkan kakinya di sebuah meja yang terdapat beberapa pisau.


Ruangan bercat putih ini digunakan untuk menyiksa seseorang,bahkan mungkin dikhususkan. Diruang ngan ini terdapat beberapa pisau serta jeruji dan lainya.


"Aku tidak akan pernah mengatakan apapun"Ujar luna dengan memberontak


"Sayangnya kau telah membuat kesalah hingga membuat wanitaku tersakiti"Ucap arzan dengan lantang hingga membuat yang berada diruangan takut, lalu ia melangkahkan kakinya kemeja luna dengan mengusap pisau dengan tanganya

__ADS_1


"Cihhh dasar bucin"Ucap galang dengan tiba-tiba entah kenapa galang bisa datang.


"Kau gila ya"Teriak galang karna arzan melempar pisau tersebut ke arah galang tetapi untungnya galang menghindar dan sayangnya dinding yang tidak bersalah terkena pisau


"kenapa kau kemari? "Tanya arzan dengan duduk dimeja dan melipat kakinya


Arzan sendiri tahu jika galang akan datang karna ia pasti mendengar kabar tentang dirinya dan alesha dari mata-matanya,dan untuk ini arzan ingin mengetahui apa yang galang katakan karna galang sendiri ahli membaca pikiran orang tentunya dan arzan juga tidak mau egois dan kehilangan lagi.


"Pakai tanya lagi, apa kau tak tahu jika kau itu perlu seorang dokter"Ungkap galang dengan mengatur nafasnya


Arzan menaikkan alisnya


"Untuk? "Tanya arzan dengan berpura-pura


"Apa kau tidak tau jika kau itu sedang jatuh cinta, saranku lebih baik kau ungkapkan sebelum ada laki-laki lain yang mengambil wanita mu"Ucap galang dengan mendudukan bokongnya dikursi bersama galen serta jack


"aku tidak mencintai siapapun?"Elak arzan


"Astaga tuan ku yang terhormat jika kau tidak mencintai seseorang lalu mengapa kau terlihat marah jika seseorang tersebut tersakiti ha, lalu mengapa kau bisa tertawa bersamanya dengan lantang"Lirih galang dengan frustasi


"Ungkapkan segera atau kau akan menyesal dan menjadi orang bodoh, ngomong-ngomong kalung yang kau rancang sudah keluar dan ini"Kata galang dengan memberikan sebuah kotak perhiasan


"Baiklah dan mari kita bersenang-senang"ujar arzan dengan mengambil kotak tersebut dan menyimpanya disaku celana


Arzan mengambil salah satu pisaunya lagi lalu menghampiri luna yang sedang menahan sakit karna sekujur tubuhnya disiram air panas oleh galen dan jack sebelum arzan datang.


Saat luna sibuk ingin membuka borgol ditanganya arzan sekita menguliti jari luna hingga ia menjerit karna kesakitan.


"Aaaaaaaaaaa"Teriak luna kala melihat tangan kananya yang menampakkan daging


"Ini belum seberapa luna"ungkap arzan dengan tersenyum


"Aaaaaaa B******K"Ujar luna dengan merintih karna arzan menyayat pipinya hingga tergores dan mengalirkan darah

__ADS_1


Tes,Tes,Tes


Galen, galang serta jack hanya tersenyum menikmati tontonan yang sedang dilakukan arzan kepada luna karna mereka sendiri tahu sifat kejam dan keras arzan terhadap seseorang yang telah menyakiti orang yang tersayang.


Arzan menghentikan aktivitas ketika melihat raut muka luna yang hampir semuanya terdapat noda darah yang mengalir dengan deras dan segar, ia membersihkan tanganya dengan air yang diberikan oleh galen.


"Kurung ia sampai aku mempunyai bukti kuat akan akila"Perintah arzan dengan meninggalkan ruangan


"Gila ya dia bahkan tidak menyadari jika telah jatuh cinta tapi masih saja menyembunyikan nya aku harap arzan bisa mengungkapkan sebelum terlambat "Ucap galang dengan prihatin


Takkkkkk,


"Jack"Geram galang karna jack menjitak kepalanya


"Salah siapa kau menjelekkan kakakku"Kata jack dengan menarik tangan galang keluar


"Cihhhh, bela saja terus memang dia seorang alpa(pemimpin)"Sahut galang dengan kesal


Arzan meninggalkan ruangan putih dan menuju ke gudang penyimpanan untuk memeriksa data pembelian barang bersama galen.


Saat arzan mendudukkan dirinya di meja kerja ia teringat akan saat bersama alesha yang mampu membuatnya tertawa dan sedikit merubahnya, lalu arzan membuka liontin yang diberikan galang dengan menggenggam nya.


"Kuharap ini pilihan yang tepat"Ucap arzan dengan tersenyum


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🏵🏵🏵...


...💐💐💐...


...🌸🌸🌸...


...🌼🌼🌼...

__ADS_1


...🌺🌺🌺...


__ADS_2